Jangan (Terlalu) Terkejut

notsurprise

Konon, menurut Departemen Per-cenah*-an, Pak Harto muda pernah mendapatkan sebuah petuah dari sang kakek, “Jangan Terkejut!“, katanya. Petuah itu coba diaplikasikan oleh Pak Harto selama hidupnya, dan itulah salah satu kunci mengapa beliau bisa ‘bertahan’ selama 32 tahun menjadi presiden di negeri ini. Itu juga salah satu kunci mengapa kita bisa menyaksikan beliau selalu tampil tersenyum setiap saat. Meskipun pada akhirnya, beliau mengalami post-power syndrome juga.

Kita terkejut jika mengalami atau mendapati sesuatu yang sebelumnya tidak pernah kita duga atau pikirkan. Tidak ada yang salah dengan menjadi terkejut karena itu adalah reaksi yang normal. Hanya saja, terkejut yang berlebihan cenderung menimbulkan kepanikan dan menghasilkan ekses negatif. Ketika seseorang menjadi panik, sikap dan tingkah lakunya cenderung tidak terkendali dan berpikiran pendek, bahkan dalam banyak kasus menyebabkan ‘mati’-nya logika.

Salah satu faktor yang menyebabkan maraknya kasus-kasus penipuan melalui email, SMS dan telepon adalah karena korban penipuan tersebut biasanya terlalu terkejut dengan apa yang ‘sampai’ kepadanya. Sebetulnya, saya sering heran dengan masih banyaknya korban penipuan melalui modus operandi semacam itu. Akan tetapi, saya pun menyadari bahwa tidak semua orang adalah orang-orang yang well informed. Dan ke-terkejut-an itu pula yang menurut saya menjadi faktor dominan pada korban.

Saya pun pernah hampir percaya ketika ada SMS yang menyatakan bahwa saya mendapatkan hadiah sebesar 15 juta rupiah. ‘Hampir percaya’ dalam artian sempat tergoda. Siapa yang tidak tergoda uang sebesar itu datang sendiri? Meskipun akhirnya saya balas,”saya sedang sibuk dan tidak sempat mengurusi, duitnya buat anda saja“. πŸ˜€ Belum lagi email yang menawarkan uang sebesar 500 milyar rupiah, bisa kaya mendadak saya. πŸ˜€

Saya lupa persisnya kapan, yang jelas dalam beberapa tahun terakhir saya mencoba untuk menjadi orang yang tidak mudah terkejut dalam situasi apa pun. Memang terasa sekali kalau sekarang saya lebih tenang menghadapi apa pun. Setidaknya, itu yang saya rasakan, entah dengan pendapat orang lain. Apalagi, sejak lulus kuliah, saya beberapa kali mendapatkan kejutan yang memang tidak terpikirkan sebelumnya. Dengan ketenangan, hampir seluruh kejutan itu bisa dihadapi dengan baik karena pada saat kita tenanglah pikiran tetap jernih.

Beberapa bulan yang lalu, tidak lama setelah jadi operator warnet, saya mendapat tawaran untuk menjadi operator entry data di Dinas Kependudukan Bandung selama 1 bulan. Tawaran itu tidak langsung saya tolak, saya coba bicarakan dengan pihak warnet soal penjadwalan ulang, dan akhirnya keduanya bisa saya kerjakan. Selama kurang lebih 2 minggu saya bekerja selama 16 jam hampir tiap hari, dan masih harus mengikuti beberapa kegiatan organisasi juga. Kadang-kadang, saya hanya tidur 1 jam dalam sehari.

Kejutan datang ketika salah seorang kawan kuliah menelepon dan menawari saya untuk menjadi tenaga outsource selama 1 bulan di tempatnya bekerja. Dan, sungguh, tawarannya sangat menarik, tour ke beberapa kota di luar Jawa. Meskipun pada awalnya ragu karena bagaimanapun saya harus melepas 2 pekerjaan tersebut, akhirnya saya terima tawaran kawan tersebut. Saya bicarakan dengan pihak warnet dan koordinator tim entry data, alhamdulillah, saya dapat grant untuk tour tersebut. Bahkan, pihak warnet mengijinkan saya cuti selama 1 bulan. Dan…sepanjang bulan Ramadhan 1428H saya melakukan work-tour de Sumatera. Sayangnya, sampai saat ini, saya belum menuliskan pengalaman tersebut.

Adalah sebuah kejutan ketika di suatu pagi Kang Shodiq mengirim SMS dan meminta saya berkontribusi dalam buku “Istikharah Cinta“. Adalah sebuah kejutan ketika om Agus Hery menawari untuk menulis buku tentang beberapa ‘tokoh’ blog Indonesia. Dan sebuah kejutan juga ketika di tengah-tengah mengejar deadline untuk kejar setoran, saya mendapatkan panggilan interview di sebuah perusahaan konsultan di Bandung, diterima bergabung dan hari kerja pertama saya langsung dikirim tugas ke Jakarta. Padahal, seingat saya, setahun yang lalu terakhir kali saya mengirim lamaran pekerjaan. Semua itu bisa saya lalui dengan baik meskipun bukan tanpa hambatan.

Sepanjang hidup kita akan selalu dihadapkan dengan berbagai kejutan. Terkejut apalagi sampai panik, bukanlah cara yang bijak untuk menghadapi setiap kejutan tersebut. Sebab seringkali kesempatan yang baik berlalu begitu saja bukan karena kita tidak bisa mendapatkannya, tetapi karena kita tidak siap dengan kejutan tersebut. Semakin siap seseorang terhadap kejutan, semakin tenang orang tersebut. Itulah yang coba saya terapkan dalam hidup saya, tetap aware dengan apa pun yang mungkin terjadi, apa pun yang ditawarkan oleh ‘kehidupan’ kepada saya.

Setahu saya, ini juga salah satu rahasia orang-orang sukses. Mereka selalu siap dengan peluang atau kejutan yang menghampiri mereka. Bukan hanya siap mengatakan “ya”, tetapi juga siap mengatakan “tidak” terhadap setiap tawaran yang datang. Bukan hanya siap rugi, tetapi juga siap untung. Selain itu, siap terkenal, sebab tidak sedikit orang yang menjadi hancur hidupnya justru setelah menjadi tenar.

Maka, saya pun tidak terlalu terkejut dan masih bisa tertawa riang gembira tersenyum pahit ketika berabad-abad berbulan-bulan yang lalu saya mendapatkan kabar, “Kang Donny, ternyata si teteh yang-namanya-tidak-boleh-disebut itu mah udah ada yang khitbah (lamar)” dan “Wah, telat Don, dia sudah proses sama orang lain“. *Plak!! Kenapa ujungnya jadi begini ya?!* πŸ˜€

*cenah (bhs sunda): katanya, konon

** gambar saya culik dari sini

C 1 H 3 U L 4 17 6. 230208. 04.10.

loading...

Previous

Pada Suatu Hari Nanti

Next

Dia yang Kurindu

40 Comments

  1. Ada pepatah manajemen… Berikanlah tugas pada orang yang paling sibuk. Ia tahu bagaimana menyelesaikannya. Jangan pada yang tidak sibuk, ia punya lebih banyak alasan mengapa pekerjaan tidak bisa diselesaikan….

  2. dari pak harto sampai ke kerjaan :). rahasianya jangan terkejut ya? contek ahh

  3. klo contoh kasus yang terakhir seperti tidak berbau kejutan mas..
    itu hanya buah minimnya akselerasi dalam menghadapi persaingan πŸ˜€
    jadi keburu diambil orang deh…

  4. zi

    Wah…postingannya kok sad ending ya…:(

  5. tenang
    masih ada mbak2 yg lainnya πŸ˜€

  6. wew… filsafat yang bagus itu mas donny. kalo dalam kultur jawa itu ada idiom: “aja gumunan”, persis seperti yg diterapkan pak harto, hehehehe πŸ˜† dapat proyek sebanyak apa pun hehehehe πŸ˜† kalo bersikap wajar, semua pekerjaan malah bisa langsung klar. bener ndak mas don?

  7. OOh.. geuning urang sunda oge nya??

    jadi intinya udah kesamber sama orang lain yah?? wah2.. kalo gitu kalah cepat donk??

    tenagn2.. masih banyak yg laen kkok!!

  8. untuk kalimat terakhir, nampaknya itu bentuk pembelaan diri atas tindakan “menyerah sebelum mencoba”

    hehehe…

  9. kalo istilah saya sih “kecolongan” tuh.
    hihihi.

    -IT-

  10. Tidur cuman 1 jam sehari? Waduh… ngantuk berat dong

  11. wew don, urang oge dapet kejutan cuy, meunang tawaran ti perusahaan outsourcing nepi ka 3 perusahaan berbeda dina sapoe ngahubugni urang,

    gua cuma bisa geleng – geleng kepala don, ngadepinnya ada yang gua tolak juga sih. sukses don di konsultannya, contek ilmunya ya. oya sorry belum balikin buku istikharah cinta euy, engke lah urang ka kosan ente

    ciri khas mang donny, ujung – ujungnya pasti masalah jodoh dan sejenisnya…trus sad ending pula
    geura kawin maneh, lieur ningalina πŸ˜›

  12. Bhahaha, rupanya paragraf terakhir itu sebuah kesalahan yang gk perlu ya? :))

    @agorsiloku: hmm, saya baru denger…tapi point pentingnya memang kalau sedang nggak sibuk bawaannya memang malas sih πŸ˜€

    @veta: husss…hari gini kok nyontek? :p

    @tehaha: ya..ya..saya emang sering telat soal kayak gini, kekekeke. Maksud saya, surprising nya itu pada saat ngedenger beritanya lohh…:p

    @zi: ah, gk juga…sad ending gimana? kan saya bilang juga tertawa riang gembira…eh senyum :p

    @Luthfi: justru karena saya tahu ada mba yang lainnya, jadi tenang aja πŸ˜‰

    @Sawali: benar pak, ya gimana bisa tenang bekerja kalo kitanya juga panik. Meskipun nggak jarang juga sih saya panik sebetulnya πŸ˜€

    @ridu: sumuhun, abdi mah USA (Urang Sunda Asli)…hihi

    @*****: halah, pake asteriks segala…ada lima pula :p sanes kitu gah *mode ngeles: on* secara syariat juga tidak dibenarkan ‘nawar’ barang yang udah ditawar sama orang lain πŸ˜‰ salahnya saya, mungkin terlalu percaya dan berasumsi bahwa berita-berita yang saya dengar itu benar adanya.

    @irvan: haha, kalo istilah temen “ditikung” πŸ˜€

    @dodot: iya, lumayan sih sebetulnya, yang paling kerasa berat itu pas jam-jam dzuhur :))

    @chatoer: emang jadwal interview nya samaan juga Toer? Jangankan situ yang ngeliat, saya aja yang ngejalaninnya lieur…kekekeke :p

    Sudahlah…!! Paragraf terkhir itu gak perlu dibahas lagi…it’s a big mistake :p lagi pula itu kan sudah berbulan-bulan yang lalu. Nggak perlu dibahas lagi sebetulnya.

  13. wah, inspiring banget bwat gw. thanks don, nice post.
    kebalikannya, gw justru punya masalah dengan “anti-terkejut” niy don.. πŸ˜€

  14. Maisy

    Kl dngr critany sih te2p mesti brsyukur krn msh dimudahkn dlm urusan pkrjaan alias bnyk job mskipun seret dlm msl jodoh.ttp smngt n salam kenal y

  15. saya selalu terkejut2….
    tapi gak sukses2 sampe sekarang euuuy

  16. Jangan terkejut … bukanya hampir sama dengan apa yang sekarang sering disebut sebagai manajemen perubahan ya? Dimana manusia itu harus selalu siap untuk berubah, artinya adalah untuk mengatisipasi agar jangan terkejut.

    Btw, posting menarik dan memberikan inspirasi positif. Thanks πŸ™‚

  17. kalau saya sering kali terkejut.. tapi yah cuma beberapa detik di ke depan, selanjutnya paling saya hanya bereaksi, “oo.. gituu yah.. iya deh..”
    kira2 begitulah.. bahkan kadang temen saya bilang, “ki, reaksinya cuma segitu ajah???”… yah gimana lagi..
    kira2 begitulah saya… πŸ˜€

    best regards.

  18. Wehehe…
    Ternyata kudapati inti ceritanya itu ada di ujung ya…
    Maksudnya, Jangan terkejut kalo muslimah yang ingin kita khitbah ternyata sudah dikhitbah yang lain. Jadi ingat cerita “ketika cinta bertasbih” nya Kang Abik.

  19. Aslkm…….tips yg jitu mas…thanks

    GEMPAA………….ada gempa barusan …jam 3.39 wib wib..

  20. waaaah saya mah gampang panik klo ada berita kejutan…tp klo beritanya membahagiakan maaah siap menampungnya kapan pun de..!! πŸ˜‰

  21. Dy

    wah..ujung2nya itu ya..heheh πŸ˜€
    dibanding dengan paparan2 yang di atas, sepertinya untuk hal yang di bawah yang sangat diperlukan untuk tidak terkejut yaa..
    sabar..sabar..berarti dia bukan yang terbaik utk anda πŸ˜‰

  22. Ini paragraf terakhir maksudnya gimana ya??
    Pikiran saya jadi kemana2 neh… πŸ˜€

    Tapi ndak kuciwa kan ya?? πŸ˜›

  23. @Nope: Hallo Pe, long time no see…:)) kok gua baru tahu ya kalo lu kagetan? πŸ˜€

    @Maisy: haha, seret jodoh? bukan seret sih…belum ketemu aja πŸ˜€ atau sudah ketemua, saya nya yang nggak nyadar-nyadar juga :p Salam kenal juga πŸ™‚

    @ichaawe: justru karena terkejut itu kalee πŸ˜€

    @Riyogarta: hmm, mungkin memang seperti itu, saya jarang baca soal manajemen soalnya. Thanks atas infonya πŸ™‚

    @rickisaputra: terkejut itu biasa kan sebetulnya pada setiap orang? hanya saja, jangan sampai ketekejutan itu mengarah ke panik…saya juga sering seperti ricki kok πŸ™‚

    @’Nin: He…salah :-p yang terakhir itu cuma bumbu-nya kok :p eh, tapi bisa bener juga sih…*plak!! Donny, yang bener dong!!*

    @olangbiaca: wah, ada GEMPA ya…? tenang…jangan panik…kekeke

    @theloebizz: emang berita membahagiakan yang seperti apakah yang ditunggu2? πŸ˜€

    @Dy: hehe, iya, yang terakhir itu memang harus siap lahir batin :))

    @adit-nya niez: haha, kuciwa sih pasti ada diet, tapi nggak terlalu dan jangan sampai mendalam banget πŸ˜‰

  24. Waduh kang kalau si teteh-nya sudah ada yang mengkhitbah mah bukan terkejut, tapi semaput kali, yak πŸ˜€

  25. iin

    tidakkkkhhh…
    aku tiba2 membayangkan aku yg kecolongan *panik+histeria mode on*

    yah..saya ikut berdukacita lho. tapi masih ada ikan dilaut (emangnya Donny-Reza kawin ama ikan? kik kik kik)

  26. gambarnya lucuuu… aku suka kelinciii πŸ˜€

  27. “Duit jangan dicari apalagi dikejar, tapi berikan apa yang duit itu kehendaki”

    benar nggak yah kata bijak tersebut?

  28. karena terkejut, namanya menjadi kejutan… kalo ndak terkejut.. ya bukan kejutan πŸ™‚
    terkejut sampai panik… kayaknya sering deh πŸ˜€

  29. jangan terkejut juga kalau tiba-tiba om donny post undangan walimahan di blog ini

  30. wahhh.. ujungnya itu tohhhhh.. ini tulisannya keliling,, dari masalah pak harto,, kerjaan,, sampe jodoh,, nice,, :mrgreen:

  31. wah wah wah, yang saya salut itu adalah pembagian waktu kerja. Kok bisa?? he..

    btw, gimana rasanya ‘keduluan’ sama orang lain??

  32. huiks… hiks… sedih baca endingnya!

  33. @indrakh: haha, untungnya sih hal semacam itu udah nggak terjadi lagi sama saya.

    @iin: Ada kok, saya paling doyan ikan πŸ˜€

    @puty: Suka kelinci? dimakan maksudnya? :-p

    @quelupi: Mungkin ada benernya, masalahnya saya kan gak tahu juga si duit pengen diapain πŸ˜€

    @Hedwig: Hihi, semua juga pasti pernah mengalami…asal jangan keseringan aja boss πŸ™‚

    @Harry: Haha, nggak usah terkejut, udah direncanain kok…:-p

    @asti: Bebas kan? namanya juga nge-blog terserah otak dan tangan membawa saya kemana πŸ˜‰

    @rd limosin: Skala prioritas, itu kuncinya…;-) ‘Keduluan’? yah…kadang menyebalkan juga…:-D

  34. belum jodoh kali πŸ˜€

  35. Kalau tidak salah Pak Harto pernah bilang:
    Aja gumunan: jangan suka/terlalu heran
    Aja kagetan: jangan suka kaget
    Aja kepinginan: jangan minta yang aneh-aneh

    Kalau nggak salah, lho..

  36. Thez Al - Fajri

    Hahaha…don..don…banyak jg yang komentarin paragraf terakhir. Dasar lu..bad habbit..keduluan mulu..btw sejak kapan lu kerja di jakarta? Jadi udah di bogor lagi neh? kumpul atuh…

  37. @Elys Welt: Iya, pastinya sih seperti itu πŸ™‚

    @Mardies: Iya, kalau nggak salah juga, petuah-petuah itu yang diucapkan kakeknya kepada pak Harto muda πŸ™‚

    @Thez: Bhehehe, kumaha deui atuh bro…? Gua kerja di Bandung, yang ke Jakarta itu cuma tugas aja.

  38. Waktu dulu saya juga pernah dapat SMS “Paket terkejut” dari INDOSAT..mengabarkan bahwa saya mendapatkan hadiah Rp. 15jt, saya disuruh konfirmasi ke indosat kebetulan mereka mencantumkan nomor telponnya, pas saya telpon mereka membenarkan bahwa mendapatkan hadiah dari sebuah kuis yang saya ingat-ingat tidak pernah saya ikuti.mereka meminta nomor reking saya agar dapat mentransfer hadiahnya….Ups tunggu dulu! akhirnya saya sadar dari keterkejutan saya, meskipun itu resmi sms dari indosat, tak menutup kemungkinan salah satu pegawainya seorang penjahat.saya katakan padanya bahwa uang akan saya ambil cash..hehehe abis itu di tutup deh telp itu sama mereka πŸ˜›

    desmeli’s last blog post..Sulitnya Menempatkan Sesuatu Pada Yang Benar

  39. I recently invested in a ally mcbeal dvd , so I picked up this the wire dvd as a refresher.

  40. I had taken a cold case dvd a few years ago, then taught myself supernatural dvd and a few scales.

Leave a Reply

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén