Work-Tour de Sumatera

Terkadang ujian hidup itu memang aneh. Ketika sedang tidak ada yang kita kerjakan, hari-hari dan waktu yang kita miliki benar-benar lowong melompong. Sampai-sampai kita bingung. Akan tetapi, ketika kita sudah mendapatkan atau memiliki sesuatu yang kita kerjakan, datang tawaran lain yang ‘nampaknya’ lebih menarik. Dan bikin kita bingung juga. Saya mengalami hal ini seminggu yang lalu.

Ketika sedang asyik-asyiknya menikmati pekerjaan jadi operator warnet, datang tawaran untuk menjadi tenaga outsource di Dinas Kependudukan Bandung (Disduk) untuk entry data penduduk Kota Bandung. Lucunya, saya juga masih jadi warga ilegal di Bandung :D. Beruntung, jadwal kedua pekerjaan itu bisa diatur dan tidak bentrok, sehingga bisa saya tangani keduanya. Beruntung juga bos warnet tersebut orangnya fleksibel, mungkin karena menyadari bahwa penghasilan warnet memang sedikit.

Ketika sedang asyik-asyiknya dengan kedua pekerjaan itu, datang lagi sebuah tawaran yang jauh lebih menarik daripada keduanya. Haekal, teman kuliah saya menelepon saya di suatu sore. Dia menceritakan bahwa perusahaan tempatnya bekerja sedang membutuhkan beberapa orang untuk dikirim ke sekitar 50 kota di Indonesia. Tujuannya untuk instalasi sebuah web aplikasi dan training user dalam menggunakan aplikasi tersebut. Aplikasi yang dibuat berupa sebuah e-Library, dibangun dengan PHP dan menggunakan MySQL sebagai Database Server. Rencananya, aplikasi tersebut akan diinstal di mesin dengan platform Linux GSI, sebuah distro turunan Ubuntu yang dimodifikasi oleh Ipteknet.

Menurut Haekal, sebetulnya tenaga di perusahaan tersebut mencukupi dan tidak memerlukan tenaga outsource. Akan tetapi, mereka semua sedang sibuk menyelesaikan proyek yang tidak mungkin ditinggalkan juga. Akhirnya, mereka memutuskan untuk ‘menyewa’ tenaga dari luar, sekitar 7 orang. Salah satu yang dihubungi adalah saya. Awalnya sempat bingung juga, tapi setelah dipikir-pikir lagi, ini adalah sebuah kesempatan yang menarik. Terlalu menarik untuk dilewatkan begitu saja.

Lebih beruntung lagi saya karena kenyataannya bos warnet juga mengijinkan saya, selain itu koordinator tim entry data juga tidak mempermasalahkan, karena kontraknya memang tidak mengikat. Akan tetapi, sebagai pertanggungjawaban saya, saya berusaha untuk mencari pengganti di Disduk dan di warnet, juga menyelesaikan pekerjaan saya sehingga tidak membebani orang yang menggantikan saya. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar.

Proyek instalasi ini terbagi menjadi tujuh rute. Tiap rute terdiri dari 3 orang. Saya kebagian rute B, yaitu ke pulau Sumatera, yang meliputi :
Jakarta – Pekanbaru
Pekanbaru – Dumai
Dumai – Batam
Batam – Tanjung Pinang
Tanjung Pinang – Pangkal Pinang
Pangkal Pinang – Sungai Liat
Sungai Liat – Palembang
Palembang – Kayu Agung
Kayu Agung – Sekayu

Rencananya, saya akan singgah 3 hari di tiap kota, dimulai hari Selasa, 11 September 2007 dan berakhir seminggu menjelang Lebaran. Itu artinya, selama sebulan saya akan melakukan perjalanan tersebut. Beberapa nama kota yang akan saya datangi sebetulnya masih asing buat saya. Akan tetapi, hal ini tidak menjadi masalah buat saya. Kapan lagi bisa ‘mengarungi’ sebagian Sumatera, gratis bahkan dibayar pula? :D Satu-satunya masalah buat saya adalah makanan. Lidah saya memang kurang cocok dengan makanan baru, saya tidak tahu pasti bagaimana nanti mengatasi masalah makanan ini, yang jelas hal tersebut jangan sampai mengganggu perjalanan ini.

Rute yang paling menarik adalah rute E. Beberapa kota yang akan disinggahi oleh rute tersebut adalah Yogyakarta, Denpasar dan Sumbawa. Menarik bukan? Sayangnya rute tersebut sudah diberikan kepada orang lain. Namun, bagaimanapun, saya tetap mensyukuri nikmat ini. :)

Hal yang akan menjadi pengalaman lain bagi saya adalah bahwa perjalanan ini akan bersamaan waktunya dengan bulan Ramadhan. Itu berarti 3/4 waktu Ramadhan saya akan dilalui di tempat yang asing bagi saya. Namun, mudah-mudahan sesuai dengan apa yang saya rencanakan, perjalanan ini akan saya jadikan sebuah perjalanan spiritual bagi saya. Apalagi tepat dengan Ramadhan. Saya berharap ada ’sesuatu’ yang bisa saya ‘temukan’ atau saya dapatkan dari perjalanan ini. Saya juga ingin mengetahui nuansa Ramadhan di tempat lain seperti apa, seumur hidup saya menjalankan shaum Ramadhan di tanah sunda dan dalam nuansa sunda. Kali ini, saya diberikan kesempatan untuk merasakan suasana Ramadhan di tanah Sumatera. Harapannya, ada yang bisa saya ceritakan dan jadikan pengalaman.

Bagi saya, perjalanan ini saya anggap sebagai hadiah ulang tahun yang ke seperempat abad bagi saya. Sekaligus juga sebagai pelarian hiburan karena target saya menikah di bulan September agak mustahil bisa tercapai. Hehe. Di sisi lain, saya pun sedang sangat ingin mengasingkan diri, hiding from everyone, dari teman-teman, dari keluarga, dari semua orang yang saya kenal. Entahlah, sedang ingin saja, tidak ada maksud apa pun. Sejak lama sebetulnya saya berencana untuk melakukan hal ini, pergi ke suatu tempat yang sama sekali baru buat saya, tapi saya tidak tahu caranya dan mau kemana. Alhamdulillah, kesempatan tersebut akan saya dapatkan sebentar lagi. Barangkali, ini adalah jawaban dari Allah atas keresahan saya selama ini. Dan mudah-mudahan, saya bisa kembali ke tanah Sunda dengan spirit baru. Yah, siapa tahu, dalam sebulan itu ada ’sesuatu’ yang benar-benar mengubah diri saya.

Akan tetapi, tetap muncul juga ketakutan, terutama berkaitan dengan masalah transportasi di Indonesia yang masih mengkhawatirkan. Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar. Doakan saja.

Oleh sebab itu, karena momentumnya pun cukup tepat, mendekati Ramadhan, sekalian saja saya minta maaf apabila ada kata, sikap dan tingkah saya yang selama ini kurang berkenan. Maaf jika dalam sebulan tersebut ada undangan nikah yang tidak bisa saya hadiri. Maaf jika dalam Ramadhan kali ini tidak merasakan kebersamaan, sahur bersama, buka puasa bersama, shalat tarawih bersama. Maaf jika dalam sebulan ke depan, blog ini tidak saya update karena agak sulit rasanya menulis di tengah perjalanan seperti itu. Halah, kok jadi narsis gini sih akhirnya? :D

S 3 K 3 L 0 4. 090907. 23.03.

loading...

Previous

Percik-percik Pikiran

Next

8 September 2007

7 Comments

  1. Sukses mas, semoga semua lancar ya! Pengalaman itu sangat penting dan berharga, tidak saja cuma nilai uang, tetapi nilai kematangan berhadapan dengan kultur dan dunia lain.

  2. Betul, mbak erikani…itu yang sedang saya butuhkan sekarang, pengalaman dan kematangan diri yang mungkin bisa ditemukan di tempat lain 🙂
    Thanks, anyway 🙂

  3. wah don, sing dapet orang sumateranya, komo orang riau beunghar beunghar don wkwkwkwk

  4. Wew…
    Kai ngikut dunx, om… 😀

    tapi alhamdulillah, Kai juga dah pernah nyobain gitu2an (mengasingkan diri bwt dapet “sesuatu yang lain”) 😀

    So, semoga keberuntungan dan kebaikan selalu menyertai Om, Amiinn.. [-o:)

  5. Haduh… Kenapa Komen Kai Error terus, seh???

    >:)
    (JANGAN LUPA OLEH-OLEHNA…™) ;))

  6. chatoer

    ngomen deui setelah 8 tahun…..

Leave a Reply

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén