Epilogue
Sebelum membaca keseluruhan tulisan ini, saya ingatkan bahwa tulisan ini mungkin agak panjang, dan mungkin akan bikin mikir-mikir juga…mungkin loh…hehehe…soalnya, saya juga bikinnya mikir habis-habisan. Harap dipahami bahwa tulisan berikut ini bukan untuk menyesatkan orang lain…(serem amat, pake menyesatkan segala…)…tapi, tulisan ini hanya gambaran dari pemahaman saya terhadap Tema yang saya angkat. Pemahaman berdasarkan perenungan dan pemikiran yang selama ini saya lakukan, jadi selama hayat masih dikandung badan, tentunya akan selalu berubah jika memang ada koreksi atau informasi yang lebih kuat dan lebih benar. Selamat membaca…(mode PD : on)…:D
————————————————————————————–
Tentang Takdir
Konsep takdir, selalu menjadi perdebatan dan pertanyaan banyak orang. Belakangan ini, saya cukup banyak menemukan pertanyaan atau pun diskusi-diskusi tentang takdir. Bagi Umat Islam, Takdir merupakan bagian daripada Aqidah, karena merupakan bagian daripada Iman terhadap Qadla dan Qadar, dimana kata Takdir ini merupakan kata yang berasal dari Qadar. Karenanya, pemahaman tentang takdir ini sangat penting bagi seorang muslim. Sebab, pemahaman akan takdir ini akan menentukan arah dan sikap seorang muslim terhadap berbagai hal yang terjadi selama hidupnya. Karenanya, banyak juga ulama-ulama yang membahas konsep takdir ini dalam buku yang mereka buat.
Mengenai takdir ini, terdapat 3 golongan yang memahaminya secara berbeda. Golongan pertama, yang berpendapat bahwa manusia itu tidak bebas sama sekali, apa yang kita lakukan, sudah ditentukan oleh ALLAH. Golongan yang kedua, berpendapat bahwa kita sangat bebas, apa pun yang kita lakukan, tidak ada campur tangan Tuhan sama sekali. Dan golongan terakhir yang berpendapat bahwa apa pun yang kita lakukan semuanya ada dalam aturan-aturan Allah, ada campur tangan Allah, tapi kita pun memiliki pilihan untuk melakukan sesuatu.
Saya sendiri, jauh sebelum mengenal konsep takdir, memiliki pemahaman tersendiri berdasarkan hasil berfikir dan merenung. Dalam buku Pengajaran Agama Islam karya HAMKA, disebutkan bahwa arti Qadla itu adalah aturan, sedangkan Qadar adalah ukuran. Jauh sebelum membaca buku tersebut, saya berfikir bahwa segala hal yang ada di muka bumi ini, tunduk pada hukum sebab-akibat. Buat saya, pemahaman terhadap Qadla dan Qadar itu sederhana saja. Apapun yang terjadi di bumi ini, pasti ada sebabnya, bahkan kematian, rezeki dan jodoh pun tunduk pada hukum ini. Dalam buku tersebut juga dikatakan bahwa hukum sebab-akibat ini lah yang kemudian disebut dengan Sunatullah. Dalam ajaran Islam, segala yang ada di muka bumi ini mengikuti Sunnatullah, aturan Allah. Itulah Qadla. Sedangkan Qadar adalah ukuran dari aturan-aturan tersebut. Besar-kecil (ukuran) usaha atau ikhtiar dalam mengikuti aturan tersebut akan menentukan hasil, karenanya hasil dari usaha inilah yang disebut dengan takdir.
Saya tidak pernah berfikir bahwa Allah mengatur kehidupan manusia ini seperti kita memainkan catur. Tidak seperti itu. Karenanya, saya tidak setuju dengan golongan yang pertama. Buat saya, campur tangan Allah itu ada pada aturan-aturan yang Dia buat. Dan kita, sebagai manusia, ada dalam aturan-aturan tersebut, sehingga kita pun tidak bebas sama sekali dari campur tangan Allah. Karenanya, saya pun tidak sepakat dengan golongan yang kedua. Lalu, aturan yang seperti apa kah yang sudah Allah tentukan ? Segala macam aturan. Tidak hanya tentang aturan bagaimana hidup yang benar, tapi juga aturan-aturan terhadap alam semesta. Umur, mati, sehat, sakit, tua, rusak, itulah aturan-aturan Allah.
Contoh sederhananya begini, kita tahu, semakin tua umur suatu tali, akan semakin lapuk dan kemampuan untuk mengangkat dan menahan bebannya pun akan semakin berkurang, inilah Qadla. Katakanlah, jika dulu tali tersebut sanggup menahan berat 200 Kg selama berjam-jam, maka sekarang tali tersebut hanya mampu menahan beban seberat 50 Kg, itupun kurang dari 2 jam, inilah Qadar. Masalahnya adalah, kita tidak pernah tahu berapa beban yang sanggup tali tersebut tahan dan berapa lama, yang kita tahu, bahwa tali tersebut sudah tua dan lapuk. Karenanya, jika ingin selamat dari kecelakaan, ketika mengangkat benda dengan tali, atau ketika kita bergelantungan dengan tali, adalah dengan menghindari penggunaan tali yang tua tersebut. Kita tidak bisa menantang aturan Allah dengan nekat menggunakan tali tersebut dengan beban melebihi kemampuan tali. Karenanya, ketika kita nekat menggunakan tali tersebut, kemudian kita celaka, tidak bisa kita mengatakan,”Ini adalah ujian dari Allah…”, tidak seperti itu. Karena, Allah sudah memberikan kepada manusia akal untuk digunakan memahami aturan-aturan Allah tersebut, jika kemudian kita menentang akal kita sendiri, dan kemudian terjadi kecelakaan, itu akibat kelakuan kita sendiri. Bukan karena Allah yang melakukan. Karenanya, kita harus intorspeksi, tidak bisa kita menyalahkan Allah. Takdir kita celaka, karena perbuatan kita sendiri. Allah sudah tentukan Qadar pada tiap aturan tersebut. Karenanya, kita harus menggunakan akal kita untuk memahami aturan tersebut dan memilih ketika melakukan sesuatu.
Kematian pun mengikuti aturan ini. Contoh pada kasus bunuh diri. Bisa jadi, orang yang melakukan bunuh diri belum saat nya mati. Bisa jadi, Allah sudah menentukan hari kematiannya di waktu yang lain. Tapi, akan menjadi berantakan segala aturan yang ada jika kemudian, misalnya, ada orang yang mencoba bunuh diri dengan minum baygon sampai ber-galon-galon, atau mencoba memegang setrum tegangan tinggi selama berjam-jam, masih hidup juga, alasannya, karena Allah belum menentukan hari kematiannya saat itu. Tidak seperti itu. Allah tidak akan sekonyol itu. Allah memang sudah menentukan saat kematian seseorang, tapi Allah pun tidak akan membiarkan aturan yang Dia buat menjadi berantakan. Karenanya, orang tersebut “harus” mati, agar aturan Allah tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya. Meskipun, sebetulnya, bukan saatnya dia mati. Karena itu lah, Allah melaknat orang-orang yang bunuh diri. Bayangkan, jika orang tersebut masih hidup, tentunya akan menyebabkan berbagai aturan kacau balau, ilmu pengetahuan menjadi berantakan, dan mungkin, akan ada ribuan orang yang mencoba minum baygon sebagai sarapan pagi….heu heu heu.
Kasus kecelakaan mobil atau motor karena ban pecah, tabrakan, rem blong, semuanya mengikuti aturan yang ada. Ban pecah, bisa terjadi karena tertusuk paku, atau tekanan udaranya kurang, atau umur bannya sudah tua, jadi bukan Allah yang memecahkannya, aturan Allah lah yang membuat hal itu terjadi. Kasus kecelakaan lainnya, seperti tabrakan kereta api, pesawat jatuh, kapal tenggelam, semuanya pasti ada sebab nya, dan biasanya karena adanya sunnatullah yang dilanggar. Tapi dari situ, kita seolah-olah ditegur oleh Allah agar melakukan segala sesuatu sesuai dengan aturan dan ukuran yang telah ditetapkan.
Khusus untuk urusan Rezeki dan Jodoh, saya agak kesulitan juga menjelaskannya, karena memang untuk kasus-kasus ini sering terjadi hal-hal yang agak “aneh”. Bukan tidak masuk akal, hanya saja pada beberapa kasus cenderung keluar dari aturan-aturan yang ada. Selain itu juga karena adanya persinggungan dengan “takdir” orang lain. Tapi, sebagian besar tetap terikat Sunnatullah yang sudah ada.
Dalam urusan Rezeki, Islam memerintahkan untuk bekerja keras. Ingin kaya, ya bekerja keras. Ingin urusan Rezeki lancar, carilah jalan masuknya rezeki yang baik. Karenanya, biasanya, urusan Rezeki ini berbanding lurus dengan besarnya Usaha, apa yang dikerjakan, dan pada siapa kita bekerja. Jadi, tidak bisa kita mengeluh, “Sudah kerja banting tulang, tapi masih kayak gini-gini aja (miskin)…”. Pertanyaannya adalah, apa yang dikerjakan ? Di mana bekerjanya? dan kerja pada siapa ? Kalau kerja keras siang malam, tapi hanya sebagai penarik becak, wajar saja kalau tidak kaya, karena memang pintu nya kecil. Kalau sebagai karyawan, wajar saja gajinya pas-pasan, karena besarnya gaji kita juga ditentukan oleh perusahaan. Tapi, kalau jadi seorang pembicara seminar, wajar saja bayarannya besar. Karenanya, urusan Rezeki sangat berhubungan dengan orang lain juga. Tapi, dunia ini membuktikan bahwa orang-orang yang sukses secara finansial adalah orang-orang yang tahu bagaimana dia harus bekerja, tahu apa yang harus dikerjakan, dan tahu pada siapa dia harus bekerja. Tidak asal, “pokoknya gua kerja”. Dan untuk mencapai ke level itu, yang paling dominan adalah kerja keras dan pengetahuan tentang strategi mencari rezeki. Karenanya, agar rezeki menjadi lancar, kita pun harus mengkondisikan diri kita pada situasi yang memang memungkinkan kelancaran rezeki tersebut. Tidak bisa hanya tidur dan diam, lalu berkata, “kalau udah rezeki mah pasti datang sendiri…”. Karena itu, keadaan finansial kita sekarang merupakan hasil dari kerja kita diwaktu yang lalu. Kalau misalkan kita kerja selama ini tidak kaya-kaya juga, carilah tempat yang lain, atau pekerjaan yang lain. Tidak mungkin hanya diam saja di tempat tersebut. Kalau misalkan sampai saatnya mati belum kaya juga, setidaknya kita sudah berusaha untuk mencari kualitas hidup yang lebih baik.
Meksipun ada juga kasus-kasus datangnya Rezeki dari arah yang “tidak bisa diduga”, tapi biasanya, hal tersebut juga terjadi dari usaha yang kita lakukan sebelumnya. Misalnya, kita sering menolong orang lain, atau berbuat baik kepada orang lain. Sebagai rasa terima kasih, maka orang yang ditolong tersebut memberikan uang atau rezeki lainnya kepada kita. Itu pun, pada dasarnya, akibat usaha kita juga. Jarang sekali ada orang yang kaya akibat nemu duit 1 milyar di jalan. Kalau warisan, itu lain lagi, biasanya warisan tersebut merupakan hasil dari kerja keras orang yang mewariskannya. Penerima waris hanya menerima hasilnya saja.
Nah, untuk urusan jodoh, memang “sepenuhnya” karena keputusan Allah. Biasanya, untuk kasus jodoh ini, campur tangan Allah dirasakan sangat besar. Karena, kadang, sebesar apa pun usaha yang kita lakukan, kalau memang orang yang kita incar tidak suka, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena, urusan hati ini, hanya Allah saja yang bisa membolak-balikkannya, tentu saja dengan caraNya yang terkadang tidak bisa kita mengerti. Tapi, tetap saja, orang-orang yang berikhtiar lebih keras, cenderung lebih cepat mendapatkan jodohnya daripada orang-orang yang menunggu datangnya jodoh. Karenanya, kita pun harus introspeksi diri, seberapa besar usaha kita untuk mendapatkan jodoh tersebut…
Lalu, apa fungsinya Do’a ? Nah, Do’a adalah harapan terhadap kondisi ideal yang kita inginkan dan kita minta kepada Allah. Salah satu alasan mengapa Do’a tidak langsung dikabulkan adalah karena Allah lebih mengetahui kondisi kita yang sebenarnya daripada kita sendiri. Karenanya, agar Do’a kita terkabul, sering kali Allah menyiapkan kondisi kita terlebih dahulu. Caranya, mungkin melalui kemantapan hati ketika mengambil suatu keputusan, atau rasa gelisah ketika akan melakukan sesuatu yang salah, yang jelas, bentuk pengabulan do’a ini sangat jarang sekali yang langsung. Misalkan, kita ingin menjadi orang yang sholeh, kemudian kita berusaha untuk mencari lingkungan yang baik agar kita bisa menjadi sholeh. Nah, dalam pencarian itulah, biasanya Allah menolong kita, misalnya dengan memberikan rasa tenang ketika kita bertemu orang-orang yang sholeh, atau ketika berada di lingkungan tersebut, sehingga kita merasa betah berada disana, dan pada akhirnya, karena sering bergaul, pelan-pelan kita pun menjadi orang yang sholeh. Tidak ujug-ujug jadi sholeh, bisa hancur dunia persilatan. Allah hanya memberikan tuntunan, melalui sinyal-sinyal yang dia berikan, keputusan tetap ada pada kita. Jadi, Allah tidak memperlakukan kita seperti bidak catur…”Kamu, ke sini aja ya…? biar ntar ke neraka….” , “Nah, kamu kesana aja…supaya masuk surga..”…Saya kira tidak begitu. Hal tersebut tentu saja tidak adil, percuma saja kita hidup kalau misalkan Allah sudah menentukan “Kamu masuk Surga…”, “Kamu masuk Neraka…”. Dan untuk apa ada penghisaban di akhirat kalau jelas-jelas kita masuk neraka atau surga.
Dalam buku HAMKA tersebut, dijelaskan bahwa salah satu kemunduran umat Islam, dan menurut saya bangsa Indonesia juga, adalah menghindari Takdir, bukan menghadapinya. Kalau ingin kaya, aturannya bekerja keras, bukan diam atau malas-malasan, sementara kita lebih banyak bermalas-malasan, wajar kalau tidak kaya. Orang yang menghadapi takdir adalah mereka yang bekerja keras, sedangkan yang menghindari adalah mereka yang bermalas-malasan. Jadi,memang benar kalau segala yang baik itu datangnya dari Allah, karena Dia sudah menentukan segala sesuatunya dengan baik, kalau kita mengikuti dan memahami aturan-aturan yang ada, kita akan menemukan takdir yang baik. Sementara segala macam bencana, kecelakaan pada dasarnya memang hasil perbuatan dan kelalaian manusia juga. Contoh, banjir bandang, logikanya, banjir tersebut tidak perlu terjadi,jika hutan-hutan yang ada mampu menahan dan menyerap air tersebut. Tapi, karena hutan tersebut gundul, mengalirlah air tersebut tanpa hambatan, terjadilah banjir bandang. Siapakah yang menggundulinya ? Manusia juga. Jadi, bentuk “teguran” yang terjadi, biasanya sesuai atau akibat dari apa yang dilakukan oleh manusia.
Fenomena-fenomena alam yang terjadi juga, pada dasarnya adalah sunnatullah agar alam semesta ini tetap stabil. Gempa Bumi, letusan gunung merapi, dan lain-lain. Hanya saja, mungkin, pada saat itu Allah benar-benar “turun tangan” agar manusia tidak sombong dan lalai. Contoh pada kasus Tsunami di Aceh, mungkin yang terjadi pada saat itu bukan hanya semata-mata fenomena alam biasa, tapi mungkin memang Allah memberikan teguran secara langsung. Meskipun, secara ilmiah, masih bisa dijelaskan.
Intinya, campur tangan Allah di dunia ini, “diwakili” oleh ketentuan yang sudah Dia gariskan. Tidak turun tangan langsung seperti mengatur bidak-bidak catur. Dalam kehidupan kita, kita tidak bisa lepas dari aturan-aturan (ketentuan) tersebut. Bagaimanapun jalan kita, kita terikat oleh ketentuan tersebut. Namun, kita pun dibekali akal untuk memahami aturan-aturan tersebut, sehingga ketika kita memutuskan untuk melakukan sesuatu, kita tidak bertindak bodoh dan celaka karena melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ketentuan. Namun, terkadang, dalam beberapa hal, Allah benar-benar mengambil alih dan “menyentil” kehidupan kita dengan caranya yang tidak bisa kita pahami.
Jadi, selamat menentukan arah takdir …
Wallahualam,
(*…Komentator : Hihihi…Lha, elu, kenapa juga belum dapet jodoh, pasti karena kurang usaha kan..?…*)
(*…Komentator : MAKANYA, USAHA DONG!!! IKHTIARRRRRRRRR..!!!!…JANGAN DIEM AJA!!!!*)
(*…Penulis : DIAAAAAMMMMMM!!…*)
(*…Komentator : Dasar!! Penulis yang anehhh…:p…*)
Hanya sedang ingin berbicara tentang misteri hidup….
S3K3L04A. 020706.20:06.
Dhika
Setelah membaca panjang lebar ..
Saya yang bodoh ingin menanyakan ::;;..
1. Dimanakah letak Takdir itu pada setiap manusia.
2. Apakah fungsi Takdir itu bagi manusia ..
makasih.
fiutia
dimana takdir? pndangan sy, kita pria atau wanita adalah takdir, siapa orang tua kita adalah takdir, kpn kita lahir adalah takdir, ini juga yg menentukan jodoh manusia, bhwa jika ada bayi lahir pasti ada ayah ibu’nya (kcuali nabi isa) mereka di pertmukan karena takdir anak trsebut.
rie
bagaimna dengan ayat alqur’an ; bahwa tdak da daun selembarpun yang jatuh tp semuanya izin allah…
menurt sya yng bdoh papun bntuknya papun nmanya…mnusia hanya bsa mnduga tak da ilmu pasti dlam hidup.
Kumbara
1. Kitab Laufim Mahfud
2. Takdir adalah Pilihan (option yang sudah tertuils dan digariskan untuk kita), pilihan yang harus tepat jika ingin baik (dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya)
Agan
1. Kitab Laufim Mahfud
2. Takdir adalah Pilihan (option yang sudah tertuils dan digariskan untuk kita), pilihan yang harus tepat jika ingin baik (dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya)
activa
izin share kwan
@anangdianto
Takdir itu tidak ada, monggo mampir di blog saya, ini pemikiran saya soal takdir http://www.ruangsemadi.co.cc/2012/05/takdir-itu-tidak-ada.html
nana
Alloh Maha Baik..Untuk HambaNya yang Baik..:)
Takdir or hanya “kebetulan” smua yg terjdi di dunia ini, hanya Dia yg tahu, karena Dia Maha Tahu.
manusia hanya mereka-reka sesuai dng kadar ilmunya..
jadi manusia diharuskan tetap belajar..:)
phrairin
Wallahu Alam
iwan
bagaimana cara mencari jodoh yg baik menurut kita?
ekaa
ulasanya bagus banget ms donny,
takdir menurut saya memang sudah digariskan oleh Allah , tetapi kita bisa merubah takdir dengan usaha, yaaa walaupun hasil akhirnya tidak seperti apa yg kita harapkan tapi setidaknya kita sudah berikhtiar,
nah kalau masalah jodoh masih tanda tanya besar dalam otak saya, apakah jodoh bisa kita memilihnya atau sudah dtentukan oleh Allah dan tidak bisa kita merubahnya ?
tolong di jawab yaaaaaa ….
thx 🙂
eru_grha
Izin tag kang, buat di share 🙂
ninda imoes haerudin
aku tdk trlalu mendalam tahu tentang takdir,,,,,,,,,,
tpi ketika semuanya terjadi dlm sekejap””aku mengalami kecelakaan dg keluarga,,dan anak yg paling aku cintai aku sayangi harus patah tulang,,,,,dan sebagian orang menyalahkanku,,,dan berkata””coba kalo kamu dirumah,,,gak bawa anak,,,kecelakaan itu pasti tdk akan terjadi,,,”””
dalam hati aku bicara,,,aku hanya manusia yg tak tau apapun yg akan terjadi,,aku hanya ingin melakukan perjalanan itu dan insya’alloh dg niat baik””Siapa yg ingin Kecelakaan itu terjadi???”””,,hatiku sakit,,,gak bisa mengungkap kata apappun,,,,menangispun aku tak bisa,,,,siapa yg harus aku salahkan???
Tpi otakku berpikir keras,,,kenapa,,kenapa smua terjadi???
apa aku terlalu banyak salah?? apa aku kurang beramal?? sehingga teguran itu datang
tapi ketika aku berucap “””mungkin ini sudah takdir””
kata_kata takdir itu yang sdikit2 menjadikan aku ikhlas,,,,dan kini mulai tegar,tabah dg kenyataan,,,
maaf mnurut kalian bgaimana pmahaman takdir dg kejadian yg kualami???? thanks
(smoga Alloh SWT, sllu menjaga dan melindungi kita semua,,,amin)
amel
turut berduka atas keluarga mbak..
pelajaran ttg takdir memang sangat sulit untuk dijelaskan,karena Allah tidak memberikan pemahaman yg lebih kepada manusia..hanya memberikan sedikit pengetahuan ttg Qadha dan Qadar,,
spt hal nya Allah mengajarkan Adam as berbagai macam benda sementara para malaikat tidak diajarkan olehnya,,tetapi walaupun adam telah diajarkan, apakah adam tahu semua benda2? tidak, jika ingin tahu, maka dia harus mempelajari sendiri dengan akal dan sedikit ilmu yg diberikan Allah,,
Jika itu takdir atau bukan, menurut saya, mungkin saja takdir, mungkin saja bukan,,karena yg paling tahu dan paling benar atas jawaban pertanyaan mbak yaitu Allah SWT,,manusia hanya mereka-reka jawaban..
Liea
Segala sesuatu yang terjadi pada alam jagat raya ini adalah kehendakNYA. Hanya dengan kata “Kun…” maka terjadilah. Kita manusia bisa berdo’a dan berusaha semampu kita, namun ketetapan tetaplah kuasaNYA. Sabar dan ikhlas Mbk…. ALLAH SWT akan memberikan nikmat dan cobaan pada sipa saja yang dikehendakiNYA., orang baik, jahat, miskin dan kaya dan siapa saja pastinya yang ALLAH SWT kehendaki. Bisa saja yang Allah timpakan pada pada Mbk bukan bencana, namun sebuah pembelajaran yang ALLAH SWT berikan agar kita lebih mengenalNYA…Wallahu’alam
Ryzky Widi
Assalamualaikum …
Makasih atas ulasannya mas Donny … Benar-benar trenyuh dan menarik sekali untuk dibahas. Memang takdir itu sesuatu yang misterius dan kadang diluar ilmu manusia. karena ilmu Alloh SWT itu 99% dan manusia hanya 1%, jadi wajar kalau manusia kadang merasa “aneh” dengan pengaturan takdir2 Illahi.
Saya ingin menambahkan sedikit tentang Qadla dan Qadar. Memang benar menurut mas Donny, Qadla adalah sunnatullah, bahasa kerennya hukum alam, ilmu pasti, jadi tidak akan diubah (meskipun Alloh SWT sanggup menrubahnya), semisal manusia bernafas dengan O2, tidak mungkin bisa manusia bernafas dengan CO2 aaupun N2. Sementara Qadar adalah ilmu relatifitas, seperti teori Albert Einstein, jika mobil melaju kencang, maka kita akan cepat tiba ditujuan. Begitu pula Qadar, jika kita ingin takdir kita dirubah menjadi baik, maka sering2lah berdoa, beribadah, dzikir.
Kalau masalah jodoh, saya sendiri memang masih belum ‘ngeh’, karena ada yang bilang “Kalau jodoh ntar datang sendiri”, sementara yang lain, “Buat apa kamu kejar dia sementara dia tidak cinta padamu”. Pertanyaannya adalah, apa yang salah dari 2 pertanyaan diatas …?
Pertanyaan pertama, itu mungkin pesimistis bisa, pasrah juga bisa. Namun jangan disamakan dengan keduanya. Begini logikanya, andai saya mencintai gadis A, sementara dia memang ditetapkan ALloh SWT untuk menjadi istri setia saya selamanya, maka kita bisa lakukan seperti teori Einstein. Yaitu coba berdoa untuk mempercepat bertemu dengan gadis itu, insya Alloh, kita akan ketemu bagaimanapun caranya, meski kita tidak menduganya, tiba-tiba bertemu dengan dia di suatu tempat. lain lagi kalau kita diam saja, ya mungkin akan bertemu dengan gadis itu, TAPI nanti beberapa bulan atau tahun lagi.
Sementara pertenyaan kedua. Bisa jadi dia bukan jodoh kita atau dia jodoh kita, hanya ALloh menguji kesetiaan kita pada dia dengan rasa tidak suka bahkan bencinya dia pada kita.
Wassalammualaikum …
Saa Sii Blade
mantep 🙂
yaa memang sedang mencari pembahsan ttg takdir dan jodoh. terkhususnya ttg jodh. karena saya benarbenar merasakan byk nya keanehan ttg penentuan jodoh tia org oleh Allah. yaa kita memang tidak pernah tau siapa jodoh kita , tetapi apa salahnya kita memantaskan diri kita ini untuk menemui jodoh yg memang pantas juga untuk kita.
karena lakilaki yg baik adlah untuk wanita yg baik dan begitu pun sbaliknya
Amhe
Bagi saya belum tentu jg lelaki baik menemukan wanita yang baik, bisa jadi lelaki yang baik menemukan wanita yang tidak baik begitupun sebaliknya ,,,….
darsono
Setelah membaca semua uraian di atas, kok nggak ada satupun yang mengangkat referensi dari QS. Al Hadid ayat 22 dan Al Hadits dalam kitab Ar Ba’in karangan Imam Nawawi hadits ke empat. Menurut saya yang pertama masalah takdir, sudah sangat jelas sekali di muat dalam QS. Al Hadid 22 yang berbunyi : Tiada suatu bencana di muka bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tercatat dalam kitab Lauhul Mahfud sebelum kalian di lahirkan. Jadi sangat jelas sekali dari uraian itu. Terkecuali kita berbuat sesuatu yang menyimpang dari aturan yang berlaku. Yang kedua dari Al Hadits dalam kitab Ar Ba’in karangan Imam Nawawi pada Hadits keempat bahwa di situ juga sudah di jelaskan masalah yang berhubungan dgn proses manusia hidup di dunia ini. Secara garis besarnya bahwa manusia berasal dari setetes air mani selama 40 hari kemudian berubah menjadi segumpal darah selama 40 hari, kemudian berubah menjadi segumpal daging selama 40 hari. Kemudian Alloh memerintahkan kepada malaikat untuk meniupkan ruh dan menetapkan 4 perkara.
imron
Kalo menurut saya takdir adalah segala sesuatu yang sudah terjadi/sudah berlalu dan tidak bisa diulang lagi baik dari segi waktu,tempat,keadaan dan kondisi yang sama, jadi selama sesuatu itu belum terjadi masih bisa di rubah baik dengan usaha maupun do,a
Zakososa Blogspot
subhanallah,,
saya sedang bingung menghadapi permasalahan ini,,
samping kanann bilang takdir jodoh itu haqqullah,,
samping kiri bilang kamu masih percaya kan sama jodoh itu haqqullah,,
di depan bilang ikhtiyar tidak ada salahnya, ikuti apa kata hatimu, untuk hasil kita akan tahu nanti,,
di belakang bilang masa menyerah sih, ingat kan dengan firman Allah yang menyatakan bahwa Allah tidak akan merubah hamba-Nya kecuali hamba itu sendiri yang merubahnya..
huuufth,,
ingin berjuang tanpa orang tua tidak mantap
ingin berjuang dengan orang tua, orang tua sudah kepalang kesal, ingin kepastian terlebih dahulu
selain itu juga pihak orang tua dia sudah seperti kesurupan ingin menjodohkan dia
sedangkan dikarenakan saya tidak ada pergerakan, dia sudah mulai menyayangi orang yang ditujuk orang tua dia..
hati sudah tidak karuan,,
aku ingin berjodoh dengan dia, apakah Allah akan mengabulkan jika aku hanya berdo’a tanpa berbuat banyak. Aku tidak bisa berbuat banyak dikarenakan tidak ada dukungan terutama dari orang tua saya..
Intinya sekarang saya sudah berdiri sendiri tanpa teman demi mencapai satu tujuan.. akankah permohonanku ini tercapai.. Ya Allah, hamba mohon dengan sangat ya Allah.. jodohkanlah hamba dengan dia.. al-Faatihkah,,, amien..
Liea
sabar dan ikhlas…disitulah letak kuasaNYA. Kita hanya bisa berdo’a dan berusaha….jangan putus asa…kalau memang jodoh ndk akan kemana….sekeras apapun orangnya jika ALLAH SWT mau membalikkan hati si Fulan, si Ortunya atau Ortu anda sekalipun, siapa yang bisa mencegah pemilik hati ini…ALLAH YA RABBI…
podehi
salam,
saudara jangan jadi selfish bila ingin memilikin seseorang sebagai jodoh. Yang penting kepuasan saudara atau kepuasan dia. saudara berdoa, dia juga berdoa, ibubapanya juga berdoa untuk yg terbaik. Semuanya diambilkira oleh Allah s.wt
Herman Baso
Apapun yg akan terjadi pada mahluk ciptaan-Nya termasuk manusia (seperti rezeki,jodah,ajal,bahagia,dll) sudah bisa diketahui oleh-Nya pada masa 50.000 tahun sebelum penciptaan Nabi Adam. Tentang apa yang diketahui ini ditulislah dalam kitab Lauh Mahfuzh. kemudian pada saat manusia dalam alam rahim ,malaikat mencatat lagi mengenai kejadian2 apa yg akan terjadi pada diri manusia setelah lahir. Isi dari catatan malaikat sama dengan yg ada di kitab Lauh Mahfuzh tadi.
Hal diatas inilah yg mungkin disebut takdir. saya bilang mungkin karena saya bukan ahlinya.
Nabi Muhammad bersabda: “Tiada yang bisa mengubah takdir selain doa dan tiada yang bisa memanjangkan umur kecuali perbuatan baik”.
Berdasar hadis diatas dapat disimpulkan bahwa takdir bisa dirubah dengan doa.
Catatan : status hadis juga saya belum tahu, jadi mohon koreksinya.
alvionitha
Aminnn =))
Ikka Kurniawati Ayustin
apakah wanita hanya mnunggu untuk d plih oleh pria? krna wanita tdk mmlki kewenangan besar dalam mnentukn jodoh, tp pria.
batin67
apapun bentuk tulisannya sepanjang isinya benar dan baik,Allah akan mengganjarnya.
ugok
thanks very big, insya Allah bermanfaat
mobilpengantinku.wordpress.com
Setuju Mas, kadang ada orang yang mengatakan bahwa orang kafir / islam itu ditentukan Allah.
Padahal kan y ditentukan Allah diwaktu kita masih di kandungan ibu hanya 4 : rezeki, batas umur (ajal), amal (baik dan buruk), serta nasib (mulia atau celaka).
Untuk Muslim / Kafir itu Pilihan.
Ikut Setan / ikut Al Quran (Firman Allah)
Liea
setuju deh buat kamu….
gunz
jodoh, bagai ranting pohon yg bercabang, kita bebas memilih ke arah mana kita pergi, nasib seperti panjang ranting yg telah kita pilih (proses) tidak bercabang namun panjang perjalanannya/pendek, takdir, akhir dari ranting pohon atau hasil dari jalan yg kita pilih (daun, bunga, buah dll).
bayangkan, saat pertama kita masuk sekolah, kita tidak bisa memilih siapa saja siswa/siswi yg masuk dlm kelas itu,, itu adalah jodoh yg ditentukan oleh tuhan, sudah ditentukan siapa saja yg masuk dlm kelas itu, bisa juga dikatakan takdir kita untuk masuk dalam kelas itu,, tapi kita punya pilihan untuk bergaul dengan siapa saja didalam kelas tersebut, itu adalah jodoh yg telah kita tentukan sendiri..
so, tentukan jodohmu, berusaha untuk itu dan nikmati hasil akhirnya apapun itu. 🙂
Alvi Syahrin
bagus mas bro…
tpi mnurut saya kita tidak bs menghindar dri takdir, yg bisa berpindah dari takdir yg satu ke takdir yg lain…hah, karena kan tidak ada sesuatu yg di luar sunatullah, pasti smw ada campur tangan Allah baik langsung maupun secara tidak langsung.
Liea
siiip deh
piko chuuw
sekuat apapun kita pertahankan hubungan,secepat apapun kita berlari.kl Allah menakdirkan dia bukan jodoh kita .. kita ga akan bisa bersatu dgn dia yg kita harapkan.jd kita ga bisa tentukan jodoh kita,karna jodoh kita sudah ditentukan oleh Allah.
Dwi Hartaty
Benar …
ronaldo
He..he..he menyimak ulasan anda di atas aku jadi tau kenapa Alloh membenci orang yang bunuh diri, ternyata karena Alloh menjadi “pusing” dikarenakan apa yang direncanakan tentang waktu kematian orang tersebut menjadi gagal. Mungkin itulah sebabnya kenapa kemudian menjadi roh gentayangan.
Lisa Iswardiana
saya mau tanya, saya sedang bekerja menjadi karyawan dan menurut saya pekerjaan ini sudah baik untuk saya dan kedepannya. tapi hati saya berkata lain, saya ingin bekerja dekat dengan orang tua , karena saya merasa harus membahagiakan mereka. apakah jalan yang saya tempuh sudah benar? untuk mengundurkan diri dann kembali ke kampung dengan pekerjaan yang mungkin tidak sebaik disini? apakah saya melawan ketentuan Allah??
thx
samio
terharu menyimak tulisan diatas.
saya mau nanya tentang jodoh, kita sama-sama suka dan sama sama ingin menikah, tapi disisi lain ada yang kurang setuju dengan hubungan saya berdua. saya ingin melupakan dia karena ortuku kurang setuju,tapi apalah daya rasa cintaku makin hari makin besar,dan dalam hati kecilku inilah jodohku.
pertanyaan saya singkat saja?
apakah rasa cinta itu ada campur tangan alloh..
ilyas
assalamualaikum wr.wb
kalau boleh sedikit memberi tambahan tentang bahasan diatas, ulama meriwayatkan pada saat nabi ibrohim as dibkar hidup2 oleh firaun pada saat itu malaikat air menawarkan diri pada ibrohim untuk memadamkan api ,tapi nabi ibrohim menolak “aku tidak butuh bantuan mahluk aku butuh bantuan Allah swt, nabi ibrohim selama 40 hari merasakan kenikmatan didalam api tidak merasakan panas.jadi Allah swt telah memberikan sifat pada semua mahluk yang diciptakan didunia ini, sifat api panas, sipat air basah , sipat es dingin, sifat pedang atai silet melukai, sifat kaya usaha,sifat jodoh mencari, sifat obat menyebuhkan,tapi allah swt mampu merubah sifat-sifat mahluk tersebut menjadi sifat yang berlawanan dengan asalnya, seperti sifat api panas yang membakar nabi ibrohim dirubah menjadi dingin oleh Allah swt.akantetapi perubaha sifat mahluk itu itu terjadi pada saat-saat kita sudah tidak berdaya sudah berupaya mengikuti aturan atau sifat-sifat mahluk.dan kita bertawaqal pada allah maka allah akan memberikan pertolongan dengan merubah sifat-sifat mahluk tersebut dengan tanpa menggunakan mahluk lagi..contoh masalah jodoh kita sudah berupaya maksimal mencari dengan cara yang disunahkan tapi tetap tidak dapat nah disanalah kita bertawaqal.mengenai tolak ukur batas maksimal ikhtiar seorang manusia untuk mencapai batasan maksimal kita belajar pada saat usaha muhamad saw mendatangi abu jahal supaya masuk islam sampai 70 kali, ya kita sebagai manusia biasa ambil aja 40 kali itungannya dalam berkhtiar ,misalnya 40 kali ngelamar kalu masih tetap ditolak baru tawaqal disanalah pertolongan allah akan datang.kalau urusan bisnis ya 40 kali kita mendirikan usaha atau mencari kerja setelah itu bertawaqal….wassalamualaikum wr.wb
fuadfu
(y) bang ! makasih atas ilmu dan pemahamannya
voo
buku tak akan tau isinya klo belum dibuka itulah takdir
ncun
Sy masih bertanya tanya dalam otak sy mengenai jodoh
Rizky dan kematian mungkin bisa diatasi
Tapi jodoh … Apa sepenuh’a ??????? yang nentuin ?
Setau sy takdir sesorang itu hanya ??????? yang ???? … Knp ada manusia ?ª?g bisa meramalkan masa depan ?
Antara rizky , jodoh , dan apa ?ª?g akan terjadi dihari esok
Apakah pasangan yang kita miliki saat ini bisa jadi bukan jodoh kita?
Sedangkan dalam keyakinan bila kita berusaha jadi lebih baik
Itu akan membuat pasangan nyaman
Udah ada kemantapan bahwa kita memang berjodoh
Masih tidak paham akan aturan jodoh ini!!!!
jhon
sy masih mau tanya tentang takdir yang telah anda jlaskan …
anggap saja ini takdir bagian yang buruk yang terjadi pada kita dlam soal apapun..
atau kejadian buruk yang kita anggap takdir ..
nah pertanyaan sy
apa yang harus kita lakukan jika takdir buruk itu sudah terjadi dan bagaimna cara ny .
contohny : anda sedang mengalami kejadian yg buruk bahkan itu anda anggap takdir ..
jadi apa yang harus anda lakukan saat sedang mengalami kejadian itu dan bagaimna cara anda melakukannya ..
cukup itu dlu prtanyaan dari sy ..
dan terima kasih sebelumnya
mifta
q sedang sedih bgt,bpk tercinta q meninggal dgn tragis.krn mslh RT bpk q smp nekad minum pembersih porselen.dan iya itu mgkn msk kategori bnh dr.itu yg buat q sedih banget.sedangkan bnh dr itu dosa yg amat besar. yang jd pertanyaan apakah bpkq msh ada harapan msk surga? apakah msh ada kesempatan mendapat ampunan dr alloh swt ?smp hari ni q msh ga bisa mengihlaskan cr dia mengakhiri hdpnya. tp q jg tdk bisa menyalahkan.krn q sndr blm tentu bisa menghadapi masalahnya.bpkq orng yg baik,ga bnyk omong,sabar bgt,syng k semua anak2nya. tlng ksh q penjelasan tntg nsb bpk q d sn,krn sbg anak q bnr2 pngn q ga bisa mengungkapkan.
Yuli
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
Semoga Allah memberikan ampunan dan kasih sayang bagi ayahanda Mifta dan yang ditinggalkan diberi kesabaran serta cinta Allah untuk menjadi hamba-Nya yang lebih baik.
Selalu mendoakan orang tua merupakan bentuk kasih sayang kita terhadap mereka. Apalagi kalau kita merupakan anak yang soleh, semoga bisa menjadi salah satu jalan kasih sayang dan ampunan Allah di akhirat kelak. Ingatkan? doa anak yang salih itu sangat bermanfaat untuk orang tua, apalagi kalau mereka mendahului kita
”Apabila seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah semua (pahala) amalnya. Kecuali tiga perkara :shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan kebaikan untuknya.” (HR. Muslim no. 1631)
Hadits ini menjelaskan bahwa anak shalih yang mendoakan kebaikan bagi kedua orang tuanya, maka berkah doa itu akan mengalir sekalipun keduanya telah meninggal dunia.
Dan ayo kita ingat juga bahwa dalam keadaan apapun kita diminta senantiasa berdoa:
Dan Rabbmu berkata: Berdoalah kepadaKu niscaya Aku akan mengabulkan, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari berdoa kepadaKu akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.” (Q.S. Ghafir : 60)
Read more: http://khazanahislamku.blogspot.com/2013/01/doa-aanak-investasi-jangka-panjang.html#ixzz2fp3wFMuw
wallahu alam…
lowcal
ijin share ya gan 😀
trima kasih
fuadfu
aslm..
Kematian (ajal) telah di atur adanya, kita tidak bisa menunda sedikitpun ataupun memajukannya. kadang ada orang yang sehat pada pagi hari , pada saat malam ia mengalami kecelakaan atau penyebab lainnya sehingga ia meninggal dunia . semuanya memang telah di atur di dalam Sunattullah. tetapi Hanya Allah lah Dzat yang Maha kuasa membuat aturan . kita hanya mengikuti dan berusaha tetap berada di dalam jalan yang di ridhoinya .
Mengenai orang yang bunuh diri , saya rasa ajalnya juga telah di tetapkan dan tidak akan meleset . tetapi perlu di ingat ! Muslim yang baik bukanlah orang yang berputus asa dari Rahmat-Nya. Segala hal yang “baik” , insha Allah akan “berakhir baik” (husnul khotima) . begitupun yang buruk (suul Khotima) . Allah Maha adil .
Rezeki juga menjadi Rahasia bagi kita para hamba Allah, tetapi saya percaya sedikit atau banyak rezeki Dia jualah yang mengatur-Nya . kadang ada orang yang bekerja sangat keras , mempunyai kemampuan, keterampilan , serta ilmu pendidikan yang mumpuni belum tentu lebih kaya atau lebih makmur dari seorang yang hanya lulusan SD . tetapi kita wajiblah berusaha, karena kita tidak pernah tahu berapa, bagaimana , dan seperti apa Nikmat rezeki yang diberikan Allah kepada kita.
Sedangkan jodoh sudah pasti juga telah ditakdirkan-Nya ,Ada orang yang menikah karena saling suka (keinginan mereka sejalan dengan kehendak Allah) , ada juga yang menikah karena di jodohkan orang tua dan sebagainnya ( tidak sesuai keinginan mereka , tetapi Allah Maha mengetaui apa yang mereka butuhkan dan yang terbaik bagi mereka ) .
karena ikhtiar dalam hal kebaikan tidak pernah di Larang , Dalam mencari jodoh juga dibutuhkan ikhtiar , agar Insya Allah keinginan kita ( jodoh kita) sesuai dengan kehendak Allah .
wallahualam …
Kita hanyalah hamba yang penuh kesalahan dan kezaliman , marilah kita jalani hidup dengan penuh ikhtiar yang sesuai dengan hal hal yang di ridhoinya. .
piko chuuw
sampai saat ini aku jg masih belum mengerti tentang jodoh,katanya jodoh kita itu sudah ditentukan oleh Allah dari qt masih di dalam kandungan.
yang jadi pertanyaan aku … apakah aku sudah menyalahi takdir Allah?dengan menolak laki2 yg datang melamar,aku menolaknya dgn alasan aku ga sreg.ya kl aku sih berfikirnya mungkin bukan jodohku,katanya kan kl udah jodohnya Allah akan memudahkan segalanya.sedangkan ortu selalu bilang MAU SAMA SIAPA LAGI karna mereka menilai aku terlalu pilah pilih,dan kata mereka kl nurutin ga sreg aja susah.
kalau memang jodoh itu sudah ditentukan oleh Allah kenapa kita harus pusing mikirinnya toh bukannya jodoh kita sudah ditentuin.
Atunitun
Letak takdir hanya Allah yg tau, fungsinya takdir agar kita belajar ‘ada usaha = ada hasil’. Qodho dah ditentukan sebelum sebelum lahira, wktnya ada dilauhful mahfudz. Apa yg penting disini adalah ikhtiar n mengg akal sbg ilham dr Allah utk sll melakukan yg terbaik dlm tiap sunnatullah/aturan Allah. Maka hasil terbaik pasti didapat, walau tetap miskin, anak kecelakaan dll. Tetap baik sangka pd Allah. Selama umur msh ada, jgn bilang ‘ini takdir’ yaa…Allah menghitung tiap amalan yg dibuat slm hidup ,itu yg penting…bukan hasil. Apalagi pasrah dgn berpijak kalo jodoh dtg ndiri. Kalaupun ada yg gak distujuin ortu, cobalah meliat sisi baiknya. Jgn cinta kita pd manusia yg notabene rahmat dr Allah malah dipakai utk mendurhakai ortu, atau Allah ssendiri.( miss:mencintai org kafir dll). Allah akan beri yg terbaik pd pandanganNya atau mengganti kan dgn yg lbh baik jk kita sll ta’at pd aturan agama. Ingat…ikhtiar…walaupun bencana sdh ditentukan. Tp ikhtiar lah agar kita tergolong pd org yg selamat. Setiap bencana pasti diturunkan Allah tanda 2nya. kita gak bisa menghindar pd sunnatullah. Bisakah kt ngalangin khalifah didunia ini pd berbuat kerusakan terhdp alam? Mk cukup perbyk amal baik buat dirikita.Berdo’alh tanpa henti n Gunakan akal dan waktu utk terus ikhtiar mencari yg lbh baik.Allah tdk pernah tidur dan lalai dlm mengurus umatnya.
miita
hmmm bnr” terharu aq bca’y..
TOP BGT PSN LAH!!! 🙂
oyomsi
dari penjelasan diatas, saya rasa cukuplah untuk orang2 tertentu dgn mudahnya dimengerti, tapi sebagai seorang mukmin dan mukminin yang ……. secara mendalam 100% perjalanan kehidupan seorang hamba telah ditentukan oleh allah sebelum lahir kebumi, bingungkan? disinilah letak kuasanya allah, yang memiliki lagi menguasai langit dan bumi beserta isinya.
mat shofa
assalamualaikum.apa yg saya alami sekarang ini sy tdk tau apakah takdir/kepolosan saya/kebodohan saya……? pada tnggl9 mei ada temen yg minta tlng untuk di carikan mobil untuk dib rental nah kebetulan tmn sy ini ksn sdh sering mnt tlng di carikan mobil.kebetulan sy ada kenalan yg pnya usaha rental… karena sdh kenal mobil aq serahkan bgt saja tanpa ada surat perjanjian peminjaman..waktu itu yg ada di benak saya …lumayan dapet 50 rb bisa buat tambah2 beli susu anak..tp di luar dugaan mobil yg di pk tmnku td mengalami kecelakaan tunggal dan mobil dalam kondisi rsk brt.untung nya tmnku td tdk luka sedikitpun..kt sepakat untk menyelesaikan nya dngn cr kekeluargaan..dan sanggup membayar kerusakan mbl yg ia sebabkan.tp mnng sampai skrng sdh hmpir 3bln dia malah menghilang…jadilah aq hrs pontang panting cr utangan ke sana ke sini,untuk nombokki ber juta2 sama yg pnya mbl.apakah ini takdir /ujian.dan apakah aq hrs berucap hanya allah yg tau…./ aq tdk tau
DanZ
Perbanyak sedekah..Kejadian Yang Terjadi Terima dengan Lapang Dada..Badai pasti berlalu.
Alma
Apakah disaat kt sdh meyakini bahwa dia adalah jodohku, wlwpun ada pihak lain yg kurang setuju yaitu (ortu) kalau kita akan selalu brusaha dan yakin untuk brsatu dan selalu berikhtiar. Apakah kita bisa dipersatukan oleh Allah ?
indra
saya ga tau banyak masalah ini, dan mudah mudahan saya tidak cenderung dengan opini dan analogi , karena yg demikian adalah tolak ukur syaiton . tetapi saya juga belum mengerti betul tentang tolak ukur Allah atau neraca Allah yg di ajarkan kepada Rassull Rassull-Nya dalam menentukan kebenaran . sehingga saya berharap semoga seseorang bisa memberi penerangan yg tercerahkan dari Allah SWT. sungguh saya menghadapi ke bimbangan masalah jodoh itu di tangan Tuhan atau tidak, yg saya ketahui bahwa ketika kita menikah maka anak kita adalah takdir dari orangtuanya, tetapi konsep yg menjelskan bahwa jodoh di tangan Allah sangatlah membuat saya bimbang akan kebenarannya, di karenakan banyak beberapa orang yg menolak kebaikan karena cenderung memilih fisik dan lain lain. lalu ketika kita salah memilih apa itu pantas di katakan jodoh? yg saya tau Allah maha benar. sedangkan tentunya perceraian adalah hal buruk. dan kita hidup di beri potensi untuk memilih yg baik dan yg buruk . lantaran cinta menutupi mata seseorang untuk menggunakan potensi itu tadi maka ia terus yakin bahwa yg ia cintai adalah jodohnya , itu tidak menutup kemungkinan bahwa sebenarnya ia pernah menyia nyiakan yg lebih baik dari yg ia cintai, dan jika itu jodohnya seharusnya tidak bisa dikatakan memang itu di tangan TUHAN , karena apa bila ternyata cerai di tengah jalan di ketahui adanya pertengkaran, ya karena dia ga cocok, bukan karena TUHAN yg menentukan ?bukankah demikian?
agusdian
aswr…
waduh mantap banget ulasannya….
sekedar kilas balik…sepuluh tahun yg lalu ane sempet jadi atheis gara2 membahas masaalah takdir..Alhamdullah..Dia yang Maha Penyantun memberikan petunjuk…ane sependapat dengan pemikiran sampeya..bahkan sebelum sampeyan menulis ane sudah mempunyai pendapat yang sama..(mungkin karena ini adalah ilmu yang hak jadi bisa ketemu ?)
ane berdoa semoga Allah memberikan pertolongan dan tuntunan bagi sampeyan…agar diberi ilmu yang bermanfaat, dapat menjelaskannya secara baik dan Allah jaga hati sampeyan biar selalu tawaduk…amien 33x
wasalam
Jonis si Playboy
memang benar semua sudah ditetapkan-Nya oleh Nya, tpi kalau anda minum baygon dan menembakkan pistol ke kepala, anda kemungkinan besar anda pasti mati (tanpa meremehkan kehendak-Nya), kematian itu ada karena kesalahan manusia/ulah manusia (perang, bom, bunuh diri,membunuh, dsb/mesti dicatat Tuhan mempunyai sifat Maha Penyayang, Maha Kasih, jadi tidak mungkin menakdirkan hal-2 semacam perang,bom,bunuh diri, dll) tetapi ada juga kematian yang memang karena Kehendak-Nya.
Ayu arianti
Saya juga sedang bingung dengan urusan takdir,saya pernah ingin melarikan diri dari yg namanya takdir tapi hasilnxa buruk,bahkan seperti di tutup jalan untuk saya melarikan diri sampai saya hanya tak bisa berbuat apa2……
saep
Ass..
Untuk bisa memahami takdir bahkan beriman kepada qadha dan qadar, kita harus yakin terlebih dahulu. Bahwa semuanya setiap yg terjadi itu hanya akan bisa tejadi atas ijin Alloh. Alloh sang Pemilik, Alloh maha mencipta, Alloh yg menjadikan ada dari tiada, Alloh juga lah yg membuat sesuatu yg ada mejadi tiada. Subhanalloh..
Ione
Q tertarik dgn ulasan jodoh.. Cuman q mau tanya.. Jodoh katanya dah ditentukan… Nah , seandainya kita dah dpat jodoh.. N dah menikahinya.. Tau2 dlm perjalanannya kita cerai… Apakah sampai di situ jodoh kita.. Dan apakah ada jodoh lain ? ..
Dan ada jg perselingkuhan.. Apakah perselingkuhan itu jg termasuk jodoh ya .. Hmmmm 🙂
mheny
kalau jenis kelamin tidak di tentukan kah laki_laki atau prempuan….?
saeid
Siip gue suka cara lho
andai semua umat islam menyadari tntu tdk akan ada babi ngepet tuyul dll
azzo
udah banyak artikel yg ku baca tentang rezeki,jodoh dan maut,,tp artikel andalah yg sangat gmblang,rasional dan logis
bambang rusdianto
saya sepakat aja karna pendapat orang bernbeda-beda. tapi meman dalam kehidupan manusia ada takdir yang tidak bisa dihindari sebagai contoh gempa bumi, hari kematian, bergantinya malam dan siang, pasang surutnya air laut DLL> tapi ada takdir yang bisa kita hindari seperti kecelakaan,di copet DLL. saya perna membaca sebuah hadis didalam sebuah buku tapi syg buku itu udah hilang mengatakan (Allah itu cuma menuntung apa yang dikehendaki manusia bukan menentukan takdir manusia hanya saja manusianyalah apakah mampu menghindarinya atau tidak kecuali takdir yang sudah ditentukan Oleh Allah SWT. seperti hari kematiannya manusia dan hari kiamat itu sudah takdir yang tak bisa diganggugugat lagi.) jika ada yang mengatakan bahwa semua yang kita lakukan di dunia itu adalah takdir maka saya anggap itu adalah keliru karna kenapa jika kita meninggal nanti terus kita masuk neraka apakah itu takdir kita tapi seandainya kita taat pada Allah sewaktu masih hidup maka bisa saja kita masuk surga.
Noe
klo memang kematian, rejeki, jodoh dan amal sudah ditetapkan dari umur 4 bln kandungan sebagai takdir kita. ya memang kita baru tahu takdir kita setelah kita mengalaminya. Soal nasib dapat kita ubah. lah soal Takdir kita di masa depan yang belum kita jalani bagaimana? Lah klo memang kita ditakdirkan memang miskin/kaya, punya jodoh atau tidak. bisa diubah nggak.. trus katanya klo soal miskin/kaya, jodoh atau nggak katanya bisa diusahakan kita. lah berarti rejeki dan jodoh masuknya kategori takdir atau nasib… masih bingung membedakan dan menghadapinya.. tp yg jelas. tetap berikhtiar sesuai jalan-Nya dan ikhlas, sabar setiap menghadapi ketentuan-Nya.
jam tangan online
mulai dulu bingung ane masalah takdir ini
contoh orang yang takdirnya mati di bunuh orang
apakah yang ngebunuh itu salah
dia kan cuman menjalankan takdirnya aja bena gak….