mind.donnyreza.net

Takdir: Rezeki, Jodoh dan Kematian

Epilogue
Sebelum membaca keseluruhan tulisan ini, saya ingatkan bahwa tulisan ini mungkin agak panjang, dan mungkin akan bikin mikir-mikir juga…mungkin loh…hehehe…soalnya, saya juga bikinnya mikir habis-habisan. Harap dipahami bahwa tulisan berikut ini bukan untuk menyesatkan orang lain…(serem amat, pake menyesatkan segala…)…tapi, tulisan ini hanya gambaran dari pemahaman saya terhadap Tema yang saya angkat. Pemahaman berdasarkan perenungan dan pemikiran yang selama ini saya lakukan, jadi selama hayat masih dikandung badan, tentunya akan selalu berubah jika memang ada koreksi atau informasi yang lebih kuat dan lebih benar. Selamat membaca…(mode PD : on)…:D
————————————————————————————–

DomaiNesia

Tentang Takdir

Konsep takdir, selalu menjadi perdebatan dan pertanyaan banyak orang. Belakangan ini, saya cukup banyak menemukan pertanyaan atau pun diskusi-diskusi tentang takdir. Bagi Umat Islam, Takdir merupakan bagian daripada Aqidah, karena merupakan bagian daripada Iman terhadap Qadla dan Qadar, dimana kata Takdir ini merupakan kata yang berasal dari Qadar. Karenanya, pemahaman tentang takdir ini sangat penting bagi seorang muslim. Sebab, pemahaman akan takdir ini akan menentukan arah dan sikap seorang muslim terhadap berbagai hal yang terjadi selama hidupnya. Karenanya, banyak juga ulama-ulama yang membahas konsep takdir ini dalam buku yang mereka buat.

Mengenai takdir ini, terdapat 3 golongan yang memahaminya secara berbeda. Golongan pertama, yang berpendapat bahwa manusia itu tidak bebas sama sekali, apa yang kita lakukan, sudah ditentukan oleh ALLAH. Golongan yang kedua, berpendapat bahwa kita sangat bebas, apa pun yang kita lakukan, tidak ada campur tangan Tuhan sama sekali. Dan golongan terakhir yang berpendapat bahwa apa pun yang kita lakukan semuanya ada dalam aturan-aturan Allah, ada campur tangan Allah, tapi kita pun memiliki pilihan untuk melakukan sesuatu.

Saya sendiri, jauh sebelum mengenal konsep takdir, memiliki pemahaman tersendiri berdasarkan hasil berfikir dan merenung. Dalam buku Pengajaran Agama Islam karya HAMKA, disebutkan bahwa arti Qadla itu adalah aturan, sedangkan Qadar adalah ukuran. Jauh sebelum membaca buku tersebut, saya berfikir bahwa segala hal yang ada di muka bumi ini, tunduk pada hukum sebab-akibat. Buat saya, pemahaman terhadap Qadla dan Qadar itu sederhana saja. Apapun yang terjadi di bumi ini, pasti ada sebabnya, bahkan kematian, rezeki dan jodoh pun tunduk pada hukum ini. Dalam buku tersebut juga dikatakan bahwa hukum sebab-akibat ini lah yang kemudian disebut dengan Sunatullah. Dalam ajaran Islam, segala yang ada di muka bumi ini mengikuti Sunnatullah, aturan Allah. Itulah Qadla. Sedangkan Qadar adalah ukuran dari aturan-aturan tersebut. Besar-kecil (ukuran) usaha atau ikhtiar dalam mengikuti aturan tersebut akan menentukan hasil, karenanya hasil dari usaha inilah yang disebut dengan takdir.

Saya tidak pernah berfikir bahwa Allah mengatur kehidupan manusia ini seperti kita memainkan catur. Tidak seperti itu. Karenanya, saya tidak setuju dengan golongan yang pertama. Buat saya, campur tangan Allah itu ada pada aturan-aturan yang Dia buat. Dan kita, sebagai manusia, ada dalam aturan-aturan tersebut, sehingga kita pun tidak bebas sama sekali dari campur tangan Allah. Karenanya, saya pun tidak sepakat dengan golongan yang kedua. Lalu, aturan yang seperti apa kah yang sudah Allah tentukan ? Segala macam aturan. Tidak hanya tentang aturan bagaimana hidup yang benar, tapi juga aturan-aturan terhadap alam semesta. Umur, mati, sehat, sakit, tua, rusak, itulah aturan-aturan Allah.

Contoh sederhananya begini, kita tahu, semakin tua umur suatu tali, akan semakin lapuk dan kemampuan untuk mengangkat dan menahan bebannya pun akan semakin berkurang, inilah Qadla. Katakanlah, jika dulu tali tersebut sanggup menahan berat 200 Kg selama berjam-jam, maka sekarang tali tersebut hanya mampu menahan beban seberat 50 Kg, itupun kurang dari 2 jam, inilah Qadar. Masalahnya adalah, kita tidak pernah tahu berapa beban yang sanggup tali tersebut tahan dan berapa lama, yang kita tahu, bahwa tali tersebut sudah tua dan lapuk. Karenanya, jika ingin selamat dari kecelakaan, ketika mengangkat benda dengan tali, atau ketika kita bergelantungan dengan tali, adalah dengan menghindari penggunaan tali yang tua tersebut. Kita tidak bisa menantang aturan Allah dengan nekat menggunakan tali tersebut dengan beban melebihi kemampuan tali. Karenanya, ketika kita nekat menggunakan tali tersebut, kemudian kita celaka, tidak bisa kita mengatakan,”Ini adalah ujian dari Allah…”, tidak seperti itu. Karena, Allah sudah memberikan kepada manusia akal untuk digunakan memahami aturan-aturan Allah tersebut, jika kemudian kita menentang akal kita sendiri, dan kemudian terjadi kecelakaan, itu akibat kelakuan kita sendiri. Bukan karena Allah yang melakukan. Karenanya, kita harus intorspeksi, tidak bisa kita menyalahkan Allah. Takdir kita celaka, karena perbuatan kita sendiri. Allah sudah tentukan Qadar pada tiap aturan tersebut. Karenanya, kita harus menggunakan akal kita untuk memahami aturan tersebut dan memilih ketika melakukan sesuatu.

Kematian pun mengikuti aturan ini. Contoh pada kasus bunuh diri. Bisa jadi, orang yang melakukan bunuh diri belum saat nya mati. Bisa jadi, Allah sudah menentukan hari kematiannya di waktu yang lain. Tapi, akan menjadi berantakan segala aturan yang ada jika kemudian, misalnya, ada orang yang mencoba bunuh diri dengan minum baygon sampai ber-galon-galon, atau mencoba memegang setrum tegangan tinggi selama berjam-jam, masih hidup juga, alasannya, karena Allah belum menentukan hari kematiannya saat itu. Tidak seperti itu. Allah tidak akan sekonyol itu. Allah memang sudah menentukan saat kematian seseorang, tapi Allah pun tidak akan membiarkan aturan yang Dia buat menjadi berantakan. Karenanya, orang tersebut “harus” mati, agar aturan Allah tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya. Meskipun, sebetulnya, bukan saatnya dia mati. Karena itu lah, Allah melaknat orang-orang yang bunuh diri. Bayangkan, jika orang tersebut masih hidup, tentunya akan menyebabkan berbagai aturan kacau balau, ilmu pengetahuan menjadi berantakan, dan mungkin, akan ada ribuan orang yang mencoba minum baygon sebagai sarapan pagi….heu heu heu.

Kasus kecelakaan mobil atau motor karena ban pecah, tabrakan, rem blong, semuanya mengikuti aturan yang ada. Ban pecah, bisa terjadi karena tertusuk paku, atau tekanan udaranya kurang, atau umur bannya sudah tua, jadi bukan Allah yang memecahkannya, aturan Allah lah yang membuat hal itu terjadi. Kasus kecelakaan lainnya, seperti tabrakan kereta api, pesawat jatuh, kapal tenggelam, semuanya pasti ada sebab nya, dan biasanya karena adanya sunnatullah yang dilanggar. Tapi dari situ, kita seolah-olah ditegur oleh Allah agar melakukan segala sesuatu sesuai dengan aturan dan ukuran yang telah ditetapkan.

Khusus untuk urusan Rezeki dan Jodoh, saya agak kesulitan juga menjelaskannya, karena memang untuk kasus-kasus ini sering terjadi hal-hal yang agak “aneh”. Bukan tidak masuk akal, hanya saja pada beberapa kasus cenderung keluar dari aturan-aturan yang ada. Selain itu juga karena adanya persinggungan dengan “takdir” orang lain. Tapi, sebagian besar tetap terikat Sunnatullah yang sudah ada.

Dalam urusan Rezeki, Islam memerintahkan untuk bekerja keras. Ingin kaya, ya bekerja keras. Ingin urusan Rezeki lancar, carilah jalan masuknya rezeki yang baik. Karenanya, biasanya, urusan Rezeki ini berbanding lurus dengan besarnya Usaha, apa yang dikerjakan, dan pada siapa kita bekerja. Jadi, tidak bisa kita mengeluh, “Sudah kerja banting tulang, tapi masih kayak gini-gini aja (miskin)…”. Pertanyaannya adalah, apa yang dikerjakan ? Di mana bekerjanya? dan kerja pada siapa ? Kalau kerja keras siang malam, tapi hanya sebagai penarik becak, wajar saja kalau tidak kaya, karena memang pintu nya kecil. Kalau sebagai karyawan, wajar saja gajinya pas-pasan, karena besarnya gaji kita juga ditentukan oleh perusahaan. Tapi, kalau jadi seorang pembicara seminar, wajar saja bayarannya besar. Karenanya, urusan Rezeki sangat berhubungan dengan orang lain juga. Tapi, dunia ini membuktikan bahwa orang-orang yang sukses secara finansial adalah orang-orang yang tahu bagaimana dia harus bekerja, tahu apa yang harus dikerjakan, dan tahu pada siapa dia harus bekerja. Tidak asal, “pokoknya gua kerja”. Dan untuk mencapai ke level itu, yang paling dominan adalah kerja keras dan pengetahuan tentang strategi mencari rezeki. Karenanya, agar rezeki menjadi lancar, kita pun harus mengkondisikan diri kita pada situasi yang memang memungkinkan kelancaran rezeki tersebut. Tidak bisa hanya tidur dan diam, lalu berkata, “kalau udah rezeki mah pasti datang sendiri…”. Karena itu, keadaan finansial kita sekarang merupakan hasil dari kerja kita diwaktu yang lalu. Kalau misalkan kita kerja selama ini tidak kaya-kaya juga, carilah tempat yang lain, atau pekerjaan yang lain. Tidak mungkin hanya diam saja di tempat tersebut. Kalau misalkan sampai saatnya mati belum kaya juga, setidaknya kita sudah berusaha untuk mencari kualitas hidup yang lebih baik.

Meksipun ada juga kasus-kasus datangnya Rezeki dari arah yang “tidak bisa diduga”, tapi biasanya, hal tersebut juga terjadi dari usaha yang kita lakukan sebelumnya. Misalnya, kita sering menolong orang lain, atau berbuat baik kepada orang lain. Sebagai rasa terima kasih, maka orang yang ditolong tersebut memberikan uang atau rezeki lainnya kepada kita. Itu pun, pada dasarnya, akibat usaha kita juga. Jarang sekali ada orang yang kaya akibat nemu duit 1 milyar di jalan. Kalau warisan, itu lain lagi, biasanya warisan tersebut merupakan hasil dari kerja keras orang yang mewariskannya. Penerima waris hanya menerima hasilnya saja.

Nah, untuk urusan jodoh, memang “sepenuhnya” karena keputusan Allah. Biasanya, untuk kasus jodoh ini, campur tangan Allah dirasakan sangat besar. Karena, kadang, sebesar apa pun usaha yang kita lakukan, kalau memang orang yang kita incar tidak suka, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena, urusan hati ini, hanya Allah saja yang bisa membolak-balikkannya, tentu saja dengan caraNya yang terkadang tidak bisa kita mengerti. Tapi, tetap saja, orang-orang yang berikhtiar lebih keras, cenderung lebih cepat mendapatkan jodohnya daripada orang-orang yang menunggu datangnya jodoh. Karenanya, kita pun harus introspeksi diri, seberapa besar usaha kita untuk mendapatkan jodoh tersebut…

Lalu, apa fungsinya Do’a ? Nah, Do’a adalah harapan terhadap kondisi ideal yang kita inginkan dan kita minta kepada Allah. Salah satu alasan mengapa Do’a tidak langsung dikabulkan adalah karena Allah lebih mengetahui kondisi kita yang sebenarnya daripada kita sendiri. Karenanya, agar Do’a kita terkabul, sering kali Allah menyiapkan kondisi kita terlebih dahulu. Caranya, mungkin melalui kemantapan hati ketika mengambil suatu keputusan, atau rasa gelisah ketika akan melakukan sesuatu yang salah, yang jelas, bentuk pengabulan do’a ini sangat jarang sekali yang langsung. Misalkan, kita ingin menjadi orang yang sholeh, kemudian kita berusaha untuk mencari lingkungan yang baik agar kita bisa menjadi sholeh. Nah, dalam pencarian itulah, biasanya Allah menolong kita, misalnya dengan memberikan rasa tenang ketika kita bertemu orang-orang yang sholeh, atau ketika berada di lingkungan tersebut, sehingga kita merasa betah berada disana, dan pada akhirnya, karena sering bergaul, pelan-pelan kita pun menjadi orang yang sholeh. Tidak ujug-ujug jadi sholeh, bisa hancur dunia persilatan. Allah hanya memberikan tuntunan, melalui sinyal-sinyal yang dia berikan, keputusan tetap ada pada kita. Jadi, Allah tidak memperlakukan kita seperti bidak catur…”Kamu, ke sini aja ya…? biar ntar ke neraka….” , “Nah, kamu kesana aja…supaya masuk surga..”…Saya kira tidak begitu. Hal tersebut tentu saja tidak adil, percuma saja kita hidup kalau misalkan Allah sudah menentukan “Kamu masuk Surga…”, “Kamu masuk Neraka…”. Dan untuk apa ada penghisaban di akhirat kalau jelas-jelas kita masuk neraka atau surga.

Dalam buku HAMKA tersebut, dijelaskan bahwa salah satu kemunduran umat Islam, dan menurut saya bangsa Indonesia juga, adalah menghindari Takdir, bukan menghadapinya. Kalau ingin kaya, aturannya bekerja keras, bukan diam atau malas-malasan, sementara kita lebih banyak bermalas-malasan, wajar kalau tidak kaya. Orang yang menghadapi takdir adalah mereka yang bekerja keras, sedangkan yang menghindari adalah mereka yang bermalas-malasan. Jadi,memang benar kalau segala yang baik itu datangnya dari Allah, karena Dia sudah menentukan segala sesuatunya dengan baik, kalau kita mengikuti dan memahami aturan-aturan yang ada, kita akan menemukan takdir yang baik. Sementara segala macam bencana, kecelakaan pada dasarnya memang hasil perbuatan dan kelalaian manusia juga. Contoh, banjir bandang, logikanya, banjir tersebut tidak perlu terjadi,jika hutan-hutan yang ada mampu menahan dan menyerap air tersebut. Tapi, karena hutan tersebut gundul, mengalirlah air tersebut tanpa hambatan, terjadilah banjir bandang. Siapakah yang menggundulinya ? Manusia juga. Jadi, bentuk “teguran” yang terjadi, biasanya sesuai atau akibat dari apa yang dilakukan oleh manusia.

Fenomena-fenomena alam yang terjadi juga, pada dasarnya adalah sunnatullah agar alam semesta ini tetap stabil. Gempa Bumi, letusan gunung merapi, dan lain-lain. Hanya saja, mungkin, pada saat itu Allah benar-benar “turun tangan” agar manusia tidak sombong dan lalai. Contoh pada kasus Tsunami di Aceh, mungkin yang terjadi pada saat itu bukan hanya semata-mata fenomena alam biasa, tapi mungkin memang Allah memberikan teguran secara langsung. Meskipun, secara ilmiah, masih bisa dijelaskan.

Intinya, campur tangan Allah di dunia ini, “diwakili” oleh ketentuan yang sudah Dia gariskan. Tidak turun tangan langsung seperti mengatur bidak-bidak catur. Dalam kehidupan kita, kita tidak bisa lepas dari aturan-aturan (ketentuan) tersebut. Bagaimanapun jalan kita, kita terikat oleh ketentuan tersebut. Namun, kita pun dibekali akal untuk memahami aturan-aturan tersebut, sehingga ketika kita memutuskan untuk melakukan sesuatu, kita tidak bertindak bodoh dan celaka karena melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ketentuan. Namun, terkadang, dalam beberapa hal, Allah benar-benar mengambil alih dan “menyentil” kehidupan kita dengan caranya yang tidak bisa kita pahami.

Jadi, selamat menentukan arah takdir …

Wallahualam,

(*…Komentator : Hihihi…Lha, elu, kenapa juga belum dapet jodoh, pasti karena kurang usaha kan..?…*)
(*…Komentator : MAKANYA, USAHA DONG!!! IKHTIARRRRRRRRR..!!!!…JANGAN DIEM AJA!!!!*)
(*…Penulis : DIAAAAAMMMMMM!!…*)
(*…Komentator : Dasar!! Penulis yang anehhh…:p…*)

Web Hosting


Hanya sedang ingin berbicara tentang misteri hidup….
S3K3L04A. 020706.20:06.

52 Comments

  1. I used to be extremely delighted to discover this website.I needed to thank you for this outstanding study.I unquestionably loved every single small little bit of it and I’ve you bookmarked to take a look at new things you publish.

  2. vivi anggraini

    jadi intinya takdir,bisA d rubah gk siih, ?

    jwb,>?

  3. rio andhika

    Ass wr.wb
    menurut saya dalam memahami takdir hendaknya kita terlebih dahulu memahami sifat2 allah swt,allah itu maha pengasih lagi maha penyayang, dan allah swt maha bijaksana..

  4. bahagia

    Saya yakin bahwa TAKDIR tak bisa dirubah. saya dulu pernah beranggapan bahwa takdir bisa dirubah krn KITAB LAUH MAHFUSZ yg menulis Allah sehingga bisa dirubah oleh Allah Sendiri dgn manusia berusaha dan doa. TAPI apakah benar itu? kl ALLAH merubah kitab-Nya yg sdh tertulis dari dulu, maka berarti ALLAH berubah pikiran????? saya yakin “TIDAK” karn Allah membuat itu sebelumnya pasti tak akan dirubah krn Allah tau apa yg ditulis-Nya. Misalnya ada org miskin, trus dia berusaha tuk kaya, akhirnya dia bisa kaya, trus beranggapan bhwa dia telah mengubah TAKDIR-NYA? APA BENAR? krn saya yakin sekali setiap pilihan yg kita pilih, dan keputusan yg kita ambil, serta pelaksanaannya, ALLAH tlh mengetahui sebelumnya. Krn Allah tdk terbatas oleh waktu. seperti saya menulis ini saya yakin sekali bahwa Allah sudh tau bahwa saya akan menulis di blog ini. jd Saya sependapat bahwa Allah mengatur langkah kita. cuman TAKDIR kita tdk ada yg tau (ghaib). sehingga kita sebagai hamba-Nya tidak tau akan dibawa kemana esoknya. tapi apakah kita hanya akan PASRAH??? itu bodoh. krn semua org pgn punya takdir yg baik, dan dikrnkan mash rahasia lebih baik lakukan yg terbaik dalam kehidupan ini. Jadi lakukan yg terbaik sambil menjemput TAKDIR. Org yg memahami konsep ini akan berpendapat HARI ESOK tidaklah penting, YG penting Hari ini, mau kemana, mau ngapain, dan lakukan yg terbaik utk hari ini, krn hr besok adalah GHAIB. itulah yg membuat kita akan lebih banyak bersyukur.
    Tapi kl kita seperti itu berarti kita ga bisa disalahin dunk, krn sgla perbuatan kita itu berasal dari Allah… sekali lagi itu RAHASIA ALLAH. Surga neraka itu rahasia Allah, begitu juga kebenaran yg hakiki itupun hanya Allah yg tau. Dulu pada saat manusia diciptakan malaikat bertanya ” Ya Allah knp kau ciptakan manusia? padahal mereka nanti yg akan menimbulkan kerusakan di dunia” dari statement itu malaikat tau apa yg akan terjadi… Allah menjawab “Kau tidak akan tau, hanya Akulah yg tau”

  5. NOVI

    kalo masalah jodoh ni..katanya manusia itu di ciptakan mempunyai jodoh masing2..bagamana dgn orang yg sampe meninggal pun belum pernah menikah..lalu bagaimana dengan poligami yang memounyai istri 4? katanya alloh maha adil? berati orang yang meninggal n blum nikah itu memang di ciptakan tidak mendapat jodoh donk?

    • amel

      definisi adil menurut mbak itu spt apa? semua yg kita anggap adil apakah adil bagi yg lain? bagaimana manusia mengatakan Allah tidak adil sementara dia sendiri tidak tahu kapan dia bisa berbuat adil kepada sesamanya..dan spt apakah adil itu?apakah adil buat mbak, berati adil buat org lain? ,,jgn lantaran ada org yg meninggal tanpa jodoh lalu kita bilang Allah tidak adil..itu tidak benar,,jgn mendefinisikan keadilan dalam pandangan yg sempit

  6. rajin solat 5 waktu, ngaji tahajud dzikir.. insya allah jodoh dan rejeki datang dgn lancar. hehe

    • amel

      betul sekali..,ditambah sedekah..karena sedekah itu mendekatkan kepada rezeki,,percaya ga percaya tetapi memang terbukti.,,,dengan kesabaran dan keyakinan dan kepercayaan penuh kepada Allah SWT.. Allah tidak akan akan membuat hambanya berlarut2 dalam kesedihan dan keterpurukan,, Jangan mengharap doa dikabulkan jika ada sedikit saja keraguan dalam diri kita akan Allah..Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Benar

  7. uchu

    suamiqu pernah bertanya kepadaqu,,,apakah takdir ini,,adalah kita yg menentukan atau allah yg menentukan,,,,,?????

  8. uchu

    suamiqu pernah bertanya kepada qu ????takdir,,,,apakah takdir itu kita yg membuatnya,,atau allah yg menetukanya,,,,,,,,,,,,,????

  9. sudih

    Takdir itu Memang ada…
    PERCAYA SAJA
    Sbagai Makhluk yg Lemah. kita harus brdoa dan berusaha
    Mudah Mudahan kita smua Menjadi Org yg beruntung.

  10. Wah dalem banget, bravo donny,ulasannya menyegarkan hati, mkasih 🙂

  11. SomeOne

    Just do the best n’ think positif insya4JJI we will get the best.
    coz 4JJi itu maha tahu dan Pengasih.
    dan ingat 4JJI tergantung prasangka hambanya. so “keep to think positif to get positif”
    kalaupun saat ini kita merasa blm mendapat apa yg kita usaha kan mungkin nti untuk anak cucu kita.
    krn menurut sya takdir kita berhubungan dengan takdir2 orng yg dekat dgn kita atw kita sayangi. mis. kalau kita suka menolong orang dan ikhlas kelak jikalau orang terdekat kita dalam kesulitan akan ada yg penolong dia.
    afwan klo msh salah…

    trims to PEnulis diatas
    nulisan nya menyegarkan rohani

  12. maha besar Allah yang menciptakan langit,bumi isi dan ketentuannya, banyak hal yang tidak dapat kita jangkau dengan logika kita ,itulah bukti kebesarannya ikutilah kata hatimu sesuai dengan petunjuknya…..

  13. Antareja Sanggabuana

    soal takdir jodoh……mungkin gak sih kita bisa “salah milih” jodoh. Misalnya selama ini kita udah dekat dengan gadis A, ditengah jalan karena sesuatu hal kita menjadi tertarik dengan gadis S, dan kemudian menikah dengan si S. Setalah berjalan beberapa tahun, timbul rasa “penyesalan” karena ternyata dengan S kita tidak cocok…….nah, dimanakah letak takdir dalam situasi tersebut….? mohon pencerahannya Mas…..

  14. yunasis palgunadi

    sesuatu emang perlu usaha dan doa , tetapi menurut saya semua tergantung kehendakNYA ,seorang pekerja pabrik bisa sukses dan kaya padahal,gaji pas pasan ,karna seijinNYA iya dapat sampingan diluar ,emang jalan sudah ditunjukan olehNYA ,dan stu lagi yang enga boleh lua bahwa kaya itu juga turunan atau waris ,misal orang tua yang kaya niscaya anaknya pun akan kaya juga

  15. Yuni Kiyut

    PE’ER buat kita semua,,
    untuk Lebih MENGENAL ALLAH SWT,,,!!!
    makasih mas penuLis,,
    sungguh sangat menginspirasi kegaLauan hati..

  16. sungguh, takdir,jodoh,kematian ada ditangan ALLAH,
    tapi manusia tidak lupa untuk selalu berusaha

  17. bobby

    Setuju komen 41 om arsy. TAKDIR ga bisa dirubah.. PASRAH dan MALAS itu juga bagian dari takdir.. disyukurin aja n ikhlas jalani apa yg uda jadi kehendak-Nya.
    salam ikhlas.

    • amel

      ini ungkapan yg salah..benar2 salah,,, jika pasrah dan malas adalah takdir, buat apa Allah tidak suka dengan org yg malas dan pasrah,, sebagai manusia yg punya akal, pergunakanlah dengan baik dan bijaksanalah dalam menilai sesuatu

  18. Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah dan apa saja yang menimpamu maka itu (kesalahan) dari dirimu sendiri.”(QS. 4: 74)

  19. bobby

    Koq beda ya terjemahannya, bukannya yg bener ini bro/sist ?

    Terjemahan Makna Surat An-Nisaa’ [4] Ayat 74

    Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

    Thanks..

  20. bobby

    itu yg bro sebutkan yg 4:79

    Terjemahan Makna Surat An-Nisaa’ [4] Ayat 79

    Apa saja ni’mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.

    tapi cobra bro baca ayat sebelomnya 4:78

    Terjemahan Makna Surat An-Nisaa’ [4] Ayat 78

    Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan(sedikitpun)?”

  21. andy

    takdir menurutku tidak bisa di fikir secara logika atau akal sehat,,, kt hidup di dunia mm hrs mempunyai atau bisa menerapkan 2 pemikiran yaitu logika dan percaya pada takdir atau nasib,,,( yg tdk bisa dilogika)

  22. Takdir adalah determinan ie faktor yang sdh ada sblumnya yg tdk dpt dirubah, ditolak, dianulir, diamendir. Takdir adl sunatullah, ciptaan Allah. Takdir terbesar adalah hukum2 alam semesta ie hukum sebab-akibat aksi-reaksi yg sudah bermilliard tahun tetap tdk berubah; dan kita bagian kecil dari alam.

    Sifat, bakat dan watak kita bnyk mewarisi sifat2 org tua dan para leluhur. Ada bakat seniman, pemikir, teknisi, petualang, dsb. Ini akan besar pengaruhnya thd hidup-penghidupan kita. Faktor lingkungan juga besar pengaruhnya terutama dari masa kanak-kanak, kemiskinan struktural, broken home. Celakanya ada bakat buruk yg tdk dpt ditolak seperti psikopat warisan mental disorder. Diharapkan ilmu genetika akan dpt menolong mereka di masa depan.

    Rezeki dan nasib dpt dibina dg ikhtiar dan doa, yg mulanya personal intensive atau “fardlu ein”. Tetapi ikhtiar bersama atau “fardlu khifayah” akan dpt lebih efektif dan menakjubkan. Contoh negeri Jepang dg Meiji restorasi dan RRC dg sistem komunal. Ikhtiar adl menciptakan kondisi yg se-baik2-nya guna mencapai tujuan.

    Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang atau suatu kaum bila mereka tidak merubah diri sendiri.

    Mati? Segala yg bernyawa akan mengenal mati dan yg terbentuk di alam akan lenyap. Manusia tidak akan mencapai umur 200 tahun, itu batas. Tetapi kapan, dimana dan bgmna tgantung kondisi, misal: penyakit, kecelakaan, perang. Bangsa yg sejahtera umumnya punya peluang hidup yg pnjg.

    Tetapi memang Tuhan dpt menciptakan keajaiban atau “miracle” dan itu yg disebut “iradah” atau “the act of God” yg mungkin jarang terjadi. Misal diturunkannya nab-nabi, wahyu, firasat, ilham, dsb.

    Makanya jgn buru2 memvonis dg takdir atau “nasib oh nasib.

  23. bobby

    29:64. Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

  24. lynda

    aku jgak sdg amat memikirkan ttg takdir dan jodoh…ini kerna di saat ini aku baru kehilngn org yg amat ku cintai..segalanya mmbt aku bpikir terusan dan kdg2 meynesal..knapa aku tdk berbuat bgni dan knapa tdk bgtu…aku makin menyesal bila aku mbaca ulasan kalian yang takdir itu juga adalah sebahagian dari usaha kita manusia..aku makin bingung dan masih memikirkan

  25. Saudaraku, saya ingin ikut memperkaya pemahaman tentang takdir, Takdir yang telah ditetapkan Allah utk masing masing kita dan telah di tuliskan di kitab lauh al mahfuz saya coba pahami dengan analogi sebuah pohon, dimana takdir kita seperti sebuah pohon kehidupan. kadar rizki ditiap cabangnya telah ditentukan….setiap cabang pohon layaknya seperti pilihan yang hadir dalam perjalanan hidup kita. Pada awalnya di pangkal pohon paling bawah dimana belum ada cabang orang tua kita lah yang memilihkannya untuk kita. setelah muncul cabang pertama … saat itulah kita dihadapkan pilihan hidup. ujung setiap ranting bisa dipakai untuk menganalogikan kematian.
    Sekian banyak cabang dan ranting yang telah ditakdirkan/dirancang untuk masing-masing kita…namun hanya satu jalur yang pastinya kita lalui….. hakekatnya setiap percabangan baik dari cabang pohon atau ranting adalah pilihan hidup yang menentukan seberapa besar rizki yg menyertai dan menjadi apa setiap kita, sederhananya segala sesuatunya telah Allah sediakan untuk kita namun disisakan satu yg diberikan kesetiap manusia hak prerogatifnya yakni “PILIHAN/MEMILIH”. atau bisa saya katakan 99 nama Allah itu adalah layaknya sekian banyak potensi yang di berikan kepada manusia namun satu yg disisakan dan manusia sendiri yang menentukan yakni “PILIHAN”. Al Quran dan Sunnah dapat di analogikan sebagai petunjuk, cabang mana yang baik kita lalui karena di Quran dan Sunnah ada yg memmaparkan ciri ciri jalan yang tidak boleh atau tidak baik untuk kita lalui sekaligus juga sebagai petuunjuk sepanjang melalui setiap cabang dan ranting yang kita lalui…..Rizki telah disiapkan untuk setiap ranting yang ditetapkan dalam pohon kehidupan kita…. jadi seberapa besar/banyak rizki yang kita terima merupakan konsekuensi dari pilihan jalan hidup yang kita lalui….Apakah takdir bisa diubah ?? pohon takdirnya menurut saya sudah di tetapkan namun setiap kita bisa memperbaiki setiap waktu pilihan hidup kita (seakan akan mengubah takdir tapi saya lebih cenderung mengatakannya mengubah nasib 🙂 ). Setiap ujung ranting adalah kematian….sehingga secara sederhana dapat dikatakan kita sendiri yang memilih cara kematian kita/pilihan kita mengantar kekematian kita sendiri, tambahan catatan semuanya berjalan diatas sunnahtullah….(sunnatullah = aturan main = hukum alam = sebab-akibat)QS 48. Al Fath 23. Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu. mulai dari pangkal pohon sampai ujung ranting terjauh atau terdekat merupakan satu perjalanan hidup kita dan ranting atau cabang lain yang tidak kita lalui …. tetap menjadi rahasia Ilahi. Jadi panjang atau pendeknya umur kita pun dipengaruhi oleh pilihan perjalanan hidup kita… dimana masa depan tetap rahasia… jadi esensinya bukan panjang atau pendeknya tapi kesabaran mengumpulkan bekal perjalanan nanti dan syukur terhadap setiap rizki yang kita dapatkan itu esensinya dan jangan lupa Akhir lebih baik dari Awal. 🙂

    Namun sepertinya tidak semua pohon kehidupan orang selalu seperti pohon mangga misalnya yang lebat banyak cabang dan ranting, boleh jadi seperti pohon kelapa seperti komentar saudara kita terdahulu menanggapi tulisan ini. Sehingga boleh jadi seseorang miskiiiiiiiiin sepanjang hidupnya dan baru berubah saat menjelang akhir hidupnya seperti pohon kelapa.

    Jadi Esensinya bukan tentang apa yg kita dapatkan sepanjang perjalanan namun Sabar dan Syukur yang menjadi ukurannya.

    Jodoh, Rizki ….. menurut saya keduanya sama sama harus diupayakan…keduanya merupakan penyerta dari pilihan hidup yang kita ambil. Keduanya mensyaratkan kecocokan wadah terhadap isi yang kita harapkan/kita mintakan dalam do’a do’a kita.

    Jika wadahnya siap/jika kita cukup siap mempersiapkan diri kita maka rizki dan jodoh yang sesuai dengan wadah yang kita siapkanlah yang akan diberikan kepada kita. jadi seperti juga Doa yang boleh jadi doa/permintaan kita dibayar tunai olah Allah, hal itu karena wadah yang kita siapkan sudah cocok untuk hal yang kita permohonkan, namun boleh jadi ditunda…karena wadahnya belum siap, atau permintaan kita diganti oleh sesuatu yang lebih baik… karena memang yang itulah yang cocok dengan wadah yang kita miliki. (berlaku utk Rizki dan Jodoh karena hakekatnya menurut saya jodoh adalah bagian dari rizki)

    Sekedar tambahan untuk Hal Jodoh, dikenal istilah Kufu/ Setara konsepnya relatif sama dengan pemahaman dengan konsep wadah dan isi, artinya….. yang namanya jodoh adalah ketika keadaan dua orang manusia (laki laki dan perempuan kufu atau setara) dan bukan jodohnya ketika sudah tidak setara lagi (mohon tidak dipahami dengan terlalu sempit) sederhananya seorang pelacur tidak akan ketemu kecuali dengan yg serupa dengan itu….. perceraian terjadi ketika ke kufuan sudah tidak adalah lagi, sehingga pernikahan atau jodoh pun hakekatnya adalah hal yang harus terus menerus di upayakan ketika pengetahuan/pemahaman istri terasa tertinggal maka menjadi tugas suami menariknya sehingga bisa berdampingan lagi berjalannya…. tidak tertinggal ….. ketertinggalan salah satunya cenderung kepada perceraian….hal ini mengapa perceraian merupakan hal yang dibolehkan namun dibenci Allah yaitu itu…. sebab perceraian adalah kondisi ketidak kufuan, sehingga dapat berbahaya bagi salah satu yang baiknya, sedangkan ketidak kufuan boleh jadi karena kurang kuatnya keinginan/upaya untuk mendidik salah satunya itu sebabnya dibenci :).

    di Al baqoroh disebutkan “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” artinya bahwa apapun yang ada dihadapan kita, hakekatnya bisa/sanggup kita hadapi dan selesaikan karena……….. yang tidak bisa kita hadapi yaaaaaaa tidak akan diberikan kepada kita gitu kan ? 🙂 …….. “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya” (maaf klu rada salah) esesnsinya…. itu seperti yang saya sudah jelaskan diatas tentang cabang dan ranting pohon dan pilihan hidup.

    Berikutnya, Apakah kematian manusia sudah ditetapkan Allah? jawabanya “Ya” tapi kematian dengan cara yang mana dan kematian kita yang kapan ?

    Naaaaaah….. Rasulullah bilang klu ribuan sebab kematian mengelilingi kita …. ya kan klu saya analogikan lagi dengan ujung pucuk ranting pohon itu adalah kematian bisa ada pucuk ranting yang dekat dengan pangkal batang pohon atau ada yang paling jauh dari pangkal pohon….. naaaah itu juga menjadi hasil dari pilihan hidup kita :)….
    Setiap Pucuk pucuk ranting itu sudah ditentukan Allah untuk kita dan hanya satu pucuk ranting yang akan kita temui di akhir perjalanan hidup kita di dunia ini…. melalui sebab-sebabnya.

    Demikian yang bisa saya share untuk melengkapi pemahaman yang sudah disampaikan saudara-saudara yang lainnya.

    Maaf Kalau ternyata komentar saya sama panjangnya dengan tulisan Anda 🙂
    Berikut adalah kisah senada dengan paparan saya di atas : Ketika di Syam (Syria, Palestina, dan sekitarnya) terjadi
    wabah, Umar ibn Al-Khaththab yang ketika itu bermaksud
    berkunjung ke sana membatalkan rencana beliau, dan ketika
    itu tampil seorang bertanya:

    “Apakah Anda lari/menghindar dari takdir Tuhan?”

    Umar r.a. menjawab,

    “Saya lari/menghindar dan takdir Tuhan kepada takdir-Nya
    yang lain.”

    Demikian juga ketika Imam Ali r.a. sedang duduk bersandar di
    satu tembok yang ternyata rapuh, beliau pindah ke tempat
    lain. Beberapa orang di sekelilingnya bertanya seperti
    pertanyaan di atas. Jawaban Ali ibn Thalib, sama intinya
    dengan jawaban Khalifah Umar r.a. Rubuhnya tembok,
    berjangkitnya penyakit adalah berdasarkan hukum-hukum yang
    telah ditetapkan-Nya, dan bila seseorang tidak menghindar ia
    akan menerima akibatnya. Akibat yang menimpanya itu juga
    adalah takdir, tetapi bila ia menghindar dan luput dari
    marabahaya maka itu pun takdir. Bukankah Tuhan telah
    menganugerahkan manusia kemampuan memilah dan memilih?
    Kemampuan ini pun antara lain merupakan ketetapan atau
    takdir yang dianugerahkan-Nya Jika demikian, manusia tidak
    dapat luput dari takdir, yang baik maupun buruk. Tidak
    bijaksana jika hanya yang merugikan saja yang disebut
    takdir, karena yang positif pun takdir. Yang demikian
    merupakan sikap ‘tidak menyucikan Allah, serta bertentangan
    dengan petunjuk Nabi Saw.,’ “… dan kamu harus percaya
    kepada takdir-Nya yang baik maupun yang buruk.” Dengan
    demikian, menjadi jelaslah kiranya bahwa adanya takdir tidak
    menghalangi manusia untuk berusaha menentukan masa depannya
    sendiri, sambil memohon bantuan Ilahi.

  26. DMR

    Asslm wrwb,…
    Kisah Takdir KeMatian.

    Sedikit Berbagi,…
    11 tahun yang lalu bulan february anak kedua saya lahir laki-laki, sehat dan lucu. April 2008 anak saya positif terserang tumor otak dengan gejala tidak bisa berjalan, dengan scan diketahui ukuran 4 x 4,1 x 5,3 cm dan harus segera dioperasi. 21 hari di rs anak saya sehat kembali walau 80%, dan pada bulan yang sama adik ipar saya (anak 3 berumur 2,4,7 thn) divonis leukimia stadium 4 dengan perkiraan umur hanya 4 bulan..
    Bulan Mei 2009 dari kantor saya bisa umroh ketanah suci. Singkat cerita, saya berdoa didepan Ka’bah untuk kesembuhan anak dan adik ipar saya dan entah bagaimana ,perasaan saya bisa masuk ke dalam Ka’bah dan hanya diijinkan mengambil 1 buah roda yang terbuat dari emas dan harus memilih siapa yang akan diberikan. Akhirnya saya berikan ke adik ipar saya. Sedang anak saya entah mengapa dalam hati koq terasa berumur pendek, saya sholat dan berdoa supaya agar dipanjangkan umur dan rela sebagian umur saya untuk anak , hanya 3 tahun sepertinya yang bisa diberikan itu seperti mengalir begitu saja.

    Pada malam 27 Ramadhan 1432 (2011), waktu sholat tarawih anak saya sakit kepalanya dan saya tanya kenapa dik, katanya kepalanya serasa dibelah sakit bukan kepalang.
    Malamnya saya bermimpi. Datang Seseorang yg bentuk dan pakainnya baru kali itu saya lihat, sedang memegang kepala anak saya, lalu saya bertanya sedang apa. Dia hanya menjawab Anak Kamu ada di daftar yg harus dicabut nyawanya malam ini dan tidak jadi, ternyata masih ada sisa 3 lapis lagi. Saya marah dan minta dia untuk mengucapkan 2 kalimat syahadat dan beragumen bahwa seharusnya ruh manusia itu 7 bagian bukan 3 lapis(bagian), jika memang yang diberitakannya benar. Ternyata dia mengucapkan 2 kalimat syahadat…dan menjelaskan yg 3 lapis adalah 3 tahun… Lemas tubuh dan hati ini..
    4 Hari hanya menangis melihat anak (saya tidak cerita ke istri), lalu saya sholat dan berdoa agar dilapangkan hati ini menerima takdir yang sudah menjadi suratan.. Dan wafatkan dia dalam keadaan Khusnul Khotimah.. Insya Allah …. Badan dan Ruh ini sekarang serasa lapang menerima takdir yg memang sudah digariskan, toh akhirnya kita semua akan mati.

    Rabbukum a’lamu bikun iy yasya’yarhamkum au iy yasya’ yu’adzdzibkum wa maa arsalnaka ‘alaihim wakiilaa.

    Dan Adik Ipar saya sampai sekarang sehat wal’afiat.

    Insya Allah 3 thn kedepan akan saya kabari…. wslm.

    Nb. Sehabis Sholat Saya biasanya membaca at-taubah 128

  27. orien azizah

    Bagus… 😉
    Tapi sayangnya ga ada dalil/hadist yg di terangkan •°•????????????????????•°•????????????????????•°•????????????????????•°•?,

    Salam…

  28. @orien azizah

    🙂 yg saya sampaikan sudah merupakan kristalisasi dari dalil/hadist yg berkaitan….yg saya baca…….dan terinternalisasi.
    Salam

  29. lukman

    sebuah takdir …..
    berseragam ghaib yang kasat mata
    melayang menghampiri setiap tubuh manusia
    di kala belum bertemu kehidupan dunia

    apakah takdir bisa di rubah ???
    sesungguhnya allah tidak akan meruBAH SUATU KAUM BILA KaUM ITU SENDIRI TIDAK MAU MERUBAHNYA.
    fatadkir anil tilka qiro’ah.
    syukron
    afwan ala ihtima mingkum lau fil kitabah wajadal khoto.
    li ana insan makanil khotoi wannisyan.

  30. ajo

    Takdir dapat dirubah oleh tangan manusia,..
    karena sesungguhnya manusia adalah makhluk sempurna ditangan manusialah segala sesuatu dapat direncanakan.

    “belajar dari pengalaman dan masa lalu akan senantiasa mengurangi resiko-resiko nasib/takdir yang kurang baik dan memperbaikinya di masa yang akan datang”

  31. lukman

    keindahAN dunia di nantikan semua insan
    namun jagan beragngap dunia akan indah bila tangan kita merusaknya.

    pernakah anda berfikir …???
    apakah sekarang anda hidup dan berdiri di atas tanah alam ini dan mengerjakan sesuatu itu adalah takdir anda.
    apakah yang anda lihat sekarang adalah sudah menjadi takdir bagi anda ???
    bila itu semua sudah menjadi suratan
    pernakah anda berfikir akan diam untuk menjalani kehidupan,. toh takdir akan datang sendiri dengan sendirinya.
    bila anda mengandalkan tangan anda untuk mengubah dunia, apakah anda yakin takdir anda bisa merubahnya.??

    BERFIKIRLAH SEBELUM TERJERUMUS KEDALAM SEBUAH PEMIKIRAN.
    BERTOBATLAH SEBELUM MATAHARI TENGELAM SELAMA-LAMANYA.
    SYUKRON

    I CAN BICAUSE I THINK I CAN

  32. @Lukman

    Apa yg setiap diri temui dalam hidupnya … Adalah bagian dari takdirnya,
    klu pertanyaanya apakah ada kemungkinan lain selain yg kita hadapi saat ini …. ?

    Jawabannya “ada”, namun karena yg kita pilih (baik sadar/tak sadar 🙂 ) adalah yg kita hadapi yaaaaa kemungkinan yg lain tdk akan kita temui.

    Nah …. Coba kedepannya cermati setiap kita menemukan pilihan dalam hidup kita …. Akhir hidup kita, kita sendiri yg merangkainya …. Dari banyak puzzle kehidupan yg sudah ditetapkan sebagai takdir kita olah Allah SWT

    Demikian.

  33. mochtar

    menurut saya..sgala yg terjadi itu adalah perbuatan TUHAN…takdir tak bs di rubah…

  34. jhojho

    susah dan senang adalah cobaan untuk menguji keimanan seseorang, susah dan senang termasuk takdir kan?? takdir baik ataupun buruk Allah sudah tentukan karena Allah berkuasa atas seluruh mahluk.
    hidup ini ibarat seorang anak pergi ke sekolah dgn tujuan belajar dan terus berevaluasi untuk ke tingkat yg lebih tinggi namun tetap pada aturan dari sekolah itu sndiri, maka sama ibunya di kasi perbekalan untuk memenuhi keperluannya selama di sekolah.
    maka Allah jg mmbekali kita harta, diri dan waktu kita ini tiada lain hnya untuk beribadah kepadanya.

    apa-apa yg ada di dunia ini sudah mndapat jaminan dari Allah, rizki, jodoh.
    semua sudah menjadi kehendak Allah, ibarat kelahiran dan kematian, apa kita berkehandak lahirnya ke dunia ini? dan apakah kita berkehendak jika besok ajal menjemput?? ketahuliah Alam akhirat nanti belum ada jaminan, maka disinilah di ddunia ini kita memenuhi keperluan kita untuk kembali kepadaNYA.
    wallahua’lam..

  35. nama gue

    sebelum segala sesuatu ada,termasuk alam semesta, tuhan sudah mnetapkan takdir manusia, termasuk ajal rejeki dan jodoh, bahkan peristiwa sekecil apapun yang menimpa kita, itupun tak luput dari ketetapan Allah.Kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah Maha Mengetahui. Dia mengetahui apa yang belum terjadi dan yang akan terjadi.termasuk pada saat pertama dia mencipta alam semesta ini, dia sudah tahu hasil ahirnya. saya sependapat bahwa manusia diberi kebebasan oleh Allah untuk menggunakan segala akal,pikiran,dan kekuatan serta apapun bentuknya untuk meraih segala yang terbaik dalam hidup ini. namun apapun hasil dari itu kita pasti sepakat bahwa hasil ahir dari segalanya Allah sudah mengetahuinya sebelum kita lahir, bahkan sebelum alam semesta ini dicipta , karena Allah Maha Mengetahui dalam artian manusia sendiri yang menentukan takdirnya,tapi Allah jauh sebelumnya sudah mengetahui hasil ahirnya dan menetapkan di lauh Mahfud sebagai suatu ketetapan untuk seluruh alam semesta ini.Wallahu alam

  36. honeyz90

    Ada prtxaan dr teman yg blum ktemu jawbnxa smpai skrng, mungkin tmen2 lain bisa bantu. “dimanakh letak keadilan tuhan” misal si A orangx kaya raya, sempurna, ganteng, pinter dengan klebihan dn tak ada hambtan ini dia jadi mudah beribadah dn akhirnya masuk surga, sdang si B ditakdirkan miskin, jelek, mau skolah g puxa uang jadix bodoh, mau krja gbs krn dia bodoh, mau makn gbisa krna dia g krja, krna g mkan dia sakit prah, mau ibdah gbs krn dia sakit parah dn bxak hmbtan lain, akhirnya krna dia g bisa ibdah dia masuk neraka. prtxaanxa dr klebihan dn kmudhan si A msuk surga, dn krna ksulitan dan hmbtan si B msuk nrka, pdhal ini smua kn takdir tuhan, dmnkah ltak keadilan tuhan???

    • amel

      coba menjawab yaaa dengan kemampuan berpikir saya yg rendah dan ilmu saya yg sedikit,,
      bismillahirrahmanirrahim..

      begini mbak/mas,,

      hidup di dujnia ini kan singkat dan semua sepakat akan hal itu..
      lalu tujuan manusia dibuat kan hany untuk beribadah,tunduk,sujud dan patuh kepada Allah SWT dan bukan kepada selain-Nya,..dunia hanyalah ladang untuk kehidupan akhirat nanti..

      harta adalah cobaan yg Allah berikan kepada ,manusia, karena manusia akan mengejar harta dan menjadikan harta sebagai sesuatu yg dia cintai sehingga dia akan berpaling dr Allah .. dan tidak mengingat Allah.dan manusia akan menjadi lalai akan sholat..

      Jadi inti dari perintah Allah adalah Sholat,sujud dan mengakui Allah sebagai satu2nya Tuhan yang harus disembah dan diminta..sholat adalah tiang agama, dan ibadah lain hanyalah perabotan yg menghiasinya..apakah anda berpikir bahwa amal anda akan membantu anda masuk surga?tidak, karena sesungguhnya dosa anda lebih banyak drpd amal anda dan tidak ada satupun manusia yg luput dr dosa,jadi apakah yg membuat manusia itu masuk surga? karena Rahmat Allah yang begitu amat besar sehingga org itu bisa masuk surga..amal manusia hanya menuntunnya untuk mendapat rahmat Allah..sedangkan shalat adalah kewajiban utama bagi manusia,..amal yg bertujuan untuk pamer,hanya membuat amal itu hilang bagaikan api yg membakar hangus kayu,,sebanyak apapun amalan, jika hanya ingin diketahui orang dan mendapat pujian maka menjadi perbuatan yg sia2..jadi ketika si kaya beramal, kenapa anda tahu bahwa dia yg beramal?berati krn dia pamer dan memberitahukan yg lain ttg amalnya..padahal jika tangan kanan memberi,jangan biarkan tangan kiri melihatnya..jadi apakah ini bisa disebut amal?wallahu alam, hanya Allah yg tahu..

      apakah dalam sholat itu ada batasan antara si kaya dan si miskin? Tidak ada alasan kita tidak bisa shalat..dalam keadaan apapun ketika sudah tiba waktunya untuk sholat, maka bersegeralah kamu shalat,.. sekalipun org itu miskin,cacat dan tidak bisa bergerak tetapi selama dia masih bisa bernafas dan sadar (bukan koma,gila,dan sejenisnya) maka dia wajib akan sholat..meskipun dia tidak melaksanakan sholat dengan gerakan tetapi bisa dengan ucapan dan niat dalam hati karena sesungguhnya Allah maha Tahu apa yg dilakukan hambanya..

      kenapa allah itu disebut adil? karena Allah tahu apa yg ada dipikran manusia baik atau buruknya tetapi saat itu sesuatu yg baik, ,maka Allah akan mencatatnya walau msh dlm pikiran dan jika terlaksana maka Allah akan menambahkan pahalanya..dan jika dia akan berbuat dosa maka Allah tidak mencatatnya jika masih dalam pikiran dan akan mencatatnya jika sudah benar2 terjadi..

      Apakah amalan antara si kaya dan si miskin itu selalu sama ? maksudnya jika si kaya beramal seribu rupiah akan sama nilainya dengan seribu rupiah yg dikelurkan oleh si miskin? anda salah jika berpikir sama. karena nilainy beda,,amal yg dikelurkan si miskin , nilainya bagi Allah lebih besar drpd yg dikeluarkan oleh si kaya.,,dan amal baik bisa dilakukan dengan berbagai cara, entah dengan senyuman, berbuat baik, berkata halus, tidak mengumpat, tidak membiacarkan keburukan orag lain, tidak berkata bohong,,itu juga amal ! kejujuran adalah harta tidak ternilai, sesuatu yg amat mulia,,jadi jgn blg bahwa si miskin itu miskin karena bisa jadi dia adalah sesuatu yg sangat kaya di mata Allah..

      perhitungan dan timbangan allah tidak pernah salah,,Allah selalu benar dalam menimbang,,itulah letak keadilannya..

      Wassalam..semoga terbantu dgn jawaban saya, sesungguhnya yg benar dr saya datangnya dari Allah, sementara kesombongan, ke sok-tahuan, dan keburukan di diri saya datangnya dari saya sendiri..

      terima kasih

  37. slain itu kita jg harus berdo’a biar panjang umur ama sehat siapa sih yang nggak mau panjang umur ama sehat?

  38. pemikiran yang brilian..

    ??? ??? ?????? ??? ??? ??????
    ?? ???? ?????? ?? ???? ??? ???? ?? ???????.. (??????

  39. nasib bisa dirubah bahkan takdir pun bisa di ubah kalo kita berdoa dgan sungguh2 dan berusaha dgan gigih. allah pun maha bijaksana, maha tahu & maha adil pada hambanya

  40. Terkadang kita telah berusaha mati-matian,tetapi gagal.
    dan sesuatu perkara yang tidak kita rencanakan,terkadang menjadi akhir tujuan.
    Yang jelas jodoh itu,bisa jadi cuma sekali seumur hidup.
    Kalau rizqi,terkadang seperti air laut,pasang-surut.

  41. arie aria

    Takdir y yang udah kejadian sedang yang belum kejadian masih menjadi sebuah pertanyaan yang artinya adalah hasil dari apa yang akan kita usahakan, jadi yang udah kejadian sudah jelas banget sebagai takdir kita…itu kalo menurut aku…hehehehe…

  42. Armyen.

    terimah kasih atas infox smua, akhirx sy bisa tau sebenarx i2 takdir.

    .klw msalah jenis kelamin bisakah di rubah atw tidak ??

  43. erick

    jodoh rejeki dan mati takdir yg masi bisa dirubah tergantung usaha dari orang itu sendiri ( 13 : 39 ) Allah bisa menghapus dan menetapkan apa yg sudah Ia tulis

  44. icha aziz

    assalamualaikum..

    Benar yg anda katakan bahwa untuk takdir jodoh, kadang cara Tuhan tdk bs kita pahami. Anda mengatakan kita harus ikhtiar, tp bagaimana untuk seorang perempuan yg kodratnya memang ”menunggu”. Ga mungkin kan kita sbgai wanita mengatakan ”aku suka kamu”, mungkin hanya bs berdo’a dan berdo’a saja. Mhn tanggapannya untuk problem ini.. Terimakasih..

    Wslm..

  45. Takdir. Jika kau lakukan sesuatu, maka itulah takdirmu. Jika kau diam, ya itulah takdirmu. Pengertian takdir, menurutku, tak sedangkal itu. Aku miskin, untuk mengubah takdir miskin itu, aku menyatakan menerima donasi/bantuan uang tunai dan atau kompensasi yg telah kutetapkan. Minimal 100juta, dan maximal unlimited! Berikutanya, aku mau merubah takdir tentang jodoh, dg ini aku menyatakan mau nikah dg gadis manis setia nriman dan kaya raya. Jika ada yg seperti itu, hubungi aku, biar takdirku jadi lebih baik! Aku tidak pasrah menyerah thd hidup yg tdk begitu menyenangkan ini! Dg menulis apa yg kutulis diatas! Dan aku percaya tulisanku juga dibaca secara langsung oleh Tuhan Allah Ta’ala! Dan kuharap mengabulkannya. Amin. Bukankah Allah Ta’ala bikin apa aja bisa. Jangankan seperti yg kutulis diatas, bikin bumi bulet besar tanpa tiang penyangga dan tak jatuh kemana mana-aja bisa!!? Padahal hal itu bertentangan dg hukum relativitas, yg berbunyi benda apapun yg kita lempar keatas, pasti jatuh kebumi.. Add me on fb with email rebegie@gmail.com

  46. kemas s

    mati….. yang masuk dalam kategori takdir,mati yang seperti apa, dan kalau mati, apakah itu ajal.apakah ajal masuk dalam kategori takdir. tolong penjelasannya.

  47. Edogawa

    Qta mash terlalu bodoh ‘tuk memahami smua ini..,hanya tuhan lah yg mengetahui smuanya..!begini ; aku sering brmimpi tentang suatu kejadian..,& di kemudian hari ,mimpi tntang kjadian tersbut ,BENAR2 Terjadi..,suasana & kondisi’nya bnar2 sama persis dng yg q impikan..,smpe q brkata sndiri “kynya q prnah mengalami yg seperti ini ‘tp dmn..?stlah q mengingat2 ,oh ya kjadian ini prnah q alami di alam mimpi.. Apakah ini TAKDIR…?

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén