Beberapa hari yang lalu, saya dan beberapa teman berkumpul di Daarut Tauhiid untuk mengadakan rapat persiapan suatu kegiatan sosial. Setelah melakukan shalat ashar, ustadz Komar, salah satu ustadz dan pimipinan di Daarut Tauhiid, berdiri di depan jama’ah dan menuturkan sebuah cerita hikmah. Dibandingkan AA Gym, sebetulnya saya lebih menyukai cara bertutur ustadz Komar dalam bercerita. Setelah sedikit bercerita tentang mulai bergeliatnya kembali Daarut Tauhiid setelah setahun terakhir ‘istirahat’, baru kemudian beliau bercerita. Jika ada yang sudah membaca atau mendengar cerita ini, ya…nikmati saja lah 😀
Category: Refleksi Page 4 of 6
Atas ajakannya cak Alief untuk membuat Kaleidoskop-BlogTM, akhirnya saya pun memutuskan untuk ikut-ikutan juga. Tidak ada salahnya kan? Kalau dipikir-pikir, lumayan juga, untuk flashback dan evaluasi lagi mengenai tulisan-tulisan yang sudah dibuat dalam setahun ini. Tulisan-tulisan yang di-review adalah seluruh tulisan yang dimuat di sini, di sini dan di sini. Meskipun, sebetulnya ke-3 blog tersebut isinya sama saja. Mungkin juga sedikit bercerita soal bagaimana ide-ide soal tulisan tersebut bisa muncul. Sebenarnya, siapa yang peduli ya? Ya, saya sendiri…haha.
Salah satu penyesalan yang muncul tidak lama setelah saya berhenti kerja setahun yang lalu adalah saya lupa bahwa tidak lama setelah itu adalah bulan haji. Berqurban dengan uang sendiri dan dari hasil jerih payah sendiri adalah cita-cita saya. Sebetulnya, tabungan saya saat itu lebih dari cukup untuk sekedar membeli satu ekor kambing. Akan tetapi, saat itu ternyata belum saatnya bagi saya berqurban. Ada kondisi-kondisi darurat yang menyebabkan tabungan saya tersebut terpakai…dan habis.
Aduh, kenapa ya? Rasa-rasanya belakangan ini saya sedang berada di titik nadir kehidupan saya. Perasaan inferior yang terlalu berlebihan, sering tulalit kalau mengobrol, tidak fokus dengan apa yang saya lakukan, ketinggalan cerita dan informasi. Walhasil, saya merasa seperti hidup di dalam tempurung saja. Dunia berjalan terasa sangat cepat, tapi kemajuan yang saya dapatkan dalam diri terasa sangat lambat…bahkan terasa terlampau lambat. Jadinya tertinggal jauh, jauuuhhh sekali. Ini yang saya rasakan sekarang.
Saat-saat mencintai shalat tahajud setiap malam,
Saat-saat suka shalat dhuha setiap pagi,
Saat-saat melakukan tilawah setiap selesai shalat wajib,
Saat-saat senang melakukan shaum sunat.
Sekarang, berat sekali rasanya melakukan itu semua 🙁
C 1 H 3 U L 4 17 6. 111207. 21.16
NB: Terbayang sesosok malaikat geleng-geleng kepala dan berkata “celaka kamu Don, Celaka!!” :((