The Art of Decision Making

Ada saat dimana mengambil sebuah keputusan bukan hal yang mudah.  Bahkan menjadi teramat sulit.  Kesulitannya bukan pada bagaimana keputusan itu diambil atau keputusan apa yang akan diambil.  Akan tetapi, lebih kepada apa dampak yang mungkin timbul ketika suatu keputusan diambil.  Apalagi jika hal tersebut berhubungan dengan masa depan kita, atau bahkan nasib seseorang atau orang lain.  Persoalannya, pikiran-pikiran buruk tentang dampak yang akan timbul setelah keputusan diambil lebih sering terbayang-bayang daripada hal-hal baik yang mungkin terjadi.

Keputusan untuk berhenti kerja atau menikah, misalnya, adakalanya menjadi sangat rumit.  Muncul macam-macam pertimbangan yang sebetulnya hanya ketakutan-ketakutan saja.  Takut susah dapat pekerjaan lain, takut susah memberi makan anak dan istri, dan lain-lain.  Sementara pada saat yang bersamaan, hati dan pikiran sudah tidak ada di tempat kerja sekarang.  Resah, mengawang kemana-mana.  Sudah tidak nyaman, sudah tidak fokus lagi.  Sehingga, akhirnya, kinerja semakin menurun tapi takut untuk keluar dari pekerjaan yang sudah tidak bisa dinikmati lagi.

Situasi seperti sekarang, dimana banyak perusahaan kolaps akibat krisis ekonomi dan terjadi PHK dimana-mana, membuat keputusan untuk keluar dari tempat kerja menjadi semakin sulit.  Jangan-jangan, tidak ada lowongan di tempat lain yang akan menerima kita.  Sementara untuk membuka usaha sendiri belum mampu, skill juga pas-pasan dan pengalaman kerja juga belum banyak.

Anda mungkin pernah ada dalam situasi dimana anda tidak pernah benar-benar bisa menikmati apa yang sedang anda kerjakan.  Akan tetapi, tuntutan kebutuhan untuk bertahan hidup membuat anda tetap bertahan melakukan pekerjaan tersebut.  Bagaimanapun memuakan, stressfull dan membosankannya pekerjaan tersebut, anda tetap bertahan. Bahkan untuk mencari pekerjaan lain pun anda tidak sempat, karena waktu anda habis tercurah untuk pekerjaan sekarang.   Meskipun ketika anda bekerja, anda tidak merasakan apa yang disebut dengan antusiasme, passion, with pleasure, apalagi cinta.  Padahal itu merupakan faktor paling penting anda bisa bekerja dengan baik dan bersungguh-sungguh.  Akhirnya, anda mengeluh terus setiap bekerja.  Ketika mengeluh sudah menjadi bagian pekerjaan anda setiap saat, bisa dipastikan anda sudah tidak nyaman dengan pekerjaan anda.

Berhenti saja!“, Itu yang sering saya katakan kepada orang lain jika ada yang curhat tentang hal semacam itu.  Tentunya kepada diri sendiri juga.  Beberapa kali juga saya mengatakan kalau memang sudah tidak bisa merasa bahagia dengan apa yang dikerjakan sekarang, untuk apalagi dipertahankan?  Soal besok kerja apa? kerja dimana? makan apa? Itu urusan besok, bukan sekarang.  Anda kan tidak tahu apa besok masih hidup atau tidak?  Anda juga tidak pernah benar-benar tahu tempat bekerja anda sekarang akan  bertahan atau tidak esok pagi?  Daripada menyiksa diri terus-menerus, ya sudah, berhenti saja.  Jika dengan berhenti dari tempat kerja sekarang membuat bahagia, lakukan saja! Besok-besok, jika masih hidup, berusaha lagi saja mencari tempat kerja lain, yang bisa anda nikmati, yang bisa anda cintai.

Ekstrim? mungkin. Akan tetapi, dengan argumen semacam itu, setidaknya sudah dua orang yang terpengaruh dan memutuskan untuk berhenti bekerja dari tempat kerjanya dengan alasan sudah tidak nyaman lagi.  Toh, kenyataannya mereka masih hidup sampai sekarang.  Terlepas dari apakah mereka bahagia dengan kehidupannya yang sekarang atau tidak.  Setidaknya, satu beban pikiran sudah lepas, daripada sepanjang hidup dibebani oleh hal semacam itu terus menerus.

Tidak perlu menunggu “waktu yang tepat”, sebab barangkali apa yang disebut dengan waktu yang tepat itu tidak pernah ada.  Anda lah yang menciptakan waktu yang tepat itu untuk anda sendiri.  Bukan orang lain, bukan situasi tempat kerja anda, bukan juga manajemen perusahaan.  Seburuk apa pun situasinya, atau bahkan sepenting apa pun posisi anda di perusahaan, waktu yang tepat itu anda yang tentukan.  Sebab, jika tidak begitu, anda akan terus terseret dan semakin larut bahkan dibebani pekerjaan yang tidak anda sukai setiap saat.  Orang lain atau manajeman bahkan akan merasa tidak perlu dan tidak ingin tahu kalau anda suka atau tidak dengan pekerjaan itu.  Buat mereka, profesionalisme anda yang dituntut, sebab anda digaji untuk itu.  Masa bodoh anda suka atau tidak dengan tugas yang dibebankan kepada anda.

Tidak perlu juga merasa kasihan kepada orang-orang yang akan anda tinggalkan di tempat kerja.  Percayalah, mereka juga tidak akan merasa kasihan kepada anda jika menyangkut urusan pekerjaan.  Tega sajalah! Jika tidak begitu, anda yang ditegai, sebab -sekali lagi- profesionalisme anda yang dituntut.  Anda juga tidak bisa mengharapkan orang memahami perasaan anda, karena orang lain juga barangkali memiliki masalah yang sama atau bahkan lebih berat daripada anda.

Sungguh sangat merugi jika sepanjang hidup anda dihabiskan dengan hal-hal yang membuat anda tidak bisa merasakan hidup itu sendiri.  Jika selama ini anda sudah berusaha untuk berdamai dengan apa yang anda lakukan, dan masih sulit atau bahkan tidak bisa juga merasakan kebahagiaan, sudah saatnya anda berhenti melakukannya.  Cari hal lain yang bisa anda lakukan, dan anda senang melakukannya.  Jika masih belum dapat juga, teruskan melakukan pencarian.  Itu lebih baik daripada anda terjebak dalam sesuatu yang anda benci dan menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan bahkan mengeluhkannya.

Saya sih percaya satu hal.  Pemberi rezeki itu bukan manusia, ada Allah SWT  yang Maha Pemberi Rezeki.  Dia yang lebih kaya daripada manusia.  Kekayaan manusia itu tidak ada ‘seujungkukunya’ kekayaan Allah SWT.  Saya juga sangat yakin bahwa pintu rezeki yang Allah miliki tidak hanya satu, tapi ribuan atau bahkan jutaan pintu rezeki.  Maka, ketika kita meninggalkan satu pintu rezeki, yang sesungguhnya kita lakukan adalah membuka peluang pada diri sendiri untuk bisa membuka pintu yang lain, bahkan tidak hanya satu pintu, tapi juga berpintu-pintu.  Hanya saja, ada pintu yang perlu usaha keras untuk membukanya, ada juga yang sangat mudah membukanya.  Ada pintu yang memberi rezeki banyak, ada juga yang tidak.  Jika anda sudah sangat yakin bahwa Allah SWT akan tetap memberikan rezekinya sepanjang hidup anda, apa lagi yang perlu anda takuti?

NB: Kamu memintaku untuk menuliskan sesuatu, inilah yang bisa kutuliskan.  Tidak banyak … tapi barangkali bisa memberikan arti 🙂

loading...

Previous

Terasing

Next

I Support Palestine!

21 Comments

  1. Jadi.. tulisan ini teh buat siapa kang donny? 🙂

    Ya.. untuk itulah kenapa senior-senior kita yang sudah malang melintang di dunia kerja suka berpesan, lakukan atau kerjakan suatu pekerjaan yang disukai, maka kita tidak akan merasa terbebani, malah sekaligus menyalurkan hobi, dan bisa enjoy di sana.

    tapi, kalo kena di saya juga, suasana atau pekerjaan sudah tak layak lagi dipertahankan saya juga akan memilih berhenti. Dan saya yakin, di luar sana masih akan ada kesempatan yg lain.

    Dan spt yg kang Donny bilang, rezeki semuanya adalah dari Allah..

    eitt.. satu lagi, apapun keputusannya, jgn jadikan org lain sbg alasan. semua keputusan ada di tangan anda..

    hehe… *piss aah..* 😀

    Met taun baru kang! Semoga semakin banyak nulis, Semakin sering apdet. Sukses selalu..!

  2. Tulisannya mngena bgt ma situasiq skrg…
    Kerja cm jd rutinitas belaka…
    Tp sayang..aq lom berani mengambil keputusan se-ekstrim itu utk berhenti…

    memang rejeki itu datangnya dr Allah…
    Tp mash ada bnyak pertimbangan yg hrs dipikrkan sblum memutuskan utk berhenti…

    Doain yach biar suatu saat aq bs berani memutuskan hal besar spt ini…

    ^_^

  3. setuju tentang waktu yang tepat,

    dan untuk keputusan.. mmmhh.. pnah c pada posisi itu,
    dan yap!.. saya memutuskan untuk keluar, dengan persiapan (modal untuk cari kerja lagi) dan doa tentunya,
    alhamdulillah… dapet kerja lagi, sesuai dengan keinginan juga, nyaman??.. yaah.. itu mah relatif, manusia mah ngga pernah puas da.

    tapi skrg udah lebih banyak lihat, dengar dan rasakan.
    cuma nyaman dan bisa merasakan hidup bukan jadi tujuan bulet2 kita kerja atau apalah,
    tapi kira2 Allah rido ngga kita teh ngejalanin hidup beginih, kerja yg inih, dsb…

    cuma nyaman doang mah.. akhirnyah seperti putaran yg ngga berujung.

    eh.. ketang mun donny mah kali yg bikin ngga nyaman teh krn alasan yg bagus.. *husnudzon*

    heuuu.. jadi panjang kieuu…
    punten ah.. asal ngomong ieu mah.. :mrgreen:

  4. kawas nu enya we ah ;))

  5. edan pisan don, tulisan ini pas bgt buat gua

    ckckckckkc

    chatoers last blog post..Batagor.net VS Batagor

  6. perubahan tidak akan terjadi dengan diam

    Aprinas last blog post..JUST SIT TIGHT AND BE HAPPY

  7. Sungguh sangat merugi jika sepanjang hidup anda dihabiskan dengan hal-hal yang membuat anda tidak bisa merasakan hidup itu sendiri.
    —Ini yang apik….
    Terkungkung dengan masalah yang itu-itu saja…

    ‘Nins last blog post..[Catatan Perjalanan] Madura Sebagai Tujuan Pertama

  8. Kang aQ Hendra dr Palembang pernah ngirim psn d FS tp blm dbls. Tlg di + fs aQ kang. Tulisannya sama kyk “Ocehan Orang Sok Idealis”. N dua2nya nyindir guA bgT.

  9. Donny Reza

    @yu2n,
    ya pastinya buat semua karyawan yang ngerasa deh :p

    @nitnot,
    adakalanya, mengurangi pertimbangan-pertimbangan bisa lebih baik dalam pengambilan keputusan 😀 soalnya, kalau banyak pertimbangan juga, belum tentu yang dipertimbangkan itu bener 😀

    @lala,
    ya, betul. Kalau apa yang kita kerjakan bikin Allah nggak redo, kiamat tuh namanya 😀

    @agah,
    puguh enya ieu mah :p cobian geura jadi karyawan, pasti karaos :))

    @chatoer,
    ya ya, gua cukup tahu apa yang lu rasakan :)) namanya juga karyawan Tur :))

    @Aprina,
    hmm, sepertinya begitu … 😉

    @’Nin,
    menyebalkan dan memuakkan ya bu? 🙂

    @Hendra,
    udah di add tuh, oh ya soal jawaban yang di FS itu … saya masih dalam proses pencarian juga. Masih terseok-seok dan terus berusaha untuk bisa mencapai apa yang dicita-citakan itu 😉 good luck for you and for me 🙂

  10. nonjokkk bangetttt….!!!!!!

    tapi yang kang agah bilang kayanya bener deh..
    “siga nu enya we ah”
    kang donny dari dulu mau pindah, tapi ga jadi2 aja kan?? heuheuheu… becanda..

    ah semangat lah!!!!!

    nengthrees last blog post..Bikin Pizza Yuuuuu…

  11. @nengthree,
    Wee, salah …. saya udah kirim surat pengunduran diri kok :p

  12. tulisan yang bagus. memang kita membutuhkan manajemen mengambil keputusan hehe…biasanya sih yang banyak pake orang organisasi, tapi sebagai blogger, ga ada salahnya kalau kita juga terapin, namanya ilmu manajemen kehidupan.

    salam kenal 🙂

  13. iya, Allah Maha Kaya.. jadi ga usah takut-takut deh.. meskipun saya belom pernah sih mengalami kondisi yang difokuskan dalam post di atas.. *masih mahasiswa yang kerjaannya minta uang jajan sama orangtua, hehe*

    azka,,s last blog post..irhamna

  14. Halo sobat, salam kenal dari frizzy.
    Happy New Year 2009.
    God bless you, may you have better life, better sex and better achievement.
    Mampir-mampir ya sob…

    Cheers, frizzy2008.

    frizzys last blog post..Blogger, sikap membuka diri

  15. @Evyta: salam kenal juga, sebetulnya yang coba saya sampaikan di sini adalah untuk mengurangi hal-hal yang sifatnya manajemen itu, meski penting juga sih. Namanya juga manajemen resiko 😀

    @azka,,: hmm, baiknya jangan deh … jadi pengusaha aja, Ka! 😀

    @frizzy: euh?! better sex…?

  16. biasanya yg nulis gini ini yg baru dapat kerjaan baru nih. Baru pindah kerja ya mas?

    bank als last blog post..Kenapa kertas ada di Kiri?

  17. Bank Al,
    Justru belum dapat bank :)) makanya paragraf terakhir itu jadi penekanan 😉

  18. cha

    waahhh…tulisan kang donny meuni ngena pisan…
    pas bgt sama kejadian yg aq alamin skg,udah g nyaman kerja tp takut bwt resign…
    insyaallah saran dr kang donny mau aq ikutin…
    aq yakin Allah Maha Kaya,jd qt jgn tkt miskin…
    aq yakin Allah Maha Pemberi Rezqi,jd qt g perlu takut g dikasih rezqi…tull g??
    aq ingin hidup lbh baik,klo trs menerus kerja dtmpt yg g nyaman mana bs bikin hidup lbh baik, yg ada hny bs makan ati…
    doain aq iaa kang donny biar aq bs dapetin kerjaan yg lbh baik lg…mksih…

    nb : lam kenal iaa bwt semuanya…

  19. Donny Reza

    @cha,
    salam kenal juga.

    Mudah-mudahan sebelum mengambil keputusan memang dipikirkan betul-betul. Tempat kerja lain juga memang belum tentu seideal yang kita impikan, kecuali kita punya perusahaan sendiri 😀 Dan satu lagi, kalau kita meyakini sesuatu, selalu ada ujiannya, jadi siapkan kesabaran tingkat tinggi … mudah-mudahan Allah mempermudah langkahnya 🙂

  20. Wak kang donny, kok pas banget sama saya yang baru aja ngegondok sama si boss yah ?
    Saya sih sebenarnya suka aja kerja disitu, orang lingkungannya islami gitu.
    Tapi sayang gajian gak naek2 udah 5-6 tahun nih malah kerjaanku di tambahin, makan ati gak tuh ………..
    Wah omong2 kira2 2 tahun lagi kalo masih gak di naekin, sama aja bayaranku dengan UMR !!!
    Gimana mas, kasih inputnya
    .-= lowongan kerja agustus 2009´s last blog ..Lowongan Kerja Terbaru PT Pacific Fiber Indonesia =-.

  21. So the title “Learning smallville dvd” is apt. It is great for beginners as a frasier dvd to private lessons.

Leave a Reply

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén