mind.donnyreza.net

Category: SerbaSerbi Page 3 of 9

Juara 2

Bulan lalu saya menyertakan 5 buah foto hasil jepretan saya dalam kegiatan Qwords.com Photo Blog Competition 2008.  Semua foto saya tampung di blog RuangFoto yang memang saya khususkan untuk menampung foto-foto hasil jepretan saya dan juga sebagai media untuk bernarsis ria menyeriusi fotografi.

DomaiNesia

Foto-foto tersebut adalah:

Diantara 5 buah foto tersebut, dua foto saya jadikan jagoan.  Potret Kemerdekaan dan Bule Kampung.  Semata-mata bukan karena diambil menggunakan teknik yang bagus, tapi karena keunikannya (Bule Kampung) dan juga adanya ironi (Potret Kemerdekaan) terkait makna kemerdekaan yang sesungguhnya.  Secara teknis, masih jauh dari istimewa, karena saya juga mendapat cukup banyak masukan terkait foto-foto tersebut.  Utamanya dalam hal komposisi.

Hari ini (Selasa, 160908) bertepatan dengan (akan) malam ke-17 Ramadhan, saya mendapati berita bahwa salah satu foto saya, Potret Kemerdekaan, menjadi juara 2 dalam kegiatan tersebut.  Alhamdulillah.  Oleh karenanya, saya berhak atas Web Hosting Premium 1(300Mb) + Domain name + Merchandise Qwords.com + Web Camera.  Lumayan.  Kudu disyukuri.  Saya punya satu lagi media buat bernarsis ria, web camera. Huehehe.  Tapi, kalau boleh, saya tidak akan keberatan kok kalau ditukar dengan handphone yang buat juara 1.  Haha.

Juara 1 adalah foto hasil jepretan Isdah Ahmad, dengan judul “Kwaget“.  Sementara juara 3 adalah mas Nurudin Jauhari, yang wordpress theme hasil kreasinya saya kagumi.  Mas Jauhari mengusung foto bertema “Masa Depan Masih Panjang“, yang sudah saya prediksi akan menarik perhatian juri juga.

Pada akhirnya, syukur dan terima kasih kepada:

  1. Allah SWT, atas nikmatnya yang jarang saya syukuri, tapi masiiihhh saja memberi nikmat.
  2. Qwords.com yang sudah menyediakan sarana untuk berekspresi.
  3. wordpress.com yang menyediakan the best blogging engine, sehingga saya bisa terus narsis.
  4. Peserta kompetisi, tanpa kalian, mana bisa saya jadi juara 2 ? 😀
  5. FujiFilm Finepix S5700 yang saya gunakan untuk foto-foto.
  6. Sahabat-sahabat sesama fotografer wannabe: Wahyu dan Haikal yang sering berdiskusi dan memberikan masukan.
  7. Seorang wanita yang selalu mendukung saya … haha, siapa tuh?
  8. Anda semua yang baca blog ini 😉
Web Hosting

Alhamdulillah.

Trial & Error #1

Belajar photoshop semalaman sambil nunggu sahur, hasilnya …

Jangan tanya bagaimana caranya, tidak saya catat.  Kalau disuruh lagi dari pertama, belum tentu bisa lagi.  Tanpa sketsa, tanpa konsep, tanpa ilmu desain.  100% trial and error.   Referensi dari berbagai macam situs di internet.

Ngomong-ngomong, itu foto saya loh… halah!!  *Mode narsis tingkat tinggi: on*  Nggak nyambung banget kan? Temanya grunge banget, fotonya malah lagi senyum gitu… Aya-aya wae.

Cerdas, Katanya…

award-brillante-weblog.jpg

Alhamdulillah…

Tadinya mau menulis yang lain, tapi akhirnya saya memutuskan untuk membayar hutang menjawab posting dari mbak Nin yang memberikan award untuk blog ini. Brilian, katanya. Syukurlah kalau ada yang menilai begitu. Saya hanya selalu berharap bahwa tulisan-tulisan dalam blog ini saya buat dalam keadaan ikhlas. Meski sesekali ada juga tulisan sampah di blog ini.

Saya tertarik untuk menulis karena saya melihat bahwa seorang penulis sesungguhnya sangat berpeluang untuk menjadikan tulisan-tulisannya sebagai ladang untuk beramal jariah. Meski pada saat yang bersamaan juga bisa menghancurkan. Tergantung materi apa yang ditulis. Beruntunglah anda yang sering menulis dan mencerahkan orang banyak. Mudah-mudahan tulisan anda jadi amal jariah yang pahalanya mengalir terus menerus.

Ah, sesungguhnya saya tidak berhak untuk melarang orang lain untuk menulis apa pun. Hanya saja kalau boleh meminta, akan lebih baik jika tulisan-tulisan yang kita buat lebih konstruktif. Apalagi jika blog anda sudah mulai sering dikunjungi dan dibanjiri komentar. Kesempatan tulisan anda untuk mencerahkan dan bermanfaat untuk orang lain lebih terbuka. Dan karenanya, terbuka pula peluang untuk menjadi amal jariah.

Sejenak, lupakanlah dulu soal SEO atau pagerank. Dari beberapa bloger berikut, barangkali kita bisa belajar. Sedikit komentar, tidak menghalangi kreativitas dan berkarya. Dan, tentu saja, kita bisa belajar dari muatan tulisan dan pesan yang ingin disampaikan. Jika mbak Nin menganggap saya cerdas karena tulisan di blog ini, maka mbak Nin pun akan setuju dengan bloger-bloger berikut yang menurut saya tulisannya lebih cerdas daripada tulisan saya. 🙂 Terlepas dari setuju atau tidaknya dengan materi tulisan yang disampaikan.

  1. Warastuti,
  2. Agorsiloku,
  3. M. Shodiq,
  4. Suluk,
  5. Lucky Luqman,
  6. Pak Sawali,
  7. Azka,
  8. Ales
  9. dll, dll, dll

Sayangnya, Lucky memang sudah tidak terlalu aktif menulis di blog karena kesibukannya. Tentunya masih banyak bloger lain yang bisa dikategorikan brilian. Tentu saja, penilaian saya masih bersifat subjektif.

Jika pada awalnya peraturannya adalah sebagai berikut:

  1. Put the logo on your blog.
  2. Add a link to the person who awarded you.
  3. Nominate at least 7 other blogs
  4. Add links to those blogs on yours.
  5. Leave a message for your nominees on their blogs

Maka, saya tidak mengharuskan peraturan tersebut. Suka-suka saja lah, karena saya tahu bahwa tidak semua bloger suka melakukan hal-hal semacam ini. 🙂

Blank #1

Ada yang kangen sama tulisan saya? 😀

Pilihan Jawaban:

a.  ya, saya … kangeeeeeennn banget!!

b. cuih!! siapa kamu?!!

c.  Ya Tuhan!! Kenapa harus ada makhluk narsis seperti ini … ??? nyesel saya baca blog ini…

d.  …… (isi sendiri)

Duh, hampir sebulan … cuma ini yang bisa ditulis? Kasihan sekali saya!! Ada apa dengan saya? Hehe. Semua baik-baik saja.  Sedang menyiapkan sesuatu.  Yang pasti, masih rajin datangi acara pernikahan yang semakin banyak.  Sepertinya mau menyaingi “baby boom” nih peserta nikah tahun ini :)) Dan, sepertinya saya agak cemburu juga pada sahabat saya 🙁

Ya, ya… ini hanya sebuah tulisan nggak penting lainnya.  Maaf.

Buah nangka kulitnya berduri

tak disangka hatiku tercuri….

Guitar Player

Forgotten Guitar Player

Saya sedang merindukan bermain gitar. Terutama di waktu-waktu sedang sering menyendiri seperti sekarang. Setidaknya sudah hampir 4 tahun saya tidak benar-benar bermain gitar lagi. Pernah beberapa kali memegang gitar lagi, tapi tidak lama. Nyaris lupa dengan lagu-lagu yang pernah saya mainkan sejak SMP sampai awal-awal kuliah.

Saya pernah bermimpi menjadi seorang musisi. Tidak banyak yang tahu bahwa alasan saya memilih kuliah di Bandung sesungguhnya adalah untuk menjadi seorang musisi. Namun, justru setelah di Bandung, keinginan saya itu mulai terkikis. Saya merasa, dunia glamor, dunia panggung atau dunia hiburan, bukan dunia saya. Ada perasaan ketidaknyamanan dalam hati yang membuat saya memilih untuk tidak melanjutkan cita-cita tersebut.

Old Guitar Saya mulai bermain gitar sejak kelas 1 SMP. Alasan saya ingin belajar gitar karena rasanya cool dan macho kalau melihat para pemain gitar. Dan … sepertinya menyenangkan dikelilingi perempuan ketika bermain gitar. Saya tahu rasanya dan … memang menyenangkan. :setan1: Itu, duluuuu. Namun, sesungguhnya saya merasa nyaman saja ketika dalam suasana hati seperti apa pun bisa melampiaskannya melalui gitar. Ada yang bilang, saya terlihat lebih tampan dan tampak melankolis kalau sedang bermain gitar. (Huehehe, anda boleh muntah …!!)

Adalah sahabat-sahabat saya di SMP yang mengajari saya bermain gitar. Lagu pertama yang saya mainkan dengan lancar adalah “Kuberkhayal” dari Five Minutes yang waktu itu kemana-mana memakai sarung. Menyusul kemudian lagu “Kemesraan” dari Iwan Fals. Dari pergaulan dengan sahabat-sahabat saya, kemudian menyusul berbagai macam lagu lainnya yang bisa saya mainkan. Jadi, saya belajar secara otodidak.

Ketika SMA saya mulai membentuk Band dengan teman-teman sekelas. Namun, selama 3 tahun, hanya tiga kali naik panggung. Kelas 1 sekali, kelas 2 sekali dan kelas 3 sekali … alias setahun sekali. Pernah bergabung dengan beberapa band, dari yang paling hancur sampai yang sedikit lebih baik dari pada yang paling hancur 😀 . Dari yang pop-melankolis sampai yang nge-rock abis. Herdyan pernah latihan juga dengan saya. Ketika perpisahan kelas 3, saya jadi gitaris untuk membawakan 3 buah lagu dari Helloween, band rock asal Jerman. Saat itu saya sepanggung dengan Funky Kopral formasi awal, dimana Bondan Prakoso dan Onci “Ungu” masih tergabung didalamnya.

Saking tergila-gilanya ingin menjadi musisi, saya kemudian berlangganan tabloid musik. Saat itu ada Mumu (Muda Musika), tabloid musik yang terbit seminggu sekali. Saya pelajari tips-tips yang ada di tabloid tersebut. Jadilah saya orang yang agak melek soal musik saat itu.

Saat SMA Kelas 3, biasanya tiap kelas memiliki nama. Saya masuk ke kelas 3 IPA 3, yang diberi nama Xtreme (eXacta Three Milenium). Kebetulan saya bisa memainkan lagu “More Than Words” dari Extreme. Jadilah lagu tersebut sebagai lagu “kebangsaan” kelas tersebut dan termasuk lagu yang paling sering dinyanyikan bersama-sama. Sekarang, saya sudah lupa sama sekali dengan chord lagu tersebut.

Gitaris favorit saya adalah Dewa Budjana dan Pay, sementara gitaris luar negeri saya tergila-gila dengan permainan gitar John Petrucci. Sempat juga terpengaruh oleh Paul Gilbert dan Nuno Bettencourt. Saya sangat menyukai lagu instrumental bertajuk “Wanita” dan “Selamat Tidur … Sayang!” dari Budjana, serta “Lost Without You” dari John Petrucci. Beberapa bagian solo gitar John Petrucci di beberapa lagu Dream Theater dan Liquid Tension Experiment sampai membuat saya terkagum-kagum. Namun, sesungguhnya saya sangat ingin sekali bermain gitar seperti Naudo. Gitaris Spanyol kelahiran Brazil yang sudah bermain gitar sejak berumur 5 tahun.

Budjana petrucci02.jpg

Ketika mendengarkan musik, sesungguhnya bukan hanya gitar saja yang menjadi perhatian saya. Bass dan ketukan Drum serta permainan Keyboard atau Piano -jika ada- juga sering saya perhatikan. Saya sangat menyukai gaya permainan drum Ronald ketika masih tergabung di GIGI, terutama di album 3/4.

Pada dasarnya, saya menyukai segala jenis musik. Dari musik sunda sampai rock cadas. Akan tetapi, lagu-lagu yang saya suka adalah yang melodius dan tidak membosankan. Apa pun jenis musiknya. Terutama jika lagu tersebut agak menonjolkan kemampuan musisinya. Terlebih jika unsur gitarnya menonjol, terutama gitar akustik. Beberapa contoh lagu adalah “Have You Ever Really Loved a Woman” dari Bryan Adams, “Merepih Alam” versi Audy, “Khayalku” versi Chrisye dan Nicky Astria serta “The Spirit Carries On” dari Dream Theater. Entah mengapa, rasanya sulit sekali mendapati lagu-lagu Indonesia sekarang yang seperti itu.

Arrrggghhhh, sepertinya saya harus beli gitar lagi…

Bandung, 22 Juni 2008. 01.00

Daftar Gambar:

Page 3 of 9

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén