mind.donnyreza.net

Day: January 26, 2008

Pekalah!

Jika anda akan berwudhlu, perhatikan:

DomaiNesia
  1. Apakah banyak orang mengantri di belakang anda?
  2. Cukupkah air yang ada untuk anda dan orang-orang di belakang anda?

Jika anda tidak mendapati kondisi di atas, silahkan berwudhlu ‘sesuka’ anda! Akan tetapi, jika satu saja kondisi terpenuhi di antara 2 kondisi di atas, antara banyak yang mengantri dan air yang kurang, sebaiknya ber-wudhlu-lah dengan cepat dan hemat!

Kemudian, ketika memasuki masjid dan berniat untuk melakukan shalat sunat qabliah (sebelum shalat wajib), lihatlah ke sekeliling anda:

  1. Berapa banyak orang di masjid tersebut?
  2. Apakah anda tiba lebih awal daripada yang lain?
  3. Jika banyak, mana yang lebih banyak, yang melakukan shalat sunat atau yang menunggu iqamat?

Jika anda tiba lebih awal daripada yang lain, silahkan lakukan shalat sunat. Namun, jika anda tiba agak terlambat dibandingkan yang lain, apalagi anda melihat lebih banyak yang menunggu iqamat, lupakan niat anda untuk shalat sunat. Sebab, ketika anda melakukan shalat sunat, anda dzalim pada banyak orang yang membuat mereka menunggu anda menyelesaikan shalat sunat. Kalau pun anda keukeuh melakukan shalat sunat, pastikan shalat yang anda lakukan tidak membuat orang lain menunggu terlalu lama.

Sebelum anda melakukan shalat berjamaah, perhatikan diri anda:

  • Bagaimana bau badan anda?
  • Apakah mulut anda menyebarkan bau tidak enak?
  • Sebelum melakukan shalat, apa dan di mana anda melakukan aktivitas?

Jika sebelum shalat anda ‘bersilaturahmi’ ke kandang kambing, atau bergaul dengan kambing, bersihkanlah dulu badan anda, dan pakailah wewangian. Tidak semua orang merasa nyaman dengan bau kambing. Sebagian orang sangat sensitif terhadap bau-bauan. Pastikan mulut dan badan anda tidak menyebarkan bau tidak sedap. Sebab, bau-bauan itu akan mengganggu kekhusyuan shalat. Bukan shalat anda, tapi shalat orang di sebelah anda.

Jika anda ditunjuk menjadi seorang imam, perhatikan ini:

  • Adakah orang-orang sepuh dalam jamaah?
  • Adakah anak-anak?
  • Adakah orang yang sedang dalam perjalanan?
  • Adakah orang yang sedang terburu-buru?
  • Adakah orang yang sakit?

Jika anda merasa yakin bahwa orang-orang tersebut tidak ada dalam jama’ah yang akan anda pimpin, silahkan shalat ‘sesuka’ anda. Akan tetapi, jika anda tidak yakin, percepatlah shalat anda. Pilihlah surat-surat yang pendek. Sebab, orang-orang dalam kondisi di atas cenderung ‘kesal’ apabila imam yang mereka ikuti terasa lama. Hatta, jika anda sudah terbiasa jadi imam shalat di suatu masjid sekali pun. Apalagi, anak-anak yang cenderung agresif dan tidak bisa diam. Malahan, mereka akan mengganggu ketertiban shalat jamaah.

Selain itu, perhatikan juga, adakah orang lain yang hafalan Qur’an-nya sama atau minimal mendekati hafalan Qur’an anda? Jika anda merasa tidak yakin, bacalah surat-surat yang dikenal oleh orang banyak. Sebab, anda ditunjuk jadi imam bukan untuk menunjukan kehebatan anda dalam soal hafalan Qur’an!! Anda ditunjuk jadi imam untuk membimbing jamaah anda, akan tetapi anda pun harus menyadari bahwa anda bukan seorang yang sempurna. Suatu saat anda bisa lupa. Disinilah perlunya orang lain yang bisa mengoreksi dan mengingatkan jika anda lupa.

Ketika anda akan melakukan shalat sunat ba’diah (setelah shalat wajib), perhatikanlah:

  • Apakah tempat anda shalat menghalangi jalan keluar-masuk?
  • Adakah orang lain di luar yang mengantri untuk melakukan shalat wajib?

Jika anda yakin tidak ditemukan kondisi di atas, shalatlah. Akan tetapi, jika anda tidak yakin, tunggulah sampai masjid sedikit lebih lengang dan carilah tempat shalat yang aman dari lalu lintas orang-orang. Jika anda mendapati ada orang lain mengantri shalat jamaah, lupakan niat anda shalat sunat, segeralah keluar dan berikan kesempatan kepada orang lain untuk melakukan shalat berjamaah. Sebab ketika anda memaksa diri untuk melakukan shalat sunat dalam kondisi-kondisi tersebut, anda sudah dzalim pada orang lain.

Pertanyaannya, bagaimana mungkin ibadah yang kita lakukan bisa mendzalimi orang lain? Kenyataannya sangat mungkin dan bisa. Hanya saja, barangkali kita tidak menyadari ketika kita melakukan ibadah, ada hak orang lain yang terganggu. Adalah sebuah kedzaliman ketika -misalnya- kita menghabiskan waktu berdzikir, sementara ada orang lain menunggu kita dan sedang terburu-buru.

Saya bukan ingin melarang siapa pun untuk melakukan ibadah, berdosa sekali saya jika melakukan itu. Saya sangat senang jika setiap orang rajin beribadah. Akan tetapi, sebelum beribadah, cobalah untuk memperhatikan orang-orang di sekitar kita. Pekalah dengan situasi di sekeliling. Saya tidak yakin ibadah kita diterima oleh Allah SWT, jika ada orang lain yang terdzalimi ketika kita melakukan ibadah. Sejatinya, ibadah yang kita lakukan dengan baik akan menuntun kita menjadi orang-orang yang peka dengan kondisi sekitar. Sebab, semakin dekat seseorang dengan Rabb-nya, seharusnya dia akan semakin peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Ada yang mau menambahkan?

C 1 H 3 U L 4 17 6. 260108. 07.45.

Web Hosting

NB: duh, perasaan kok kayak saya yang udah bener aja ya? 😀

Kangen…

Ingin pulang ke rumah.  Kangen wajah teduh Ayah saya dan obrolan ‘antara lelaki’ dengannya.  Atau hanya sekedar duduk berdampingan, dalam hening.  Kangen udang goreng buatan Ibu saya.  Kangen tidur-tiduran di atas genting rumah di malam hari dan…memandang langit.  Saya tidak pernah bosan melakukannya, kadang sampai tertidur di atas genting.  Ingin bertemu sohib-sohib SMA, tidak lama lagi beberapa orang diantaranya akan menikah.  Biasanya, kalau sudah menikah, agak susah diajak kumpul-kumpul lagi.  Sekarang saja sudah agak sulit.

Ah, sejauh apa pun kita pergi, pada akhirnya hati kita akan kembali ke rumah juga.  Apalagi dengan ritme aktivitas saya yang sudah mulai tidak terarah dan tidak teratur seperti sekarang.  Bukan ingin berhenti, hanya ingin ‘menarik nafas’ sejenak, sebelum berlari dan ‘bertarung’ lagi dengan segala permasalahan hidup.  Next week, i’m going to go to home.

C 1 H 3 U L 4 17 6.  260801.  02.30.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén