Seret Rezeki
26, Curhat, Refleksi January 20th, 2008
Haha. Rupanya Allah sedang bercanda. *positive thinking mode: always on* :D Dalam 3 minggu terakhir ini, ada beberapa kejadian yang malah bikin saya tertawa-tawa daripada menangisi kejadian tersebut. Entahlah. Barangkali saraf saya ada yang putus :p.
Pertama, kejadian ketika monitor saya terbakar. Akibatnya, project membuat sebuah program kasir dengan senang hati terpaksa saya batalkan. Untungnya, Weni, sahabat saya ketika kuliah dulu yang sekarang tinggal di Jogja bersama suami dan anaknya memahami alasan saya tersebut.
Kedua, ada masalah dengan motherboard PC saya. Salah satu konektor IDE untuk harddisk dan CD-ROM saya rusak. Akibatnya, saya tidak bisa menggunakan CD/DVD-ROM, karena dengan satu kabel data, saya hanya bisa memasang 2 harddisk yang saya miliki. Sebetulnya tidak akan menjadi masalah kalau saja Linux IGOS tidak saya install di harddisk yang ke-2. Jika salah satu harddisk tidak terpasang, saya tidak bisa menggunakan komputer sama sekali. Padahal, tadinya saya sudah cukup senang setelah monitor selesai diservice, karena niatnya akan melakukan migrasi menggunakan Linux Ubuntu. Selain itu, CD-RW saya juga memang sedang rusak
Ketiga, project 2,5 juta batal. Ceritanya, teman sekostan menawari saya untuk membuat website alumni. Teman sekostan saya itu juga sebetulnya sedang mencarikan web programmer untuk temannya. Merasa memiliki waktu yang terlalu cukup luang, saya meng-iya-kan tawaran tersebut. Hanya saja, karena merasa akan kerepotan juga kalau mengerjakan sendiri dan saya juga sedang berbaik hati ingin bagi-bagi duit berencana untuk merintis hidup di jalan pedang dunia freelance, saya mengajak Catur. Tujuan saya sederhana saja. Dengan dikerjakan berdua, saya merasa pekerjaan akan lebih cepat dan duit cepat turun ada teman untuk diskusi dan sharing. Hanya saja, malam di mana temannya teman sekostan saya itu ingin membicarakannya, saya sedang mengikuti ta’lim rutin, sehingga saya tidak bisa bertemu dengan yang bersangkutan.
Malam esoknya, ketika saya sedang tidur, teman sekostan saya tersebut meminta maaf karena project tersebut sudah diserahkan kepada orang lain. Setelah mendengar hal itu, saya bilang “oh, nggak apa-apa atuh, tenang aja“. Dan saya tidur lagi. Bangun beberapa saat untuk mengabari Catur perihal itu. Setelah itu, tidur lagi :D Menyesal? Tidak juga, malah saya tertawa-tawa ketika mengabari Catur lewat SMS. Sampai sini, saya semakin curiga…jangan-jangan saraf saya memang ada yang putus ya?
Keempat, flashdisk saya hilang. Gara-garanya ketika mengirim booklist yang saya miliki ke teman SMA saya, Ucup. Barangkali karena saat itu saya mengantuk akibat begadang semalaman, saya tidak ingat dengan flashdisk yang masih tertancap di komputer client warnet. Saya juga pulang terburu-buru karena sudah sangat mengantuk. Setelah terbangun dari tidur, barulah saya sadar kalau di kamar saya tidak ada flashdisk. Setelah diingat-ingat kronologi hari itu, saya menduga flashdisk masih tertancap ketika pulang. Setelah saya cari ke warnet, flashdisk tersebut sudah raib. Dan, lagi-lagi, saya hanya bisa tersenyum. Dalam pikiran saya berkata, “oh, ada yang ambil rupanya, itu artinya saya bisa dapat flashdisk baru” Hihi :D.
Kelima, kemungkinan besar saya batal lagi mengajar di almamater tercinta semester ini. Dampaknya, saya tidak jadi dapat pemasukan dari sini.
Praktis, gara-gara itu, pengeluaran saya akan bertambah. Sementara pemasukan sedang seret sekarang. Sebagian besar pengeluaran itu justru di luar prediksi saya. Dampaknya, beli Laptop atau DSLR batal. Namun, sejujurnya, saya tidak merasa tersiksa dengan keadaan ini. Saya malah sedang merasa senang. Saya mencoba untuk menyadarkan diri setiap saat bahwa suatu waktu kita akan dihadapkan dengan episode-episode hidup semacam ini. Maka, saya selalu berusaha agar hati ini tidak terlalu terpikat dengan materi atau apa pun yang sejatinya -cepat atau lambat- akan lepas dari tangan kita. Saya sih tidak ingin hati saya diperbudak oleh hal-hal semacam itu. Saya ingin hati ini merasa merdeka. Merdeka ketika memberi, merdeka ketika bersedekah, merdeka ketika membayar zakat…ah, sepertinya menyenangkan ya?
C 1 H 3 U L 4 17 6. 200108. 07.00



January 20th, 2008 at 8:22 am
Mungkin Donny perlu istirahat sejenak, berpikir ulang apa yang sudah dan akan dikerjakan…baru mulai lagi melanjutkan rencana-rencana yang tertunda.
January 20th, 2008 at 8:35 am
January 20th, 2008 at 10:37 am
January 20th, 2008 at 6:14 pm
January 20th, 2008 at 6:55 pm
January 20th, 2008 at 11:25 pm
Oya, saran saya mirip dengan yg dari bu edratna diatas. Hati2 bisi karena target kurang jelas, hirup jadi teu aya ambisi.
Soalnya saya pun lagi menyembuhkan penyakit tersebut
Saling support nya kang ;) kiceup ah
January 21st, 2008 at 12:26 am
tenangin pikiran aja dulu boss alias tunda dulu aktifitas mungkin otak bisa jreng lagi
January 21st, 2008 at 1:52 am
@Riyogarta: iya, om. Itu juga salah satu formula nya kenapa saya berusaha untuk selalu berfikir positif
@Praditya: Ammiinn…:)
@agah: Lapor!! Kiceup oge ah
justru karena ambisi saya terlalu banyak meureun gah
@dodot: yee, saya sih nggak ngerasa apes. *ngeles* hihi
January 21st, 2008 at 6:44 am
January 21st, 2008 at 10:06 am
Sori kang, jgn2 gara2 ane juga neh flash disknya ketinggalan
Jadi gak enak, o iya si agus dah lahiran tuh anaknya di bandung, ud nengok blom ?
January 21st, 2008 at 10:21 am
January 21st, 2008 at 1:22 pm
…
becanda ;D, nahlo itu banyak hikmahnya
January 21st, 2008 at 5:25 pm
January 22nd, 2008 at 4:57 am
January 22nd, 2008 at 2:09 pm
January 22nd, 2008 at 7:44 pm
@oecoep: my fault, bro…nggak perhatian sih, biasa lah, suka ceroboh
@ridu: cuma, jangan sampai niat kita sedekah cuma gara-gara pengen rezeki bertambah
@iin: mudah-mudahan sih hikmahnya dapet project 2,5 trilyun gitu *ngimpi* hihi
@annots: iya, ya? kasus semacam itu juga udah sering saya denger.
@azka: bukan senang sih…:D hanya berusaha untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan
@isnuansa: insya allah, masih
January 22nd, 2008 at 10:12 pm
January 23rd, 2008 at 6:14 am
January 23rd, 2008 at 11:58 am
dijaman yang makin edan ini masih bisa ditemui orang2 sepeti pak donnyreza yang legowo dalam menjalani hidup ini..
saya setuju sama pernyataan nya seperti merdeka ketika memberi. kadang2 kalo mau memberi tuh sering liat2 isi dompet dulu apakah untuk diri sendiri cukup..tapi alangkah baiknya kalo emang dalam memberi kita ikhlas dan ‘merdeka’ dalam memberikannya
January 23rd, 2008 at 2:03 pm
kadang kita *baca:gue* lupa untuk bersyukur, dan sukanya melihat ke atas
January 24th, 2008 at 11:25 am
bukankah semua kejadian ada yang mengatur?
January 25th, 2008 at 10:58 am
@M Shodiq: IMHO, karena sudah terjadi, saya kira memang sudah menjadi takdir kita,CMIIW.
@ika: sedang melatih diri saja kok, terus terang saja, ‘merdeka’ ketika memberi itu banyak gangguannya :))
@poer: iya, padahal sebetulnya banyak yang lebih apes dari ‘kita’
@pudakonline: yang terjadi, terjadilah…;-)
January 25th, 2008 at 7:23 pm
March 16th, 2008 at 11:34 am
mungkin Allah lagi “ngingetin” masnya…
mungkin masnya lagi ada khilaf…
mungkin masnya lagi “dicoba”.. *halah…*
yah,, walaupun mungkin kalau aku yang mengalami kejadian serupa,, belum tentu aku bisa mengaplikasikannya buat diriku sendiri.. huehe..
semangad..!!
May 8th, 2008 at 9:56 am
tetap semangad, jalan masih panjang, selama masih punya ilmu apa yang hilang masih bisa diraih kelak…
eniwei skrng sudah bulan MEI, sy yakin yg hilang tsb telah tergantikan kan …. (mode peramal : on )
adit’s last blog post..Plus Minus Bekerja Di Rumah Secara Remote
March 30th, 2009 at 7:43 am
April 19th, 2009 at 5:03 pm
November 6th, 2009 at 10:50 am
Mazista´s last blog ..Satu tujuan……(yang baiklah tentunya)