Islam Versi Bajakan: Ahmadiyah Ditinjau Sebagai Sebuah Sistem Operasi Komputer
5, Artikel, Islam April 19th, 2008
Latar Belakang
Jika diibaratkan sebuah Sistem Operasi dalam komputer, Islam adalah sebuah merk dagang Sistem Operasi yang terkenal, jaminan mutu, fleksibel, berdaya saing dan berdaya jual tinggi serta most-recomended. Kualitasnya menyebabkan produk tersebut bisa bertahan lama sejak pertama kali masuk ke pasar. Dengan alasan kualitas itu pula, produk Islam digunakan turun temurun dan bahkan setiap orang tua mewajibkan anak-anak bahkan cucu-cucunya untuk menggunakan produk tersebut.
Islam menyebar menggunakan metode Dakwah dengan tim marketingnya terdiri dari orang-orang yang berkualitas tinggi dan sangat memahami seluk beluk Islam. Hebatnya lagi, tim marketing Islam adalah orang-orang yang melakukan dakwah secara sukarela. Barangkali persis seperti apa yang dilakukan oleh para pengguna Linux dan Open Source Software(OSS) di seluruh dunia.
Metode dakwah adalah sebuah metode marketing yang sangat fleksibel, bisa disesuaikan dengan kondisi psikologi sang juru dakwah maupun calon konsumennya. Namun sang juru dakwah dituntut untuk lebih memahami psikologi calon konsumen. Selain itu, seorang juru dakwah dilarang untuk memaksa calon konsumen menggunakan produk tersebut.
Tugas seorang juru dakwah hanya menyampaikan bahwa ada sebuah Sistem Operasi dengan merk dagang Islam yang memiliki berbagai kelebihan dibandingkan Sistem Operasi yang lain. Setiap orang bisa terlibat menjadi seorang juru dakwah. Bahkan, seringkali seseorang tidak menyadari bahwa dirinya sudah berperan menjadi seorang juru dakwah dan menyebabkan orang lain tertarik kepada Islam.
Islam kemudian tumbuh menjadi sebuah Sistem Operasi yang tidak lepas dari kehidupan sehari-hari seseorang. Oleh karenanya, Islam begitu dicintai oleh mereka yang menamakan dirinya Umat Islam atau Kaum Muslimin. Setiap orang yang sudah menggunakan Sistem Operasi Islam, maka dia sudah menjadi bagian dari Umat Islam.
Setiap pengguna Sistem Operasi Islam dianjurkan untuk membaca buku panduan Sistem Operasi tersebut agar tidak salah jalan dalam menggunakan Islam. Buku panduan tersebut dinamakan Al-Quran. Al-Quran diyakini berasal dari yang menciptakan Islam itu sendiri dan hanya satu-satunya buku panduan yang legal. Setiap pemalsuan ataupun modifikasi terhadap buku panduan ini tidak pernah berhasil karena ternyata isi buku panduan tersebut banyak dihafal oleh Umat Islam. Maka kesalahan satu huruf saja bisa langsung terdeteksi.
Al-Quran adalah sebuah produk open source dan berlisensi. Lisensi yang digunakan adalah Creative Commons Attribution-No Derivative Works 3.0 Unported License. Bebas diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun. Setiap orang bebas menyebarkan dan menjual duplikasi Al-Quran. Namun, setiap penjualan Al-Quran terjemahan harus disertai dengan sumber aslinya. Tujuannya sebagai fungsi koreksi jika terdapat kesalahan dalam terjemahan. Redaksi dari sumber aslinya tidak boleh dimodifikasi sedikitpun. Akan tetapi desain, penggunaan huruf dan penambahan ornamen pada Al-Quran -selama tidak merubah redaksi dari Al-Quran- diperbolehkan. Bahkan sebagian Umat Islam ada yang menganjurkan untuk memperindah bentuk tulisan kode sumbernya.
Sang Kreator Islam, Allah, memilih dan mengutus seseorang yang bernama Muhammad sebagai guru, pengajar dan pendidik yang memberikan pencerahan tentang bagaimana mengaplikasikan Islam yang baik dan benar. Oleh sebab itu, Muhammad bergelar Rasulullah, Sang Utusan Allah. Rasulullah memiliki otoritas penuh untuk menentukan mana yang boleh dilakukan, mana yang tidak boleh dilakukan dalam mengaplikasikan Islam. Rasulullah juga diyakini paling memahami penafsiran terhadap Al-Quran untuk kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah kemudian mengajarkan apa yang dipahaminya dalam bentuk ucapan, perintah, larangan, sikap, tindakan, persetujuannya atau mencontohkannya. Kesemuanya itu ternyata memiliki makna yang mendalam bagi para sahabatnya. Oleh karena itu, tidak sedikit pula yang menuliskannya dan mengajarkannya ke anak atau murid-murid mereka, karena lebih banyak berisi teknis menjalankan Sistem Operasi Islam. Al-Quran tidak memuat teknis mengoperasikan Islam, hanya petunjuk-petunjuk umum. Step by Step atau How To pengoperasian tidak dibahas di dalam Al-Quran. Petunjuk teknis inilah yang kemudian dibukukan juga dan diberi nama Al-Hadits.
Sayangnya, jika dibandingkan membaca Al-Quran, sangat sedikit sekali Kaum Muslimin yang tertarik untuk membaca Al-Hadits. Barangkali karena terlalu banyak, dirasa membebani. Implikasinya, dalam hal melakukan praktik maintenance atau diistilahkan Ibadah dalam Islam, banyak yang tidak sesuai dengan petunjuk teknisnya. Perbedaan pemahaman dalam hal teknis inilah yang kemudian memunculkan berbagai Mazhab di tubuh Umat Islam.
Umat Islam yang memiliki pemahaman sama terhadap suatu pelaksanaan teknis, biasanya mendirikan sebuah organisasi, agar terakomodir dengan baik. Maka kemudian muncul berbagai organisasi dengan Platform Islam. Dalam Islam, platform tersebut berarti Aqidah. Berbagai macam organisasi ini dalam dunia Linux barangkali lebih dikenal sebagai Distro. Platformnya sama, Islam, tetapi citarasanya berbeda. Meskipun kerap kali terjadi ‘gesekan’ antar-pengguna Distro, tetapi tidak satu pun yang menyatakan mereka bukan ‘pengguna’ Islam.
Sebuah distro (organisasi) dikatakan memiliki Platform Islam jika: Pertama, menyatakan bahwa Allah adalah Sang Kreator Islam, tidak ada Kreator selain Allah; kedua Al-Quran merupakan satu-satunya Buku Panduan yang legal; ketiga Muhammad adalah Rasulullah dan merupakan utusan terakhir. Ini semua adalah harga mati. Oleh sebab itu, Muhammadiyah, NU, Persis, Hidayatullah, Hizbut Tahrir atau PKS di Indonesia masih dalam Platform Islam. Sama halnya dengan Fedora, Redhat, Ubuntu atau Mandriva yang masih disebut Linux.
Dalam keyakinan Kaum Muslimin, Islam yang ada sekarang merupakan Islam Final Release. Tidak akan mungkin muncul Islam versi yang baru ataupun utusan yang baru. Islam Final Release juga diklaim sebagai Sistem Operasi yang paling sempurna oleh sang Kreator. Oleh sebab itu, tidak akan pernah muncul Islam Service Pack 1 atau 2 atau berapapun yang berisi patch terhadap Islam Final Release.
Munculnya Ahmadiyah dan Penolakan Kaum Muslimin
Di tengah-tengah kemapanan Islam, di India muncul seseorang yang mengklaim dirinya sebagai utusan baru. Sang Utusan bernama Mirza Ghulam Ahmad (MZA). MZA kemudian menawarkan sebuah Sistem Operasi baru yang ‘dimodifikasi’ dari Islam. Sistem Operasi baru tersebut kemudian dikenal sebagai Ahmadiyah.
Masalah muncul ketika MZA memasarkan Sistem Operasi tersebut dengan merk dagang Islam. Selain itu, pengguna Ahmadiyah juga diberikan buku panduan baru yang diberi nama Tadzkirah. Ternyata, Tadzkirah sebagian besar diambil dari Al-Quran yang kemudian dimodifikasi oleh MZA. Selain itu, posisi Muhammad tidak menjadi utusan terakhir lagi dan posisinya digantikan oleh MZA.
Hal tersebut tentu saja menyulut keberatan dan kemarahan sebagian besar Kaum Muslimin. MZA diklaim telah melakukan pembajakan merk dagang Islam. Posisi Ahmadiyah pun menjadi serba tanggung, tidak bisa dikatakan Islam juga tidak bisa dikatakan sebagai sebuah Distro baru, karena platform yang digunakan sudah berbeda.
Sebagian besar Kaum Muslimin tidak terlalu mempermasalahkan terjadinya perubahan platform. Masalah terbesar adalah penggunaan merk dagang Islam sebagai Sistem Operasi baru tersebut. Jika dilihat dari sudut pandang pengusaha atau sebuah perusahaan, hal ini tentu saja sebuah masalah besar, bahkan hidup-matinya sebuah perusahaan. Terlebih jika merk dagang tersebut sudah mendarah daging dikalangan penggunanya. Dari sisi hukum, penggunaan merk dagang yang sama tidak bisa dibenarkan dan merupakan sebuah pelanggaran berat. Apalagi dilakukan secara terang-terangan.
Oleh sebab itu, kekhawatiran Kaum Muslimin sangat bisa dimengerti dan menjadi sebuah kewajaran jika Kaum Muslimin menuntut pembubaran Ahmadiyah atau meminta menggantinya dengan merk dagang yang baru. Inti masalahnya bukan terletak pada ketakutan atas berkurangnya pengguna Islam, akan tetapi lebih kepada kesalahpahaman yang dimungkinkan akan terjadi terhadap Kaum Muslimin dan Islam itu sendiri. Hanya saja, tetap tidak dibenarkan Kaum Muslimin melakukan perusakan terhadap Sistem Operasi tersebut.
Sebuah Opini
Shakespeare berpendapat, “apalah artinya sebuah nama“. Saya berpendapat, “hanya orang bodoh yang percaya pendapat Shakespeare“. Sebab ternyata pe-nama-an menjadi sangat penting dalam banyak hal. Allah saja mengajarkan Adam nama-nama benda terlebih dahulu. Di sisi lain, nama juga bisa menjadi fungsi koreksi jika ada pernyataan atau kutipan yang diatasnamakan terhadap seseorang.
Dalam kasus Ahmadiyah, penggunaan nama Islam jelas tidak bisa diterima karena ‘barang’-nya saja sudah berbeda. Di dalam agama Kristen pun pernah terjadi ‘perubahan’ platform tersebut. Sehingga muncul Protestan sebagai nama baru sebuah agama. Orang Katolik tidak mau disebut Protestan, begitu juga sebaliknya.
Penggunaan isu HAM pun menjadi tidak relevan karena persoalannya bukan terletak pada boleh-tidaknya seseorang beribadah dan meyakini sesuatu. Bayangkan saja anda memiliki sebuah perusahaan yang sudah anda bangun bertahun-tahun, sudah memiliki nama besar dan dikenal banyak orang. Lalu tiba-tiba, muncul sebuah perusahaan dengan nama yang sama dan diklaim sebagai perusahaan yang sama dengan perusahaan yang anda miliki.
Saya yakin anda pun akan menuntut pembubaran atau meminta perusahaan tersebut mengganti nama bahkan anda pun berhak untuk meminta ganti rugi atau menuntut mereka ke pengadilan. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan HAM, karena itu adalah sebuah pelanggaran. Justru anda dan perusahaan anda telah menjadi korban pembajakan. Jika kemudian terjadi penyimpangan di lapangan oleh karyawan perusahaan tersebut, perusahaan anda pun akan menjadi terkena imbasnya. Anda tentu tidak ingin nama baik perusahaan rusak atau memberikan ganti rugi jika terjadi kerugian dipihak pengguna.
Di sisi lain, anda pun tentu akan melakukan gerakan penyadaran kepada para pengguna produk perusahaan ’saingan’ anda tersebut bahwa produk tersebut bukan produk anda. Atau anda akan mengatakan bahwa perusahaan anda tidak pernah mengeluarkan produk seperti itu. Keberatan anda bukan pada para pengguna karena menggunakan produk ‘bajakan’ tersebut, akan tetapi pada perusahaan pembajak tersebut yang sudah semena-mena menggunakan nama perusahaan anda. Hal yang sama juga dilakukan oleh Kaum Muslimin terhadap Ahmadiyah, demi menjaga nama Islam itu sendiri.
Kesimpulan
Inti permasalah kasus Ahmadiyah adalah pada penggunaan nama Islam oleh Ahmadiyah. Salah satu cara agar Ahmadiyah tetap bisa leluasa bergerak dan ‘menjual produknya’ adalah dengan mengganti nama dan melepaskan embel-embel Islam. Selama nama Islam masih melekat pada Ahmadiyah, selama itu pula Kaum Muslimin akan tetap mempermasalahkan. Sayangnya, Ahmadiyah sepertinya tidak pernah berniat mengganti nama Islam.
Oleh sebab itu, dalil HAM tidak bisa digunakan dan tidak relevan karena kasus yang terjadi sesungguhnya bukan pada pelarangan Jemaah Ahmadiyah untuk meyakini apa yang diyakininya atau pelarangan beribadah. Persoalan keyakinan dan ibadah adalah urusan personal yang dilindungi dan dihormati oleh Islam. Akan tetapi, penggunaan nama Islam untuk Ahmadiyah tetap tidak bisa dibenarkan. Sebab Ahmadiyah merupakan sebuah entitas yang berbeda dengan Islam jika ditinjau dari platform (aqidah) Islam yang dibawa oleh Muhammad SAW.
Saran
Bagi Ahmadiyah, Ganti nama. Dengan resiko Ahmadiyah akan kehilangan beberapa Jemaahnya karena tidak merasa lagi sebagai orang Islam. Saya berpendapat begitu karena saya meyakini bahwa banyaknya Jemaah Ahmadiyah di Indonesia sebagiannya karena mengusung nama Islam. Oleh sebab itu, ketika Ahmadiyah dinyatakan bukan Islam, ada kemungkinan banyak Jemaah yang keluar dari Ahmadiyah.
Namun, tentunya Ahmadiyah tidak akan merasa khawatir dengan hal tersebut jika meyakini bahwa banyaknya Jemaah Ahmadiyah bukan karena mengusung nama Islam.
Bagi Pemerintah, segera buat kebijakan yang menjelaskan status Ahmadiyah. Jika mencontoh kepada Pakistan, Brunei dan Malaysia serta merujuk kepada Rabithah Alam Islami, maka Ahmadiyah dinyatakan sebagai sebuah agama. [Harry Sufehmi, Hidup Damai Bersama Ahmadiyah]
Bagi Umat Islam, tetap sabar, hindari pengrusakan dan perbanyak dialog. Kenali Islam dengan baik agar tidak salah pilih.
Bandung, 22.00, 19 April 2008.
Tulisan Terkait dari Blogger lain
Update: Kata Open Source pada tulisan ini saya coret setelah merujuk ke sini. Ada kesalahpahaman dari saya pribadi. Terima kasih.



April 19th, 2008 at 11:21 pm
Riyogarta’s last blog post..Pilihan Saya: Ubuntu
April 20th, 2008 at 12:43 am
sawali tuhusetya’s last blog post..Mampukah Cerita Rekaan Memperkaya Batin Pembaca?
April 20th, 2008 at 4:35 pm
ridu’s last blog post..Sisi Lain Dialog Terbuka
April 20th, 2008 at 4:36 pm
*ini adalah saran, boleh diterima boleh ditolak..
ridu’s last blog post..Akhirnya Wisuda Juga..
April 20th, 2008 at 10:24 pm
April 20th, 2008 at 11:23 pm
salam kenal pak..
1st time …
arizane’s last blog post..Cara Mengetahui Compiler dari suatu Aplikasi
April 21st, 2008 at 1:29 am
hanggadamai’s last blog post..Kata-Kata Mutiara Penyejuk Hati
April 21st, 2008 at 4:27 am
April 21st, 2008 at 6:15 am
leah’s last blog post..Ada miawww
April 21st, 2008 at 10:25 am
ini sudut pandang islam dari sisi seorang programmer, menurutku sah-sah aja.. wong yang ditulis itu gak ada yang melenceng kok.
(Insya Allah ya, Don..)
April 21st, 2008 at 12:10 pm
April 21st, 2008 at 1:35 pm
aya electro’s last blog post..Bangkitnya Perfilman Indonesia
April 21st, 2008 at 2:56 pm
Btw, soal lisensi common atribution itu kayaknya lumayan pas juga.
http://ardee.cmsku.org/’s last blog post..Ke-tidaknetral-an detikbandung.com
April 21st, 2008 at 3:11 pm
apa masih ngegantung??
aming’s last blog post..susahnya menangisi dosa
April 21st, 2008 at 3:41 pm
Mudah – mudahan tulisan ini bisa bermanfaat buat kita semua …
suprie’s last blog post..Wireless di Hardy Heron
April 21st, 2008 at 5:00 pm
http://www.infogue.com/
http://www.infogue.com/pengetahuan_umum/islam_versi_bajakan/
anda bisa promosikan artikel anda di infoGue.com yang akan berguna untuk semua pembaca di Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim & vote artikel yang terintegrasi dengan instalasi yang mudah. Salam!
April 21st, 2008 at 6:20 pm
Jadikanlah Al Qur’an sebagai pedoman hidup sehingga kita takkan salah melangkah
desmeli’s last blog post..Sebuah Cerita Tentang Kami
April 22nd, 2008 at 2:43 am
dah ah, mau ngulik OS ini lagi, kali aja bisa bikin bajakannya
bey de wey ani wey bus wey… mari kita cintai UNIKOM
April 22nd, 2008 at 2:46 am
update :
ye…. berhasil….. dah di hapus aja
dajal007’s last blog post..Ketika tak ada listrik
April 22nd, 2008 at 11:26 am
April 22nd, 2008 at 5:22 pm
Shakespeare berpendapat, “apalah artinya sebuah nama“. Saya berpendapat, “hanya orang bodoh yang percaya pendapat Shakespeare“
hhe..
eq’s last blog post..Its about fitna
April 22nd, 2008 at 9:48 pm
haniifa’s last blog post..Tahajud Perkuat Sistem Imun Tubuh
April 23rd, 2008 at 9:17 am
dan abis itu cari proyek dengan memperkeruh suasana dan muncul bak pahlawan kesiangan … lengkap sudah
seharusnya kalau agama Ahmadiyah, memang pasti beres..res.. cuma ya ngototnya barangkali karena UUD bukan FUD
Andri Setiawan’s last blog post..Cegah virus di flashdisk
April 23rd, 2008 at 9:53 am
Mudah2an kita ga termasuk pengikut islam bajakan juga…
April 23rd, 2008 at 1:43 pm
chatoer’s last blog post..Laporan Kopdar Malam Minggu Batagor.net
April 23rd, 2008 at 3:15 pm
tapi sayang, perubahan zaman saat ini membuat banyak orang yang kehilangan logika dan hati nuraninya.
Aprina’s last blog post..COOLING DOWN
April 24th, 2008 at 5:11 pm
April 25th, 2008 at 2:00 pm
candaaa deng
eh tapi saya sebagai pengamat amatir…kayanya analogi anda hanya menarik bagi segelintir kaum.
iin’s last blog post..she didnt get a job in town
April 25th, 2008 at 2:25 pm
hmm, sepertinya saya terlalu awam untuk menelisik ini lebih jauh..
nice post mas..!!
tehaha’s last blog post..sebuah momok bernama UN…..
April 25th, 2008 at 3:20 pm
Saya juga mau maenan analogi om. Sepakat dengan analogi anda, apalagi pake analogi CC Atributions di atas. Cuma meminjam analogi anda, saya justru melihatnya begini:
Sistem OS yang kita bicarakan itu emang udah stabil banget, udah jaminan mutu, fleksibel, berdaya saing dan berdaya jual tinggi serta most-recomended. Kalau di dunia IT mungkin ini udah setingkat MAC OS lah (ya.. ya.. ya.. ini berlebihan hihi)
Masalahnya, banyak yang sepertinya belum ngerti banget semua fungsi OS canggih dan hanya dipakai untuk keperluan standar saja tapi masih berusaha memahami keseluruhan sistem itu. Saya kayaknya termasuk salah satu di dalamnya.
Tetapi yang lebih bermasalah lagi adalah ketika ada yang merasa ‘udah paham banget dengan OS ini dan gilanya lagi, dia kemudian membuka ‘kursus’ OS ini bahkan kemudian membuat manual sendiri yang diolah dari manual asli keluaran pabrik. Mungkin dia merasa manual yang dibuatnya itu adalah penyempurnaan dari manual lama, dan bukan dari OS nya sendiri. Kalaupun ada perubahan di OS nya, mungkin cuma sebatas mengubah wallpaper, mengganti icon standar, atau themes nya sekalin.
Tapi, namanya manusia yang tak lepas dari sifat sombong dan khilaf, dia kemudian menganggap dirinya sebagai orang yang menyempurnakan OS tersebut, walau sebenarnya OS itu udah sempurna dari pabriknya. Eh ndilalah kok banyak yang percaya. Bisa jadi yang percaya itu lebih karena malas mempelajari manual aslinya dan memilih manual buatan itu yang dalam pikiran mereka nampak lebih mudah, tidak banyak langkah dan aturan padahal sebenarnya menyesatkan.
Ini mungkin yang menurut saya menjelaskan kenapa mereka tidak mau menyebut diri sebagai OS baru meskipun banyak yang menuntut demikian. Mungkin karena mereka merasa menggunakan OS yang sama, cuma beda manual saja.

JaF’s last blog post..Orde Capek Deh!
April 26th, 2008 at 1:37 pm
April 27th, 2008 at 12:53 pm
cempluk’s last blog post..Cempluk terjebak di Sirkuit Sepang
April 27th, 2008 at 3:49 pm
ceritalucu’s last blog post..Mencuri
April 27th, 2008 at 4:40 pm
1. Coba lihat lagi tuh GNU Public License,
apa saja turunannya dari GPL software harus jadi GPL lagi.
(tambahan saya, coba baca lagi http://www.gnu.org/licenses/gpl.html)
2. OSS itu nggak ada bajakannya.
Lha wong orang bebas download semaunya, ngoprek semaunya, modifikasi semaunya asal tetep OSS (kecuali LGPL ini lebih gile lagi, buebass
nyomot lalu dirakit berbeda dan kasih lisensi lain)
3. Yang model di bawah itu model Microsoft. Musuhnya OSS.
)
jargonnya kan: “MS itu icon Kapitalis yang harus dihancurkan”
Jadi kalo Islam disamakan dengan OSS,
maka Islam itu memang untuk semua orang, free bahkan boleh tahu dalemannya.
semua orang boleh buat turunannya sendiri,
semua orang boleh nyomot dikit, semua,
ada yang harus diaku lagi sebagai OSS ada yang nggak…
bebas….
April 28th, 2008 at 4:13 pm
Bagaimana bisa demikian??
Terhadap hal yang pertama Allah telah menekankan bahwa tidak akan mendapat petunjuk kepada para pendusta. Kita mendapati dalam Alquran syarif:
“Jika engkau (Muhammad) sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya dan mereka tidak memperoleh penolong”.(An-nahl: 37)
“Sesungguhnya orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah tidak akan beruntung, sukses”. (An-Nahl: 116)
”…celakalah kamu! Janganlah kamu mangada-adakan kebohongan terhadap Allah, nanti Dia membinasakan kamu dengan azab”. Dan sungguh rugi orang yang mengada-ada kan kebohongan.” (Tho-ha: 61)
“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang zalim itu tidak mendapat keberuntungan” (Al-An’am:22).
Terhadap Rasulullah sendiri-untuk meyakinkan para pengingkar-Allah taala menekankan bahwa:
“Dan seandainya dia (Muhammad saw) mengadakan sebagian dari perkataan atas nama Kami, niscaya Kami pegang tangan kanannya, kemudian kami potong urat jantungnya”. (Al Haaqqoh:44-46).
sebaliknya adalah kita bisa melihat lagi bahwa suatu yang berasal dari Allah taala maka Allah sendiri yang akan menjadi penolong dan pelindung mereka. Setidaknya kisah-kisah para nabi telah membuktikan hal ini. Allah taala befirman dalam Q.S. Al Mujadilah[58]:21 bahwa “Allah telah menetapkan bahwa Aku dan pesan Ku pasti akan menang”. Nah kalau Allah akan menang maka tak ada satupun yang akan dapat menghancurkan suatu gerakan yang berasal dari Tuhan. Selanjutnya kita baca dalam surah Yunus ayat 103 “kemudian akan kami selamatkan rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah kewajiban kamilah untuk menyelamatkan orang-orang beriman”.
Pada tempat lain kita baca “Adalah kewajiban Kami untuk menolong orang-orang beriman” (Ar-Rum[30]:47). Dan lagi pada surah Al-mujadilah[58] ayat 22 terdapat “…mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah tealh menguatkan meereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridho terhadap mereka dan mereka pun Ridho kepadaNya. Merekalah Golongan Allah. Ingatlah sesungguhnya golongan Allah itulah yang menang.” Demikian pula dalam surah Al-maidah[5]:56, “Dan mereka yang mengambil Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang beriman sebagai kawan haruslah yakin bahwa adalah golongan/partai Allah yang akan memperoleh kemenangan”.
Nah dari dua batu ujian ini, mari kita kaitkan terhadap Ahmadiyah. Dasar pokok masalah ini adalah bahwa Ahmadiyah meyakini bahwa setiap pengkuan yang dikemukakan oleh Ghulam Ahmad mempunyai dasar yang teguh. Ahmadiyah berpendapat bahwa Ghulam Ahmad mendapat wahyu, diperintahkan oleh Tuhan untuk mewujudkan kebangkitan kembali Islam dan kemenangannya atas semua agama. ringkasnya Demikianlah keadaannya. Nah sekarang kita perhatikan dari pernyataan ini hanya ada dua sifat, benar atau salah/palsu. Sekarang kita perhatikan kalau Ahmadiyah memang palsu-berdasarkan ayat-ayat diatas yang telah kita baca bersama-maka tentu Ahmadiyah dengan sendirinya akan runtuh bak bangunan yang tergerus oleh waktu atau seperti bangunan yang roboh oleh bebannya sendiri karena tiadanya penopang yang kuat, takkan bertahan. Tetapi jika sebaliknya bahwa ternyata Ahmadiyah benar, jika Ghulam Ahmad memang diutus Allah maka kebalikannya dari ayat-ayat diatas tentu Ahmadiyah akan bertahan dan berkembang, kendati semua berhimpun berniat menghancurkannya dia akan tetap lestari, karena di belakangnya bekerja kekuatan Sang Pemilik Segala Kekuatan. Sejarah para utusan Ilahi terdahulu telah meyakinkah kita atas hal ini, karena dibalik mereka Allah taala berada sebagai penopang mereka.
Disini saya ketengahkan tulisan Ghulam Ahmad mengenai permasalahan ini semoga bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua.
“….jika saya ini pendusta dan dajjal, maka bersabarlah kalian. Allah taala berfirman: “Dan jika dia pendusta, maka dialah yang menanggung kedustaannya itu, dan jika dia seorang yang benar, niscaya sebagian yang diancamkannya itu akan menimpa kalian” (Al-Mu’min[40]:28). Sejak dunia ini diciptakan, tidak pernah secara kebetulan terjadi bahwa Allah taala telah mendukung seorang pendusta lalu memberi kekalahan pada orang-orang yang benar. Di Zaman Rasulullah saw juga terdapat pendakwa-pendakwa ilham yang menentang beliau. Dan mereka meyakini bahwa Rasulullah saw sebagai pendusta. Musailamah al-Kadzdzab juga salah seorang diantaranya.
Jika yang menjadi patokan adalah Qaol (Firman/wahyu), maka keraguan masih akan tetap ada. Namun, akhirnya fi’il (perbuatan) ilahi lah yang memberi keputusan. Lihat sekarang sangkala agama siapa yang bersinar-sinar? Seseorang yang berasal dari Allah taala kepadanya diberikan berkat. Dia akan maju berkembang, dan berbuah. Dia akan memperoleh kemenangan atas musuh-musuhnnya. Namun sesorang yang bukan berasal dari Allah taala permisalannya seperti busa yang dengan sangat cepat akan habis. Tidak ada orang yang dapat menipu Allah taala. Seseorang yang landasan pijakannya adalah takwa, dan dia memiliki hubungan-hubungan dengan Allah taala, maka dialah yang akan memperoleh pertolongan.
Hal ini tidak hanya terjadi pada diri saya, yakni pada masa ini para penerima ilham lainnya menyatakan saya sebagai pendusta. Bahkan di zaman Isa a.s. Dan Musa a.s. Juga terdapat orang-orang demikian. Dan mereka mendustakan para nabi tersebut. Orang-orang bijak pandai pada zaman itu telah memberi keputusan demikian, yakni barangsiapa yang benar maka upaya-upayanya akan beberkat.
Jadi, sekarang, tidak tampak cara pengambilan keputusan lain kecuali yang satu ini. Yakni jika di dalam Qaol (Firman/wahyu) terdapat pertentangan, maka perhatikanlah fi’il (perbuatan/sikap ilahi) …Seorang juru pungut pajak palsu tidak akan dapat memperoleh kehormatan dari pemerintah, dan dia pasti akan ditangkap. Lalu bagaimana mungkin seorang yang mengadakan dusta terhadap Allah bisa menjadi orang yang dicintai oleh-Nya? Dan orang yang seperti ini tidak akan pernah memperoleh dukungan dari-Nya. Jika penghomatan terhadap orang yang benar itu sama saja seperti yang diberikan kepada orang yang dusta maka kedamaian akan lenyap dari dunia ini.
Jadi ingatlah, keraguan yang timbul dari masalah qaol dapat dihapuskan melalui fiil. Janji-janji yang diberikan oleh Allah taala kepada saya telah tercantum 25 atau 30 tahun lalu di dalam buku Barahin Ahmadiyah. Dan banyak sekali yang sudah terbukti sempurna. Sedangkan yang belum, jika kalian mau, nantikanlah.
Dalam ilham, juga memang bisa terdapat campur tangan setan, sebagaimana hal itu diketahui dari Quran syarif. Namun seseorang yang berada dalam pengaruh setan tidak pernah memperoleh pertolongan. Pertolongan justru selalu diraih oleh orang yang berada di bawah naungan Sang Rahmaan. Saya Melalui lidah saya tidak mengatakan seseorang sebagai pendusta. Tatkala wahyu setaniah juga bisa terjadi, maka mungkin saja seseorang yang sangat lugu dapat terkecoh. Oleh karena itu saya menerapakan sertifikat fiil Ilahi.
Rasulullah saw juga memaparkan hal itu. Allah taala banyak sekali menjadikan fiil itu sebagai landasan.”dan sekiranya dia (Muhammad) mengadakan sebagian dari perkataan atas nama kami, niscaya kami pegang tangan kanannya, kemudian kami potong urat jantungnya” (Al-Haqqoh:44-46). Disitu juga dipaparkan mengenai fiil ilahi.
Jadi tatkala ini merupakan suatu cara yang disunnahkan, maka mengapa menghindar dari hal ini?
Saya berada dihadapan orang-orang. Jika saya melakukan hal-hal ini berasakan pada kedustaaan, maka Allah taala akan membinasakan saya dengan satu azab sedemikian rupa sehingga orang-orang akan dapat mengambil pelajaran dari situ. Dan jika ini berasal dari Allah taala dan memang pasti dari Allah taala, maka orang-orang lain akan menjadi binasa. (Malfudzat, Add. Nazir Isyaat, London, 1984, jil.7, hal.304-306/MI 18.05.2001).
Kemudian Mirza Ghulam Ahmad berkata:
“Ingatlah siapa saja yang melawan saya, dia tidak melawan saya melainkan dia melawan Wujud yang telah mengutus saya. ..saya pastikan kepada kalian, jika jemaat saya ini bukan berasal dari Allah maka ia akan hancur begitu saja tidak peduli apakah ada yang menentangnya atau tidak. Sebab Allah taala sendiri telah berfirman ” Qod Khooba maniftaroo- (sungguh rugi orang yang mengada-ada ” (Tho haa:61) dan Dia berfirman: “”waman azlamu mim maniftaraoo ‘alallahil kaziba au kazaba bi aayatihii innahu laa yuflihuzh-zhoolimuun- dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang zalim itu tidak mendapat keberuntungan” (Al-An’am:22). Yakni orang yang malam hari mengatakan lain, sedangkan di siang hari dia menagatakan yang lain lagi kepada orang-orang bahwa, “Tuhan telah mengatakan ini dan itu kepada saya,” bagaimana mungkin dia dapat berhasil dan berjaya. Allah taala telah berfirman kepada Rasulullah saw : “wa law taqowwala ‘alaina ba’dhol aqoowil, laakhodzna minhu bil yamiin tsumma laqotho’na minhul watiin- dan seandainya dia (muhammad saw) mengadakan sebagian dari perkataan atas nama kami, niscaya kami pegang tangan kanannya, kemudian kami potong urat jantungnya’ (Al haaqoh:45-47). Tatkala bagi seorang yang begitu besar sekali pun telah diberikan firman yag seperti ini, maka bagi manusia yang rendah, yang diperlukan hanyalah sebilah pisau kecil, dan tentu sudah diambil keputusan mengenai orang itu jauh sebelumnya. (Malfudzat, Add. Nazir Isyaat, London, 1984, jil.10, h.425-426/Mi 07.10.2000)
“Allah taala belum lagi menghabiskan bantuan-bantuan dan tanda-tanda-Nya, dan aku bersumpah atas nama Zat-Nya bahwa Dia tidak akan berhenti selagi belum menampakkan kebesaranku kepada dunia. Wahai manusia, bilamana kalian dapat mendengar seruanku, takutlah kepada Tuhan dan janganlah melampaui batas, sebab jika ini rencana manusia maka tentu Tuhan akan membinasakanku dan tidak ada lagi peninggalan-peninggalan dari pekerjaan-pekerjaanku yang tersiasa. Tapi kami telah menyaksikannya bahwa betapa pertolongan Tuhan telah menyertaiku dan betapa banyak tanda-tanda telah diturunkan yang tak terhitung jumlahnya. Cobalah perhatikan, berapa banyak musuh-musuh telah binasa karena bermubahalah denganku. Wahai hamba Tuhan berpikirlah sejenak apakah Tuhan akan memperlakukan seperti ini terhadap orang-orang yag berdusta? (Darsus no 32 9-8-90 khutbah tgl 18-5-90 di masjid fadl London)
Beliau juga berkata:
“….jika ini semua merupakan upaya-upaya manusia, maka sudah lama jemaat ini hancur. Kepada Rasulullah saw Allah taala berfirman: “Jika orang-orang ini mengadakan dusta atas kami , maka kami akan memotong urat jantung mereka.” Lalu apa sebabnya kalau saya ini seorang pendusta dan tidak hanya bertahan singkat melainkan telah mendekati masa 30 tahun dimana saya selalu memperdengarkan kepada orang-orang wahyu-wahyu yang berasal dari-Nya? Dan Allah juga tahu bahwa jika saya ini dusta tetapi Dia tetap saja mendukung saya dan tidak membinasakan saya? Tuhan yang bagaimana Allah itu, yakni yang setuju terhadap seorang pendusta? Justru Dia memperlihatkan ribuan tanda untuk mendukung si pendusta?-Alat transportsi baru telah Allah keluarkan untuknya, Gerhana bulan dan matahari juga telah Dia jadikan di satu bulan Ramadhan untuknya, wabah pes juga ia telah kirimkan – seolah-olah Allah itu dengan sengaja telah mengelabui. Dan tugas yang seharusnya dilakukan Dajjal, ternyata Allah sendiri yang melakukannya, yakni menghancurkan manusia? (Na’udzubillah min dzalik)
Pikirkanlah sedikit apakah hal itu dapat dibenarakan pada Allah taala bahwa Dia memberi bantuan begitu besar terhadap seorang pendusta dan Dajjal? Sedangkan para ulama yang mengangap diri mereka dekat dengan Allah, ternyata doa-doa mereka tidak dikabulkan oleh Allah?
Peperangan yang dilakukan orang-orang terhadap diri saya, sebenarnya tidaklah terhadap diri saya, melainkan terhadap Allah, saya bukanlah sesutu yang berarti sedikit pun. Orang yang berperang melawan Allah tidak akan pernah beberakat. Saya saja takut dan gemetar ketika mengatakan bahwa ada pendusta tetapi Allah taala tetap saja diam tidak berbuat apa-apa. Jika menurut orang-orang itu apa yang saya dakwakan ini merupakan suatu kedustaaan maka hendaknya mereka berdoa supaya Allah menghacurkan saya. Atau berdoa, supaya mereka dapat menurunkan Almasih dari langit.
Para peneliti di kalangan Kristen juga akhirnya penat mengenai kedatangan Almasih dari langit dan setelah menyaksikan bahwa jangka masa yang diperhitungkan itu telah lewat maka mereka telah memutuskan agar gereja saja sebagai Almasih. [ternyata] mereka pun akhirnya terpaksa mengartikan kata ‘turun secara kiasan.
Hadits-hadits dengan suara tinggi meneriakkan bahwa segenap khalifah akan berasal dari umat [islam ] ini juga. Quran syarif juga berkata demikian. Dan di semua tempat terdapat kata “minkum”- dari antara kalian”. Namun tidak diketahui dari mana sampai mereka mengatakan “min bani israooil – dari antara bani Israel”.
Bukankah itu suatu tanda bahwa saya tidak memiliki juru propaganda dan tidak pula juru pidato akan tetapi kemajuan terus saja berlangsung, hadanglah jika mereka memiliki kekuatan, silahkan halangi. Allah taala sendiri terus menggiring orang-orang kesini. Dari Mesir datang permohonan untuk bai’at. Di Eropa terjadi pergerakan. Di Amerika juga terjadi pergerakan…..” (Malfudzat, Add. Nazir Isyaat, London, 1984, jil.7, h.142-146/MI 05-08.05.2001)
Beliau gambaran terhadap pendakwaan beliau, ghulam Ahmad berkata:
“Siapa yang bisa membayangkan sebelumnya bahwa ketika menanam seperti biji sawi kemudian ribuan kaki telah menginjak-injak dan diterjang angin badai serta topan kemudian diterjang oleh air bah yang gemuruh, namun akan tetap terhindar dari bencana. Dengan karunia Tuhan tunas itu tidak sia-sia bahkan semakin hari bertambah besar dan berkembang. (tunas itu) Sekarang sudah menjadi sebuah pohon besar yang dibawahnya berteduh ratusan ribu manusia.”(Darsus no 32 9-8-90 khutbah tgl 18-5-90 di masjid fadl London)
Sebagai nasihat terakhir yang diutujukan kepada kaum ulama, yakni ulama-ulama yang telah mewakafkan hidupnya untuk menghapus Ahmadiyah hingga sekarang. Mirza Ghulam Ahmad bersabda:
“Saya kemukakan beberapa nasihat kepada kaum ulama, bahwa mencaci maki dan mengeluarkan kata-kata kotor adalah bertentangan dengan sikap terpuji. Kalau itu memang cara yang ditempuh mereka, terserah mereka. Tetapi kalau mereka mencap saya pendusta itu pun hak mereka untuk berkumpul di mesjid atau sendiri-sendiri dan mendoakan buruk untukku dan dengan penuh isak tangis memohonkan kehancuranku…yakni daripada mencerca, memfitnah, berpropaganda yang berlebih-lebihan sebagaimana yang mereka lakukan, saya menyarankan satu cara yaitu sekiranya mereka beriman kepada Allah dan demi Dia mereka bermusuhan, kenapa mereka tidak memilih jalan doa? Daripada berkeliaran ke lorong-lorong dan mendatangi rumah-rumah untuk menyulut kerusuhan, lebih baik memasuki masjid dan bersujud di singgasana-nya serta mintalah: ‘wahai Tuhan! Orang ini seorang yang zalim, yang mendirikan sebuah jamaah yang zalim. Orang-orang yang engkau anggap musuh adalah musuh kami juga demi engkau. Oleh karena itu tolonglah kami dan untuk menghadapuskan orang ini kerahkanlah kekuatan langit, karena tindakan di bumi senantiasa mengalami kegagalan’. Dengan kata-kata seperti inilah harus mereka panjatkan memohonkan kebinasaan, yakni mendoakan untuk kesudahanku selamanya…lalu sekiranya aku pendusata doa mereka pasti terkabul dan senantiasa kalian memanjatkan doa. (Darsus no 32 9-8-90 khutbah tgl 18-5-90 di masjid fadl London)
Demikianlah, bahwa kita seharusnya mengenai masalah ghaib hendaknya kita serahkan juga kepada sang ‘‘Alimul Ghoiib-Sang Maha Ghaib Yang Maha Mengetahui. Kalau dalam pandangan manusia segala penjelasan belum juga mengerti kita serahkan kepada Yang Maha Mengerti, kita tanyakan langsung dan berdoa pula secara langsung.
April 29th, 2008 at 11:08 pm
Islam KTP. Kalau yang ini memang benar-benar sebuah sistem yang sudah memasyarakat dan legal. Untuk memperolehnya pun dibutuhkan proses yang legal pula.
Hanya saja sayangnya ketika kita bikin KTP, di kecamatan tidak ada kyai yang menguji syahadat kita. Jadinya ketika di alam kubur ditanyain “siapa Tuhanmu”, orang yang sudah mati tadi sibuk cari KTPnya sebagai bukti tetapi sayang sekali KTPnya tidak ikut dimasukkan ke dalam liang kubur.
April 30th, 2008 at 12:40 am
May 23rd, 2008 at 2:10 pm
May 23rd, 2008 at 2:17 pm
Sri Punta Narayana’s last blog post..SYAHKAH KEISLAMANAN AHMADIYAH?
June 25th, 2008 at 3:45 pm
November 6th, 2009 at 8:48 am
March 2nd, 2010 at 2:58 pm