Senangkanlah Hatimu!

Assalamu ‘alaikum…

Apa kabar dunia blogger? πŸ˜€

Belakangan sedang kerja rodi, kerja romusa atau yang sejenisnya deh ;-). Sekarang ini waktu saya memang lebih banyak terpakai untuk pekerjaan, even in holiday. Sesuatu yang tidak terlalu saya sukai, tapi itulah tuntutan profesionalisme. Tidak boleh terganggu oleh like or dislike. Dulu saya sempat ‘nyindir’ orang lain, “masa sih nggak ada waktu buat menulis gara-gara kerja?“. Kenyataannya, saya merasakannya sekarang. Betapa nasib selalu dipergulirkan ya? Inginnya sih seperti om Budi Putra yang memilih untuk jadi seorang blogger profesional. Hanya saja, saya belum percaya diri untuk itu. πŸ˜€

Saya kerepotan juga jadi satu-satunya orang IT yang harus memberikan pencerahan dan melakukan perubahan di perusahaan tempat kerja saya sekarang. Sebetulnya sebuah tantangan juga, tantangan besar malah. Salah satunya yang ingin saya lakukan adalah meng-edukasi rekan-rekan kerja saya untuk mulai menggunakan produk-produk open source dan mulai melirik Linux daripada menggunakan “Windows Pirated Edition” seperti sekarang. Apalagi untuk level perusahaan, resikonya cukup besar juga. Masalahnya, saya pun belum sepenuhnya menggunakan produk-produk open source. Jadi, sebetulnya saya ingin ‘mengajak’ rekan-rekan untuk bersama-sama belajar menggunakan OSS (Open Source Software). Masalah lainnya, mayorits rekan saya adalah perempuan. Perlu diakui, Linux dan kawan-kawannya masih ‘milik’ kaum adam. Padahal sebetulnya tidak seperti itu juga. Sekarang sudah bukan zamannya lagi menggunakan Linux dengan command-line murni seperti awal-awal kemunculannya dulu.

Di tengah-tengah rasa suntuk akibat mengejar deadline pekerjaan, saya sempatkan diri untuk memberikan pencerahan kepada diri sendiri. Saya buka situs Hidayatullah, buka Catatan Akhir Pekan-nya Adian Husaini. Ada artikel dengan judul “Ilmu dan Kebahagiaan“, di dalamnya saya dapat kutipan dari bukunya HAMKA, “Tasauf Modern”.

”Kalau engkau kaya, senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu terbentang kesempatan untuk mengerjakan yang sulit-sulit….”

”Dan jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang selalu menimpa orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki kepada engkau lagi, lantaran kemiskinanmu…”

”Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan pulalah hatimu!

Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacatmu...”

”Kalau tanah airmu dijajah atau dirimu diperbudak, senangkanlah hatimu! Sebab penjajahan dan perbudakan membuka jalan bagi bangsa yang terjajah atau diri yang diperbudak kepada perjuangan melepaskan diri dari belenggu.”

Hehe. Saya punya bukunya, tapi belum masuk ke bagian kutipan tersebut. Pantas saja saya kurang ngeh.

Apalagi ya? Sudah dulu ah. Masih harus ngebut kejar deadline dan shalat maghrib dulu.

C 1 T 4 m 1 4 17 6. 61. 180308. 18.15.

NB: Buat Agah, sabar ya?! Insya Allah, saya akan tulis reviewnya πŸ˜‰

loading...

Previous

Belajar Bijak

Next

Ruang Kosong

19 Comments

  1. yay.. long wiken ini ngejar deadline?? ok selamet bekerja kalo gitu..

  2. waaaah ini mah namanya bersyukur di segala kondisi..mau dikasih apapun jenis cobaannya yg enak maupun ga enak tetep hrs bersyukur biar penyakit hatinya ilang..very nice πŸ˜‰

  3. iya mas donny yang kasep dan gagah berjenggot
    muah muah…

  4. smangat-semangat,

    asik tuh weekend rodi

  5. “mayorits rekan saya adalah perempuan”

    Witwiwwww, bisa atuh don, seseleketan sedikit mah πŸ˜›

  6. bah, enak dunk mas jadi pionir di tempat kerja..
    pasti sempat lah untuk nulis walau gak intens..
    semangat aja deh…!!

  7. dunia blogger alhamdulillah cerah-cerah aja :). stujuuu dengan semangatnya menerapkan Linux di tempat kerjanya, tapi kok ada kalimat “mayorits rekan saya adalah perempuan”. emang ada masalah dengan itu? (hmmmmm).. πŸ™‚

  8. Wah kerjaan “mengedukasi” adalah tantangan, kesempatan itu harus disukuri lho, jarang orang yang mendapat kesempatan mengedukasi orang lain.
    btw ,salam kenal dari Bali!

  9. sekarang pake linux sudah nyaman tidak perlu terlalu pake command line lagi, meski saya masih sering pake command line πŸ™‚

  10. selalu ada alasan bagi saya untuk tidak overtime
    entahlah, males apa memang kurang profesional

  11. @Ridu:
    Begitulah, resiko pekerjaan namanya πŸ˜‰

    @theloebizz:
    Memang begitulah sebaiknya, sayangnya mempraktikannya tidak semudah menuliskannya πŸ™‚

    @agah suragah:
    Terima kasih atas pengertiannya, muuuaahhh…:p

    @quelopi:
    Bhahaha, asyik dimananya ya? :p

    @chatoer:
    Mmm, gimana ya? :p

    @tehaha:
    Iya, terima kasih untuk dorongannya πŸ˜‰

    @Yoenday:
    Hihi, tidak ada masalah sih…cuma perempuan itu memang masih enggan kenal sama si imut penguin Tux :p

    @artana:
    Salam kenal juga. Iya, di satu sisi itu sebuah tantangan…di sisi lain, kita juga bisa mendapatkan ‘kebanggaan’ kalao berhasil meng-edukasi orang lain πŸ˜€

    @harry:
    Sebetulnya kalau yang udah expert sih mending pake yang command line, lebih enteng πŸ˜€

    @pudakonline:
    kalau boleh memilih, saya juga lebih baik nggak overtime daripada dapet duit hasil kerja overtime πŸ˜€

  12. wah, software open source memang idealnya perlu segera diterapkan dalam dunia IT di negeri kita, mas donny. tapi, sayangnya produk2 os semacam itu kok belum freendly banget dengan penggunanya. saya pernah menggunakan juga gutsy gibbon. tapi entah kenapa driver2nya masih sulit saya temukan, hehehehe … ok, mas donny, selamat berkiprah di tengah-tengah dunia kerja yang masih belum akrab dengan dunia IT. banyak tantangannya, ya, Mas, tapi agaknya justru menarik untuk terus ditekuni.

    Salah satu permasalahan dalam Linux adalah kurangnya dukungan vendor hardware untuk menyediakan driver-drivernya untuk linux. Tapi, biasanya ada saja sih para pecinta linux yang selalu menemukan cara dan membagikan ilmunya.

  13. iin

    aku belakangan ini rasanya juga kurang inspirasi/motivasi.

    Inspirasi kan banyak in, bisa dicari…:d

  14. linux milik kaum adam

    hmm

    di tempat saya bekerja, para cs-nya yg notabene perempuan malah sudah terbiasa pakai Ubuntu, awalnya mereka tidak mau….. tapi gmn lagi kebetulan itu keinginan boss…… drpd nanti kena razia he he

    adit’s last blog post..Virus Keren di Mac ?

  15. Bwahaha.. aku sendiri blom pernah benar2 pake Linux. Pernah install Fedora ama Mandriva, tapi sebel karena mesti ngubek2 utk sekedar sharing file antara Windows & Linux.
    Di kantor dimanjakan dengan produk Windows/MSDN πŸ˜€ makin jauh aja sama Linux.
    Bukan karena cewe aja sih, disini yg cowo jg males pake Linux. Palingan yg nyobain pakai Linux cuma orang Techsupport ama Network admin, itu jg karena kudu nyobain sblm disarankan pakai ke pengguna di luar Jakarta πŸ˜›

    Huhuhu modem IM2 broadband-ku blom ada driver Linux-nya kyknya…jadinya bakal susyah kalo mesti pake Linux.

    aNdRa’s last blog post..Kutipan Bulan Ini

  16. Semangat ya. Jangan stress-stress

    gosip artiss last blog post..Pasha Ungu Gelar Tari Perut Sehari Setelah Menduda

  17. Assalamualaikum..numpang mampir…

  18. I had taken a cold case dvd a few years ago, then taught myself supernatural dvd and a few scales.

  19. walaupun banyak masalah kita memang harus selalu menyenangkan hati kita

Leave a Reply

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén