Senangkanlah Hatimu!
5, Curhat March 18th, 2008
Assalamu ‘alaikum…
Apa kabar dunia blogger?
Belakangan sedang kerja rodi, kerja romusa atau yang sejenisnya deh
. Sekarang ini waktu saya memang lebih banyak terpakai untuk pekerjaan, even in holiday. Sesuatu yang tidak terlalu saya sukai, tapi itulah tuntutan profesionalisme. Tidak boleh terganggu oleh like or dislike. Dulu saya sempat ‘nyindir’ orang lain, “masa sih nggak ada waktu buat menulis gara-gara kerja?“. Kenyataannya, saya merasakannya sekarang. Betapa nasib selalu dipergulirkan ya? Inginnya sih seperti om Budi Putra yang memilih untuk jadi seorang blogger profesional. Hanya saja, saya belum percaya diri untuk itu.
Saya kerepotan juga jadi satu-satunya orang IT yang harus memberikan pencerahan dan melakukan perubahan di perusahaan tempat kerja saya sekarang. Sebetulnya sebuah tantangan juga, tantangan besar malah. Salah satunya yang ingin saya lakukan adalah meng-edukasi rekan-rekan kerja saya untuk mulai menggunakan produk-produk open source dan mulai melirik Linux daripada menggunakan “Windows Pirated Edition” seperti sekarang. Apalagi untuk level perusahaan, resikonya cukup besar juga. Masalahnya, saya pun belum sepenuhnya menggunakan produk-produk open source. Jadi, sebetulnya saya ingin ‘mengajak’ rekan-rekan untuk bersama-sama belajar menggunakan OSS (Open Source Software). Masalah lainnya, mayorits rekan saya adalah perempuan. Perlu diakui, Linux dan kawan-kawannya masih ‘milik’ kaum adam. Padahal sebetulnya tidak seperti itu juga. Sekarang sudah bukan zamannya lagi menggunakan Linux dengan command-line murni seperti awal-awal kemunculannya dulu.
Di tengah-tengah rasa suntuk akibat mengejar deadline pekerjaan, saya sempatkan diri untuk memberikan pencerahan kepada diri sendiri. Saya buka situs Hidayatullah, buka Catatan Akhir Pekan-nya Adian Husaini. Ada artikel dengan judul “Ilmu dan Kebahagiaan“, di dalamnya saya dapat kutipan dari bukunya HAMKA, “Tasauf Modern”.
”Kalau engkau kaya, senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu terbentang kesempatan untuk mengerjakan yang sulit-sulit….”
”Dan jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang selalu menimpa orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki kepada engkau lagi, lantaran kemiskinanmu…”
”Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan pulalah hatimu!
Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacatmu...”
”Kalau tanah airmu dijajah atau dirimu diperbudak, senangkanlah hatimu! Sebab penjajahan dan perbudakan membuka jalan bagi bangsa yang terjajah atau diri yang diperbudak kepada perjuangan melepaskan diri dari belenggu.”
Hehe. Saya punya bukunya, tapi belum masuk ke bagian kutipan tersebut. Pantas saja saya kurang ngeh.
Apalagi ya? Sudah dulu ah. Masih harus ngebut kejar deadline dan shalat maghrib dulu.
C 1 T 4 m 1 4 17 6. 61. 180308. 18.15.
NB: Buat Agah, sabar ya?! Insya Allah, saya akan tulis reviewnya



March 18th, 2008 at 9:05 pm
March 18th, 2008 at 11:49 pm
March 19th, 2008 at 12:06 am
muah muah…
March 19th, 2008 at 7:18 am
asik tuh weekend rodi
March 19th, 2008 at 10:37 am
Witwiwwww, bisa atuh don, seseleketan sedikit mah
March 19th, 2008 at 10:52 am
pasti sempat lah untuk nulis walau gak intens..
semangat aja deh…!!
March 19th, 2008 at 8:54 pm
March 20th, 2008 at 7:16 am
btw ,salam kenal dari Bali!
March 20th, 2008 at 10:10 am
March 20th, 2008 at 10:06 pm
entahlah, males apa memang kurang profesional
March 21st, 2008 at 1:45 pm
Begitulah, resiko pekerjaan namanya
@theloebizz:
Memang begitulah sebaiknya, sayangnya mempraktikannya tidak semudah menuliskannya
@agah suragah:
Terima kasih atas pengertiannya, muuuaahhh…:p
@quelopi:
Bhahaha, asyik dimananya ya?
@chatoer:
Mmm, gimana ya?
@tehaha:
Iya, terima kasih untuk dorongannya
@Yoenday:
Hihi, tidak ada masalah sih…cuma perempuan itu memang masih enggan kenal sama si imut penguin Tux
@artana:
Salam kenal juga. Iya, di satu sisi itu sebuah tantangan…di sisi lain, kita juga bisa mendapatkan ‘kebanggaan’ kalao berhasil meng-edukasi orang lain
@harry:
Sebetulnya kalau yang udah expert sih mending pake yang command line, lebih enteng
@pudakonline:
kalau boleh memilih, saya juga lebih baik nggak overtime daripada dapet duit hasil kerja overtime
March 21st, 2008 at 3:28 pm
March 21st, 2008 at 6:10 pm
April 1st, 2008 at 1:14 pm
hmm
di tempat saya bekerja, para cs-nya yg notabene perempuan malah sudah terbiasa pakai Ubuntu, awalnya mereka tidak mau….. tapi gmn lagi kebetulan itu keinginan boss…… drpd nanti kena razia he he
adit’s last blog post..Virus Keren di Mac ?
April 4th, 2008 at 10:27 am
Di kantor dimanjakan dengan produk Windows/MSDN
Bukan karena cewe aja sih, disini yg cowo jg males pake Linux. Palingan yg nyobain pakai Linux cuma orang Techsupport ama Network admin, itu jg karena kudu nyobain sblm disarankan pakai ke pengguna di luar Jakarta :-P
Huhuhu modem IM2 broadband-ku blom ada driver Linux-nya kyknya…jadinya bakal susyah kalo mesti pake Linux.
aNdRa’s last blog post..Kutipan Bulan Ini
January 23rd, 2009 at 9:11 am
gosip artiss last blog post..Pasha Ungu Gelar Tari Perut Sehari Setelah Menduda