Pada Suatu Hari Nanti
Puisi, SerbaSerbi February 16th, 2008
pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiripada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasatipada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucariSapardi Djoko Damono, 1991.
Saya sebetulnya kurang suka menampilkan karya orang lain di blog. Tapi…tidak bisa tidak, puisi-puisinya si Kakek Romantis ini memang bikin iri. Gimana sih bikin puisi secanggih karya-karyanya? Elegan sekali. Saya ‘nyolong’ puisi di atas dari blognya om Jaf. Biasanya, kalau soal puisi-puisi si Kakek Romantis ini, Oci suka ‘cerewet’ ngebahasnya. *timpuk Oci pake sendal jepit* :-p



February 16th, 2008 at 11:00 am
February 16th, 2008 at 11:24 am
February 16th, 2008 at 12:15 pm
February 16th, 2008 at 12:36 pm
saya suka sajak -sajak nya sapardi joko damono..
bagus, dan menyentuh hati.
kapan kapan sya catat puisi ini.. bole kan?
February 16th, 2008 at 12:37 pm
Salam kenal dari ane, anak baru nih bang…
February 16th, 2008 at 2:33 pm
Membaca ini.. jadi teringat lagi…
February 16th, 2008 at 3:25 pm
February 16th, 2008 at 6:44 pm
Bukan semata karena tiada daya
Karena puisi adalah tentang hati
Yang menjelma menjadi kata-kata
Biarkan jari mewartakan hati
Mewujudkan apa yang kau rasa
Seperti air semburat sinar menjadi pelangi
Agar kita bisa tahu apa yang ingin dikata
Keep going bro ..
Kamu bisa koq bikin puisi
Ga harus kata indah tapi malah susah dimengerti
Cukup kata sederhana tapi padat makna
Ditunggu puisi nya
February 16th, 2008 at 9:33 pm
February 17th, 2008 at 7:52 am
ku lari ke hutan kemudian menyanyiku
sepi dan sndiri aku benci…..
Pecahkan saja gelasnya biar ramai….
ada malaikat menyulam jaring laba – laba di pasar… (lhoo)
*Gara-gara Nonton film AADC kemaren hehehe
February 17th, 2008 at 9:08 am
@tehaha: dibalik kehebatannya sebetulnya ada proses yang panjang sebelum akhirnya bisa menghasilkan karya-karya maestro semacam itu
@annots: saya belum baca sih, om Jaf memang ‘aktivis’ blogfam kan?
@eMina: itu kan bukan punya saya
jadi, ya silahkan saja diambil
@Cabe Rawit: haha, kalau yang jelek aja gk bisa, jangan-jangan bikin puisinya juga gk bisa?
salam kenal juga
@’Nin: wah, sayang sekali ya? tapi sekarang kan zamannya internet, tinggal nyari aja di mbah gugel, meskipun mungkin tidak selengkap koleksinya mbak ‘Nin dulu
@ridu: yah, habis nanya siapa lagi dong du? hihi
@erander: sebetulnya saya juga sudah pernah bikin beberapa puisi, dan hasilnya…’kok norak begini ya?’…haha.
@Ersis W A: yuk, kita manfaatkan waktu kita di sini
@Catoer: haha, perlombaan…? kayaknya kudu sedia kamus KBBI disamping waktu bikinnya :))
February 17th, 2008 at 4:21 pm
February 18th, 2008 at 8:04 am
*timpuk Donny pake KBBI*
Makanya belajar dulu jadi romantis, Kek, biar dirimu bisa buat puisi se-elegan Kakek Sapardi
Puisi ini “dalem” banget ya? Siapa dulu dong yang buat… penyair favoritku ;)
kau takkan kurelakan sendiri
kau akan tetap kusiasati
kau takkan letih-letihnya kucari
Kekuatan puisi yang satu ini menurut daku terletak dari tiap-tiap baris terakhir di tiap bait. Suatu penekanan pada suatu perjuangan panjang yang takjemu dijalani. Salut banget buat Kakek-ku!
February 18th, 2008 at 9:43 am
moga tertular deh ama kita2…kepandaian dia bikin2 puisi
February 18th, 2008 at 11:56 am
kakek siapa?
KBBI?
Sandal Jepit?
La gak ngerti…
February 18th, 2008 at 3:23 pm
tentang info tes TOEFL di UPI, klik dimari http://balaibahasa.upi.edu/ Good luck
February 18th, 2008 at 9:03 pm
February 18th, 2008 at 10:17 pm
February 19th, 2008 at 8:34 am
@putri hujan: *menghindar* huehehe, dirimu kuat pisan bisa lempar KBBI
@olangbiaca: huehehe…sastrawan yang nyastra? yang namanya sastrawan kan emang harus nyastra atuh…:D
@Dela: Haha, La…KBBI = Kamus Besar Bahasa Indonesia
@iin: dicetak tebal, buat penekanan aja…:D
@theloebizz: bukunya…? *lirik Oci*
@yorick: beberapa karya SDD emang sederhana, tapi dibalik kesederhanaannya itu ternyata menyimpan makna yang dalam
February 19th, 2008 at 10:49 pm
February 20th, 2008 at 1:34 am
Karena.. karena.. karena.. Ini jeritan hati saya sekaliy… huiiks……
+_+
February 20th, 2008 at 1:35 am
February 20th, 2008 at 11:09 am
anyway, kalo urusan buat puisi, kayaknya saya pun bukan ahli nya.. kecuali kalo ada moment2 and waktu yang tepat, biasanya bisa mengalir lancar.. tapi itupun jarang buanget..
:P
so kesimpulannya, saya gak bisa nulis puisi.. titik.. hahaha..
February 21st, 2008 at 6:53 pm
Ah, ia cinta pertama saya.
February 21st, 2008 at 10:20 pm
February 22nd, 2008 at 4:42 pm
February 23rd, 2008 at 12:44 am
@soputiful: coba ajak aja ngupi di starbuck gitu, barangkali beliau bersedia berbagi cerita
@rickysaputra: panggil donny aja kali ya?
@gadisbintang: dan siapakah cinta terakhirnya?
@pudakonline: Sapardi ommm, bukan Supardi
@cempluk: jangan terlalu dalam, ntar gk bisa keluar…:p
February 29th, 2008 at 5:42 pm
aku juga suka puisi-puisinya Supardi, di mana ya situs yang isinya kumpulan puisi beliau?
March 1st, 2008 at 9:04 pm
March 29th, 2008 at 5:41 am
ternyata dunia internet itu jg kecil yah…
Dy’s last blog post..Dalam do`aku
June 12th, 2008 at 11:26 am
Pak Sapardi ini memang hobi ‘membunuh’ orang pake kata-kata
vieny’s last blog post..Are U addicted to your mobile?