Darussalam: Masjid yang Patut Dicontoh
, June 15th, 2008
Masjid Darussalam berlokasi di Karang Tengah, Cianjur. Sekitar 1 KM dari Terminal Baru Cianjur (Rancabango) atau sekitar 2 KM dari Terminal Lama Cianjur. Terletak di tepi jalan raya Cianjur - Bandung. Berada dari sisi kiri jika dari arah Cianjur, atau sisi kanan dari arah Bandung. Masjid tersebut adalah salah satu tempat peristirahatan favorit saya jika melakukan perjalanan menuju Bogor atau Bandung.

Reklame Masjid Darussalam yang bisa terlihat jelas
di pinggir jalan raya Bandung - Cianjur
Masjid tersebut merupakan salah satu masjid percontohan kelurahan setempat. Saya lupa lagi nama kelurahannya, Karang Tengah kalau tidak salah. Berada di bawah pengurusan Nahdlatul Ulama (NU) cabang kelurahan tersebut.
Apa yang patut dicontoh dari Masjid tersebut? Masjid tersebut memberikan pelayanan yang sangat baik kepada para pengunjung atau para musafir yang sekedar beristirahat di sana. Karena letaknya yang dipinggir jalan, maka sebagian besar pengunjung adalah para musafir atau mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh. Sepengetahuan saya, Masjid tersebut tidak pernah sepi.
Tidak terlalu istimewa sebetulnya apa yang pengurus Masjid tersebut lakukan. Hanya menyediakan minuman seperti kopi, teh manis hangat atau wedang jahe. Pengunjung tidak perlu merasa sungkan untuk membuat sendiri minuman tersebut atau minta dibuatkan oleh para pengurus Masjid tersebut. Mereka akan langsung membuatkan minuman yang dipesan. Dan -inilah luar biasanya- tidak dipungut biaya sepeser pun.

Pengurus Masjid yang sedang melayani membuatkan minum

Pengunjung yang membuat minum sendiri
Memang ada kotak amal di sana. Namun tidak ada keharusan untuk memberi infaq kepada Masjid tersebut. Saya sudah beberapa kali berisitirahat di sana. Pernah memberi infaq, lebih sering tidaknya
. Biaya parkir pun digratiskan. Hanya satu yang menurut saya kurang… tukang pijat :)) . Padahal, jika saja ada dan dikenakan biaya jasa pijat pun, rasanya akan banyak yang minta dipijat.
Jika memasuki waktu shalat, para pengurus Masjid tersebut akan segera menyiapkan minuman tersebut. Sehingga, ketika para pengunjung selesai melakukan shalat berjama’ah, mereka tinggal mengambil minuman yang diinginkan. Meskipun hanya minuman saja yang disediakan, akan tetapi menyenangkan sekali bisa mendapati Masjid seperti itu. Para pengunjung pun bisa beristirahat dan bersantai sepuasnya di sana. Apalagi ditambah dengan adanya pepohonan yang meneduhkan disekitarnya.
Menurut saya, seperti itulah seharusnya sebuah Masjid. Persoalannya bukan adanya sesuatu yang digratiskan di sana. Akan tetapi, sebagai sebuah usaha pelayanan kepada masyarakat dan mendekatkan masyarakat kepada Masjid. Di sisi lain, jika setiap musafir bisa selalu menemukan Masjid seperti itu dalam perjalanannya, rasanya travelling akan semakin mudah dan menyenangkan. Jika saja setiap Masjid di pinggir jalan seperti itu semua dan buka 24 jam, saya pasti akan berkeliling Indonesia :)) .

Suasana santai di Masjid Darussalam

Masjid Darussalam, agak tertutup pepohonan
Seluruh gambar bisa dilihat di SINI.
C 1 h 3 u l 4 17 6. 150608. 23.00.

June 16th, 2008 at 12:22 am
wahhhh
iyah yah!!! bagus bener itu pelayanannya!!!
tapi jangan ngelunjak dong om… masa minta tukang pijet
dan kalau begini rasanya kesan ramahnya rumah ibadah rumah Allah bakal lebih kena…
natazya’s last blog post..PERSONA
June 16th, 2008 at 1:17 am
Wah mantab! Mesjid yang begini memang patut menjadi contoh bagi mesjid yang lain yang kadang (maaf) malah membuat macet jalan dengan meminta sumbangan
Salut! Mudah-mudahan menskid seperti ini semakin banyak di daerah lainnya. Amin.
Riyogarta’s last blog post..Selamat Jalan Sahabat
June 16th, 2008 at 1:26 am
wah dulu sering lewat situ, tapi kok gak ngeh kalo ada masjid yang punya fasilitas plus.
antokoe’s last blog post..Nge-Geng Yuk!
June 16th, 2008 at 8:52 am
seyogyanya mesjid seperti itu,
tidak hanya meminta sumbangan.
pokoke’ mantap-lah.
June 16th, 2008 at 9:28 am
di belah mana don? mun ke bogor jarang lewat puncak sekarang, via tol cipularang wae euy
chatoer’s last blog post..Tips Jitu Hidup Sehat Segar Bugar
June 16th, 2008 at 9:39 am
Pengurusnya dapet budget dari mana ya?
dela luthu’s last blog post..Door Prize
June 16th, 2008 at 12:02 pm
sejuknyaa masjid ini. kayanya dingin gitu sholat disana
memang pas untuk melepas lelah bagi para musafir. lagian pengurus masjidnya meuni bararageur nya’.. 

nuhun liputannya, don.
yu2n’s last blog post..Harus mengakui kejeniusan tim orange Belanda
June 16th, 2008 at 12:23 pm
wahhh… seru ya?
wajib dicontoh tuhh
ehemm, kang Doni
ngomong-ngomong
saya mau minta maaf inih
kemaren cuma herey
disini mah emang orang-orangnya suka herey
kalo tidak berkenan dihati maaf yaaa
maaf karena sudah menggunakan namanya untuk sesuatu
sekali lagi, maaf
vieny’s last blog post..Ketika guru ikut ujian
June 16th, 2008 at 12:49 pm
Seorang teman pernah ngobrol2 sama pengurus mesjid disitu.
Yang lumayan mengejutkan, modal untuk makanan dan minuman gratis, bisa “menghasikan” infak paling sedikit 10 kali lipat dari “modal” per hari
June 16th, 2008 at 2:16 pm
tuh kata mas Yudha yang diatas juga infaknya paling sedikit 10 kali lipat modal per hari..
berarti..
kang donny aja yang ga infak hehe…
saya juga mau minta maaf, ikutan vieny ah..
nengthree’s last blog post..JATUH CINTA, salahkah jika saya manusiawi?
June 17th, 2008 at 11:41 am
Wah…

Koq saya gak pernah ngeliat masjid yg macem gini ya di Jogja
Klo saya paling sering: Pacitan-Wonogiri-Wonosari-Jogja PP ama Madiun-Ngawi-Solo-Klaten-Jogja PP. Blas gak ada. Ato saya yg kuper aja yach…
Hyorinmaru’s last blog post..Your Personality Type: The Analytical Thinker
June 17th, 2008 at 5:00 pm
subhanallah….nyaman bgt ya pastinya
btw ada yg pengen aku tanyain ‘toilet di masjid bersih gag don’ eheheh kayaknya siy pastinya bersih yaa
miris aku dg masjid2 di mesir yg katanya 1000 menara itu berarti kan paling ngga ada 1000 masjid jg yaa
tp hiks masjid d sini banyak yg gag terawat dg baik, terutama toiletnya itu lho bikin gag mau balik lg.
June 17th, 2008 at 10:17 pm
waduuwhhh.. jd pengen ke sono.. buat liat mesjidnya.. bukan buat ke bandung atau cianjurnya… hueheuhuehue..
*apa buka stand pijat badan dan pijat refleksi, atau jualan kue2 gt yak*
jahhh… jd bisnis bgt…:P
so putiful’s last blog post..Hiduuup ‘tidak seriuss’..!!! ^_^ hehehe
June 18th, 2008 at 11:01 am
wah jarang2 ada masjid yang seperti itu, patut dicontoh oleh para pengelola masjid di tempat lain
June 18th, 2008 at 2:16 pm
kalo soal bagi minuman dan makanan gratis…. keknya hampir semua masjid di bandung kayak gitu deh
tapi cuma bulan ramadhan saja, bagi2 kolak atau minuman laen he he
adit’s last blog post..Test Kecepatan Internet Wastama
June 18th, 2008 at 3:20 pm
Hmm… Bisa buwat nginep gak yah?? Disini kalo ada masjid elit yg full AC suka ndak boleh nginep sih…
adit-nya niez’s last blog post..Benar-Benar Mabok…
June 18th, 2008 at 10:29 pm
saya mau keliling indonesia ahh liburan ini.. hhu.. amiin..
azkaa,,’s last blog post..bah.
June 19th, 2008 at 9:56 pm
@natazya:
Tukang pijetnya kan gak gratisan, bayar juga kayaknya nggak akan pada keberatan tuh
@Riyogarta:
Betul om, saya juga sebetulnya merasa nggak enak hati melihat peminta sumbangan untuk masjid.
@antokoe:
Deket kok dari terminal Cianjur, agak dipelankan saja kendaraannya
@wadiyo:
Yup, betul. Berharap semakin banyak Masjid yang seperti ini
@chatoerz:
Lain kali ke bogor naek motor geura.
@dela:
Sebetulnya sih kalo budget mah kan ada juga dari infaq. Justru semakin mereka ‘memberi’ semakin mereka nggak akan rugi. Itu prinsipnya sih.
@yu2n:
Yup. Nanti juga mau meliput masjid yang lain lagi ah
@vieny:
Tenang ajah, saya mah gak akan masukin ke hati kok
@Yudha:
Wah, 10 kali yah? fakta yang menarik
@nengthree:
Minta maaf untuk apa?
@Hyorinmaru:
Wah, saya sih nggak tau kalau daerah situ
@ven:
Toiletnya, Alhamdulillah … termasuk bersih
@so putiful:
Mau bisnis? hubungi aja DKM nya :))
@Harry:
Yup, memang perlu dicontoh
@adit:
Yang ini kan setiap hari
@adit-nya niez:
Jangankan yang ber-AC. Yang nggak ber-AC pun suka nggak boleh tidur2an. Menyedihkan.
@azkaa,,:
Boleh ikutan nggak?
June 20th, 2008 at 7:49 am
seharusnya donny perlihatkan juga kamar kecil/tempat wudlu. kan lebih kebayang top-nya nih mesjid
iin’s last blog post..Je suis jalouse
June 20th, 2008 at 1:06 pm
Wah, subhanallah..keren dan sip pelayanannya.. emang patut dicontoh. Tapi klo ntar ada fasilitas pijat kok kesannya kayaknya jadi ndak enak ya? hehehe..
June 20th, 2008 at 6:23 pm
jadi ingin nyoba ke sana…
masjid dibandung kira-kira yang mana yang kayak gitu ya?
masjid sih ga perlu megah2 banget luarnya aja tapi ga pernah ada penghuninya.
mestinya megah, dan kita memakmurkannya juga ^^
June 20th, 2008 at 6:54 pm
Kurt’s last blog post..Polarisasi “Kyai Kampung” dan “Kyai Kampus”
June 20th, 2008 at 9:32 pm
June 21st, 2008 at 4:05 am
Seandainya… pemikiran mas Kurt dijadikan landasan utama bagi para Agamawan di Indonesia.
Duhhh… kayaknya hilang juga lama-lama, friksi antar golongan x lebih lebih hebat dari golongan y.
Sekilas dari dari teks papan reklame nyah… memang sudah mengarah kesanah, bukan begitu mas Donny ?!
haniifa’s last blog post..Mekah sebagai pusat bumi 4
June 22nd, 2008 at 12:50 am
@mas Donny
Maaf… agak tidak nyambung neeh
Seandainya saya seorang Web Master, sepertinya agak menyayangkan kebiasan mas dalam pengelolaan gambar-gambar org.
(Saya fahami fasilitasnya, agar rekan-rekan dapat mendownload gambar org)
Duhh… saya agak miskin bw, jadi kadang-kadang lemot juga, padahal saya termasuk pengagum setia mas lho… ;)
Salam hangat, Haniifa.
haniifa’s last blog post..Mekah sebagai pusat bumi 4
June 22nd, 2008 at 1:48 am
@Haniifa,
terima kasih sarannya
bukan tidak menyadari soal itu, cuma kadang-kadang ingin saja memberi ilustrasi tambahan
terima kasih sarannya
Duh, postingan setelah ini juga banyak gambarnya 
Iya, ya … dalam beberapa kali ini agak kebanyakan ngasih gambar
July 9th, 2008 at 8:46 am
Yah memang patut di contoh oleh pengurus masjid se-Indonesia atau seluruh dunia
biar orang2 pada rajin k masjid 
F@tM@’s last blog post..Butterfly and Flower
July 19th, 2008 at 2:16 pm
Assalammu’alaikum
Subhanallah
Memang fungsi mesjid yang paling utama selain tempat beribadah adalah untuk pelayanan umat.
Saat ini seringkali umat Islam berlebihan dalam mebangun mesjid, namun justru melupakan fungsi-fungsi pelayanan.
Seorang rekan pernah berasumsi, daripada menghamburkan uang untuk membangun mesjid berkubah emas, alangkah lebih baiknya dana berlebih tersebut diinvestasikan sebagai harta abadi mesjid, yang bisa memperoleh bagi hasil untuk kegiatan dan operasional mesjid untuk memaksimalkan pelayanan umat.
Oya..terkait dengan tukang pijat, saya setuju sekali lho mas donny
Saya pernah suatu ketika sholat Jumat di Mesjid daerah cakung. Setelah selesai sholat pada pintu keluar terlihat beberapa orang memberi kode tangan sambil berkata “pijat pak?” pada jama’ah.
Dan sambutannya ternyata luar biasa, banyak jama’ah yang mungkin di sela-sela kelelahannya bekerja atau perjalanan mengantre untuk dipijat.
Tentu saja ini merupakan potensi penyerapan tenaga kerja yang bisa dihasilkan oleh sebuah mesjid. Terutama mesjid yang menjadi pusat persinggahan di kota maupun luar kota.
aricloud’s last blog post..7 (Tujuh) Kesalahan Fatal Pengendara Motor (7 Biker’s Deadly Bins)
August 17th, 2008 at 10:57 am
ada mesjid yang ada tukang pijitnya don..gue lupa mesjid apa yang gue sempet istirahat waktu perjalanan bogor cibiuk-garut..waktu mau nikahin sepupu…beberapa keluarga gue yang laki2 after sholat subuh ditawarin layanan pijit.gak seluruh badan..pilihan aja sih..jadi cuma yang pegal2 selama di jalan aja..
dan itu profesional..:)