Ya, Saya Sudah Menikah
Artikel April 13th, 2009
Alhamdulillah, atas izin-Nya, saya ditakdirkan memiliki seorang istri. Aqad nikah dilakukan pada hari Ahad, tanggal 5 April 2009 yang lalu, di rumah orang tua istri saya, Hegarmanah, Bandung. Pernikahan yang sangat sederhana, tanpa pemberitahuan kepada publik, tanpa undangan, hanya dihadiri keluarga besar saja. Total acara sudah selesai dalam waktu yang cukup singkat, 1 jam. Jika saja sahabat-sahabat saya tidak menodong dengan pertanyaan soal pernikahan seminggu sebelumnya, hampir saja pernikahan saya nyaris tidak diketahui oleh siapa pun di luar pihak keluarga.
Bukan hal yang kami inginkan untuk merahasiakan rencana pernikahan kami. Inginnya kami juga mengundang sahabat, kolega dan seluruh relasi kami untuk menghadiri acara aqad tersebut. Bahkan, kami ingin seluruh semesta mengetahui pernikahan kami. Sebab, kami tahu bahwa pernikahan adalah hal yang sangat sakral dalam kehidupan kami. Akan tetapi, kami pun memiliki alasan sehingga rencana acara aqad nikah kami ‘rahasiakan’.

Permasalahan utama sebetulnya adanya benturan paradigma antara kami dan orang tua kami. Hal yang lumrah terjadi sebetulnya. Kami yang masih muda-muda ini tidak terlalu ketat, bahkan tidak terlalu peduli dengan adat istiadat, harus menghadapi orang tua yang cukup ketat dalam hal ini. Bagi saya, kalau bisa, tidak perlu lah acara adat yang lebih cenderung mengarah kepada hal-hal yang sifatnya syirik itu dilakukan. Cukup penuhi rukun-rukun nikahnya saja, sesuai tuntunan Islam. Belum lagi ketika membicarakan soal waktu.
Setidaknya selama 5 bulan, saya dan istri saling mengomunikasikan tentang rencana pernikahan kami. Untunglah, istri saya waktu itu berada di pihak saya, jadi cenderung lebih mudah bagi saya untuk meyakinkan pihak keluarga istri. Dalam hal ini, istri saya jadi semacam jembatan komunikasi antara saya dan pihak keluarganya. Beban yang berat bagi istri saya pastinya untuk bisa mengomunikasikan pikiran-pikiran kami, akan tetapi karena kesabarannya juga, kami bisa menikah sesuai dengan apa yang kami harapkan.
Dalam hal ini, saya memang sangat ngotot untuk bisa menikah sesegera mungkin, sesuai dengan titah Rasulullah SAW. Bukan sekedar buru-buru, tapi hal tersebut sebagai usaha kami untuk menjaga diri kami dari berbagai macam fitnah yang mungkin muncul. Juga agar hubungan kami segera diridhai oleh Allah SWT, ini yang paling penting. Sementara orang tua kami meminta agar kami ’santai’ saja, jangan terlalu cepat-cepat. Apalagi kakak istri saya baru saja menikah bulan Desember yang lalu. Hal ini semakin membuat alasan keluarga kami untuk menunda pernikahan kami semakin kuat.
Kami memang tidak berpacaran saat itu. Sejak awal berkomitmen satu sama lain, tujuan kami adalah menikah. Bahkan 1 minggu setelah kami berkomitmen, tujuan saya mendatangi rumahnya adalah untuk meminta izin orang tuanya agar saya bisa menikahi putri mereka. Jarang sekali bertemu, kemana pun kami pergi sendiri-sendiri. Komunikasi terbanyak kami hanya melalui SMS, itu pun paling banyak mengomunikasikan rencana pernikahan kami. Bahwa kemudian muncul rasa rindu, saya kira itu adalah hal yang wajar saja terjadi. Hal ini pula yang semakin menguatkan pihak keluarga kami untuk tidak terlalu terburu-buru melangsungkan pernikahan.
Pihak keluarga inginnya kami menikah bulan Juni karena kondisi finansial juga menjadi kendala, sementara kami berdua ingin lebih cepat, April bagi kami sudah terlalu lama. Saya berfikir cukup keras bagaimana sebaiknya agar kami bisa menikah paling lambat di bulan April. Akhirnya, saya menawarkan sebuah solusi yang menurut saya ’sama-sama enak’. Saya mengusulkan untuk memisahkan aqad nikah dan resepsi. Aqad nikah dilakukan di bulan April, sebagaimana keinginan kami berdua, sementara Resepsi dilakukan di bulan Juni, sesuai keinginan orang tua. Tanpa diduga, Alhamdulillah, usul saya tersebut diterima oleh keluarga istri saya. Dengan catatan, ketika aqad nikah hanya keluarga besar saja dulu yang diundang, sementara yang lain akan diundang pada saat resepsi.
Setelah disetujui, proses selanjutnya menjadi sangat mudah dan berjalan sangat lancar. Alhamdulillah. Bagi saya, dengan disetujuinya hal tersebut menjadikan hati saya lebih tenang dan santai. Hal tersebut sempat membuat istri saya salah paham, karena menganggap saya terlalu cuek dengan rencana pernikahan kami. Padahal yang terjadi sebetulnya adalah, “apalagi yang harus saya pusingkan? tinggal tunggu waktu saja agar segalanya menjadi halal, Insya Allah”. Ya, begitulah. Saya menjalani hari-hari pra-nikah justru dengan perasaan yang sangat damai dan tidak terlalu memusingkan apa yang harus saya persiapkan di hari pernikahan.
Lamaran berjalan dengan baik, begitu juga persiapan aqad nikah tidak terlalu merepotkan karena praktis kami tidak terlalu dipusingkan dengan banyaknya undangan dan mempersiapkan jamuan untuk undangan. Bahkan beberapa hari sebelum aqad nikah, saya masih bisa melakukan hal-hal yang tidak penting seperti facebook-an semalam suntuk, olahraga pagi atau futsal. Saya membeli peci khusus untuk aqad nikah pada hari Sabtu sore, dan menyadari kalau tidak punya kaus kaki yang bagus beberapa jam sebelum acara aqad nikah, sehingga memaksa saya menggunakan kaus kaki butut untuk acara aqad nikah. Akan tetapi, bagi saya saat itu segalanya sangat terkendali dan lancar. Istri saya juga masih bisa mengajar seperti biasa sehari sebelumnya.
Acara Aqad nikah sendiri berjalan sangat khidmat dan cukup singkat, bagi saya sangat mengharukan. Hanya dalam 1 jam seluruh kegiatan sudah selesai. Akan tetapi, kami memiliki harapan agar pernikahan kami bisa dijadikan contoh oleh keluarga kami yang lainnya, bahwa sebuah pernikahan bisa dilakukan dengan cukup mudah. Acara adat yang biasanya ada di pernikahan kakak-kakak istri saya sebelumnya, dihilangkan sama sekali. Hanya lantunan ayat Al-Qur’an dan beberapa lagu sunda dari kaset yang meramaikan pernikahan kami. Anehnya, saya memang pernah menginginkan acara pernikahan yang sederhana seperti itu.
Selanjutnya, saat ini kami berdua sedang menyusun rencana untuk melaksanakan acara resepsi, sesuai dengan janji kami kepada orang tua. Insya Allah, acara resepsi akan dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 7 Juni 2009, bertempat di Masjid Salman, Bandung. Kali ini kami akan mengundang saudara, kerabat, kolega dan relasi kami, sebanyak yang kami mampu
Lagi-lagi, saya pernah memimpikan acara resepsi di Salman. Mudah-mudahan tidak ada halangan yang merintang. Mudahkanlah, Ya Allah, Ya Rabb.



April 13th, 2009 at 7:14 pm
bayuhebats last blog post..Bukit Bintang : Area hunting photo dan pacaran
April 14th, 2009 at 9:12 am
lalas last blog post..Alat Musik dari Batagor
April 14th, 2009 at 9:53 am
sesuia pengalaman ya, nggak ada pernikahan terindah selain seperti persis apa yang kita pengen, ikut seneng kang donny bisa meyakinkan orang tua. nggak ada yang lebih berhak menentukan pernikahan selain kita sendiri (kata halus dari membangkang orang tua, haha).
salam ah buat istrinya, kapan diajak ikut kopdar?
Shasyas last blog post..Sing Along With Me
April 14th, 2009 at 1:25 pm
semoga di karuniai keluarga yang bahagia
April 14th, 2009 at 1:46 pm
utis last blog post..Ternyata kata Ida lain lagi..
April 14th, 2009 at 1:52 pm
hahaha, baru namu sekarag
selamat ahhhh selamaaaaaaaaaaattttt
April 14th, 2009 at 1:58 pm
Tong hilap aah, ngundang keluarga batagor di resepsinya yah
Opies last blog post..CHARITY EVENT : Bermusik bersama di SLB A/B/C Banjaran yuuuk !
April 14th, 2009 at 4:01 pm
itu karena migrasi dari wordpress.com :))
Lala,
ho oh, nuhun …
Shasya,
next kopdar, insya allah … soalnya ngajar nya nyampe malam wae euy
Kellymareta,
terima kasih untuk do’anya …
Uti,
iya, salah saya … 2 hari sebelumnya
Shelly,
eulueh … kamana wae atuh?
Opie,
Iya, Insya allah akan menyusul undangannya
Wew, kok cewek semua yang komen … *cuekin bayu*
April 14th, 2009 at 5:16 pm
ridus last blog post..One Day Before Valentine 2009
April 15th, 2009 at 11:53 am
thez al fajrs last blog post..Bogor Macet Bangeeet….
April 15th, 2009 at 2:50 pm
untung ga jadi dateng… pasti makanannya dikit waktu itu…
tanggal 7 juni ya… smoga ga bentrok sama nikahan sodara gw yg laen
*kenapa sih pada barengan mulu acara nikahan tuh
April 15th, 2009 at 3:43 pm
selamatnya kang…
nengthrees last blog post..Complicated banget sih kamu..
April 15th, 2009 at 8:32 pm
putri hujans last blog post..Biar…
April 16th, 2009 at 11:54 am
ga bilang-bilang…
ga kukasih hadiah deh
huhue..
met lamet ya kang
semoga pernikahannya diberkahi Allah SWT
wisnus last blog post..Setelah Pemilu Legislatif 2009
April 16th, 2009 at 2:05 pm
Barakahlah ya… makan2nya kapan nih?
Li Amhars last blog post..Refreshing…
April 16th, 2009 at 2:11 pm
shourai no oshiawase o kokoro kara inori itashimasu… ^_^
Li Amhars last blog post..Refreshing…
April 17th, 2009 at 6:42 pm
Selamat! Selamat!
Semoga bahagia selalu, langgeng selalu, dianugerahi putra-putri yang pintar2 dan soleh/solehah, layaknya ortunya donk.. wehehe.. *amiiiinn..*
salam buat nyonya.donnyreza yaa..
April 18th, 2009 at 12:20 am
ikut senang…
Ahirnya…
April 19th, 2009 at 1:25 pm
salam buat sang nyonyah
vens last blog post..Summer time???ooohhh tidaaakkk
April 20th, 2009 at 10:51 am
Akhirnya tiba juga saat yang dinanti
Insya Allah keluarga besar Soccer Warrior datang ke kota kembang untuk mghadiri resepsimu hehehe…
Langsung ya bikin bodonk junior wakakak….
April 22nd, 2009 at 5:25 pm
moga jd keluarga SAMARA (Sakina, Mawadah, Warohmah)
dan cepet² mendapatkan keturunan yang sholeh n’ sholeha, amiiin…
Lys last blog post..Glukoma
April 26th, 2009 at 7:08 pm
Barakallah….
Jangan lupa do’anya yach.
Yaa Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
Wassalam, Haniifa.
haniifas last blog post..Nun
April 29th, 2009 at 7:21 pm
keep blogging and smiling
Pahlawan Bertopeng212s last blog post..Video : US Soldiers Tortured Prisoners in Abu Ghraib, Iraq
April 30th, 2009 at 10:59 am
semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah ya kang dan semoga resepsinya lancar
salam kenal
dafhys last blog post..Home and Garden Need Assesment
May 4th, 2009 at 3:12 pm
putras last blog post..Nokia smart cellular phone
May 5th, 2009 at 5:31 pm
Congrats ya…
meski saya tidak tahu Anda, tp rasanya senang ketika melihat orang yg sudah married. Ehm…jd pengen juga
Good luck with your new family, semoga jadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Ameen.
aku diundang nggak nich? hehehe,
wassalam
renitas last blog post..A border line case
May 12th, 2009 at 8:43 pm
Satu hal yang menjadi tantangan berat dalam pernikahan memang “membersihkan” ibadah nikah tersebut dari sesuatu yang mengarah kepada syirik.
Salut tos tiasa memperjuangkeun. Tos ngaraoskeun sesahna.
May 15th, 2009 at 10:02 am
Harrys last blog post..Ayiknya ORM di Kohana
May 20th, 2009 at 3:03 pm
berarti bentar lagi dunks
afwan auliyars last blog post..9 bulanan neh …
May 20th, 2009 at 10:02 pm
Paluhlimbuys last blog post..Manusia Terakhir !
May 21st, 2009 at 7:35 am
Rulezs last blog post..Golf First
May 24th, 2009 at 12:48 pm
lowongan kerjas last blog post..LOWONGAN KERJA ASISTEN TERBARU 2009
June 4th, 2009 at 3:45 pm
bahkan pepohonan, angin, dan hujan
iblis pun yang biasa menemanimu
pergi menjauh meninggalkanmu
tak ada halaqah sehebat halaqahmu
ketika itu, saat itu, detik itu
dan tak ada yang hebat sehebat tangisan
dari kedua orangtua ketika melepas anaknya
dari seorang anak ketika memohon izin pada orangtua
dan jalanilah semua hidupmu
karena bertambah 1 lagi musuhmu
dia adalah pendamping hidupmu
Ghurabas last blog post..Jampe Jampe Harupat
June 8th, 2009 at 11:25 am
semoga mas dan keluarga mas menjadi keluarga yang bahagia di dunia dan akhirat .. doakan aku juga ya mas ..maksih
June 20th, 2009 at 2:22 am
July 5th, 2009 at 11:28 am
barakallahulakum.
Aprina´s last blog ..Oleh-Oleh dari Bookfair Senayan
July 13th, 2009 at 8:00 am
arifin´s last blog ..Flickr: Kecepatan Maksimal Sholat
August 27th, 2009 at 1:15 pm
Selamat ya kak..
waduh, saya ketinggalan momen penting..
August 28th, 2009 at 11:32 am
Stop Dreaming Start Action
November 6th, 2009 at 12:03 am
maaf baru ingat dan sempat mengucapkan.
jadi ingat jaman baheula, saya juga menikah ‘buru-buru’. tapi orangtua bersikeras tak ada perbedaan hari akad dan resepsi. takut banyak orang yang berprasangka buruk, mengapa kami menikah akad duluan, masih belum kelar kuliah dan buru-buru pula… :mrgreen:
Ratna´s last blog ..Cuma Menulis…
November 29th, 2009 at 10:21 am
December 1st, 2009 at 2:13 pm
Anda berdua sedang mencari bagus seperti yang dibuat untuk setiap orang lain. Saya berharap Anda akan mendapatkan yang terbaik dengan satu sama lain saat lamanya. Semoga beruntung!
August 28th, 2010 at 4:24 pm
Tremendous post and will look forward to your future update…I like the way author instruct the different way of things..