Blogger Ulul Albab

Jika ditanyakan kepada saya, blog seperti apakah yang membuat saya iri? Jawabannya bukan blog yang banyak komentarnya, bukan blog yang membuat orang jadi terkenal atau pun blog yang besar traffic-nya.  Meskipun kadang merasa iri juga, tapi sejak awal blogging saya tidak terlalu tertarik untuk menjadikan hal semacam itu sebagai tujuan utama saya.   Kalau menurut saya, sayang sekali jika tujuan blogging hanya untuk itu.

Saya sangat iri kepada blogger yang bisa men-sinergi-kan antara sains dan agama dalam tulisan-tulisannya.  Dalam kasus saya, Islam adalah agama yang dimaksud.  Ilmiah sekaligus memiliki dan memberikan pengalaman spiritual kepada pembacanya.  Membuat cerdas sekaligus menjadikan seseorang mendekatkan dirinya kepada sang pencipta.  Memberi pencerahan otak sekaligus kepada hati.

Terus terang saja, tidak banyak saya temukan blog semacam itu.  Blog ini pun belum bisa dikategorikan seperti itu, meskipun pada mulanya tujuan saya blogging adalah untuk itu.  Apa daya, kemampuan saya belum sampai ke tahap itu.  (kok jadi ber-rima begini ?)  :angelpusing:

Sejak masa sekolah, saya termasuk orang yang tidak menyetujui dikotomi antara agama dan sains, atau antara dunia dan akhirat.  Oleh sebab itu, saya tidak bisa menerima sekularisasi dalam bidang apa pun.  Bagi saya agama dan sains mestilah saling mendukung, saling melengkapi atau saling menyempurnakan.  Bahkan, perintah pertama yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW adalah “Iqra!“, bacalah! Sebab membaca adalah kunci dari sains, kunci dari ilmu pengetahuan.

Indonesia saat ini kekurangan orang-orang semacam itu.  Ada yang shalih, tapi kurang cerdas di bidang lainnya.  Orang-orang semacam ini cenderung menerima “apa adanya” dan mudah dibodoh-bodohi.  Ada yang cerdas, tapi kurang shalih.  Orang semacam ini cenderung untuk sombong dan membodoh-bodohi orang lain.  Benarlah pernyataan Einstein,” (ber)-ilmu tanpa (ber-)agama adalah pincang, (ber-)agama tanpa ilmu adalah buta.”

Saya kemudian jadi teringat ucapan seorang Ulama yang tidak terlalu banyak dikenal ketika melihat barang-barang elektronik yang menurutnya sangat canggih.  Katanya, “ini adalah mutiara umat Islam yang hilang“.  Beliau berkata seperti itu karena meyakini bahwa seharusnya umat Islam menguasai teknologi.  Sementara teknologi akan terkuasai jika kita menguasai ilmu pengetahuan sebagai pondasinya.  Selama kita tidak pernah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, selama itu juga kita hanya akan menjadi ‘penonton’ peradaban.

Pada acara bedah buku “Orientalisme dan Diabolisme Pemikiran” karya Dr. Syamsudin Arif di Masjid Salman ITB beberapa saat lalu, Adian Husaini mengatakan bahwa di Indonesia belum ditemukan seorang pun doktor di bidang Islam-Saintis.  Sementara Malaysia sudah memiliki beberapa orang yang bergelar doktor di bidang Islam-Saintis.  Saya saja baru tahu kalau ada orang yang mendalami tentang Islam-Saintis.  Andaikan diberi kesempatan, ingin juga rasanya untuk mendalami tentang Islam-Saintis yang dimaksud oleh Adian Husaini tersebut.

Dalam Islam, orang-orang yang bisa men-sinergi-kan dan mengharmonisasikan agama dan sains inilah yang kemudian disebut ulul albab.  Tidak hanya sekedar beragama, tapi juga berilmu.  Tidak hanya sekedar berilmu, tapi juga beragama.  Dalam diri seorang ulul albab, keduanya memiliki porsi yang seimbang.  Ilmuwan sekaligus ulama.  Meskipun tergolong ‘radikal’ dalam beragama, tapi lebih mengedepankan jalur diskusi atau melalui tulisan dan tidak menyukai jalur kekerasan, sesuai kapasitas ke-ilmuwan-an dan ke-ulama-an mereka.

C 1 H 3 U L 4 17 6. 050508. 00.00

loading...

Previous

Menu of The Day: Batagor, Starbucks dan Flexy plus Nasi Padang

Next

BBM, Buku dan Kurang Gizi

33 Comments

  1. sulit juga nenemukan blog yang mampu memadukan antara sains dan agama, mas donny, sepanjang banyak saudara kita yang berpandangan dikotomis, di mana agama dan sains sering dianggap sebagai dua matra yang berbeda sudut pandangnya. kalau bisa sih memang ada banyak ulul albab di negeri ini. btw, jangankan ulul albab, sesama muslim sendiri masih suka gontok2an dan suka mengklaim bahwa alirannya yang paling bener. *sedih* :bayipreman:

    sawali tuhusetya’s last blog post..Guru Ngeblog: Apa Untungnya?

    Memang agak sulit pak menemukannya, tapi bukan berarti tidak ada. Menurut saya juga tidak bisa dikatakan 100% Ulul Albab orang-orang yang saya maksud itu, tapi setidaknya saya bisa merasakan spiritnya ke arah sana.

  2. @Donny, sebanrnya kita terlalu dimabukan dogma bahwa teknologi itu berasal dari barat, sehingga setiap ilmu atau pengetahuan yang kita bahas berlandaskan nilai2 ke-Baratan-nya. Kecuali kalau memang kata ustadz tadi di atas, seharusnya umat ini membaca kembali sejarah ilmu pengetahuan yang sebenarnya. Sekarang sejarah itu mungkin lebih gampang didapat dengan browsing misalnya, tingaal klik2. Permasalahn yg utama, maukah kita membaca ?

    hevi.fauzan’s last blog post..Efek SEO Persib.net (Part 2)

    Seandainya kita mau sedikit menengok ke masa lalu, terutama peradaban Islam, justru Islam lah yang mendorong perkembangan iptek kala itu.

  3. Setuju…

    Malahan kayaknya saya sendiri belum nemu…
    Yang mana aja blognya?
    Kasih tau ya kalo nemu yang baru…

    Ales’s last blog post..Fact & Prejudice

    Emang sulit sih Les, saya juga sebetulnya hanya menemukan blog-blog yang ‘menuju’ ke arah sana.

  4. Yups! mas dony saya setuju..bukankah orang-orang yang diangkat derajadnya satu tingkat oleh Allah adalah orang-orang yang beriman dan berilmu

    desmeli’s last blog post..Sulitnya Menempatkan Sesuatu Pada Yang Benar

    Yup, begitulah. Orang beriman, mestinya berilmu. 🙂

  5. GR

    Zap!™
    Betul. Saya suka membaca sesuatu yang berkaitan dengan islam-saintis.
    Sebenernya kalo ditelusuri lebih dalam lagi ke belakang, teknokogi internet yang kita pakai sekarang adalah hasil dari umat islam juga.
    Coba siapa yang pertama kali mengenalkan angka nol ke dunia barat? Saya lupa nama tokohnya, tapi yang jelas beliau adalah orang islam. Tanpa angka nol itu, tak mungkin kita bisa menikmati internet yang terbentuk dari unsur binari, seperti sekarang ini.

    Betul?

    *hehe.. belagak sok pinter*

    Aku juga pengen jadi blogger ulul albab, sayangnya selalu saja ada alasan ‘tapi’.

    GR’s last blog post..4 Tipe Mantan Kekasih

    Hehe, perlu pengorbanan waktu sih terutama, dan jangan banyak ‘tapi’. hehe.

  6. setuju sekali dengan pendapatnya mas
    sains dan agama harus berjalan seimbang
    Insya Allah berkah dan berguna

    realylife’s last blog post..ayo … Indonesia ku , Indonesia kita semua

    Yup, begitulah, segalanya memang harus seimbang.

  7. emagn sih ilmu dan agama itu harus seimbang.. tapi ridu sangat jauh dari kesan ulul al bab itu.. dari segi ilmu terbatas, dari segi agama juga terbatas.. 🙁

    ridu’s last blog post..Akhirnya Wisuda Juga..

    Ya, selamat belajar terus Du … 🙂

  8. iya kang, diriku juga blm nemu blog gitu..

    hanggadamai’s last blog post..Bloggers Itu Bersaudara

    Mudah-mudahan hanggadamai bisa menjadi salah satunya ya? 🙂

  9. masalah ‘memadukan’ memang perlu seni tersendiri kang :angel1:

    Seninya itu yang belum ketemu 😀

  10. iin

    menarik…
    berlomba-lombalah dalam kebaikan kalo begitu

    iin’s last blog post..So sentimentil

    Juaranya dapat apa? 😀

  11. Betul kang, mencari postingan2 yang bersifat profetik pun juga tidak mudah. Mungkin Kang Donny yang bisa memeloporinya.

    :bayipreman:

    indra kh’s last blog post..Tagog Apu, Bertahan di Tengah Eksploitasi

    Insya Allah, Kang Indra. Pengennya seperti itu, memang perlu usaha yang lebih keras 🙂

  12. duh pengen bgt bisa jd ulul albab…
    sepertinya dimulai dgn membereskan otak yg mulai rada nge-hang ini…
    dan mulai mengkaji ilmu2 ituh.. 😉

    theloebizz’s last blog post..aRe U a psYcH0?

    Menuntut ilmu kan memang wajib, asal kita memang mau berusaha dan belajar terus sih. Pasti bisa deh 😉

  13. Terus terang saja, tidak banyak saya temukan blog semacam itu.

    Saya malah belum pernah membaca blog yang membahas sains ditinjau dari sudut agama maupun sebaliknya. Yang paling banyak justru mengenai akidah, dalil2 dan mahsab .. atau hanya bicara sains saja dengan jargon2 ilmiahnya.

    Memang .. untuk menulis blog ‘dua rasa’ tersebut diperlukan kecerdasan yang lebih dari rata2 yaitu cerdas secara ilmiah, juga cerdas secara agama. Dan rasa2nya cukup langkah ya.

    Di Indonesia, saya baru membaca tulisan Agus Mustofa seorang sarjana nuklir — kalau ga salah — yang membahas agama dengan baik. Dan itupun tidak 50:50 antara sains dan agama.

    erander’s last blog post..Harga BBM akan naik

    Untuk bisa 50:50 memang agak sulit juga, kadang agamanya lebih menonjol, kadang sainsnya yang sangat menonjol. Betul kata Agah, perlu seni tersendiri untuk memadukannya.

  14. asl.

    bisa saja blog ini salahsatunya…yuk kita berusaha..yuk..

    setuju banget mas Reza.

    Alex’s last blog post..BBM NAIK, WONG CILIK TERCEKIK, WONG LICIK TERKEKIK

    Mudah-mudahan, Insya Allah

  15. ^_^ Postingan yang benar-benar membuat adrenalin saya langsung membucah. Dalam satu sisi, ada benarnya bahwa sains itu tidak akan bisa lepas dari sebuah hakikat kebenaran yang diusung oleh agama. Namun dalam sisi lain, sains pun akhirnya telah ternoda oleh keinginan dan keserakahan manusia itu sendiri. Mudah-mudahan banyak hati yang terlecut untuk terus menggali ilmu (bukan sekedar ilmu yang bisa menyelamatkan akhiratnya, tapi juga ilmu yang membuatnya menjadi “manusia terbaik” seperti yang disanjung Allah untuk memberikan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia)

    Oia.. sekedar meluruskan dari komentarnya saudara GR, bahwa angka nol itu bukan ditemukan oleh orang Islam, tapi dari orang-orang India yang dengan kuasa Allah disebarkan oleh seorang Muslim yang taat, Al-Khawarizm.

    insansains’s last blog post..Banjir lagi..!

    Yup, thanks. Saya juga mengira angka “0” itu penemuan Al-Khawarizm. Ternyata beliau hanya ‘melanjutkan’ saja ya? 🙂 fakta yang menarik.

  16. Serasa semakin tajam saja pandangan mas Donny…
    Kapan menuangkan dalam bentuk buku… ? 😀
    “Teliti sebelum membeli”
    http://erander.wordpress.com/2008/05/04/bagaimana-caranya-sukses/#comment-9899

    haniifa’s last blog post..Mekah sebagai pusat bumi 2

    Wah, dijadikan buku ya? perlu ketekunan yang lebih nih, meskipun sudah sangat bercita-cita untuk bikin buku sendiri. Do’a kan saja 🙂

  17. pengen sih jadi blogger ulul albab.
    Tapi 🙁 susah..

    berusaha!!

    nengthree’s last blog post..Sabar..

    Sip, selamat berusaha deh 😀

  18. assalamu’alaikum… salam kenal. masih baru nih di dunia blogging 🙂

    dzikr’s last blog post..Mahalnya Nikmat

    wa ‘alaikum salam 🙂 selamat datang di dunia blog 😉

  19. Serasa semakin tajam saja pandangan mas Donny…
    Kapan menuangkan dalam bentuk buku… ?
    “Teliti sebelum membeli”… jadi nunggu 2 calon pengarang handal.. 😀

    haniifa’s last blog post..Mekah sebagai pusat bumi 2

  20. kalo ada blog seperti itu harap ditulis disini deh

    pudakonline’s last blog post..Indonesia Today!!!

    Baik, nanti akan coba saya tampilkan, Insya Allah

  21. sumpah nih postingan berat.

    mari kita belajar bersama. untuk mencari keseimbangan sepertinya susah.. pasti ada kepincangan. pasti. ntah kenapa. itu namanya hidup 😀

    **agh ga penting nih komenku**

    waterbomm’s last blog post..Raditya Dika si Babi Ngesot atau Raditya Dika dan Babi Ngesotnya?

    Wah, jangan dibikin berat 😀 manusia itu sendiri memang tidak sempurna, jadi untuk bisa seimbang betul juga memang perlu usaha lebih keras 😉

  22. Peralihan beberapa IAIN menjadi UIN merupakan salah satu upaya untuk menghilangkan dikotomi antara sains dan ilmu agama. Hasilnya? Sains semakin berkibar, sedangkan ilmu agama semakin tenggelam. Gimana dong?

    M Shodiq Mustika’s last blog post..Wajibkah menjadikan Alquran sebagai sumber petunjuk dalam beragama?

  23. JaF

    Agama dan sains..? Hmm.. entah kenapa dari dulu saya agak ‘bosan’ dengan istilah ini hehe.. Ada kesan pada akhirnya banyak yang dalam penafsiran saya terlalu dipaksakan agar Islam menjadi ke sains-sains an dan Sains menjadi ke Islam-Islaman.. 🙂

    Jujur saja, saya sering bingung ketika ada yang bilang hal-hal kayak begini: “Ilmu astronomi itu kan dari Islam!” atau “Bapaknya kedokteran itu kan orang Islam”, “Internet itu kan asalnya dari Islam” sampai ke hal-hal menyebalkan kayak begini: “Einstein itu kan Islam” atau “Neil Armstrong masuk Islam karena waktu mendarat di bulan mendengar adzan” atau bahkan “Mike Tyson kan sadar dan sekrang masuk Islam.. ”

    Kenapa kita suka sekali berkata demikian? Apa manfaatnya buat kita? Kenapa kita suka sekali menggunakan kalimat lampau (past tense)? Kenapa kita suka sekali main klaim segala sesuatu itu Islam? Apa gunanya?

    Ketika Kang Adian mempertanyakan soal belum adanya Doktor dalam bidang Islam Saintis di Indonesia, pertanyaan saya adalah justru buat apa dulu tujuannya? Melahirkan saintis yang Islam? meng Islamkan sains?

    Tapi pertanyaan terbesar adalah: apakah ada jaminan seorang doktor Islam Saintis itu menjadi seorang Ulul Albab?

    Saya pribadi lebih suka ‘menyederhanakan’ konsep ulul albab itu menjadi sinergi antara ‘dzikir’ dan ‘fikir’, harmoni antara antara kesalehan dan kecerdasan.

    Tidak perlu ..eh tidak harus menjadi seorang doktor sains Islam, tidak harus mempersoalkan IAIN jadi UIN, tidak harus menjadi seorang Neil Armstrong yang katanya dengar adzan di bulan.. hehe

    Cukup ketika kita selalu menyelaraskan antara dzikir dan fikir dalam kehidupan -atau seperti yang di impikan Donny menjadi blogger ulil albab 🙂 – maka Subhanallah.. tidak terbayangkan betapa dahsyat dampaknya..

    Semoga kita semua bisa menjadi Ulil Albab.. 🙂

    JaF’s last blog post..Ass ?

  24. “Wah, dijadikan buku ya? perlu ketekunan yang lebih nih, meskipun sudah sangat bercita-cita untuk bikin buku sendiri. Do’a kan saja 😀 “
    _______________
    Insya Allah,…
    Mudah-mudahan mas Donny (kususnya) dan rekan-rekan (umumnya) menjadi “Blogger Ulul Albab” dan “Pengarang Buku Ulul Albab”, Amin.
    Salam hangat, Haniifa.

    haniifa’s last blog post..Mekah sebagai pusat bumi 3

  25. mari menjadi generasi muslim yang tangguh

    realylife’s last blog post..kreatif , inovatif dan mandiri

  26. Sebuah tujuan yang mulia menurut saya. Tapi kok ya dari dulu nggak pernah bisa akur ya antara agama dan sains? Ada-ada aja yang muncul sebagai bahan pertentangan. :bayipreman:

    Rafki RS’s last blog post..Tips Iseng: Membuat Tulisan Terbalik

  27. Know what?
    Saya sekarang sedang membaca that kind of blog lho….
    :tweety5:

    ‘Nin’s last blog post..Rumah Masa Depan itu…..

  28. Betul sekali. Saya juga sering menentang pendapat yang mengatakan bahwa agama dan sains berjalan masing-masing. Padahal agama juga mengajarkan sains dan sains tidak pernah lepas dari agama.

    Sayang umat Islam saat ini lebih kepada melakukan kegiatan membaca Al-Qur’an ketimbang membumikannya. Mengaji menjadi lebih kepada hanya pelajaran membaca. Dan yang lebih menyedihkan lagi, terkadang kita terlalu membangga-banggakan masa lalu tanpa melihat masa kini 🙁

    Riyogarta’s last blog post..Gerakan Mengurangi Dosa di Sektor IT

  29. OOT:
    Hal yang sama terjadi juga di blog saya, kenapa comment luv terkadang membaca posting terkahirnya salah ya … :tweety1:

    Riyogarta’s last blog post..Tampilan Linux Ubuntu

  30. jadi pingin buat blog buat masalah ini :bayingakak:

    tp masih males :d

  31. Menurut Bahaudin Mudhary seorang ahli metafisika. Ulul albab dapat dimaknai sebagai sulthon. Ilmu yang tidak semata logika tetapi metalogika. Bahaudin membagi ilmu dalam empat tingkatan: Yang tertinggi Ilmu Ilhiyah, kedua ilmu almalakiyah, Ilmu ruahniyah dan yang terakhir ilmu jasadiyah. Sementara ini banyak orang hanya bisa berilmu pada tingkat jasadiyah yang kelihatannya anda memosisikan sain dalam tingkat ini. Untuk bisa memadukan sain dan agama maka kita harus berilmu setidaknya ruhaniyah (metalogika), syukur-syukur pada tingkat almalakiyah. Kalau ilahiyah pasti tak terjangkau.

    pangaraudy’s last blog post..RUMAH MAKAN DAN PAKAIAN DALAM

  32. dewi

    saya sangat setuju. bahkan saya berusaha untuk bisa memadukan antara ilmu dunia dan akherat tetapi mau apalagi aku ini bodoh nggak mudeng-mudeng juga alias gaptek. aku berdo’a nanti anakku nggak sebodoh ini, aku berharap dia mendapat pendidikan yang cukup untuk bisa sholeh dunia akherat. amin

Leave a Reply

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén