Minus

Tadinya acara jalan-jalan ke Pameran Buku Kompas-Gramedia di Sabuga niatnya hanya ingin mencari buku-buku bagus nan murah, atau mengikuti beberapa acara talkshow dengan harapan ada acara bagi-bagi hadiahnya. Akan tetapi, tidak satu pun buku bagus yang saya beli, soalnya diskonnya irit sekali. Acara talkshow pun tidak memberikan hadiah, batal deh punya buku gratisan lagi 🙂

Tidak diduga saya bertemu dengan bibi saya, adik dari ibu saya, dengan putrinya yang masih sangat lucu, Nabila. Mengobrol sebentar, hanya sekitar 5 menit. Namun, tiba-tiba bibi saya memberikan uang sebesar 50 ribu rupiah. “Nih, untuk beli buku“, katanya. Saya sempat menolak, namun bibi saya keukeuh memberikan uang itu. Whew, bayangkan…! laki-laki dewasa, berkumis, berjenggot, diberi uang 50 ribu rupiah oleh seorang wanita paruh baya, di depan umum, sedang ramai pula :p Untung tidak ada yang menyangka tukang palak juga 8) Karena bibi saya memaksa, dan saya pun tak kuasa menolak, ya sudah…rezeki :$ Meskipun akadnya untuk beli buku, tapi saya ‘terpaksa’ tidak jadi membeli buku, rencananya nanti saja.

Setelah berputar-putar beberapa kali dan tetap tidak merasakan mood untuk memborong buku, saya pun memutuskan untuk pulang. Namun, sebelum pulang, saya tertarik untuk memeriksakan mata saya di sebuah stand optik yang memberikan pelayanan periksa mata gratis menggunakan komputer. Ingin tahu saja, penasaran. Dan, ternyata…mata kiri saya minus -1 dan silindris 0.25, sementara mata kanan saya -0.75 :s Tiga tahun yang lalu pernah juga diperiksa menggunakan komputer, hasilnya-0.25 dan -0.75, tapi dinyatakan normal setelah dites menggunakan lensa. Nah, untuk tes yang sekarang, tidak ada tes lensa, jadinya saya harus ‘gondok’ dengan hasil komputer tersebut.

Perasaan mata saya baik-baik saja. Masih bisa melihat tulisan-tulisan kecil dalam jarak yang cukup jauh. Ya, saya akui, saya memang jarang sekali makan sayur-sayuran, paling buah-buahan. Kata teman saya, sebetulnya mata bisa normal lagi kalau nutrisi yang masuk ke tubuh kita juga baik. Kacamata tidak bisa menyembuhkan, hanya sebuah alat bantu saja.

Saya hanya meyakinkan diri…”Ah, nggak apa-apa kok, mata saya baik-baik saja“,”Tadi malam kan begadang, jadi mata kecapean kali…nggak apa-apa ah“, “Ya pantes aja, udah 2 hari ini tidur cuma 2 jam“. Itulah lintasan pikiran-pikiran menolak ‘kenyataan’ pahit itu. Takutnya benar-benar terjadi :s

Kalau pun terbukti minus, saya belum berniat pakai kacamata juga. Perasaan muka saya kurang cocok kalau dipasang bingkai kacamata. Dari yang sudah-sudah, saya ditertawakan setiap menggunakan kacamata. Ah, mudah-mudahan memang tidak terjadi apa-apa dengan mata saya 🙂

C 1 H 3 U L 4 17 6. 041207. 22.15

loading...

Previous

Dunia di Pinggir Lapang

Next

Mitos Sialan

9 Comments

  1. akhirnya malah gak jadi beli buku ya? saya juga silindris dan males pake kacamata akhirnya ya tetep sama aja, tetep gak jelas kalo liat jarak agak jauh

  2. Oke, pertama (maksudnya poin satu, bukan pertamaaax). Minus memang bisa sembuh kalau pake kacamata terus. Asal minus belum terlalu besar sih. Gua contohnya. Tapi silindris gak bisa. Makanya gua pengen nyobain pengobatan lasik. Silindris gua makin gede aja rasaan.

    Kedua… 50rb-nya buat beli novel gua ajaaa…! Huehehehe… Masih ada kembalian loh biarpun beli dua2nya 😉

  3. sama, neh.. silindris juga. dah ada kacamata, tapi gag dipake…
    uang beli bukuna mau dibeliin kacamata? :O hehueheuhehehe…

  4. wah mas, mending pake kacamata mas… biar minus nya gak nambah kebanyakan. Klo masih minus segituh sih masih bisa sembuh asal rajin minum jus wortel. Lagi pula klo pake kacamata bisa masuk PKI ( Parta Kacamata Indonesia ) huehuehuehue

    V(^_^) piss yo

  5. Kalo tes mata pakai komputer itu memang hasilnya ngaco banget, cenderung jauh lebih besar daripada tes pakai lensa. 🙁 Minusku bertambah kemarin saat Lebaran ganti kacamata (sebenernya mo bilang gini: “Lebaran kemarin kacamataku baru lho..”) kekekeks.. 😛

  6. sama kaya arya, lagi kepikiran buat lasik, tapi gimana juga gitu, soalnya tampang dah kaya Clark Kent gini, kalau dilasik malah kehilangan “aura”nya 😛 😀

  7. pakai kacamata aja… biar lebih keren (kayak aku) 😀

  8. Mending pake kacamata ajah, drpd minusnya tambah terus loh.

  9. bella

    ya enakan bgt pake kaca mata looooooooo
    itung2 bagi rejeki ma yang punya optik,soalnya yg punya optik kan gaji karyawannya,,,,,

Leave a Reply

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén