Prosedur Memanusiakan Manusia
Artikel, Refleksi January 2nd, 2010
Kehidupan masa kini, rasa-rasanya, semakin dibikin rumit dari waktu ke waktu. Karena dibikin rumit, manusia seperti kehilangan selera humor. Barangkali lebih parah, nuraninya mati. Gara-gara kentut, orang bisa dipenjara. Gara-gara memungut kakao yang jatuh, sebuah perusahaan menuntut seorang nenek ke pengadilan. Segalanya dibuat harus prosedural.
Lucunya, semakin prosedural suatu sistem, seringkali jadi bikin rumit. Acara open house presiden misalnya. Orang miskin mustahil bisa masuk apalagi bertemu sang presiden, karena untuk menghadiri acara semacam itu, seseorang harus berpenampilan sesuai prosedur. Harus memakai kemeja, harus memakai sepatu, dan lain-lain. Ironinya, presiden tersebut dipilih juga oleh mereka yang kesehariannya bersendal jepit dan berkaos oblong. Bayangkan, hal tersebut terjadi di sebuah negara yang memiliki falsafah ‘Bhinneka Tunggal Ika‘ dan sangat gemar meneriakkan demokrasi, toleransi, pluralisme, dan anti-diskriminasi. Lucu, bukan?!
Seorang yang menjadi korban kecelakaan, misalnya tertabrak mobil, tidak bisa langsung mendapatkan perawatan dari rumah sakit, meskipun sekarat, jika tidak ada orang lain yang bertanggung jawab dan menanggung biaya perawatan. Padahal, bisa jadi orang tersebut hidup seorang diri, atau keluarganya jauh. Mungkin perawat dan dokter ingin menolong, tapi prosedur melarang. Di sisi lain mereka pun belum tentu sanggup menanggung biaya sang korban. Prosedural, tapi amoral.
Lalu, bukankah cerita korupsi di negeri ini juga bermula karena segala sesuatunya harus prosedural?! Bukannya anti-prosedur, tapi sebuah prosedur semestinya tidak menghalangi seseorang untuk bersikap sebagai manusia. Atau barangkali lebih baik jika suatu prosedur dibuat untuk memanusiakan manusia. Misalnya, jika Anda sebagai seorang Lurah, Anda tidak layak menyalahkan seseorang yang tidak mau membuat KTP karena penghasilan orang tersebut setiap bulannya belum tentu mencukupi untuk kebutuhan makan sehari-hari, sementara proses pembuatan KTP di kelurahan yang Anda pimpin bisa mencapai harga setengah dari penghasilan orang tersebut. Justru tugas Anda lah -sebagai lurah- untuk membuatkan KTP bagi orang tersebut. Meskipun menyalahi prosedur.
Sebuah prosedur dibuat pada dasarnya untuk memudahkan, bukan menyulitkan. Agar suatu proses dilakukan secara bertahap, teratur serta ‘adil’. Akan tetapi, manusia sebagai unsur terpenting dari suatu proses yang dilakukan secara prosedural, seringkali dilupakan. Kondisi manusia yang berbeda-beda sering menjadi unsur penyebab suatu prosedur tidak berjalan sempurna. Sayangnya, penyusun prosedur, yang juga manusia, selalu melupakan hal ini.
Contoh sebuah prosedur yang baik, yang dapat kita temukan adalah prosedur shalat. Normalnya, shalat wajib dilakukan dengan berdiri. Akan tetapi, prosedur normal itu boleh dan malah dianjurkan untuk dilanggar jika seseorang dalam kondisi sakit, atau tidak mampu untuk melakukan shalat. Misalnya sambil duduk. Jika tidak mampu duduk, boleh berbaring. Anda juga boleh bertayammum dalam keadaan sakit atau dalam situasi tidak ada air sama sekali. Justru ketika seseorang tidak mampu, tapi memaksakan diri, maka orang tersebut wajib untuk diberi peringatan.
Prosedur semacam itu, terus terang saja, sulit ditemukan. Entah dengan sekarang, tapi bertahun-tahun lalu kita sering menemukan seorang anak yang berhenti sekolah gara-gara belum membayar uang bulanan sekolah. Itu terjadi di sekolah, lembaga yang bidang utamanya mengajar dan mendidik manusia. Maka, tidak mengherankan jika dari sekolah tersebut menghasilkan manusia-manusia yang ‘kejam’, tapi dibenarkan oleh prosedur.
Komputer dan robot adalah contoh benda-benda yang bisa melakukan segalanya sesuai prosedur, dan harus sesuai prosedur, karena keduanya diciptakan untuk itu. Maka, jika manusia dituntut harus selalu melakukan segalanya sesuai prosedur dan tidak boleh sedikitpun keluar dari prosedur tersebut, bukankah itu sebuah cara untuk menjadikan manusia sebagai benda?! Yakin, siapa pun tidak ingin hal tersebut terjadi.



January 2nd, 2010 at 8:59 am
Kalo dipikir-pikir ternyata prosedur yang banyak berlaku sekarang ini malah meng-komputerkan manusia ya, don… Nggak berperasaan, insensitive, pun amoral.
Kayak robot. -_-’
GiE´s last blog ..Fantasi
January 2nd, 2010 at 10:34 am
hm..setuju gue bagian prosedural yang amat kaku memunculkan orang2 yang kejam, terbentuk jadi kejam karena mereka merasa orang lain pun memperlakukan semuanya serba kaku. kita pun jadi keras ama orang lain agar merasa impas.
ah..terlalu pikuk ini negara kita, media dipenuhi orang2 yg kehilangan rasa humor…rame terus
January 2nd, 2010 at 10:38 am
kanigara´s last blog ..Gimp : Color Correction
January 2nd, 2010 at 1:32 pm
January 2nd, 2010 at 7:55 pm
hmm…tapi ga akan ngomen apa-apa dulu..
ya ya.. manusia…
ah lagi lost focus..
nengthree´s last blog ..Hmm..
January 16th, 2010 at 8:41 pm
January 24th, 2010 at 9:34 pm
lowongan kerja´s last blog ..Scuba TV
January 29th, 2010 at 1:48 pm
kanigara´s last blog i like nike air max very much
February 15th, 2010 at 12:40 am
Salam kenal, ini kunjungan pertama saya.
March 5th, 2010 at 8:11 am
nike shox
http://www.airmax-shox.com/en/category/12-nike-shox-series.html
nike air max´s last blog ..Free Shipping Nike Air Max Tailwind 2010 Women’s Shoes Grey/Blue – 1662 – £54.55
March 5th, 2010 at 10:09 pm
March 8th, 2010 at 8:24 am
http://www.airmax-shox.com/en/category/12-nike-shox-series.html
nike shox´s last undefined ..If you register your site for free at
March 10th, 2010 at 6:15 pm