mind.donnyreza.net

Takdir: Rezeki, Jodoh dan Kematian

Epilogue
Sebelum membaca keseluruhan tulisan ini, saya ingatkan bahwa tulisan ini mungkin agak panjang, dan mungkin akan bikin mikir-mikir juga…mungkin loh…hehehe…soalnya, saya juga bikinnya mikir habis-habisan. Harap dipahami bahwa tulisan berikut ini bukan untuk menyesatkan orang lain…(serem amat, pake menyesatkan segala…)…tapi, tulisan ini hanya gambaran dari pemahaman saya terhadap Tema yang saya angkat. Pemahaman berdasarkan perenungan dan pemikiran yang selama ini saya lakukan, jadi selama hayat masih dikandung badan, tentunya akan selalu berubah jika memang ada koreksi atau informasi yang lebih kuat dan lebih benar. Selamat membaca…(mode PD : on)…:D
————————————————————————————–

DomaiNesia

Tentang Takdir

Konsep takdir, selalu menjadi perdebatan dan pertanyaan banyak orang. Belakangan ini, saya cukup banyak menemukan pertanyaan atau pun diskusi-diskusi tentang takdir. Bagi Umat Islam, Takdir merupakan bagian daripada Aqidah, karena merupakan bagian daripada Iman terhadap Qadla dan Qadar, dimana kata Takdir ini merupakan kata yang berasal dari Qadar. Karenanya, pemahaman tentang takdir ini sangat penting bagi seorang muslim. Sebab, pemahaman akan takdir ini akan menentukan arah dan sikap seorang muslim terhadap berbagai hal yang terjadi selama hidupnya. Karenanya, banyak juga ulama-ulama yang membahas konsep takdir ini dalam buku yang mereka buat.

Mengenai takdir ini, terdapat 3 golongan yang memahaminya secara berbeda. Golongan pertama, yang berpendapat bahwa manusia itu tidak bebas sama sekali, apa yang kita lakukan, sudah ditentukan oleh ALLAH. Golongan yang kedua, berpendapat bahwa kita sangat bebas, apa pun yang kita lakukan, tidak ada campur tangan Tuhan sama sekali. Dan golongan terakhir yang berpendapat bahwa apa pun yang kita lakukan semuanya ada dalam aturan-aturan Allah, ada campur tangan Allah, tapi kita pun memiliki pilihan untuk melakukan sesuatu.

Saya sendiri, jauh sebelum mengenal konsep takdir, memiliki pemahaman tersendiri berdasarkan hasil berfikir dan merenung. Dalam buku Pengajaran Agama Islam karya HAMKA, disebutkan bahwa arti Qadla itu adalah aturan, sedangkan Qadar adalah ukuran. Jauh sebelum membaca buku tersebut, saya berfikir bahwa segala hal yang ada di muka bumi ini, tunduk pada hukum sebab-akibat. Buat saya, pemahaman terhadap Qadla dan Qadar itu sederhana saja. Apapun yang terjadi di bumi ini, pasti ada sebabnya, bahkan kematian, rezeki dan jodoh pun tunduk pada hukum ini. Dalam buku tersebut juga dikatakan bahwa hukum sebab-akibat ini lah yang kemudian disebut dengan Sunatullah. Dalam ajaran Islam, segala yang ada di muka bumi ini mengikuti Sunnatullah, aturan Allah. Itulah Qadla. Sedangkan Qadar adalah ukuran dari aturan-aturan tersebut. Besar-kecil (ukuran) usaha atau ikhtiar dalam mengikuti aturan tersebut akan menentukan hasil, karenanya hasil dari usaha inilah yang disebut dengan takdir.

Saya tidak pernah berfikir bahwa Allah mengatur kehidupan manusia ini seperti kita memainkan catur. Tidak seperti itu. Karenanya, saya tidak setuju dengan golongan yang pertama. Buat saya, campur tangan Allah itu ada pada aturan-aturan yang Dia buat. Dan kita, sebagai manusia, ada dalam aturan-aturan tersebut, sehingga kita pun tidak bebas sama sekali dari campur tangan Allah. Karenanya, saya pun tidak sepakat dengan golongan yang kedua. Lalu, aturan yang seperti apa kah yang sudah Allah tentukan ? Segala macam aturan. Tidak hanya tentang aturan bagaimana hidup yang benar, tapi juga aturan-aturan terhadap alam semesta. Umur, mati, sehat, sakit, tua, rusak, itulah aturan-aturan Allah.

Contoh sederhananya begini, kita tahu, semakin tua umur suatu tali, akan semakin lapuk dan kemampuan untuk mengangkat dan menahan bebannya pun akan semakin berkurang, inilah Qadla. Katakanlah, jika dulu tali tersebut sanggup menahan berat 200 Kg selama berjam-jam, maka sekarang tali tersebut hanya mampu menahan beban seberat 50 Kg, itupun kurang dari 2 jam, inilah Qadar. Masalahnya adalah, kita tidak pernah tahu berapa beban yang sanggup tali tersebut tahan dan berapa lama, yang kita tahu, bahwa tali tersebut sudah tua dan lapuk. Karenanya, jika ingin selamat dari kecelakaan, ketika mengangkat benda dengan tali, atau ketika kita bergelantungan dengan tali, adalah dengan menghindari penggunaan tali yang tua tersebut. Kita tidak bisa menantang aturan Allah dengan nekat menggunakan tali tersebut dengan beban melebihi kemampuan tali. Karenanya, ketika kita nekat menggunakan tali tersebut, kemudian kita celaka, tidak bisa kita mengatakan,”Ini adalah ujian dari Allah…”, tidak seperti itu. Karena, Allah sudah memberikan kepada manusia akal untuk digunakan memahami aturan-aturan Allah tersebut, jika kemudian kita menentang akal kita sendiri, dan kemudian terjadi kecelakaan, itu akibat kelakuan kita sendiri. Bukan karena Allah yang melakukan. Karenanya, kita harus intorspeksi, tidak bisa kita menyalahkan Allah. Takdir kita celaka, karena perbuatan kita sendiri. Allah sudah tentukan Qadar pada tiap aturan tersebut. Karenanya, kita harus menggunakan akal kita untuk memahami aturan tersebut dan memilih ketika melakukan sesuatu.

Kematian pun mengikuti aturan ini. Contoh pada kasus bunuh diri. Bisa jadi, orang yang melakukan bunuh diri belum saat nya mati. Bisa jadi, Allah sudah menentukan hari kematiannya di waktu yang lain. Tapi, akan menjadi berantakan segala aturan yang ada jika kemudian, misalnya, ada orang yang mencoba bunuh diri dengan minum baygon sampai ber-galon-galon, atau mencoba memegang setrum tegangan tinggi selama berjam-jam, masih hidup juga, alasannya, karena Allah belum menentukan hari kematiannya saat itu. Tidak seperti itu. Allah tidak akan sekonyol itu. Allah memang sudah menentukan saat kematian seseorang, tapi Allah pun tidak akan membiarkan aturan yang Dia buat menjadi berantakan. Karenanya, orang tersebut “harus” mati, agar aturan Allah tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya. Meskipun, sebetulnya, bukan saatnya dia mati. Karena itu lah, Allah melaknat orang-orang yang bunuh diri. Bayangkan, jika orang tersebut masih hidup, tentunya akan menyebabkan berbagai aturan kacau balau, ilmu pengetahuan menjadi berantakan, dan mungkin, akan ada ribuan orang yang mencoba minum baygon sebagai sarapan pagi….heu heu heu.

Kasus kecelakaan mobil atau motor karena ban pecah, tabrakan, rem blong, semuanya mengikuti aturan yang ada. Ban pecah, bisa terjadi karena tertusuk paku, atau tekanan udaranya kurang, atau umur bannya sudah tua, jadi bukan Allah yang memecahkannya, aturan Allah lah yang membuat hal itu terjadi. Kasus kecelakaan lainnya, seperti tabrakan kereta api, pesawat jatuh, kapal tenggelam, semuanya pasti ada sebab nya, dan biasanya karena adanya sunnatullah yang dilanggar. Tapi dari situ, kita seolah-olah ditegur oleh Allah agar melakukan segala sesuatu sesuai dengan aturan dan ukuran yang telah ditetapkan.

Khusus untuk urusan Rezeki dan Jodoh, saya agak kesulitan juga menjelaskannya, karena memang untuk kasus-kasus ini sering terjadi hal-hal yang agak “aneh”. Bukan tidak masuk akal, hanya saja pada beberapa kasus cenderung keluar dari aturan-aturan yang ada. Selain itu juga karena adanya persinggungan dengan “takdir” orang lain. Tapi, sebagian besar tetap terikat Sunnatullah yang sudah ada.

Dalam urusan Rezeki, Islam memerintahkan untuk bekerja keras. Ingin kaya, ya bekerja keras. Ingin urusan Rezeki lancar, carilah jalan masuknya rezeki yang baik. Karenanya, biasanya, urusan Rezeki ini berbanding lurus dengan besarnya Usaha, apa yang dikerjakan, dan pada siapa kita bekerja. Jadi, tidak bisa kita mengeluh, “Sudah kerja banting tulang, tapi masih kayak gini-gini aja (miskin)…”. Pertanyaannya adalah, apa yang dikerjakan ? Di mana bekerjanya? dan kerja pada siapa ? Kalau kerja keras siang malam, tapi hanya sebagai penarik becak, wajar saja kalau tidak kaya, karena memang pintu nya kecil. Kalau sebagai karyawan, wajar saja gajinya pas-pasan, karena besarnya gaji kita juga ditentukan oleh perusahaan. Tapi, kalau jadi seorang pembicara seminar, wajar saja bayarannya besar. Karenanya, urusan Rezeki sangat berhubungan dengan orang lain juga. Tapi, dunia ini membuktikan bahwa orang-orang yang sukses secara finansial adalah orang-orang yang tahu bagaimana dia harus bekerja, tahu apa yang harus dikerjakan, dan tahu pada siapa dia harus bekerja. Tidak asal, “pokoknya gua kerja”. Dan untuk mencapai ke level itu, yang paling dominan adalah kerja keras dan pengetahuan tentang strategi mencari rezeki. Karenanya, agar rezeki menjadi lancar, kita pun harus mengkondisikan diri kita pada situasi yang memang memungkinkan kelancaran rezeki tersebut. Tidak bisa hanya tidur dan diam, lalu berkata, “kalau udah rezeki mah pasti datang sendiri…”. Karena itu, keadaan finansial kita sekarang merupakan hasil dari kerja kita diwaktu yang lalu. Kalau misalkan kita kerja selama ini tidak kaya-kaya juga, carilah tempat yang lain, atau pekerjaan yang lain. Tidak mungkin hanya diam saja di tempat tersebut. Kalau misalkan sampai saatnya mati belum kaya juga, setidaknya kita sudah berusaha untuk mencari kualitas hidup yang lebih baik.

Meksipun ada juga kasus-kasus datangnya Rezeki dari arah yang “tidak bisa diduga”, tapi biasanya, hal tersebut juga terjadi dari usaha yang kita lakukan sebelumnya. Misalnya, kita sering menolong orang lain, atau berbuat baik kepada orang lain. Sebagai rasa terima kasih, maka orang yang ditolong tersebut memberikan uang atau rezeki lainnya kepada kita. Itu pun, pada dasarnya, akibat usaha kita juga. Jarang sekali ada orang yang kaya akibat nemu duit 1 milyar di jalan. Kalau warisan, itu lain lagi, biasanya warisan tersebut merupakan hasil dari kerja keras orang yang mewariskannya. Penerima waris hanya menerima hasilnya saja.

Nah, untuk urusan jodoh, memang “sepenuhnya” karena keputusan Allah. Biasanya, untuk kasus jodoh ini, campur tangan Allah dirasakan sangat besar. Karena, kadang, sebesar apa pun usaha yang kita lakukan, kalau memang orang yang kita incar tidak suka, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena, urusan hati ini, hanya Allah saja yang bisa membolak-balikkannya, tentu saja dengan caraNya yang terkadang tidak bisa kita mengerti. Tapi, tetap saja, orang-orang yang berikhtiar lebih keras, cenderung lebih cepat mendapatkan jodohnya daripada orang-orang yang menunggu datangnya jodoh. Karenanya, kita pun harus introspeksi diri, seberapa besar usaha kita untuk mendapatkan jodoh tersebut…

Lalu, apa fungsinya Do’a ? Nah, Do’a adalah harapan terhadap kondisi ideal yang kita inginkan dan kita minta kepada Allah. Salah satu alasan mengapa Do’a tidak langsung dikabulkan adalah karena Allah lebih mengetahui kondisi kita yang sebenarnya daripada kita sendiri. Karenanya, agar Do’a kita terkabul, sering kali Allah menyiapkan kondisi kita terlebih dahulu. Caranya, mungkin melalui kemantapan hati ketika mengambil suatu keputusan, atau rasa gelisah ketika akan melakukan sesuatu yang salah, yang jelas, bentuk pengabulan do’a ini sangat jarang sekali yang langsung. Misalkan, kita ingin menjadi orang yang sholeh, kemudian kita berusaha untuk mencari lingkungan yang baik agar kita bisa menjadi sholeh. Nah, dalam pencarian itulah, biasanya Allah menolong kita, misalnya dengan memberikan rasa tenang ketika kita bertemu orang-orang yang sholeh, atau ketika berada di lingkungan tersebut, sehingga kita merasa betah berada disana, dan pada akhirnya, karena sering bergaul, pelan-pelan kita pun menjadi orang yang sholeh. Tidak ujug-ujug jadi sholeh, bisa hancur dunia persilatan. Allah hanya memberikan tuntunan, melalui sinyal-sinyal yang dia berikan, keputusan tetap ada pada kita. Jadi, Allah tidak memperlakukan kita seperti bidak catur…”Kamu, ke sini aja ya…? biar ntar ke neraka….” , “Nah, kamu kesana aja…supaya masuk surga..”…Saya kira tidak begitu. Hal tersebut tentu saja tidak adil, percuma saja kita hidup kalau misalkan Allah sudah menentukan “Kamu masuk Surga…”, “Kamu masuk Neraka…”. Dan untuk apa ada penghisaban di akhirat kalau jelas-jelas kita masuk neraka atau surga.

Dalam buku HAMKA tersebut, dijelaskan bahwa salah satu kemunduran umat Islam, dan menurut saya bangsa Indonesia juga, adalah menghindari Takdir, bukan menghadapinya. Kalau ingin kaya, aturannya bekerja keras, bukan diam atau malas-malasan, sementara kita lebih banyak bermalas-malasan, wajar kalau tidak kaya. Orang yang menghadapi takdir adalah mereka yang bekerja keras, sedangkan yang menghindari adalah mereka yang bermalas-malasan. Jadi,memang benar kalau segala yang baik itu datangnya dari Allah, karena Dia sudah menentukan segala sesuatunya dengan baik, kalau kita mengikuti dan memahami aturan-aturan yang ada, kita akan menemukan takdir yang baik. Sementara segala macam bencana, kecelakaan pada dasarnya memang hasil perbuatan dan kelalaian manusia juga. Contoh, banjir bandang, logikanya, banjir tersebut tidak perlu terjadi,jika hutan-hutan yang ada mampu menahan dan menyerap air tersebut. Tapi, karena hutan tersebut gundul, mengalirlah air tersebut tanpa hambatan, terjadilah banjir bandang. Siapakah yang menggundulinya ? Manusia juga. Jadi, bentuk “teguran” yang terjadi, biasanya sesuai atau akibat dari apa yang dilakukan oleh manusia.

Fenomena-fenomena alam yang terjadi juga, pada dasarnya adalah sunnatullah agar alam semesta ini tetap stabil. Gempa Bumi, letusan gunung merapi, dan lain-lain. Hanya saja, mungkin, pada saat itu Allah benar-benar “turun tangan” agar manusia tidak sombong dan lalai. Contoh pada kasus Tsunami di Aceh, mungkin yang terjadi pada saat itu bukan hanya semata-mata fenomena alam biasa, tapi mungkin memang Allah memberikan teguran secara langsung. Meskipun, secara ilmiah, masih bisa dijelaskan.

Intinya, campur tangan Allah di dunia ini, “diwakili” oleh ketentuan yang sudah Dia gariskan. Tidak turun tangan langsung seperti mengatur bidak-bidak catur. Dalam kehidupan kita, kita tidak bisa lepas dari aturan-aturan (ketentuan) tersebut. Bagaimanapun jalan kita, kita terikat oleh ketentuan tersebut. Namun, kita pun dibekali akal untuk memahami aturan-aturan tersebut, sehingga ketika kita memutuskan untuk melakukan sesuatu, kita tidak bertindak bodoh dan celaka karena melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ketentuan. Namun, terkadang, dalam beberapa hal, Allah benar-benar mengambil alih dan “menyentil” kehidupan kita dengan caranya yang tidak bisa kita pahami.

Jadi, selamat menentukan arah takdir …

Wallahualam,

(*…Komentator : Hihihi…Lha, elu, kenapa juga belum dapet jodoh, pasti karena kurang usaha kan..?…*)
(*…Komentator : MAKANYA, USAHA DONG!!! IKHTIARRRRRRRRR..!!!!…JANGAN DIEM AJA!!!!*)
(*…Penulis : DIAAAAAMMMMMM!!…*)
(*…Komentator : Dasar!! Penulis yang anehhh…:p…*)

Web Hosting


Hanya sedang ingin berbicara tentang misteri hidup….
S3K3L04A. 020706.20:06.

49 Comments

  1. didah

    tidak ada seseuatu yang terjadi selain karena atas izin Allah.
    ihtiar atau tidak itu juga kehendak-Nya
    tidak ada keuatan sedikitpun yang mahluk miliki kecuali Dia yang memberi.
    manusia termasuk mahkluk Nya.
    ada satu keistimewaan yang di beri Nya yaitu bisa memilih
    bila ingin sukses tinggal ambil, bila ingin gagal berdiamlah.
    semua diberi, sehingga ada perubahan dan pengolah yang menjadi indah

  2. Taqdir bisa dirobah dengan Doa. Kalau tidak berdoa takdir tidak berubah. Itulah hukum sebab akibat, kaitan dengan Takdir

  3. Tapi nulis postingan juga usaha kan !!!
    Saya do’akan mudah-mudahan ada jang kepincut sama mas Donny yang imut-imut, klo… saya seeh udah amit-amit he.he.he… 😀

    haniifa’s last blog post..Tahajud Perkuat Sistem Imun Tubuh

  4. joditiruyo

    pas bahas jodoh kok dimulai dg Nah… dan “sepenuhnya”… Kan Allah baik -dan selalu baik- dg memberi penglihatan buat kita buat milih yg berjilbab atau bukan, yg mancung atau pesek, dan sejuta pilihan fisik lain yg bs kita inderai. Allh “membagi” rasa suka pada kita untuk kemudian kita cenderung pada yg seperti apa : hitam putih mancung tinggi cantik mata hitam biru dsb. Salam

  5. bono

    ada yang bilang bahwa rejeki orang udah di takar… katanya loe mau kerja kayak apapun ya segitu deh jatah loe…
    bener nggak kang? bingung aku…

  6. wah…q masih bingung konsep antara taqdir dengan usaha atau iktiar. palagi yang paling sederhana menurut imam Al Ghazali

    miftah’s last blog post..isra’ mi’raj

  7. ELSI SOVIA

    :tweety1: :tweety1:

  8. ughie,,,

    Manusia hanya bisa berencana…
    tapi Allah lah yang menentukan.

  9. menurut gw takdir itu bukan pada hasil akhir seperti yg dipahami kebanyakan orang secara umum..tp menurut gw takdir itu adalah ATURAN MAIN yg sudah ditetapkan oleh Tuhan yang Maha Segalanya..
    http://banian.wordpress.com

  10. meelala

    kalau tentang kematian bagaimana ? masalah kematian saya masih berfikir terus sampai saat ini, apakah benar umur manusia sudah ditentukan Allah ? dan umur itu hak allah mutlak ,manusia tidak dapat mengubahnya ,kadang saya berfikir manusia harus menjaga kesehatan agar umurnya panjang, tidak merokok dll, dan waktu terkena penyakit mendapatkan penanganan yang profesional dari yang ahli.tapi kadang saya juga bingung sama2 perokok tapi yang satu meningggal yang lain berumur panjang. saya berfikir bila waktu terjadi serangan jantung pada seseorng dan mendapatkan penangan yang semestinya mungkin orang tersebut masih hidup. tapi karena SDM kita masih jauh dari sempurna sehingga banyak yang mengalami serangan jantung tidak tertolong. padahal saya pernah baca seorang profesor undip mengalami serangan jantung di amerika dan alhamdulillah sampai sekarang masih hidup. karena SDM orang amerika bagus dan penangannyapun terampil sehingga orang tersebut tertolong, mungkin kalau kejadiannya di indonesia akan lain ceritanya.karena waktu itu langsung dilakukan operasi pada bagian yang terjadi sumbatan. itulah penangan yang tepat dan segera.Kadang saya juga berfikir seandainya dia tidak merokok dan waktu terjadi serangan jantung mendapatkan penanganan , yang benar mungkin sampai hari ini dia masih hidup. salahkah pemikiran saya ini . karena kadang saya menyesal dengan apa yang terjadi pada dia dan sering menyalahkan dan mengapa tidak begini , kadang saya juga berfikir bagi allah segala mudah mengapa pada waktu terjadi serangan jantung tidak ditiup saya bagian pembuluh darah yang tersumbat, jadi kan dia masih hidup.waallahhuaklam. mohon tanggapan

  11. irma

    ya mungkin itulah takdir meelala. Allah yg mengatur se2orang itu rezekinya sebanyak apa, bisa keluar negeri atau nggak, mungkin Allah pulalah yang menentukan kecenderungan seorang manusia itu untuk kelak jadi perokok atau tidak. maaf bila tanggapan saya ada salah2 pemikiran dll.

  12. slamet

    ketika di syam(syiria, palestina dan sekitarnya) terjadi wabah, Umar bin khattab yang ketika itu bermaksud berkunjung kesana membatalkan rencana beliau, dan ketika ittu tampil seorang bertanya :
    “Apakah anda lari/menghindar dari takdir Tuhan?”
    umar menjawab :
    “Saya lari/menghindar dari takdir Tuhan kepada takdir-Nya yang lain.”

    jadi takdir mausia adalah untuk memilih takdir-takdir yang sudah ditentukan oleh Tuhan.

    andaikata manusia bisa membuat robot/wayang yang takdirnya terbatas,
    maka Tuhan membuat manusia dengan takdir yang kita tidak mungkin tahu batasnya, dan pasti lebih baik daripada robot buatan manusia.

    ingat jangan menyamakan(berfikir ada yang sama) Tuhan dengan manusia

    seandainya kita berpikir bahwa takdir manusia seperti robot/wayang maka itu sama juga menyamakan Tuhan dengan manusia, karena kita menyamakan manusia yang ciptaan tuhan dengan robot/wayang ciptaan manusia

  13. Wah dalem banget, bravo donny,ulasannya menyegarkan hati

  14. Zubaidi Kailani

    Menurut : team Dakwatuna takdir ada 4 macam :
    Takdir Azali: yang tertulis di “Lauhmahfud” (lihat QS Al Hadid: 22)
    Takdir Umuri: yang diberlakukan pada awal penciptaan manusi,…… Kemudian Allah mengutus seorang malaikat yang diperintahkan untuk meniupkan ruhNya, mencatat empat perkara :rizki,ajal, sengsara, bahagia.. (HR Bukhari)
    Takdir samawi : dicatat pada malam lailatul Qodar, (baca QS Ad Dukhan: 4-5)
    Takdir Yaumi:untuk semua peristiwa yang akan terjadi dalam 1 hari. (QS Ar Rahman: 29).
    Subhanallah, saya sadar memeng ilmu kita ini sangat terbatas.

  15. Assalamu’alaikum
    As i for one, takdir memang sudah dituliskan dalam kehidupan awal kita, tapi kita tidak boleh menyerah menghadapi takdir. APakah kalau kita ditakdirkan miskin, lalu kita tidak bekerja? tentu tidak kan?
    saya percaya semua sudah ditulis, tp saya akan tetap berusaha mendapatkan apa yang saya inginkan, setinggi dan sebaik mungkin.
    kita harus “merebut” impian kita dari tangan Allah, bukankah Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum tsb benar2 ingin mengubahnya. Aku sih simple2 aja, yg penting jalani hidup, menafsirkannya secara sederhana karena memang otaknya pas2an :).
    Wassalam

  16. sky

    APakah kalau kita ditakdirkan miskin, lalu kita tidak bekerja? tentu tidak kan?

  17. ulasan nya bagus banget…sipp

  18. ngomong2 soal om jaf, saya pernah baca buku karya blogfam yang tadinya adalah cerita berantai yang berjudul The Messenger, bahasanya santai tapi kocak

  19. I love Donny..
    Let’s Keep thinking about life and do the best!!

  20. wijaya

    menurut saya yang namanya takdir itu adaah batasan atau aturan misalnya seperti manusia tidak bisa terbang, itu lah menurut saya takdir,,dan takdir itu bisa dirubah dimana dijelaskan bahwa kita merubahnya dengan doa dan usaha.. kita sebagai manusia telah dikaruniai akal yang kuat sebagai usaha kita merubah takdir yaitu dengan menggunakan akal misalnya tadi kita tidak bisa terbang dengan adanya akal kita bisa membuat kapal terbang dan ahirnya manusia pun bisa terbang.. hingga ahirnya takdir berubah bahwa manusia bisa terbang..

  21. Ijin copas untuk di share kepada teman-teman saya yang lainnya yah.. 😀

  22. Zul

    Salam. Sila rujuk “Doa tidak boleh mengubah Taqdir” …..pemahaman sebenar tentang I’tiqad tentang doa….jangan silap ye…!
    http://kerjayahalal.blogspot.com/2010/09/muqaddimah-masalah-taqdir-doa-usaha.html

  23. zaid

    tentunya segala sesuatu itu milik Allah swt , tanpa terkecuali termasuk takdir , hanya saja di sini kita harus menyadari bahwa kelemahan kita (manusia) adalah tidak mengetahui takdirnya .

  24. RIDWAN

    ada 2 orang yang berbeda,
    si A lahir dikeluarga yg harmonis, kaya, taat

    beragama, karena ganteng si A selalu jadi idola

    para gadis, kemana-mana selalu dihormati orang

    karena dia santun dan berasal dari keluarga

    terpandang. sehingga si A hidup dari lahir sudah

    bahagia.
    si B lahir dari keluarga berantakan, miskin dan

    cacat, mukanya buruk dan kemana-mana selalu diusir

    orang. si B juga taat beragama.

    kalau si A dari lahir hidup bahagia dan mati pasti

    sorga, sebab dari bayi dibimbing dg ajaran agama.
    kalau si B dari lahir hidup melarat dan mati masuk

    neraka,
    sebab si B sering mencuri untuk bisa makan.

    mengapa si A dan si B hidupnya sangat berbeda ????

    mungkin takdir itu bisa dibilang ADIL jika si A

    bisa dibilang hidup diatas roda, si B dibawah roda

    setelah pertengahan umur si A dibawah dan si B

    diatas.

    ADILKAH TAKDIR ITU ????

    ada orang mati-matian berusaha tapi tetap gagal,

    sedangkan ada juga orang usaha sedikit tapi

    berhasil.

    dalam mencari Tuhan, sebaiknya kita membaca semua

    konsep agama.
    saya dengan KARMA sudah menjadi kata dalam 137

    bahasa…

  25. ahmad suryo

    santai… aja, klo udah ditakdirkan hidup bagai sorga dibumi ini. buat apa repot-repot. kayak jadi anaknya pangeran charles ato anaknya bill gates.
    bener juga tuh kate si ridwan diatas

  26. Ardie

    Menurut gue ceh takdir, bagai sebuah kendaraan yg mlaju diatas jln dmn pst ada ujungnya dsn trjd happy endingnya msg2 ap yg mau dituju dr ahir jln tsb,.so gmn kita pandai2 ny ja mngemudi..

  27. ridwan said

    semuanya sudah ditentukan oleh takdir, seseorang tidak bisa lepas dari takdir kecuali kehendak Allah,
    ada 3 takdir yang ada didunia ini, yaitu:
    1. Takdir hidup sangat melarat
    contoh : lahir dikeluarga miskin dan melarat, cacat dan penuh cobaan.
    2. Takdir hidup sedang – sedang saja.
    contoh : lahir dari keluarga bisa saja, hidup biasa saja, tampang pas-pasan.
    3. Takdir Hidup bahagia
    contoh : lahir dari keluarga kaya raya, harmonis, ganteng dihormati.
    seperti : anaknya bill gates.

    setiap orang sudah diberikan takdir masing masing dari Allah, dan membedakan cobaan masing-masing orang.
    contoh cobaan anak dari nomer 1 :
    – selalu berdoa agar bisa makan besok.
    – akan sulit mencari wanita apalagi wanita cantik.

    contoh cobaan anak dari nomer 3 :
    – Lamborgini yang dipesan tidak sesuai warnanya.
    – Resah setiap saat sebab dikejar-kejar oleh para model, wanita cantik dan artis, sebab selain ganteng kaya lagi.

    lalu mengapa ada perbedaan, yang jelas anak nomer 1 pasti lebih besar dosanya dari pada anaknya Bill gates, sudah nikmat hidup di dunia mati masuk sorga lagi…

  28. bagiku, takdir manusia itu layaknya aturan pakai yang ada di dalam buku panduan yang dibuat sebuah pabrik.

  29. Abdullah

    Kalau menurut gua. Takdir itu aturan2 yang telah ditetapkan Allah bagi manusia & alamnya. Itu aturan sudah paten banget dan kagak bisa diubah2 lagi.
    Diantara takdir manusia adalah ajalnya. Kalau menurut gua yang menhjadi aturan mainnya adalah setiap manusia pasti mati dan asbabnya bermacam-macam. Jadi tegasnya bukan Tuhan menentukan umur si A sekian, si B sekian dsb. Karena akalu demikian adanya jadi repot misal telah ditentuin si A umur 70 thn, tapi baru umur 60 thn dia bunuh diri gimana coba? Tapi kalau yang diterapkan aturan main di atas akan jadi fleksibel artinya barangsiapa bisa menjaga dengan maksimal kesehatannya (diantaranya) akan punya harapan hidup lebih panjang daripada orang yang pasif dan tidak perduli pada kesehatannya. Makanya kenapa orang2 barat yang care pada kesehatan mereka punya harapan hidup lebih lama d/p orang2 yang tidak perduli walau dia tidak percaya sama Tuhan sekalipun. Jadi orang akan tiba ajalnya jika dia memasuki sebab-sebab yang menuju ke arah tersebut. Disini letak keadilan ALlah dan diakuinya eksistensi manusia.
    Wallahu ‘alam bissowab

  30. menurut aku “TAKDIR” adalah jalan Hidup yg telah di Tentukan alloh akibat pilihan kita, Aku ngalamin’y sendiri waktu itu ada 2 pilihan: pilihan pertama aku Krja sebagai Karyawan Bank. pilihan Ke ke Dua aku buka Usaha sendiri dgn cara Buka Butik dengan Modal sendiri.
    aku ambil pilihan ke dua, aku buka butik setelah beberapa Bulan Butik ku kurang jalan, karena Kurang Modal sampai aku pinjam dan sekarang aku terlilit Hutang, Mungkin klo aku ambil pilihan pertama Takdirku Lain dengan Takdir yg sekarang. jdi menurutku Takdir Itu Banyak dan Yg nentuin adalah Kita, dengan Kata lain Takdir Di siapin alloh Untuk di Pilih sama Kita. Tul Gak….tpi kita jangan pernah sesali dgn apa yg telah terjadi bagai manapun juga Takdir yg di siapin alloh adalah yg terbaik untuk kita, dan semua ada hikmah’y SIAPA TAU klo aku pilih kerja di BANK trz aku TEGODA UNTUK korupsi bisa-bisa aku masuk penjara, hehehehehe amit-amit..TUL gak?

  31. adriyan

    1.Allah sudah memberikan kepada manusia akal untuk digunakan memahami aturan-aturan Allah tersebut, jika kemudian kita menentang akal kita sendiri, dan kemudian terjadi kecelakaan, itu akibat kelakuan kita sendiri. Bukan karena Allah yang melakukan

    Komentar :

    Ass wr.wb
    tulisan di atas adalah kutipan dari tulisan sdr,maka ijinkan sy untuk menangggapinya.

    1.anda mengatakan org yg mengalami kecelakaan karena tdk mengiktuti aturan, itu karena kelakuannya sendiri,bukan kehendak ALLAH..,secara pribadi sy tdk sependapat dgn sdr.. mengapa ? karena kesannya manusia itu punya KUASA untuk berbuat,dan ALLAH swt, kehilangan sifat Maha KuasaNYA.manusia seolah2 dpt menentukan nasibnya sendiri…,pdhl manusia lhir tanpa memiliki apa2.TAPI sy jg tdk ingin mengatakan bahwa org yg kecelakaan adl dibenci olh Allah ta’ala bisa saja dia mati syahid,ALLAH swt Maha Kuasa,Berkehendak dialah ALHAQ,ditanganNYAlah semua KetetapanNYA.

  32. rahasia takdr, aku suka membacanya karena kita sepikiran. aku pun insyaallah akan menuliskannya dengan konsep anda yang bagus dan aku slidiki labh dalam soal jodoh dan rizqi.
    oya, mungkin anda teripnspirasi dari bukunya agus mustofa ya? “mengubah takdir”????
    thanks…

    • Donny Reza

      fatahillah,
      saya sering lihat buku-bukunya pak Agus Mustofa, tapi saya belum pernah baca isinya. Tulisan ini juga sebetulnya dipicu oleh buku “Pengajaran Agama Islam” karya HAMKA. Ada satu bab yang membahas tentang qada dan qadar. Selebihnya, sebagian besar adalah hasil perenungan setelah membaca buku itu, dan saya tidak berani mengatakan bahwa tulisan ini merupakan pemikiran final saya. Terus terang, sampai saat ini pun saya masih banyak memikirkan soal taqdir ini 😉

  33. oya, di bukunya pak agus mustofa kayaknya di bahs semua deh. soal rizki, jodoh, kematian dll. semuanya tentang rahasia yang ilmiah dan filosofis serta sdkit kontraversi. ckp menambah ilmu bagi kita. mksh

  34. Tazakka

    Bisa jawab ini gak?Waktu sekolah saya pacaran serius dengan seseorang. Karena sesuatu hal hubungan kami putus di tengah jalan. 3 tahun berikutnya saya menikah (tanpa pacaran) dengan orang yang tanggal lahirnya cuma selisih 1 hari dengan mantan saya tersebut, sama-sama anak yatim, sama-sama sulung, sama-sama pintar, hayoooo….tu namanya apa ya? Saya masih terus bertanya-tanya. Berarti takdirnya Allah bwt saya mesti berjodoh dengan anak yatim dll?

  35. phyta

    kalo takdir kematian isa dirubah dengan do’a gag..??

  36. phyta

    buat fatahillah: insya allah takdirmu bkn slalu mndpatkan org yatim..tp yg mjd psanganmu itu insya allah jodohmu..mslah pacar yg dahulu tdk usah di sangkut pautkan,,Allah tdk prnah menuruh ummatNya utk pacaran

  37. phyta

    ma’ap salah
    maksudnya td itu buat tazaka

  38. helmi

    lantas pertanggung jawaban tentang dalil dibawah ini bagaimana?
    idza ja’a ajaluhum falaa yasta’firuuna walaa yastaqdimuun.

    yang artinya : jika datang ajal seseorang maka tidak ada seorangpun yang dapat memaju-mundurkannya, walau sedetik.

  39. saya memiliki pendapat pertama, berbeda dengan anda, karena tuhan maha kuasa, bahkan daun yang gugur pun telah tertulis di lauhul mahfudz, apalagi kita…. Manusia adalah makhluk sosial, yang selalu berhubungan satu dengan yang lain, termasuk masalah rezeki, kehidupan seorang manusia mempengaruhi rezeki manusia lainnya, ketika terjadi kecelakaan, trus kita berobat, ada rezeki dokter tersebut yang akan kita sampaikan dari tuhan. bahkan orang yang bunuh diri itu pun takdir tuhan, kaya bukan karena manusia itu berusaha, itu hanya karena takdir, usaha mereka karena tuhan yang menggerakkan, tuhan yang beri hidayah menuju kekayaan mengikuti takdirnya.kita bagaikan aktor yang disutradarai dan diskenarioi oleh tuhan, kita hanya menjalankan sunnatullah, kita adalah boneka yang harus berpasrah diri dan ikhlas menerima takdir kita.
    kalau manusia bisa merubah takdir, kenapa tuhan harus menempatkan nabi adam pertama kali di surga, trus harus ada iblis yang membangkang, trus kenapa harus ada buah khuldi?????
    padahal jelas-jelas tuhan akan menciptakan manusia menjadi khalifah di muka bumi????? apa yang terjadi jika nabi adam tidak makan buah khuldi, apakah tuhan bisa salah??????? tidak akan ada manusia di muka bumi…
    itu adalah skenario dari tuhan, bahkan nabi adam pun tidak bisa merubah takdir, dia hanya menjalankan skenario tuhan.
    namun tuhan juga memberikan konsep keseimbangan kepada kita, makanya ada aliran jabariah dan qodariah, tuhan gerakkan para ulama berselisih demi keseimbangan kehidupan.
    coba bayangkan ketika manusia itu hanya memiliki pemikiran yang pertama, maka tidak akan menarik kehidupan di muka bumi.
    dan perlu diingat, kita tidak pernah tahu skenario apa yang dibuat tuhan untuk kita, makanya kita harus berusaha, kalau kita malas, mungkin saja kita ditakdirkan untuk hidup miskin, kalau kita rajin, mungkin saja kita ditakdirkan menjadi orang pintar.
    itu adalah skenario tuhan yang harus kita jalankan.
    saat ini yang bisa saya sampaikan, ikhlas lah menerima takdir yang digariskan untuk kita….
    salam keikhlasan.

  40. desti

    assalamuallaikum..

    wah saya senang skali baca hasil pemikiran mas doni…^_^

    kalo akhir2 ini saya berpikir tentang takdir..
    kita harus percaya takdir biar kita gak pusing2 dan menyesal..bersedih..ttg apa yg terjadi pada kita.. Biar kita bisa terus berjalan menapaki kehidupan…terus berbuat baik dan beribadah…
    contoh..angelina sondakh ditinggal mati adji masaid..
    kalo angi tidak percaya takdir..dia pasti akan sedih..terus menerus…berpikir kenapa begini dan begitu…
    jadi menurutku kematian adlh takdir biar kita tidak ndresulo..(bahasa jawa)..

    Rejeki..di bilang takdir biar kita slalu bersyukur atas apa yg kita dapat..dan tidak serakah..

    Jodoh..siapapun jodoh kita..yang penting kita bisa tetap beribadah kepada Allah swt..

    Intinya hidup didunia kita hanya semata2 ibadah kepada Allah swt…sekecil apapun yg kita lakukan..

    maaf,jika ada salah mohon koreksi..saya ini orang yg masih dangkal ilmu…

    Saya juga bingung ttg jodoh saya..
    saya kenal dengan orang yg berbeda agama,suku,budaya,negara,…dia orang timor leste..
    Apakah dia akan menjadi jodoh saya?
    sementara banyak masukan dari kelaurga dan teman2 tentang hambatan yg akan di hadapi…
    dalam hati saya…aku iklas atas ketentuan Allah hidup dimana aja asalkan saya masih bisa beribadah kepadaNYA/…

  41. Lena Nur

    Alhamdulillah robbil alamiin..
    Mksih mas donny krn tulisannya bisa menyentuh qolbu yg gundah.. 🙂

  42. Alhamdullilah robbil alamiin…
    Thanks donnyreza tulisannya dpt membuka akal pikiranq ttg takdir..

  43. calista

    waaaaaah…mas donny hasil pemikiran dan renungannya mantappp!!! makasih mas donny ^^

  44. mank benar takdir udah ditetapkan….pa yang perlu dilakukan, pa yang perlu diusahakan dan pa yang perlu dirubah agar takdir dapat berubah sesuai keinginan kita..bukankah manusia adl buah dalam papan catur…hidup sekedar mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh sang penguasa hidup…mau kemana dn harus gimana aku padahal hidupku sudah ada yang menjalankan…usahaku untuk merubah segalanya hanyalah ada sebuah kepedihn dan kegelapan…yang aku bisa hanya meyakini permainan hidupku dengan percaya apa yang telah dipercayakan oleh sang penguasa hidup..percaya apa yang telah dipercayakan oleh orang yang ku sayangi….karena ku yakin mereka akan membawa kebaikan meski yang terasa adalah keburukan…

  45. ALHAMDULILLAH. MOHON IJIN MAMPIR DISINI, SMOGA ALLOH RIDHO PADA KITA.. AMIIN

  46. gibran

    orang2 yg kawin-cerai itu taqdir jodohnya gmn?

  47. z pusing tentang takdir….?

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén