<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>mind.donnyreza.net</title>
	<link>http://mind.donnyreza.net</link>
	<description>Catatan, celoteh, curhat, caper</description>
	<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 18:43:52 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Guitar Player</title>
		<link>http://mind.donnyreza.net/22062008/guitar-player/</link>
		<comments>http://mind.donnyreza.net/22062008/guitar-player/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 18:32:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Reza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<category><![CDATA[SerbaSerbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mind.donnyreza.net/22062008/guitar-player/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Saya sedang merindukan bermain gitar.  Terutama di waktu-waktu sedang sering menyendiri seperti sekarang.  Setidaknya sudah hampir 4 tahun saya tidak benar-benar bermain gitar lagi.  Pernah beberapa kali memegang gitar lagi, tapi tidak lama.  Nyaris lupa dengan lagu-lagu yang pernah saya mainkan sejak SMP sampai awal-awal kuliah.
Saya pernah bermimpi menjadi seorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> <img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/uploads/2008/06/1264079732_b7a4c35b5d.jpg" alt="Forgotten Guitar Player" height="400" width="471" /></p>
<p>Saya sedang merindukan bermain gitar.  Terutama di waktu-waktu sedang sering menyendiri seperti sekarang.  Setidaknya sudah hampir 4 tahun saya tidak benar-benar bermain gitar lagi.  Pernah beberapa kali memegang gitar lagi, tapi tidak lama.  Nyaris lupa dengan lagu-lagu yang pernah saya mainkan sejak SMP sampai awal-awal kuliah.</p>
<p>Saya pernah bermimpi menjadi seorang musisi.  Tidak banyak yang tahu bahwa alasan saya memilih kuliah di Bandung sesungguhnya adalah untuk menjadi seorang musisi.  Namun, justru setelah di Bandung, keinginan saya itu mulai terkikis.  Saya merasa, dunia glamor, dunia panggung atau dunia hiburan, bukan dunia saya.  Ada perasaan ketidaknyamanan dalam hati yang membuat saya memilih untuk tidak melanjutkan cita-cita tersebut.</p>
<p><img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/uploads/2008/06/2263740332_2f287773e8.jpg" alt="Old Guitar" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left" height="155" width="228" /> Saya mulai bermain gitar sejak kelas 1 SMP.  Alasan saya ingin belajar gitar karena rasanya <em>cool</em> dan macho kalau melihat para pemain gitar.  Dan &#8230; sepertinya menyenangkan dikelilingi perempuan ketika bermain gitar.  Saya tahu rasanya dan &#8230; memang menyenangkan.   <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/devil_laugh.gif' alt=':setan1:' class='wp-smiley' /> Itu, duluuuu. Namun, sesungguhnya saya merasa nyaman saja ketika dalam suasana hati seperti apa pun bisa melampiaskannya melalui gitar.  Ada yang bilang, saya terlihat lebih tampan dan tampak melankolis kalau sedang bermain gitar. (<em>Huehehe, anda boleh muntah &#8230;!!</em>)</p>
<p>Adalah sahabat-sahabat saya di SMP yang mengajari saya bermain gitar.  Lagu pertama yang saya mainkan dengan lancar adalah &#8220;<strong>Kuberkhayal</strong>&#8221; dari Five Minutes yang waktu itu kemana-mana memakai sarung.  Menyusul kemudian lagu &#8220;<strong>Kemesraan</strong>&#8221; dari Iwan Fals.  Dari pergaulan dengan sahabat-sahabat saya, kemudian menyusul berbagai macam lagu lainnya yang bisa saya mainkan.  Jadi, saya belajar secara otodidak.</p>
<p>Ketika SMA saya mulai membentuk Band dengan teman-teman sekelas.  Namun, selama 3 tahun, hanya tiga kali naik panggung.  Kelas 1 sekali, kelas 2 sekali dan kelas 3 sekali &#8230; alias setahun sekali.  Pernah bergabung dengan beberapa band, dari yang paling hancur sampai yang sedikit lebih baik dari pada yang paling hancur <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .  Dari yang pop-melankolis sampai yang <em>nge-rock abis</em>.  <a href="http://thez82alfajr.wordpress.com" target="_blank">Herdyan</a> pernah latihan juga dengan saya.  Ketika perpisahan kelas 3, saya jadi gitaris untuk membawakan 3 buah lagu dari <a href="http://www.helloween.org">Helloween</a>, band rock asal Jerman.  Saat itu saya sepanggung dengan Funky Kopral formasi awal, dimana Bondan Prakoso dan Onci &#8220;Ungu&#8221; masih tergabung didalamnya.</p>
<p>Saking tergila-gilanya ingin menjadi musisi, saya kemudian berlangganan tabloid musik.  Saat itu ada Mumu (Muda Musika), tabloid musik yang terbit seminggu sekali.  Saya pelajari tips-tips yang ada di tabloid tersebut.  Jadilah saya orang yang agak melek soal musik saat itu.</p>
<p>Saat SMA Kelas 3, biasanya tiap kelas memiliki nama.  Saya masuk ke kelas 3 IPA 3, yang diberi nama <strong>Xtreme</strong> (eXacta Three Milenium).  Kebetulan saya bisa memainkan lagu &#8220;<strong>More Than Words</strong>&#8221; dari Extreme.  Jadilah lagu tersebut sebagai lagu &#8220;kebangsaan&#8221; kelas tersebut dan termasuk lagu yang paling sering dinyanyikan bersama-sama.  Sekarang, saya sudah lupa sama sekali dengan <em>chord</em> lagu tersebut.</p>
<p>Gitaris favorit saya adalah Dewa Budjana dan Pay, sementara gitaris luar negeri saya tergila-gila dengan permainan gitar John Petrucci.  Sempat juga terpengaruh oleh Paul Gilbert dan Nuno Bettencourt.  Saya sangat menyukai lagu instrumental bertajuk &#8220;<strong>Wanita</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Selamat Tidur &#8230; Sayang!</strong>&#8221; dari Budjana, serta &#8220;<strong>Lost Without You</strong>&#8221; dari John Petrucci.  Beberapa bagian solo gitar John Petrucci di beberapa lagu Dream Theater dan Liquid Tension Experiment sampai membuat saya terkagum-kagum.  Namun, sesungguhnya saya sangat ingin sekali bermain gitar seperti <a href="http://www.youtube.com/user/NAUDOPRD" target="_blank">Naudo</a>.  Gitaris Spanyol kelahiran Brazil yang sudah bermain gitar sejak berumur 5 tahun.</p>
<p><img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/uploads/2008/06/20060109135047galpart.jpg" alt="Budjana" height="137" width="209" />  <img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/uploads/2008/06/petrucci02.jpg" alt="petrucci02.jpg" height="137" width="205" /></p>
<p>Ketika mendengarkan musik, sesungguhnya bukan hanya gitar saja yang menjadi perhatian saya.  Bass dan ketukan Drum serta permainan Keyboard atau Piano -jika ada- juga sering saya perhatikan.  Saya sangat menyukai gaya permainan drum Ronald ketika masih tergabung di GIGI, terutama di album 3/4.</p>
<p>Pada dasarnya, saya menyukai segala jenis musik.  Dari musik sunda sampai rock cadas.  Akan tetapi, lagu-lagu yang saya suka adalah yang melodius dan tidak membosankan.  Apa pun jenis musiknya.  Terutama jika lagu tersebut agak menonjolkan kemampuan musisinya.  Terlebih jika unsur gitarnya menonjol, terutama gitar akustik.  Beberapa contoh lagu adalah &#8220;<em><strong>Have You Ever Really Loved a Woman</strong></em>&#8221; dari Bryan Adams, &#8220;<strong>Merepih Alam</strong>&#8221; versi Audy, &#8220;<strong>Khayalku</strong>&#8221; versi Chrisye dan Nicky Astria serta &#8220;<strong><em>The Spirit Carries On</em></strong>&#8221; dari Dream Theater.  Entah mengapa, rasanya sulit sekali mendapati lagu-lagu Indonesia sekarang yang seperti itu.</p>
<p>Arrrggghhhh, sepertinya saya harus beli gitar lagi&#8230;</p>
<p>Bandung, 22 Juni 2008. 01.00</p>
<p>Daftar Gambar:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.flickr.com/photos/toddwshaffer/1264079732/" target="_blank">Forgotten Guitar Player</a></li>
<li><a href="http://www.flickr.com/photos/patrickraymondphotography/2263740332/" target="_blank">Dusty Old Guitar</a></li>
<li><a href="http://www.dewabudjana.com/v2/g.php?more=&amp;open=31#how" target="_blank">Dewa Budjana</a></li>
<li><a href="http://www.ardarve.se/music/concerts/concert05.html" target="_blank">John Petrucci </a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mind.donnyreza.net/22062008/guitar-player/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Darussalam: Masjid yang Patut Dicontoh</title>
		<link>http://mind.donnyreza.net/15062008/darussalam/</link>
		<comments>http://mind.donnyreza.net/15062008/darussalam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 16:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Reza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jelajah Masjid]]></category>

		<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mind.donnyreza.net/15062008/darussalam/</guid>
		<description><![CDATA[

Masjid Darussalam berlokasi di Karang Tengah, Cianjur.  Sekitar 1 KM dari Terminal Baru Cianjur (Rancabango) atau sekitar 2 KM dari Terminal Lama Cianjur.  Terletak di tepi jalan raya Cianjur - Bandung.  Berada dari sisi kiri jika dari arah Cianjur, atau sisi kanan dari arah Bandung.  Masjid tersebut adalah salah satu tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/donnyreza/2579993789/" title="DSCF0670 by donnyreza, on Flickr"></a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.flickr.com/photos/donnyreza/2579993789/" title="DSCF0670 by donnyreza, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3083/2579993789_104fcfda71.jpg" alt="DSCF0670" height="341" width="454" /></a></p>
<p>Masjid Darussalam berlokasi di Karang Tengah, Cianjur.  Sekitar 1 KM dari Terminal Baru Cianjur (Rancabango) atau sekitar 2 KM dari Terminal Lama Cianjur.  Terletak di tepi jalan raya Cianjur - Bandung.  Berada dari sisi kiri jika dari arah Cianjur, atau sisi kanan dari arah Bandung.  Masjid tersebut adalah salah satu tempat peristirahatan favorit saya jika melakukan perjalanan menuju Bogor atau Bandung.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/donnyreza/2580821206/" title="DSCF0669 by donnyreza, on Flickr"></a></p>
<p align="center"><a href="http://www.flickr.com/photos/donnyreza/2580821206/" title="DSCF0669 by donnyreza, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3087/2580821206_2dc1e027d4_m.jpg" alt="DSCF0669" height="180" width="240" /></a><br />
<em>Reklame Masjid Darussalam yang bisa terlihat jelas<br />
di pinggir jalan raya Bandung - Cianjur </em></p>
<p>Masjid tersebut merupakan salah satu masjid percontohan kelurahan setempat.  Saya lupa lagi nama kelurahannya, Karang Tengah kalau tidak salah.  Berada di bawah pengurusan Nahdlatul Ulama (NU) cabang kelurahan tersebut.</p>
<p>Apa yang patut dicontoh dari Masjid tersebut?  Masjid tersebut memberikan pelayanan yang sangat baik kepada para pengunjung atau para <em>musafir</em> yang sekedar beristirahat di sana.  Karena letaknya yang dipinggir jalan, maka sebagian besar pengunjung adalah para <em>musafir</em> atau mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh.  Sepengetahuan saya, Masjid tersebut tidak pernah sepi.</p>
<p>Tidak terlalu istimewa sebetulnya apa yang pengurus Masjid tersebut lakukan.  Hanya menyediakan minuman seperti kopi, teh manis hangat atau wedang jahe.  Pengunjung tidak perlu merasa sungkan untuk membuat sendiri minuman tersebut atau minta dibuatkan oleh para pengurus Masjid tersebut.  Mereka akan langsung membuatkan minuman yang dipesan.  Dan -inilah luar biasanya- tidak dipungut biaya sepeser pun.</p>
<p align="center"><a href="http://www.flickr.com/photos/donnyreza/2579988923/" title="DSCF0663 by donnyreza, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3058/2579988923_b403ea189b_m.jpg" alt="DSCF0663" height="195" width="257" /></a><br />
<em> Pengurus Masjid yang sedang melayani membuatkan  minum</em></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p align="center"><a href="http://www.flickr.com/photos/donnyreza/2580818690/" title="DSCF0665 by donnyreza, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3162/2580818690_3a4627ceab_m.jpg" alt="DSCF0665" height="206" width="265" /></a><br />
<em> Pengunjung yang membuat minum sendiri</em></p>
<p align="left"> Memang ada kotak amal di sana.  Namun tidak ada keharusan untuk memberi infaq kepada Masjid tersebut.  Saya sudah beberapa kali berisitirahat di sana.  Pernah memberi <em>infaq</em>, lebih sering tidaknya <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .  Biaya parkir pun digratiskan.  Hanya satu yang menurut saya kurang&#8230; tukang pijat :)) .  Padahal, jika saja ada dan dikenakan biaya jasa pijat pun, rasanya akan banyak yang minta dipijat.</p>
<p>Jika memasuki waktu shalat, para pengurus Masjid tersebut akan segera menyiapkan minuman tersebut.  Sehingga, ketika para pengunjung selesai melakukan shalat berjama&#8217;ah, mereka tinggal mengambil minuman yang diinginkan.  Meskipun hanya minuman saja yang disediakan, akan tetapi menyenangkan sekali bisa mendapati Masjid seperti itu.  Para pengunjung pun bisa beristirahat dan bersantai sepuasnya di sana.  Apalagi ditambah dengan adanya pepohonan yang meneduhkan disekitarnya.</p>
<p>Menurut saya, seperti itulah seharusnya sebuah Masjid.  Persoalannya bukan adanya sesuatu yang digratiskan di sana.  Akan tetapi, sebagai sebuah usaha pelayanan kepada masyarakat dan mendekatkan masyarakat kepada Masjid.  Di sisi lain, jika setiap <em>musafir</em> bisa selalu menemukan Masjid seperti itu dalam perjalanannya, rasanya <em>travelling</em> akan semakin mudah dan menyenangkan.  Jika saja setiap Masjid di pinggir jalan seperti itu semua dan buka 24 jam, saya pasti akan berkeliling Indonesia :)) .</p>
<p align="center"><a href="http://www.flickr.com/photos/donnyreza/2580819290/" title="DSCF0666 by donnyreza, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3099/2580819290_72bee03e41_m.jpg" alt="DSCF0666" height="180" width="240" /></a><br />
<em> Suasana santai di Masjid Darussalam</em></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p align="center"><a href="http://www.flickr.com/photos/donnyreza/2579996337/" title="DSCF0673 by donnyreza, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3013/2579996337_fc18913574_m.jpg" alt="DSCF0673" height="180" width="240" /></a><br />
<em> Masjid Darussalam, agak tertutup pepohonan</em></p>
<p align="left">Seluruh gambar bisa dilihat di <a href="http://www.flickr.com/photos/donnyreza/tags/darussalam/" target="_blank">SINI</a>.<br />
C 1 h 3 u l 4 17 6. 150608. 23.00.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mind.donnyreza.net/15062008/darussalam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ruang Foto</title>
		<link>http://mind.donnyreza.net/08062008/ruang-foto/</link>
		<comments>http://mind.donnyreza.net/08062008/ruang-foto/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 08:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Reza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aktifitas]]></category>

		<category><![CDATA[SerbaSerbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mind.donnyreza.net/08062008/ruang-foto/</guid>
		<description><![CDATA[Ruang Foto adalah sebuah usaha saya menyeriusi fotografi.  Memang belum ada foto yang terlalu istimewa di sana, mengingat saya memegang kamera yang agak &#8216;bener&#8217; saja baru seminggu ini.  Mengikuti jejak Andri, saya pun menyediakan ruang khusus untuk menyimpan foto-foto yang menurut saya bagus dibanding yang lainnya.  Cuma bedanya kamera saya masih kamera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ruangfoto.donnyreza.net/" target="_blank">Ruang Foto</a> adalah sebuah usaha saya menyeriusi fotografi.  Memang belum ada foto yang terlalu istimewa di sana, mengingat saya memegang kamera yang agak &#8216;bener&#8217; saja baru seminggu ini.  Mengikuti <a href="http://andri.cisco.or.id/phlogs/">jejak Andri</a>, saya pun menyediakan ruang khusus untuk menyimpan foto-foto yang menurut saya bagus dibanding yang lainnya.  Cuma bedanya kamera saya masih kamera amatiran <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Dari 5 foto yang pertama kali diangkat, saya yakin banyak ditemukan kesalahan-kesalahan minor atau mayor.  Saya sendiri merasakannya.  Gaya memotret saya yang kurang menyukai penggunaan <em>flash</em> seringkali menyebabkan gambar-gambar menjadi kabur.  Terutama di dalam ruangan.  Bukti lain kalau saya belum ahli.</p>
<p>Namun, apa pun yang terjadi, <em>the show must go on</em>.  Tadinya sih mau saya pasangi label donnyreza.net atau ruangfoto.donnyreza.net pada foto-foto tersebut.  Namun, setelah dipikir-pikir lagi, lebih baik dibiarkan saja. Barangkali foto-foto saya ada yang mau menggunakannya dan bisa berguna buat orang lain.  Bahkan kalau ada yang minta ukuran aslinya pun, akan saya beri.  Hanya saja yang perlu ditegaskan adalah setiap penggunaan karya cipta siapa pun, perlu menyertakan nama yang membuatnya. <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mind.donnyreza.net/08062008/ruang-foto/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Baik Menolak</title>
		<link>http://mind.donnyreza.net/06062008/lebih-baik-menolak/</link>
		<comments>http://mind.donnyreza.net/06062008/lebih-baik-menolak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 22:12:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Reza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Esai]]></category>

		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mind.donnyreza.net/06062008/lebih-baik-menolak/</guid>
		<description><![CDATA[Bukan tanpa alasan ketika saya menolak permintaan Ochi untuk menulis atau berbicara lebih banyak tentang kasus Monas yang melibatkan FPI dan AKKBB.  Meskipun, sebetulnya saya juga ingin sekali menulis soal kejadian tersebut.
Setidaknya ada dua alasan.  Pertama, saya tidak berada di sana ketika kejadian.  Kedua, saya tidak percaya 100% media massa.  Dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan tanpa alasan ketika saya menolak permintaan <a href="http://menantirintikhujan.wordpress.com">Ochi</a> untuk menulis atau berbicara lebih banyak tentang kasus Monas yang melibatkan <abbr title="Front Pembela Islam">FPI</abbr> dan <abbr title="Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan">AKKBB</abbr>.  Meskipun, sebetulnya saya juga ingin sekali menulis soal kejadian tersebut.</p>
<p>Setidaknya ada dua alasan.  Pertama, saya tidak berada di sana ketika kejadian.  Kedua, saya tidak percaya 100% media massa.  Dengan dua alasan tersebut, saya tidak berani memberikan penilaian tentang siapa yang benar dan siapa yang salah dalam kasus tersebut.  Bahkan mereka yang hadir di sana pun bisa saja salah.  Akan tetapi, sikap saya jelas.  Saya sangat menyesalkan terjadinya kasus tersebut.</p>
<p>Kekhawatiran saya hanya satu.  Prasangka.  <em>Su&#8217;udzhan</em>.  Tentunya kepada dua pihak yang terlibat.  Jangan sampai ketika saya menggebu-gebu membela salah satu pihak, saya malah membela yang seharusnya dihujat.</p>
<p>Ketika terjadi pertikaian, dipastikan akan selalu terbentuk minimal dua kubu dengan versi ceritanya masing-masing.  Ada kalanya cerita yang kita dengarkan lebih bombastis daripada kejadian yang sesungguhnya.  Bahkan seringkali ditemukan &#8216;fakta&#8217; baru dalam cerita tersebut, entah benar adanya atau diada-adakan.</p>
<p>Sama halnya dengan sejarah.  Satu hal yang pasti dari sejarah adalah -biasanya- tempat, waktu dan peristiwanya.  Soal jalan cerita bagaimana peristiwa itu bisa terjadi, tergantung pada siapa anda percaya atau -mungkin- tergantung selera anda juga.  Bagi saya, kejadian Monas sudah jadi bagian dari sejarah.</p>
<p>Belum lagi munculnya teori-teori konspirasi dari mereka yang membela salah satu kubu.  Semakin ruwet.  Dengan minimnya data dan fakta yang saya miliki, mana berani saya menentukan siapa benar dan siapa salah.  Jadi, silahkan saja yang berwajib yang mengurusi persoalan ini.</p>
<p>Lalu, ketidakpercayaan saya pada media massa lebih dikarenakan keyakinan saya bahwa tidak ada satu pun media yang benar-benar netral.  Setiap media punya ideologi atau &#8217;sikap politik&#8217;.   Keduanya ditentukan oleh&#8217; pemegang duit&#8217; di perusahaan media massa tersebut.  Yah, memang senaif itu lah pikiran saya.</p>
<p>Lagipula, televisi atau koran hanya menampilkan <em>frame-frame</em> yang menurut mereka &#8216;menjual&#8217;.  Padahal, suatu cerita selalu memiliki awal, tengah dan akhir cerita.  Tidak selalu yang kita lihat sebagai pihak yang tertindas di televisi atau koran adalah mereka yang benar-benar tertindas.  Bisa juga yang terjadi adalah sebaliknya, sebuah perlawanan terhadap suatu penindasan.  Lantas, apa mungkin kita bisa menyimpulkan suatu kejadian hanya melihat satu bagian saja?</p>
<p>CTM61.  060608. 05.00.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mind.donnyreza.net/06062008/lebih-baik-menolak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Para Tetangga</title>
		<link>http://mind.donnyreza.net/06062008/para-tetangga/</link>
		<comments>http://mind.donnyreza.net/06062008/para-tetangga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 19:39:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Reza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Teknoblog]]></category>

		<category><![CDATA[SerbaSerbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mind.donnyreza.net/06062008/para-tetangga/</guid>
		<description><![CDATA[Keinginan saya untuk menampilkan semua link alamat bloger yang pernah memberikan komentar di sini terwujud juga.  Terima kasih pada SQL yang mempermudah kerja saya sehingga tidak perlu repot-repot membuat seluruh tautan sendiri atau melakukan add link satu persatu di blogroll.
Tercatat ada 280 tautan dari seluruh bloger yang pernah memberikan komentarnya di blog ini.  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keinginan saya untuk menampilkan semua link alamat bloger yang pernah memberikan komentar di sini terwujud juga.  Terima kasih pada <abbr title="Structured Query Language">SQL</abbr> yang mempermudah kerja saya sehingga tidak perlu repot-repot membuat seluruh tautan sendiri atau melakukan <em>add link</em> satu persatu di <em>blogroll</em>.</p>
<p><o:p></o:p>Tercatat ada 280 tautan dari seluruh bloger yang pernah memberikan komentarnya di blog ini.  Termasuk yang redundan, <em>trackback,</em> tautan kosong dan punya saya sendiri.  Tautan-tautan yang berisi spam sudah saya bantai sebelumnya, jadi tidak ikut terseleksi.  Seluruh tautan dari bloger yang pernah memberikan komentar di blog ini, saya simpan di <a href="http://mind.donnyreza.net/tetangga/">sini</a>.<o:p></o:p></p>
<p>Nama yang tercantum berdasarkan nama yang dimasukan di dalam form komentar.  Kecuali beberapa nama yang saya edit, selebihnya saya biarkan apa adanya.<o:p></o:p></p>
<p>Saya belum pernah mencobanya di blog yang ikut hosting di <a href="http://wordpress.com">Wordpress</a>.  Karena sewa hosting sendiri, saya tinggal membuka <a href="http://www.phpmyadmin.net/" target="_blank">phpmyadmin</a> yang disediakan oleh penyedia hosting.  Kemudian ketikan perintah SQL berikut pada form yang tersedia:<o:p></o:p></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span class="syntaxalphasyntaxalphareservedword">SELECT</span><span class="syntax"> </span><span class="syntaxalphasyntaxalphafunctionname">CONCAT</span><span class="syntaxpunctsyntaxpunctbracketopenround">(</span><span class="syntax"> </span><span class="syntaxquotesyntaxquotesingle">&#8216;&lt;a href=&#8221;&#8216;</span><span class="syntaxpunctsyntaxpunctlistsep">,</span><span class="syntax"> </span><span class="syntaxquotesyntaxquotebacktick">`comment_author_url`</span><span class="syntax"> </span><span class="syntaxpunctsyntaxpunctlistsep">,</span><span class="syntax"> </span><span class="syntaxquotesyntaxquotesingle">&#8216;&#8221; target=&#8221;_blank&#8221;&gt;&#8217;</span><span class="syntaxpunctsyntaxpunctlistsep">,</span><span class="syntax"> </span><span class="syntaxquotesyntaxquotebacktick">`comment_author`</span><span class="syntax"> </span><span class="syntaxpunctsyntaxpunctlistsep">,</span><span class="syntax"> </span><span class="syntaxquotesyntaxquotesingle">&#8216;&lt;/a&gt;&#8217;</span><span class="syntax"> </span><span class="syntaxpunctsyntaxpunctbracketcloseround">)</span><span class="syntax"> </span><span class="syntaxalphasyntaxalphaidentifier">Link </span><span class="syntaxalphasyntaxalphareservedword">FROM</span><span class="syntax"> </span><span class="syntaxquotesyntaxquotebacktick">`wp_comments`</span><span class="syntax"> </span><span class="syntaxalphasyntaxalphareservedword">GROUP</span><span class="syntax"> </span><span class="syntaxalphasyntaxalphareservedword">BY</span><span class="syntax"> </span><span class="syntaxquotesyntaxquotebacktick">`comment_author_url`</span><span class="syntax"> </span><o:p></o:p></p>
</blockquote>
<p>Contoh hasil seleksi akan menjadi kode <abbr title="Hypertext Markup Language">HTML</abbr> seperti ini:<o:p></o:p></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/uploads/2008/06/linklist.jpg" alt="Linklist" /></p>
<p>Setelah melakukan sedikit seleksi lagi, buka <em>write page</em> pada Dashboard Wordpress.  <em>Copy</em> seluruh tautan di atas dan <em>paste</em> pada text editor wordpress.  Oopps, hampir lupa.  Pada text editor ada dua bagian, <em>visual</em> dan <em>code</em>.  Copy seluruh tautan di atas pada bagian <em>code</em>. <em>Publish</em>, jadi deh.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/uploads/2008/06/code.jpg" alt="code" /></p>
<p>Saya tidak tahu apakah ada <em>plugins</em> untuk ini, belum pernah mencari tahu.</p>
<p>Selain itu, ada juga kabar yang cukup menggembirakan bagi saya.  Beberapa teman dekat saya sudah mulai sering menulis blog.  Mudah-mudahan bisa seterusnya rajin menulis.</p>
<p>Ada <a href="http://thezal-fajr.blogspot.com" target="_blank">Herdyan Fajar</a>, sobat masa SMA yang diam-diam sudah mulai rajin posting dan sebentar menyempurnakan setengah <em>dien</em>-nya.  Ada <a href="http://dela.dagdigdug.com" target="_blank">Dela</a>, sobat di kampus saya. <a href="http://denziro12.blogs.friendster.com/" target="_blank"> Deden</a>, yang <a href="http://denziro12.blogs.friendster.com/himuras/2008/05/old_friend_teme.html" target="_blank">saya beri motivasi</a> untuk berani menampilkan diri dan jangan terlalu memedulikan apa yang orang lain pikirkan tentang karya kita.   Juga <a href="http://wahuywahuy.multiply.com/" target="_blank">Wahyu</a>, sobat SMA dan teman berbagi cerita mengenai fotografi.  Selain itu, <a href="http://menantirintikhujan.wordpress.com" target="_blank">Ochi</a> yang akhirnya memilih untuk menggunakan <a href="http://wordpress.com" target="_blank">Wordpress </a>juga, setelah sebelumnya menggunakan blog <a href="http://friendster.com" target="_blank">Friendster</a> dan <a href="http://blogspot.com">Blogspot</a>.  So, ayo kunjungi mereka &#8230; hehe.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mind.donnyreza.net/06062008/para-tetangga/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Raja</title>
		<link>http://mind.donnyreza.net/30052008/raja/</link>
		<comments>http://mind.donnyreza.net/30052008/raja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 09:31:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Reza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mind.donnyreza.net/30052008/raja/</guid>
		<description><![CDATA[
Foto atau gambar bisa berbicara banyak hal.  Terkadang sebuah foto bisa &#8216;menampar&#8217; lebih keras daripada tangan untuk menyadarkan kita.  Kejadian dalam foto di atas tidak selalu kita saksikan setiap hari.  Namun, itu adalah sebuah kejadian nyata.
Saya bersyukur dikaruniai fisik yang masih sempurna, begitu pun anda, mungkin.  Akan tetapi, tidak semua orang -termasuk saya- yang bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/uploads/2008/05/sumbangan_gempa.jpg" alt="Nyumbang" /></p>
<p>Foto atau gambar bisa berbicara banyak hal.  Terkadang sebuah foto bisa &#8216;menampar&#8217; lebih keras daripada tangan untuk menyadarkan kita.  Kejadian dalam foto di atas tidak selalu kita saksikan setiap hari.  Namun, itu adalah sebuah kejadian nyata.</p>
<p>Saya bersyukur dikaruniai fisik yang masih sempurna, begitu pun anda, mungkin.  Akan tetapi, tidak semua orang -termasuk saya- yang bisa berbesar hati menerima karunia tersebut.</p>
<p>Hati adalah raja, begitu Rasulullah SAW mengajarkan.  Jika sang &#8216;raja&#8217; lemah, lemah pula rakyatnya, begitu pun sebaliknya.  Beruntunglah jika anda memiliki raja yang kuat, berani, sehat dan baik.</p>
<p>Foto di atas hanya salah satu dari sekian banyak kejadian yang pernah kita lalui.  Akan tetapi, dari foto di atas, saya - dan mungkin juga anda- mendapatkan (lagi) sebuah pelajaran berharga betapa luar biasanya kekuatan sang raja.</p>
<p>Foto di atas saya ambil dari blog-nya <a href="http://www.caplang.net/2008/05/30/jangan-ambil-jatah-orang-lain/" target="_blank">caplang</a>.  Konon, caplang juga dapat dari milis, entah milis apa.  Saya hanya membayangkan, jika foto tersebut dipajang di tempat pengambilan BLT, apa yang akan masyarakat pikirkan ya?</p>
<p>Citamiang61.  300608. 16.30.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mind.donnyreza.net/30052008/raja/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Terjemahan dan Program Beasiswa Luar Negeri Sebagai Salah Satu Faktor Kemajuan Sebuah Bangsa</title>
		<link>http://mind.donnyreza.net/20052008/buku-terjemahan/</link>
		<comments>http://mind.donnyreza.net/20052008/buku-terjemahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 14:12:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Reza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Science]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mind.donnyreza.net/20052008/buku-terjemahan/</guid>
		<description><![CDATA[Belajar dari sejarah, ada dua hal yang menurut saya cukup penting dan terlupakan oleh bangsa kita, atau setidaknya oleh pemerintah kita.  Kalau pun sudah dilakukan, namun sepertinya kurang optimal.  Pertama, soal penerjemahan buku, dan yang kedua adalah soal pengiriman orang-orang terbaik kita untuk mengenyam pendidikan di luar negeri dan mengaplikasikan serta mengamalkannya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belajar dari sejarah, ada dua hal yang menurut saya cukup penting dan terlupakan oleh bangsa kita, atau setidaknya oleh pemerintah kita.  Kalau pun sudah dilakukan, namun sepertinya kurang optimal.  Pertama, soal penerjemahan buku, dan yang kedua adalah soal pengiriman orang-orang terbaik kita untuk mengenyam pendidikan di luar negeri dan mengaplikasikan serta mengamalkannya di dalam negeri.</p>
<p><strong>Buku Terjemahan</strong></p>
<p>Setidaknya ada dua fase yang menjadi rujukan saya untuk membuktikan betapa pentingnya buku terjemahan sebagai salah satu faktor kemajuan sebuah bangsa.  Pertama, ketika Islam berhasil menguasai peradaban dan yang kedua ketika Eropa mulai menunjukkan kemajuan dalam bidang teknologi.</p>
<p>Ketika Islam mulai menguasai sebagian belahan bumi ini, salah satu hal yang dilakukan oleh pemerintahnya adalah mendorong kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.  Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan menerjemahkan buku-buku atau manuskrip-manuskrip yang berhubungan dengan iptek, yang berasal dari berbagai sumber. Diantaranya adalah buku-buku filsafat Yunani, kedokteran, matematika dan lain-lain.</p>
<p>Hal yang sama juga dilakukan oleh bangsa Eropa di masa-masa awal berakhirnya Perang Salib.  Ribuan buku berbahasa arab diterjemahkan.  Beberapa buku yang diterjemahkan diantaranya, &#8220;<em>Muqaddimah</em>&#8221; karya Ibnu Khaldun, buku-buku kedokteran Ibnu Syifa (Avicenna) dan buku-buku Ibnu Rusyd (Averos).</p>
<p>Penerjemahan buku bertujuan untuk mempermudah akses bagi para calon ilmuwan terhadap sumber-sumber utama ilmu pengetahuan dan teknologi.  Bagaimanapun, tidak semua orang Indonesia mengerti bahasa Inggris atau Jepang.  Juga akan menyita cukup banyak waktu jika setiap orang harus belajar atau harus bisa bahasa asing terlebih dahulu agar bisa memahami isi buku dari luar negeri.</p>
<p><strong>Pengiriman Mahasiswa ke Luar Negeri </strong></p>
<p>Jepang pernah melakukan ini, Malaysia bahkan sampai mengirim orang-orangnya untuk belajar dari Indonesia, itu juga yang pernah dilakukan oleh India.  Begitu pula ketika Eropa mengirim orang-orang terbaiknya untuk belajar dari pemimpin peradaban saat itu.  Dan hasilnya bisa kita lihat sekarang.</p>
<p>Jepang menjadi pemimpin dalam bidang teknologi.  Malaysia sudah jauh meninggalkan Indonesia.  Bahkan India, yang selama ini kita olok-olok karena filmnya, adalah penyumbang terbanyak orang-orang yang memimpin dunia <abbr title="Information and Computer Technology">ICT</abbr>.</p>
<p>Memang banyak orang Indonesia yang menuntut ilmu di Luar Negeri atau di &#8216;kantung-kantung&#8217; ilmu pengetahuan.  Akan tetapi, banyak pula yang menyatakan tidak ingin kembali ke Indonesia.  Ada berbagai macam alasan, diantaranya adalah karena apresiasi pemerintah Indonesia dirasa sangat kurang terhadap mereka.  Selain itu, mereka pergi atas biaya sendiri atau beasiswa dari lembaga-lembaga yang berasal dari luar negeri, sehingga merasa tidak memiliki tanggung jawab apa pun terhadap negara.</p>
<p>Akan berbeda halnya jika mahasiswa-mahasiswa yang kuliah ke luar negeri dibiayai sepenuhnya oleh negara.  Lalu setelah masa pendidikan selesai mereka diberi ruang untuk mengembangkan seluruh ilmu yang dimilikinya.  Lebih dari itu, diberikan apresiasi, entah berupa uang, penghargaan atau pun proyek-proyek penelitian.  Ini yang kurang diberikan oleh pemerintah Indonesia.</p>
<p><strong>Tanggung Jawab Pemerintah</strong></p>
<p>Meskipun ada ratusan penerbit buku di Indonesia, akan tetapi penerbit-penerbit buku tersebut hanya akan menerbitkan buku-buku yang diyakini menjanjikan dalam hal penjualan.  Oleh sebab itu, mudah dimengerti jika buku terjemahan yang tersedia di Indonesia lebih banyak didominasi oleh buku-buku nonfiksi semacam novel.  Sementara buku-buku sains terjemahan masih jauh lebih sedikit.</p>
<p>Akan berbeda halnya jika dalam hal terjemahan tersebut, pemerintah mengambil peran.  Katakanlah dengan mendirikan Lembaga Penerjemahan, yang terdiri dari orang-orang yang kompeten dan memiliki penguasaan bahasa asing yang mumpuni.   Jika 100 orang dibebani tugas untuk menerjemahkan masing-masing 1 judul buku dalam 3 bulan, maka dalam 1 tahun pemerintah Indonesia sudah memiliki 300 judul buku terjemahan.</p>
<p>Agar penerbit juga diuntungkan, buku-buku tersebut diorderkan ke-300 penerbit.  Bisa juga dengan sistem kerjasama atau sponsorship, agar beban pemerintah juga tidak terlalu berat.  Katakanlah sekali terbit, pemerintah membayar atau bekerja sama dengan para penerbit itu untuk mencetak 1000 eksemplar.  Kemudian buku-buku tersebut disebarkan ke perpustakaan-perpustakaan umum, sekolah dan universitas.  Tanpa biaya.</p>
<p>Agar lebih memudahkan lagi, tidak ada larangan bagi setiap orang untuk memperbanyak buku tersebut.  Oleh sebab itu, permasalahan lisensi buku menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membicarakannya dengan pengarang dan penerbit aslinya.  Dengan cara seperti itu, setiap orang akan lebih mudah mengakses &#8216;isi&#8217; buku tersebut.  Entah itu difotokopi, atau membeli bajakannya sekalipun tidak akan menjadi masalah.</p>
<p>Apalagi dengan adanya internet, semakin lebih mudah lagi.  Pemerintah tinggal menyediakan situs khusus yang berisi seluruh <em>ebook</em> terjemahan tersebut.  Setiap orang bebas mengunduh file-file yang tersedia dan diperbolehkan untuk membuat versi cetaknya, bahkan menjualnya, meskipun sebatas pengganti ongkos cetak.</p>
<p>Selain itu, ada cara lain lagi.  Adanya kontrak kerja dengan mahasiswa yang dikirim ke luar negeri dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.  Misalnya, setiap mahasiswa yang mendapatkan beasiswa diwajibkan untuk menerjemahkan minimal sebuah buku yang terkait bidang pendidikan mahasiswa tersebut.</p>
<p>Selain menerjemahkan buku, mahasiswa tersebut juga diwajibkan menulis minimal satu judul buku.  Buku tersebut harus berhubungan dengan bidang yang diambilnya.  Kemudian buku tersebut diserahkan kepada pemerintah.  Namun, mahasiswa tersebut tetap mendapatkan hak dari terbitnya buku tersebut.  Seperti, namanya tercantum sebagai penulis buku dan mendapatkan uang lelah.  Meskipun, dengan sepenuhnya dibiayai beasiswa itu saja sudah cukup.</p>
<p>Kontrak kerja lainnya adalah dengan mewajibkan para penerima beasiswa tersebut untuk kembali ke Indonesia dan mengajar di universitas-universitas atau sekolah-sekolah yang ditunjuk oleh pemerintah. Katakanlah untuk jangka waktu 5 tahun.  Atau ditempatkan di lembaga-lembaga pemerintah yang terkait dengan bidang pendidikan penerima beasiswa, dan dituntut untuk menyumbangkan dan mengembangkan berbagai inovasi di bidang tersebut.  Untuk kemudian menuliskan dan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya.</p>
<p>Penerima beasiswa yang tidak kembali ke Indonesia akan mendapatkan hukuman.  Misalnya, dicap &#8220;pengkhianat&#8221; dan dalam KTP keluarganya akan diberikan cap &#8220;keluarga pengkhianat&#8221;, sehingga anggota keluarga lainnya tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa serupa.  Persis seperti yang dilakukan pemerintah kita terhadap keluarga PKI.  Itu hanya salah satu contoh saja.  Tentunya ada berbagai macam hukuman yang bisa diberikan.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Saran-saran dalam tulisan ini hanyalah sumbangan pemikiran dan opini pribadi.  Terlepas dari apakah saran tersebut kongkrit atau tidak, realistis atau tidak dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.  Mudah-mudahan, jika ada pemerintah yang baca, tulisan ini bisa memberikan sumbangan yang berarti.  Meskipun hanya dalam tataran wacana.</p>
<p>Bandung.  19 Mei 2008.  21.00.</p>
<p>NB: Bhehehe, judulnya panjang <em>pisan</em> ya?  Bingung <em>atuh da</em>, judul yang pas kira-kira apa ya? <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Tulisan ini terinspirasi ketika mengingat betapa kesulitannya saya mendapatkan referensi buku-buku berbahasa Indonesia terkait tema skripsi yang saya ambil.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mind.donnyreza.net/20052008/buku-terjemahan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Komentar ke-1000</title>
		<link>http://mind.donnyreza.net/18052008/komentar-ke-1000/</link>
		<comments>http://mind.donnyreza.net/18052008/komentar-ke-1000/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 10:17:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Reza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SerbaSerbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mind.donnyreza.net/18052008/komentar-ke-1000/</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak terlalu peduli dengan banyaknya komentar dalam tulisan-tulisan blog ini.  Akan tetapi, saya selalu berusaha untuk mengapresiasi para komentator dengan cara berkunjung balik ke blog yang bersangkutan, menjawab komentar atau memberikan komentar di blog yang bersangkutan.  Meskipun, tidak setiap saat saya berkunjung lantas memberikan komentar.   Ada tulisan yang bisa saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak terlalu peduli dengan banyaknya komentar dalam tulisan-tulisan blog ini.  Akan tetapi, saya selalu berusaha untuk mengapresiasi para komentator dengan cara berkunjung balik ke blog yang bersangkutan, menjawab komentar atau memberikan komentar di blog yang bersangkutan.  Meskipun, <strong>tidak setiap saat saya berkunjung lantas memberikan komentar</strong>.   Ada tulisan yang bisa saya komentari, tapi juga ada tulisan yang malas saya komentari atau tidak tahu lagi mau komentar apa.</p>
<p>Setiap komentar dalam blog ini berusaha saya jawab, meskipun kadang terlambat &#8230; bahkan sangat terlambat.  Akan tetapi, ternyata menjawab setiap komentar juga perlu waktu yang luang.  Untuk menjawab komentar di sela-sela pekerjaan rasanya kurang efektif juga.  Oleh sebab itu, sekarang, biasanya saya jawab dalam waktu satu minggu sekali.  Mohon maaf jika merasa kurang nyaman dan jadinya kurang interaktif.</p>
<p>Tadinya, saya tidak berniat untuk posting apa pun.  Akan tetapi, setelah melihat gambar di bawah ini, saya jadi tertarik untuk menjadikan sebuah posting.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/uploads/2008/05/stats.JPG" alt="stats.JPG" /></p>
<p>Ternyata komentar dalam blog saya sudah sampai angka 1000.  Penasaran, mau tahu siapa komentator ke-1000 tersebut.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/uploads/2008/05/comment.JPG" alt="comment.JPG" /></p>
<p>Ternyata, <a href="http://nengthree.wordpress.com" target="_blank">Neng Tri</a> tersangkanya.  Guru TK yang kesenengan kalau disebut masih anak SMA.  Salah seorang anggota komunitas BATAGOR.  Baru sekali bertemu di dunia nyata.  Berikut gambar komentarnya.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/uploads/2008/05/isikomen.JPG" alt="isikomen.JPG" /></p>
<p>Komentar ke-1000, bersamaan dengan postingan tentang pernikahan.  *SIGH*.  Lain kali saya adakan sayembara aja kali ya?  Untuk cowok pemberi komentar ke-2000 akan saya jadikan saudara, untuk cewek pemberi komentar ke-2000 dan sudah menikah akan saya jadikan saudara dan untuk cewek pemberi komentar ke-2000 dan belum menikah akan saya &#8230; jadikan saudara juga.   <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/1181.gif' alt=':setanngakak:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>So, untuk seluruh pembaca yang sudah menyediakan waktunya untuk sekedar berkomentar, entah itu penting, tidak penting, sangat penting atau cuma HOAX sekalipun, saya ucapkan terima kasih.  Untuk komentator ke-1000, nih hadiahnya &#8230;! <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/present.png' alt=':kado:' class='wp-smiley' /> .  Copas atau donlot aja gambarnya!  <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/babytongue.gif' alt=':bayingelel:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terima kasih atas kesediaan sobat-sobat, akang, teteh, ibu, bapak, om, tante, adik-adik, kakek, nenek dan saudara sekalian untuk membaca tulisan tidak penting ini.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Donny Reza</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mind.donnyreza.net/18052008/komentar-ke-1000/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pada Suatu Pernikahan</title>
		<link>http://mind.donnyreza.net/16052008/pada-suatu-pernikahan/</link>
		<comments>http://mind.donnyreza.net/16052008/pada-suatu-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 19:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Reza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mind.donnyreza.net/16052008/pada-suatu-pernikahan/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah terlambat 5 menit dari jadwal akad yang tersebar melalui undangan.  Penghulu sekaligus petugas KUA sudah menunggu, tetangga, kerabat, sahabat dan keluarga sudah hadir di dalam sebuah masjid.  Demi menyaksikan proses akad yang sakral tersebut.  Pengantin wanita didampingi ibunya sudah menunggu, resah.  Pengantin pria dan keluarganya belum juga tiba.   Tidak kalah kesalnya beberapa orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah terlambat 5 menit dari jadwal akad yang tersebar melalui undangan.  Penghulu sekaligus petugas KUA sudah menunggu, tetangga, kerabat, sahabat dan keluarga sudah hadir di dalam sebuah masjid.  Demi menyaksikan proses akad yang sakral tersebut.  Pengantin wanita didampingi ibunya sudah menunggu, resah.  Pengantin pria dan keluarganya belum juga tiba.   Tidak kalah kesalnya beberapa orang yang ditugaskan sebagai tim penyambut pengantin pria dan keluarganya.</p>
<p>Masuk menit ke-10 dari jadwal yang direncanakan berlangsungnya akad.  Batang hidung pengantin pria belum juga kelihatan.  Sementara orang-orang di dalam masjid sudah mulai gelisah.  Sesekali melihat keluar pintu, berharap mendapati pengantin pria di sana.  Namun, harapan tinggal harapan.  Dalam situasi seperti itu, sangat mudah timbul bermacam-macam rumor.  &#8220;<em>Jangan-jangan pengantin prianya kabur</em>&#8220;, &#8220;<em>Jangan-jangan pengantin pria ketahuan istri pertamanya</em>&#8221; dan berbagai macam &#8220;jangan-jangan&#8221; yang lainnya.</p>
<p>Bukan hanya sekali dua kali pihak panitia menghubungi pihak pengantin pria, sudah berkali-kali.  Akan tetapi, tidak ada jawaban.  Memang terdengar nada sambung, tapi tidak ada yang menerima diseberang telpon sana.  Sementara penghulu sudah mulai mengeluarkan ancamannya.  Dia akan meninggalkan acara jika dalam 15 menit ke depan pengantin pria masih belum tiba juga.  Maklum, hari itu sang penghulu menerima orderan menikahkan pasangan lebih banyak daripada biasanya.</p>
<p>Mendengar berbagai macam rumor tersebut, ditambah ancaman dari sang penghulu, membuat hati pengantin wanita menjadi sangat sedih.  Jika saja sendiri, ia akan menangis.  Sementara ibunda tercinta berkali-kali memanjatkan do&#8217;a dan ber-istighfar, sambil sesekali memeluk anak tercintanya, berupaya menyunggingkan sebuah senyum.  Berhasil.  Pengantin wanita ikut tersenyum, meski gelisah tak tertanggungkan.  Sementara sang ayah berusaha untuk tetap tenang dan mencoba menguasai situasi yang menegangkan tersebut.</p>
<p>Sementara itu, sekitar 500 meter dari lokasi akad nikah&#8230;</p>
<p>&#8220;<em>Pak, belok pak, kita muter lagi &#8230;</em> &#8220;, pinta seorang laki-laki dengan pakaian pengantin kepada pria lebih tua yang mengendalikan mobil yang ditumpanginya.  Cukup tua untuk menjadi seorang kakek.</p>
<p>&#8220;<em>Duh, kamu &#8230;!! Ini sudah yang kelima kali kita muter-muter di sini.  Kasihan kan, orang-orang sudah menunggu.  Sebenarnya, kamu niat nikah nggak sih? Lagipula, malu kita dilihatin sama orang-orang sekitar sini.  Muter-muter nggak jelas, rombongan pula!!  Apa kata dunia?!&#8221;</em> hardik sang &#8216;kakek&#8217;.</p>
<p>&#8220;<em>Iya, Pak.  Maaf.  Habis saya grogi banget sih, sekali lagi aja ya muternya?</em>&#8220;, pinta  sang laki-laki lagi dengan wajah memelas.</p>
<p>Dan &#8230;</p>
<p>Hari itu berakhir bahagia bagi pengantin pria dan wanita.</p>
<p> <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/girl_wave.gif' alt=':daah:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>NB: Itu salah satu pikiran yang muncul di kepala saya kalau menghadiri akad nikah yang pengantin prianya terlambat nikah.  Heuheuheu.  <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/devil_laugh.gif' alt=':setan1:' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mind.donnyreza.net/16052008/pada-suatu-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BBM, Buku dan Kurang Gizi</title>
		<link>http://mind.donnyreza.net/14052008/bbm-buku-dan-kurang-gizi/</link>
		<comments>http://mind.donnyreza.net/14052008/bbm-buku-dan-kurang-gizi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 01:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Reza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mind.donnyreza.net/14052008/bbm-buku-dan-kurang-gizi/</guid>
		<description><![CDATA[Satu kekhawatiran saya dengan naiknya BBM.  Harga kertas naik, otomatis harga bahan bacaan (buku, majalah, etc) jadi naik juga.  Selama ini, saya sering merelakan uang makan untuk sebuah buku.  Pada akhirnya, hanya ada 2 pilihan jadi orang seperti saya dan mungkin juga orang Indonesia pada umumnya.  Menjadi cerdas tapi kurang gizi, atau cukup makan tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu kekhawatiran saya dengan naiknya BBM.  Harga kertas naik, otomatis harga bahan bacaan (buku, majalah, etc) jadi naik juga.  Selama ini, saya sering merelakan uang makan untuk sebuah buku.  Pada akhirnya, hanya ada 2 pilihan jadi orang seperti saya dan mungkin juga orang Indonesia pada umumnya.  <strong>Menjadi cerdas tapi kurang gizi, atau cukup makan tapi bodoh</strong>.  Mau pilih mana?</p>
<p>Citamiang 61. 140508. 0830.</p>
<p>NB: Berharap &#8216;harga&#8217; koneksi internet tidak ikut-ikutan naik <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/sad.png' alt=':(' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mind.donnyreza.net/14052008/bbm-buku-dan-kurang-gizi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
