<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mind.donnyreza.net &#187; Puisi</title>
	<atom:link href="http://mind.donnyreza.net/category/puisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mind.donnyreza.net</link>
	<description>Catatan, celoteh, curhat, caper</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 17:55:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Puisi Tak Sempurna</title>
		<link>http://mind.donnyreza.net/18062009/puisi-tak-sempurna/</link>
		<comments>http://mind.donnyreza.net/18062009/puisi-tak-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 12:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Reza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mind.donnyreza.net/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[aku memilihmu&#8230;
karena ketaksempurnaanmu
juga ketaksempurnaanku
sebab aku ingin mencapainya bersamamu
meski aku dan kamu tak akan pernah mencapainya
atau bahkan sekedar mendekatinya
tapi, cintaku &#8230;
bukankah karena ketaksempurnaan, kita belajar?
tentang sabar dan syukur?
tentang kepedulian dan pengorbanan?
tentang diri kita?
tentang &#8230; apapun!
aku ingin belajar itu semua &#8230; bersamamu
dan bukankah sabar dan syukur merupakan kunci pintu surga?
denganmu &#8230; aku ingin membuka pintu itu
dengan-mu &#8230;
de-ngan-mu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>aku memilihmu&#8230;<br />
karena ketaksempurnaanmu<br />
juga ketaksempurnaanku<br />
sebab aku ingin mencapainya bersamamu<br />
meski aku dan kamu tak akan pernah mencapainya<br />
atau bahkan sekedar mendekatinya</p>
<p>tapi, cintaku &#8230;<br />
bukankah karena ketaksempurnaan, kita belajar?<br />
tentang sabar dan syukur?<br />
tentang kepedulian dan pengorbanan?<br />
tentang diri kita?<br />
tentang &#8230; apapun!<br />
aku ingin belajar itu semua &#8230; bersamamu</p>
<p>dan bukankah sabar dan syukur merupakan kunci pintu surga?<br />
denganmu &#8230; aku ingin membuka pintu itu<br />
dengan-mu &#8230;<br />
de-ngan-mu &#8230;</p>
<p>NB: haks! setelah berminggu-minggu tenggalam di dunia facebook, cuma sempet bikin puisi &#8230; ini juga diambil dari wall yang saya tulis buat istri tercinta <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mind.donnyreza.net/18062009/puisi-tak-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dia yang Kurindu</title>
		<link>http://mind.donnyreza.net/03032008/dia-yang-kurindu/</link>
		<comments>http://mind.donnyreza.net/03032008/dia-yang-kurindu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 15:30:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Reza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mind.donnyreza.net/03032008/dia-yang-kurindu/</guid>
		<description><![CDATA[Dia yang kurindu
yang bibirnya selalu menyebut asma-Nya
yang hatinya terpaut pada-Nya
yang hidupnya diabdikan untuk-Nya
Dia yang kurindu
yang cintanya adalah cinta-Nya
yang ridhanya adalah ridha-Nya
yang senyumnya adalah senyum-Nya
Dia yang kurindu
Muhammad sang terpercaya
shalawat dan salam untuknya
selalu&#8230;
Hmm, sudah berapa lama ya saya nggak nulis puisi? Lumayan lama rasanya.  Inspirasi awalnya  sebetulnya gara-gara kangen sama seorang manusia yang sudah lama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Dia yang kurindu<br />
yang bibirnya selalu menyebut asma-Nya<br />
yang hatinya terpaut pada-Nya<br />
yang hidupnya diabdikan untuk-Nya</p>
<p>Dia yang kurindu<br />
yang cintanya adalah cinta-Nya<br />
yang ridhanya adalah ridha-Nya<br />
yang senyumnya adalah senyum-Nya</p>
<p>Dia yang kurindu<br />
Muhammad sang terpercaya<br />
shalawat dan salam untuknya<br />
selalu&#8230;</p></blockquote>
<p>Hmm, sudah berapa lama ya saya nggak nulis puisi? Lumayan lama rasanya.  Inspirasi awalnya  sebetulnya gara-gara kangen sama seorang manusia yang sudah lama tidak pernah bertemu, hampir 2 tahun atau bahkan lebih.  Laki-laki atau perempuan? Ah, <em>nggak</em> penting&#8230;!! Bait pertama itu bercerita tentang manusia tersebut.  Namun, di tengah-tengah penulisan&#8230;saya jadi kepikiran Rasulullah SAW.  Ya, sudah&#8230;saya dedikasikan saja puisi itu untuk beliau.  Tadinya mau saya kasih judul &#8220;<strong>Ode Buat Rasulullah</strong>&#8220;, tapi merasa kurang cocok.  Ciri khas saya sekali.  <em>Too much repetition</em>.  Maklum lah, saya agak kesulitan berpuitis-puitis ria. Waktu puisi ini masih dalam proses, <a href="http://blogmoyo.wordpress.com" target="_blank">Catur</a> sempat melihatnya, karena ketika saya &#8216;tinggalkan&#8217; untuk istirahat, Catur main ke-kostan saya, tapi tidak ada komentar sama sekali.</p>
<p>Agak aneh juga sebetulnya, mengingat belakangan ini saya lebih sering mendengarkan musik rock.  Lho, apa hubungannya? Ya, jelas ada.  Biasanya musik berpengaruh terhadap kondisi jiwa.  Saya juga menulis puisi tersebut ditemani lagu-lagu dari <a href="http://dreamtheater.net" target="_blank">Dream Theater</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Liquid_Tension_Experiment" target="_blank">Liquid Tension Experiment (LTE)</a>, <a href="http://www.hoobastank.com/">Hoobastank</a> serta <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Linkin_Park">Linkin Park</a>.  Meskipun di tengah-tengah geberan musik mereka yang cadas dan eksploratif itu, saya juga menyelipkan lagu-lagu yang kontemplatif dari Opick, Chrisye dan Iwan Fals, lagu sunda Doel Sumbang, atau musik instrumental dari Budjana, Jubing Kristianto, String Quartet, Yanni dan instrumentalis lain yang tidak saya kenal.  Tidak ketinggalan juga Al-Matsurat, beberapa surat di Juz 30 dan ceramah-ceramah dari Athian Ali, Hussein Umar atau Adian Husaini.  Winamp disetel dengan mode <em>shuttle</em>, jadilah sebuah kombinasi bunyi-bunyian yang &#8216;aneh&#8217; dan <em>unpredictable</em>, penuh kejutan.</p>
<p>Menarik sebetulnya, sebuah cara untuk &#8216;mempermainkan&#8217; mood dan mengatasi kebosanan.  Coba saja rasakan sensasinya ketika setelah berbising-bising dengan musik rock instrumental berdurasi 16 menit semacam &#8220;<em>When The Water Break</em>&#8221; dari LTE, lalu mood anda diajak &#8216;melayang&#8217; oleh komposisinya Budjana, dan tiba-tiba anda diajak bertafakur oleh lirik-lirik semacam &#8220;Bila Waktu telah Berakhir&#8221; dari Opick, sebelum akhirnya telinga anda diajak &#8216;berlari&#8217; lagi mendengarkan lagu &#8220;<em>Home</em>&#8221; atau &#8220;<em>Forsaken</em>&#8221; dari Dream Theater.  Cara seperti ini, mungkin bisa juga digunakan sebagai latihan agar <a href="http://mind.donnyreza.net/23022008/jangan-terlalu-terkejut/">tidak mudah terkejut</a>. <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Puisi &#8220;Dia yang Kurindu&#8221; di atas dihasilkan di tengah-tengah suasana semacam itu.  Kalau bagi saya sih aneh, karena setahu saya, sebuah karya puisi biasanya tercipta di tengah-tengah suasana yang hening dan tenang.  Apalagi jika dalam puisi itu memuat unsur ke-ilahi-an, spiritualitas atau ajakan untuk berkontemplasi.  Jangan-jangan, hal semacam itu sudah biasa dan memang bukan hal yang aneh?  Kalau seperti itu, saya yang aneh&#8230;WEIRD!! :-p</p>
<p>S 3 K 3 L 0 4. 030308.  22.30</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mind.donnyreza.net/03032008/dia-yang-kurindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pada Suatu Hari Nanti</title>
		<link>http://mind.donnyreza.net/16022008/pada-suatu-hari-nanti/</link>
		<comments>http://mind.donnyreza.net/16022008/pada-suatu-hari-nanti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 01:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Reza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[SerbaSerbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mind.donnyreza.net/16022008/pada-suatu-hari-nanti/</guid>
		<description><![CDATA[pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
 kau takkan kurelakan sendiri
pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
 kau akan tetap kusiasati
pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
 kau takkan letih-letihnya kucari
Sapardi Djoko Damono, 1991.
Saya sebetulnya kurang suka menampilkan karya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>pada suatu hari nanti<br />
jasadku tak akan ada lagi<br />
tapi dalam bait-bait sajak ini<br />
<strong> kau</strong> takkan kurelakan sendiri</p>
<p>pada suatu hari nanti<br />
suaraku tak terdengar lagi<br />
tapi di antara larik-larik sajak ini<br />
<strong> kau</strong> akan tetap kusiasati</p>
<p>pada suatu hari nanti<br />
impianku pun tak dikenal lagi<br />
namun di sela-sela huruf sajak ini<br />
<strong> kau</strong> takkan letih-letihnya kucari</p>
<p>Sapardi Djoko Damono, 1991.</p></blockquote>
<p>Saya sebetulnya kurang suka menampilkan karya orang lain di blog.  Tapi&#8230;tidak bisa tidak, puisi-puisinya si Kakek Romantis ini memang bikin iri.  Gimana sih bikin puisi secanggih karya-karyanya? Elegan sekali.  Saya &#8216;nyolong&#8217; puisi di atas dari blognya <a href="http://anotherfool.wordpress.com/2005/07/02/sapardi-gadis-kecil-dan-dua-ibu/" target="_blank">om Jaf</a>.  Biasanya, kalau soal puisi-puisi si Kakek Romantis ini, <a href="http://i-lovetherain.blogspot.com" target="_blank">Oci</a> suka &#8216;cerewet&#8217; ngebahasnya.  *timpuk Oci pake sendal jepit* :-p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mind.donnyreza.net/16022008/pada-suatu-hari-nanti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamana Atuh, Cinta?</title>
		<link>http://mind.donnyreza.net/26112007/kamana-atuh-cinta/</link>
		<comments>http://mind.donnyreza.net/26112007/kamana-atuh-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2007 12:53:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Reza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mind.donnyreza.net/26112007/kamana-atuh-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Berkali-kali aku meyakinkan diri
Bahwa rasa itu tidak pernah ada
Sekarang aku tidak bisa membohongi diri
Bahwa rasa itu memang ada
Terjebak, antara  keinginan yang sulit kugapai
Dan apa yang bisa kugapai tapi tak sungguh-sungguh kuingini
Ah, kamana atuh, cinta&#8230;cinta&#8230;
NB : Heu3x.  Geuleuh ih, jadi nulis yang beginian  
C 1 H 3 U L 4 17 6. 261107. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berkali-kali aku meyakinkan diri</p>
<p>Bahwa rasa itu tidak pernah ada</p>
<p>Sekarang aku tidak bisa membohongi diri</p>
<p>Bahwa rasa itu memang ada</p>
<p>Terjebak, antara  keinginan yang sulit kugapai</p>
<p>Dan apa yang bisa kugapai tapi tak sungguh-sungguh kuingini</p>
<p>Ah, kamana atuh, cinta&#8230;cinta&#8230;</p>
<p>NB : Heu3x.  Geuleuh ih, jadi nulis yang beginian <img src='http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>C 1 H 3 U L 4 17 6. 261107.  20.00</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mind.donnyreza.net/26112007/kamana-atuh-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
