Parah

Aduh, kenapa ya? Rasa-rasanya belakangan ini saya sedang berada di titik nadir kehidupan saya. Perasaan inferior yang terlalu berlebihan, sering tulalit kalau mengobrol, tidak fokus dengan apa yang saya lakukan, ketinggalan cerita dan informasi. Walhasil, saya merasa seperti hidup di dalam tempurung saja. Dunia berjalan terasa sangat cepat, tapi kemajuan yang saya dapatkan dalam diri terasa sangat lambat…bahkan terasa terlampau lambat. Jadinya tertinggal jauh, jauuuhhh sekali. Ini yang saya rasakan sekarang.

Perasaan dikejar-kejar oleh sesuatu, entah apa itu, yang jelas membuat apa pun yang saya kerjakan jadi tidak beres, berantakan. Tidak bisa menikmati proses, inginnya serba cepat dan instant. Bawaannya jadi malas, sangat malas. Parahnya, semua terjadi dalam berbagai aspek kehidupan saya. Kondisi intelektualitas, kondisi ruhiyah, kondisi jasmani…saya merasa jadi orang yang paling ‘sakit’ sekarang ini.  Oleh karenanya, pencapaian-pencapaian yang didapatkan tidak sesuai dengan target yang saya inginkan.

Seringnya pikiran ini mengawang-awang, entah kemana dan entah apa yang saya pikirkan. Akhirnya, saya jadi tulalit kalau sedang mengobrol dengan orang lain, karena sering juga pikiran saya itu mengawang-awang di tengah-tengah orang banyak. Jadi malu sendiri dan jadi merasa sangat bodoh. Merasa bukan seperti saya yang sebenarnya, ada yang hilang rasanya, bahkan terasa banyak sekali yang hilang.

Tidak ada kemajuan yang berarti dalam skill saya, entah itu programming, networking, public speaking, leadership atau manajemen diri dan waktu. Malah semakin menurun. Barangkali itu yang membuat saya jadi merasa seperti manusia yang inferior dan tidak PD ketika bertemu dengan siapa pun. Menyedihkan sekali jadi manusia seperti ini.

Rasanya sudah banyak sekali apa yang saya baca, tapi ternyata tidak membuat saya semakin cerdas atau semakin tahu. Barangkali ada yang salah dengan apa yang saya baca atau cara saya membaca.  Entahlah.

Jadi sering lupa. Pernah suatu hari saya janjian dengan seorang teman, dan saya lupa sama sekali. Sampai satu jam dari jadwal janjian, saya diingatkan melalui SMS. Ya, ampun. Dan selama satu jam itu, saya hanya sedang diam di kamar saya…tidak melakukan apa pun, hanya bengong tidak jelas. Untungnya teman tersebut masih mau menunggu dan pada akhirnya bertemu juga, tentunya dengan perasaan menyesal dan malu.

Meskipun, kadang-kadang saya juga merasa tidak percaya kalau saya masih sanggup untuk hanya tidur 1 jam sehari, setelah sebelumnya melakukan aktivitas-aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran secara beruntun dan berpindah-pindah tempat.  Atau ketika mata ini tidak merasa lelah selama 18 jam di depan komputer tanpa henti.

Kalau dalam tulisan ini tidak ditemukan nada-nada optimis, maklumi saja, namanya juga sedang curhat.  Sebetulnya dengan menuliskan ini, saya juga sedang melakukan identifikasi terhadap sumber masalah yang saya hadapi.  Barangkali dengan menuliskannya, saya bisa merancang perbaikan-perbaikan di hari-hari selanjutnya.  Dan saya berjanji untuk melakukan perbaikan-perbaikan itu.  Setahap demi setahap, langkah demi langkah…Sampai akhirnya tiba di anak tangga terakhir atau di puncak tertinggi hidup saya.

So, please, help me…!! 

Bandung.  211207. 14.30.

loading...

Previous

Lagi Narsis

Next

Idul Adha 1428 H: Sebuah Catatan

25 Comments

  1. iin

    ya ampun, ikut berduka cita membaca postingannya Donny Reza. Barangkali yg dirasakan Dony-Reza adalah perasaan absurditas. saya pernah juga merasakan ini waktu tingkat3, tapi pas masuk kuliah Litterature Francaise II ada dosen saya yg membahas profil Jean Paul Sartre, dijelaskan sedikit tentang Absurditas. Begitu cari dan baca bukunya Jean Paul Sartre. Ada pencerahanlah sedikit..di wikiquote ada lho intisarinya. (saya lampirkan link-nya tsb di bawah) http://en.wikiquote.org/wiki/Jean-Paul_Sartre

    stay strong okey buddyyyy!

  2. JaF

    Mungkin akses broadbandnnya lagi disconnect nih bos. Udah coba re-connect? Coba deh pake akses maha speedy buat akses ke server yang di ‘atas’

    Ayuk atuh Kang Cepot.. Bangun! Bangun!! 🙂

  3. Ayo Dooon! Kamu bisaaa…!

  4. [quote]
    Rasanya sudah banyak sekali apa yang saya baca, tapi ternyata tidak membuat saya semakin cerdas atau semakin tahu. Barangkali ada yang salah dengan apa yang saya baca atau cara saya membaca. Entahlah.
    [/quote]

    iya lah, membaca itu membuat kita bodoh!!! bodoh karena sadar semakin banyak hal yang gak kita ketahui… :)) itu tanda nya anda sedang mengalami kejenuhan akut. gw saranin matiin komputer, jalan – jalan, klo gak lakukan hal yang lain..

  5. Saya juga pernah mengalami stuck sprti itu kok…

    Dibuat istirahat dan cari inspirasi di kasus saya bisa memulihkan… 😀

  6. kang, silaturahim coba, jangan kebanyakan menyendiri

  7. kalo saya mah tiap bulan emang suka mengalami “siklus kepecundangan” kayak gini. Biasanya cuman dua sebabnya
    1. Lupa bersyukur
    2. Terlalu bergumul sama “dunia”

  8. hmm, kalau kamu sudah tahu jawabannya, kasih tahu aku ya ? Kayaknya aku juga dalam masalah yg sama deh. 😀

  9. Donny

    @iin: ok, thanks atas linknya 🙂
    @Jaf: iya nih om, curiga ada yang salah sama modemnya nih…jadi nggak konek :))
    @Aryanst: Siappp, pasti bisa 😉
    @suprie: komputer tuh udah mati beberapa hari ini gara-gara monitornya kebakar 😀
    @Praditya: Kalau sama kasus saya, barangkali karena kebanyakan istirahat juga sih 🙂
    @Agah: Iya, gah, barangkali karena sedang kurang silaturahim aja. Kalau terlalu bergumul sama “dunia” kayaknya nggak juga. Mungkin terlalu banyak menyendiri aja kayaknya.
    @bank al: Insya Allah, bank…kalau udah dapat jawabannya diinformasikan lagi 😀

  10. Kalau lagi jenuh, coba berhenti sebentar, lakukan hobi yang menarik…ketemu teman yang sehati, mengobrol, ketawa-ketawa….dan jika lelah tiduuur.

    Sayapun saat masih muda sering mengalami saat seperti ini…harus disadari ilmu pengetahuan berkembang pesat, dibanding dengan kemampuan kita menyerapnya. Jadi, buat skala prioritas, mana yang ingin kita pelajari, karena jelas tak bisa semuanya. Dan harus diingat, bahwa setiap manusia punya kelebihan dan juga kelemahan. Manfaatkan kelebihanmu.
    Semoga bisa membantu.

  11. ika

    wow permasalahannya sama seperti yg sedang saya rasakan dan hadapi saat ini. waktu kulya saya termasuk anak yang pede abis dan nilai2 selalu bagus , IP tinggi yang menyebabkan rasana hidup itu indah banget dan saya optimis sama idup saya. tapi sejak kerja, kreativitas malah berkurang, rasanya kek robot, kalo buat salah takut dimarahi, intinya: takut salah karena takut dipecat dan hanya bisa yes yes sesuai aturan. walhasil karena tidak bisa menyalurkan kreativitas dan opini pribadi maka pikiran saya jadi ‘dull’. saya ngerasa mati secara pikiran. mungkin tubuh saya kerja tapi rutinitas membuat saya seperti robot! saya aja ingin bebas dari semua hal ini supaya saya mendapatkan diri saya yang dulu, yang penuh optimisme dan kreativitas. oleh karnanya saya lagi berusaha mencari duit lewat blog saya supaya saya bisa jadi org bebas. hehe. oiya, kamu tidak sendirian kok kalo ngerasa itu. saya juga efekna jadi minder kalo ketemu teman2 lama, udah kerja tapi kok rasanya makin bego. haha 😀

  12. masalah terbesar sebagian orang adalah kebosanan, kalau bosan mendingan bobok, baca buku penyemangat, ngenet, dan yang itu tuch…..

  13. hmmm…
    saya saat ini sedang berada di titik terendah hidup saya, tapi ya jalanin aja semuanya

  14. Ini refelksi di akhir tahun, yak! Emang perlu sih, mencari kelemahan dan kekurangan kita selama ini. Tapi *halah sok tahu* kalau terlalu larut dalam sikap inferior, walah bisa2 nanti kita setback. Kalau menurut saya kok itu hanya perasaan Mas Reza ajah yak!

  15. Kang, udah sembuh?
    Saya kapikiran wae yeuh…

    Tapi harusnya bersyukur lo kang, banyak gini yg peduli sama akang. Artinya akang dicintai *amiiin*

  16. Dy

    silaturrahim dengan temen2 yang bisa meningkatkan ghirah kita, bisa dijadikan charger buat aktifitas kita.atau sedikit meregangkan persendian, istirahat jalan2.
    tapi gak boleh kebanyakan juga, karena justru itu hanya bikin kita bertambah males

  17. @edratna: terima kasih bu atas sarannya, insya allah bermanfaat 🙂

    @ika: yah, salah satu alasan saya tidak betah berlama-lama di tempat kerja seperti itu karena cenderung membunuh karakter. semoga cepat menemukan jalan keluarnya 😉

    @dodot: yang itu yang mana? :p

    @ayahshiva: iya, pada akhirnya memang harus dijalani juga sih :))

    @sawali: kebetulan saja di akhir tahun pak 🙂 saya juga nggak pengen sih terlalu larut berlama-lama seperti ini 😀

    @agah: Alhamdulillah, gah…sedang berusaha lagi 😉

    @dy: terima kasih juga untuk sarannya, barangkali saya hanya membutuhkan lingkungan yang baru saja ya? 😀

  18. refreshing, om 🙂

  19. Setuju tuh dengan Kai .. refreshing.
    Main games misalnya :d

  20. Ini nih yang buat aku ketawa………………
    Tadinya zizah jg mau posting dengan tema yang sama…eh tapi keburu udah baca ni postingan…yg ada pengen ketawa…Ih Alloh tuh canggih ya ngingetinnya…ternyata terlihat “lucu ” aja

  21. Cari kesibukan don. Anehnya, gw klo lg merasa kecewa malah jd super duper semangat ngoprek. Coba ikut project2 or gabung k dunia opensource (ga hrs coding, dokumentasi jg bs). Klo mentok jg coba donlot miyabi yg baru *halah*

  22. Waah identifikasinya cukup jelas …

    Cobalah mas buat lagi identifikasi maslah itu dicoba selesaikan dengan cara sendiri melalui catatan sebelah kanan.. saya ingat pernah suatu kali membaca buku penyelesaian masalah oleh sendiri…

    Kalau tidak salah buku itu bilang:
    sebuah kertas foloio di bagi dua sebalah kiri identifiasi maslaah dan sebelah kanan penyelesaian dengn cara sendiri… saya pernah mencoba cukup efektif tanpa melibatkan orang lain.. sebab masalahnya itu biasa pada orang seperti saya pun persis maslahnya seperti itu.. 🙂

    maaf kepanjangan

  23. Nikmati hidup, Mas. Anggap besok anda akan mati, maka anda akan terpacu untuk melakukan sesuatu hari ini.

  24. wah mau bantuin tapi sayanya juga lagi kayak gitu eh….

    akhirnya tadi setelah sholat dhuhur berteriak ‘eurekaa…” (ga teriak sih hehehe cuman di dalam hati)

    aku sadar, selama ini aku terlalu sering (bahkan selalu) menyalahkan lingkungan, orang-orang, teman-teman, orang tua dan mungkin wanita (bisa bercanda bisa juga serius neh hehehe) di sekitarku…

    aku sadar, kalo sebenarnya akulah yang membuat hal ini terjadi. Membuat aku males belajar, males riset, males ngerjain tugas, males nikah (alah)…

    jadi sekarang aku berusaha untuk memotivasi bahwa apapun yang akan terjadi di hidupku, akulah sang penentunya. Aku harus bisa bersemangat menggapai segala cita, angan, dan mimpi…

    hehehe…

    kita jarang kumpul lagi neh, dulu pas kumpul dudung ga sempat bercengkerama, pas kumpul KLuB ga sempat juga hehehe….

    mengingat anda adalah salah satu penulis hebat (blog dan forum) yang pernah aku kenal (alah berlebihan yak? :P)

  25. taichi biar tidak merasa dikejar-kejar

Leave a Reply

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén