Masjid Darussalam berlokasi di Karang Tengah, Cianjur. Sekitar 1 KM dari Terminal Baru Cianjur (Rancabango) atau sekitar 2 KM dari Terminal Lama Cianjur. Terletak di tepi jalan raya Cianjur – Bandung. Berada dari sisi kiri jika dari arah Cianjur, atau sisi kanan dari arah Bandung. Masjid tersebut adalah salah satu tempat peristirahatan favorit saya jika melakukan perjalanan menuju Bogor atau Bandung.

Reklame Masjid Darussalam yang bisa terlihat jelas
di pinggir jalan raya Bandung – Cianjur
Masjid tersebut merupakan salah satu masjid percontohan kelurahan setempat. Saya lupa lagi nama kelurahannya, Karang Tengah kalau tidak salah. Berada di bawah pengurusan Nahdlatul Ulama (NU) cabang kelurahan tersebut.
Apa yang patut dicontoh dari Masjid tersebut? Masjid tersebut memberikan pelayanan yang sangat baik kepada para pengunjung atau para musafir yang sekedar beristirahat di sana. Karena letaknya yang dipinggir jalan, maka sebagian besar pengunjung adalah para musafir atau mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh. Sepengetahuan saya, Masjid tersebut tidak pernah sepi.
Tidak terlalu istimewa sebetulnya apa yang pengurus Masjid tersebut lakukan. Hanya menyediakan minuman seperti kopi, teh manis hangat atau wedang jahe. Pengunjung tidak perlu merasa sungkan untuk membuat sendiri minuman tersebut atau minta dibuatkan oleh para pengurus Masjid tersebut. Mereka akan langsung membuatkan minuman yang dipesan. Dan -inilah luar biasanya- tidak dipungut biaya sepeser pun.

Pengurus Masjid yang sedang melayani membuatkan minum

Pengunjung yang membuat minum sendiri
Memang ada kotak amal di sana. Namun tidak ada keharusan untuk memberi infaq kepada Masjid tersebut. Saya sudah beberapa kali berisitirahat di sana. Pernah memberi infaq, lebih sering tidaknya 😀 . Biaya parkir pun digratiskan. Hanya satu yang menurut saya kurang… tukang pijat :)) . Padahal, jika saja ada dan dikenakan biaya jasa pijat pun, rasanya akan banyak yang minta dipijat.
Jika memasuki waktu shalat, para pengurus Masjid tersebut akan segera menyiapkan minuman tersebut. Sehingga, ketika para pengunjung selesai melakukan shalat berjama’ah, mereka tinggal mengambil minuman yang diinginkan. Meskipun hanya minuman saja yang disediakan, akan tetapi menyenangkan sekali bisa mendapati Masjid seperti itu. Para pengunjung pun bisa beristirahat dan bersantai sepuasnya di sana. Apalagi ditambah dengan adanya pepohonan yang meneduhkan disekitarnya.
Menurut saya, seperti itulah seharusnya sebuah Masjid. Persoalannya bukan adanya sesuatu yang digratiskan di sana. Akan tetapi, sebagai sebuah usaha pelayanan kepada masyarakat dan mendekatkan masyarakat kepada Masjid. Di sisi lain, jika setiap musafir bisa selalu menemukan Masjid seperti itu dalam perjalanannya, rasanya travelling akan semakin mudah dan menyenangkan. Jika saja setiap Masjid di pinggir jalan seperti itu semua dan buka 24 jam, saya pasti akan berkeliling Indonesia :)) .

Suasana santai di Masjid Darussalam

Masjid Darussalam, agak tertutup pepohonan
Seluruh gambar bisa dilihat di SINI.
C 1 h 3 u l 4 17 6. 150608. 23.00.
