mind.donnyreza.net

Day: June 6, 2008

Lebih Baik Menolak

Bukan tanpa alasan ketika saya menolak permintaan Ochi untuk menulis atau berbicara lebih banyak tentang kasus Monas yang melibatkan FPI dan AKKBB. Meskipun, sebetulnya saya juga ingin sekali menulis soal kejadian tersebut.

DomaiNesia

Setidaknya ada dua alasan. Pertama, saya tidak berada di sana ketika kejadian. Kedua, saya tidak percaya 100% media massa. Dengan dua alasan tersebut, saya tidak berani memberikan penilaian tentang siapa yang benar dan siapa yang salah dalam kasus tersebut. Bahkan mereka yang hadir di sana pun bisa saja salah. Akan tetapi, sikap saya jelas. Saya sangat menyesalkan terjadinya kasus tersebut.

Kekhawatiran saya hanya satu. Prasangka. Su’udzhan. Tentunya kepada dua pihak yang terlibat. Jangan sampai ketika saya menggebu-gebu membela salah satu pihak, saya malah membela yang seharusnya dihujat.

Ketika terjadi pertikaian, dipastikan akan selalu terbentuk minimal dua kubu dengan versi ceritanya masing-masing. Ada kalanya cerita yang kita dengarkan lebih bombastis daripada kejadian yang sesungguhnya. Bahkan seringkali ditemukan ‘fakta’ baru dalam cerita tersebut, entah benar adanya atau diada-adakan.

Sama halnya dengan sejarah. Satu hal yang pasti dari sejarah adalah -biasanya- tempat, waktu dan peristiwanya. Soal jalan cerita bagaimana peristiwa itu bisa terjadi, tergantung pada siapa anda percaya atau -mungkin- tergantung selera anda juga.  Bagi saya, kejadian Monas sudah jadi bagian dari sejarah.

Belum lagi munculnya teori-teori konspirasi dari mereka yang membela salah satu kubu. Semakin ruwet. Dengan minimnya data dan fakta yang saya miliki, mana berani saya menentukan siapa benar dan siapa salah. Jadi, silahkan saja yang berwajib yang mengurusi persoalan ini.

Lalu, ketidakpercayaan saya pada media massa lebih dikarenakan keyakinan saya bahwa tidak ada satu pun media yang benar-benar netral. Setiap media punya ideologi atau ‘sikap politik’. Keduanya ditentukan oleh’ pemegang duit’ di perusahaan media massa tersebut. Yah, memang senaif itu lah pikiran saya.

Lagipula, televisi atau koran hanya menampilkan frame-frame yang menurut mereka ‘menjual’. Padahal, suatu cerita selalu memiliki awal, tengah dan akhir cerita. Tidak selalu yang kita lihat sebagai pihak yang tertindas di televisi atau koran adalah mereka yang benar-benar tertindas. Bisa juga yang terjadi adalah sebaliknya, sebuah perlawanan terhadap suatu penindasan. Lantas, apa mungkin kita bisa menyimpulkan suatu kejadian hanya melihat satu bagian saja?

Web Hosting

CTM61. 060608. 05.00.

Para Tetangga

Keinginan saya untuk menampilkan semua link alamat bloger yang pernah memberikan komentar di sini terwujud juga. Terima kasih pada SQL yang mempermudah kerja saya sehingga tidak perlu repot-repot membuat seluruh tautan sendiri atau melakukan add link satu persatu di blogroll.

Tercatat ada 280 tautan dari seluruh bloger yang pernah memberikan komentarnya di blog ini. Termasuk yang redundan, trackback, tautan kosong dan punya saya sendiri. Tautan-tautan yang berisi spam sudah saya bantai sebelumnya, jadi tidak ikut terseleksi. Seluruh tautan dari bloger yang pernah memberikan komentar di blog ini, saya simpan di sini.

Nama yang tercantum berdasarkan nama yang dimasukan di dalam form komentar. Kecuali beberapa nama yang saya edit, selebihnya saya biarkan apa adanya.

Saya belum pernah mencobanya di blog yang ikut hosting di WordPress. Karena sewa hosting sendiri, saya tinggal membuka phpmyadmin yang disediakan oleh penyedia hosting. Kemudian ketikan perintah SQL berikut pada form yang tersedia:

SELECT CONCAT( ‘<a href=”‘, `comment_author_url` , ‘” target=”_blank”>’, `comment_author` , ‘</a>’ ) Link FROM `wp_comments` GROUP BY `comment_author_url`

Contoh hasil seleksi akan menjadi kode HTML seperti ini:

Linklist

Setelah melakukan sedikit seleksi lagi, buka write page pada Dashboard WordPress. Copy seluruh tautan di atas dan paste pada text editor wordpress. Oopps, hampir lupa. Pada text editor ada dua bagian, visual dan code. Copy seluruh tautan di atas pada bagian code. Publish, jadi deh.

code

Saya tidak tahu apakah ada plugins untuk ini, belum pernah mencari tahu.

Selain itu, ada juga kabar yang cukup menggembirakan bagi saya. Beberapa teman dekat saya sudah mulai sering menulis blog. Mudah-mudahan bisa seterusnya rajin menulis.

Ada Herdyan Fajar, sobat masa SMA yang diam-diam sudah mulai rajin posting dan sebentar menyempurnakan setengah dien-nya. Ada Dela, sobat di kampus saya. Deden, yang saya beri motivasi untuk berani menampilkan diri dan jangan terlalu memedulikan apa yang orang lain pikirkan tentang karya kita. Juga Wahyu, sobat SMA dan teman berbagi cerita mengenai fotografi. Selain itu, Ochi yang akhirnya memilih untuk menggunakan WordPress juga, setelah sebelumnya menggunakan blog Friendster dan Blogspot. So, ayo kunjungi mereka … hehe.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén