pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiripada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasatipada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucariSapardi Djoko Damono, 1991.
Saya sebetulnya kurang suka menampilkan karya orang lain di blog. Tapi…tidak bisa tidak, puisi-puisinya si Kakek Romantis ini memang bikin iri. Gimana sih bikin puisi secanggih karya-karyanya? Elegan sekali. Saya ‘nyolong’ puisi di atas dari blognya om Jaf. Biasanya, kalau soal puisi-puisi si Kakek Romantis ini, Oci suka ‘cerewet’ ngebahasnya. *timpuk Oci pake sendal jepit* :-p