Month: December 2007 (Page 2 of 3)

Rindu Sekali

Saat-saat mencintai shalat tahajud setiap malam,

Saat-saat suka shalat dhuha setiap pagi,

Saat-saat melakukan tilawah setiap selesai shalat wajib,

Saat-saat senang melakukan shaum sunat.

Sekarang, berat sekali rasanya melakukan itu semua 🙁

C 1 H 3 U L 4 17 6. 111207. 21.16

NB: Terbayang sesosok malaikat geleng-geleng kepala dan berkata “celaka kamu Don, Celaka!!” :((

loading...

Sok Bijak

 

Saya baru ingat kalau saya pernah berkomentar di blognya Oci yang lama, yang kemudian di re-post di blognya yang baru. Isinya seperti ini:

Sebetulnya, seni dalam hidup adalah ketika kita pernah berbuat kesalahan, melakukan dosa, dan bertindak bodoh. Dan moment-moment yang telah terjadi adalah sebuah catatan dalam hidup kita, maka ketika kita membaca catatan tersebut, kita jadi ingat tentang kesalahan-kesalahan kita. Dan itu menjadi sebuah kontrol dalam hidup kita agar tidak pernah melakukan hal yang sama lagi.

Serasa nggak percaya kalau pernah menulis kata-kata seperti itu 😀

Mitos Sialan

Ah, masih saja terjadi.  Di zaman internet sudah menjadi sebuah kebutuhan seperti sekarang ini, sebuah pernikahan harus ditentukan oleh ‘hitung-hitungan’ sang kyai dukun.  Meskipun katanya seorang kyai, saya lebih suka menyebutnya dukun.

Read More

Minus

Tadinya acara jalan-jalan ke Pameran Buku Kompas-Gramedia di Sabuga niatnya hanya ingin mencari buku-buku bagus nan murah, atau mengikuti beberapa acara talkshow dengan harapan ada acara bagi-bagi hadiahnya. Akan tetapi, tidak satu pun buku bagus yang saya beli, soalnya diskonnya irit sekali. Acara talkshow pun tidak memberikan hadiah, batal deh punya buku gratisan lagi 🙂

Read More

Dunia di Pinggir Lapang

Lari di Sabuga (Sasana Budaya Ganesha), meskipun tidak serutin dulu lagi, tetap merupakan aktivitas favorit saya. Sabuga merupakan salah satu tempat pelarian saya ketika kepala sudah terasa sangat penat atau ketika sedih, marah dan ketika hati merasa terganggu. Berlari, sampai batas terlelah fisik, sampai tidak sanggup untuk berlari lagi, sampai kepayahan bernafas, sampai akhirnya terduduk lemas di pinggiran track lari tersebut.

Read More

Page 2 of 3

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén