Lebaran 1428H yang telah lalu barangkali merupakan lebaran yang paling lucu buat saya dan mungkin juga bagi keluarga saya. Meskipun pada awalnya seluruh anggota keluarga diliputi kebingungan dengan terjadinya lagi perbedaan keputusan berlebaran antara pemerintah dengan beberapa ormas, diantaranya dengan Muhammadiyah. Seperti biasa, yang menjadi sumber perbedaan tersebut adalah metode pengambilan keputusan yang digunakan oleh pemerintah dan Muhammadiyah. Pemerintah dengan ru’yatul hilal-nya, dan Muhammadiyah dengan hisab ditambah kriteria wujudul hilal-nya. Namun, keduanya meyakini bahwa metode yang digunakan bisa dipertanggungjwabkan secara hukum syariat dan ilmu pengetahuan.