Saya dan Bintang: Sebuah Harapan di Awal Tahun

Suatu pagi, tepat di hari pertama tahun 2008, di rumah orang tua saya tercinta, di Kota Bogor. Saya, ibu saya dan seorang wanita, sebut saja namanya Bintang, bukan nama yang sebenarnya. Sambil beres-beres rumah, kami mengobrol bertiga. Bagi Bintang, itu adalah kunjungan pertamanya ke rumah orang tua saya. Agak mengherankan juga melihat dia mau ikut membantu beres-beres rumah dan langsung akrab dengan ibu saya. Padahal, dengan saya sendiri, bisa dikatakan sangat jarang sekali mengobrol. Paling sering lewat SMS, itu pun jika ada keperluan saja.

Entah bagaimana mulanya, tiba-tiba saja obrolan itu mengalir begitu saja.

Bintang: “Kang Donny katanya mau ke Jakarta nanti siang?

Donny: “Iya, ada perlu.

Bintang: “Sama siapa?

Donny: “Sendirian aja.

Bintang: “Sendirian aja? Makanya, cepetan nikah atuh, supaya kemana-mana ada yang nemenin.”

Ibuku: “Bintang sendiri, udah nikah belum?

Bintang: “Belum, bu. Makanya bisa ada di sini juga.

Ibuku: “Ya, udah…sama Donny aja atuh.

Bintang: “Hah…?

Donny: “Iya, sama saya aja, mau nggak…?” *duh, keceplosan…*

Bintang, Donny, Ibuku: Hening beberapa saat…

Donny: “Gimana, mau nggak…?

Bintang masih diam, saya membersihkan lemari, ibuku meninggalkan kami berdua. Duh, kok malah ninggalin berdua sih? Bikin stress aja…

Bintang: “Mmm…” *nampak ragu* “beri saya waktu satu bulan ya?

Bintang: “Saya merasa perlu untuk mempertimbangkan dan saling mengenal lagi, saya akan mencoba mendengar masukan dan saran dari orang-orang sekitar saya. Begitu juga Kang Donny, gimana?

Donny: “Oh, ya sudah, tenang saja…” ๐Ÿ™‚

Tiba-tiba…Rasanya seperti melalui sebuah mesin waktu, sangat cepat, sebelum akhirnya tersadar bahwa ternyata saya berada di kamar kost-an saya, di Bandung. Adzan Shubuh terdengar jelas dari Masjid di dekat kost-an saya. Masya Allah, rupanya cuma mimpi! But, it was so real.

Saya tidak terlalu mempercayai mimpi. Akan tetapi, mimpi saat itu cukup membuat saya termenung cukup lama juga. Sudah beberapa bulan terakhir, Bintang seringkali menjadi bunga tidur saya, bahkan ketika saya sudah merasa lelah dengan mimpi-mimpi itu. Lebih dari itu, Bintang memecahkan rekor untuk urusan bunga tidur itu. Tidak pernah terjadi sebelumya saya memimpikan seseorang dalam tidur sesering Bintang. Pertanda kah atau jawaban istikharah saya? Entahlah, yang jelas namanya tiba-tiba jadi lebih sering muncul di setiap kesempatan. Di iklan, televisi, spanduk, papan pengumuman, di koran…dan setiap kali nama itu muncul, hati saya tergetar. Atau, barangkali, karena nama itu jadi lebih penting, sehingga saya jadi ‘sadar’ setiap nama itu terdengar atau terbaca.

Faktanya, saya sedang duduk santai di kost-an pada pagi awal tahun itu, ibu saya di Bogor, dan Bintang…entah di mana dia, yang jelas di suatu tempat di Bandung. Belum pernah sekali pun Bintang berkunjung ke rumah orang tua saya. Jangankan berkunjung, bertemu dengan saya pun jarang. Selain itu…mana pernah saya membersihkan lemari kalau sedang di rumah orang tua?! Mimpi yang aneh…

C 1 H 3 U L 4 17 6. 041208. 04.31

loading...

Previous

Hitung Kancing

Next

Partner

19 Comments

  1. aku mengalami hal yang sama kang
    tapi belum mantep2 aja

    ciri kurang taqwa ieu teh
    karena kalo taqwa mah
    pasti datang rezeki yg tidak disangka2

    alias ada aja tiba2 “jalannya”

    NB : komentar pertama euy!

  2. Nu Kasep

    Walah..Walah eta kang dony tepikeun ka kituna. Saha bintang teh…?

    Sok lah ku saya di doakun sing meunang bintang nu sabenerna ulah ngan ukur “dina” ngimpi.

    Jadi inget dina… Dina teh nu mana tea..;))

  3. Masih bingung? Sholat tengah malam, nanti Allah swt akan menunjukkan.
    Mimpi bisa merupakan bunga tidur, tapi ada juga mimpi yang bermakna. Bagi orang-orang yang mimpinya bermakna, justru malah kawatir, karena menjadi seolah-olah tahu lebih dulu, serta jika firasat jelek malah menjadi kepikiran dan kenyataannya tak bisa menolong. Saya punya teman seperti ini, jadi dia kawatir sekali jika bermimpi.

  4. ehm….kemarin sholat istikharah apa sholat hajat :)) ๐Ÿ˜›

  5. wih… kita mah amien in aja, jangan lupa undangannya yah…

    ** sambil nyanyi dengerin lagu Do As Infinity ” Would You Marry Me” **

  6. salah niat sholat kali ๐Ÿ˜›
    eh, kalimat

    mana pernah saya membersihkan lemari kalau sedang di rumah orang tua?!

    paling bersihin lemari makan atau kulkas ๐Ÿ˜€

  7. Oecoep

    Hmm.. ckckck…
    aneh nya nu geus siap merit ti bareto pisan tepi ka ayeuna masih can oge, tapi nu teu disangka2 eeehhh geus baroga anak… misteri ilahi yah…
    kang don, cb atuh turunin standar ama pasaran mungkin selama ini kang don menetapkan standar yang terlampau tinggi heheheh (peace, no offense….)

  8. Agus Setiawan

    ikutin aja nasehat kang ucup dong…berdasarkan pengalaman pribadi tuh ๐Ÿ˜›

    *setelah kang ucup menurunkan standar dan pasaran akhirnya Insya Allah beliau akan menikah tahun ini…[spoiler mode “on”]

  9. iin

    aku pernah mengalami mimpi yg aneh kaya gini…tapi lupa..ah udah ah. hehehe

  10. ternyata cuma mimpi toh…tertipu aku

  11. Ini bukan lagi mbahas bintang, pacar saya kan? ๐Ÿ˜€ *kabuur*

  12. Hmm… Ada afa ini? :loL

  13. dikirain tuh beneran, boro udah bersorak, whwhwhwh. ampe segitu nya don kebawa mimpi, makanya sebelum tidur baca doa dulu. Tapi biasanya mimpi itu kebalikan di dunia nyata, hwhwhwhw Kemana ateuh bintang???

  14. cepetan embat aja ๐Ÿ˜€

  15. ooo pengen nikah to *pura2 bego*, ok deh saya doaken *ngelus elus jenggot*

  16. Untung saja tidak bermimpi dengan Bunga atau Mawar, karena nama ini kalau di koran di identikkan dengna korban perkosaan…hehhehehe

  17. kayak cerita di ‘ketika cinta bertasbih’.. kan awalnya mimpi tuu, ternyata suatu hari jadi kenyataan..
    hihi, diaminkeun we atuh.. ^^

  18. Donny Reza

    @agah: iya ya gah, kalau ngakunya beriman mah kudunya sih langsung sikat aja :))

    @Nu Kasep: Dina mah tos nikah atuh :p

    @edratna: kalau yang kejadian sama saya, sebetulnya mimpi-mimpi yang pernah terjadi tidak sekalipun pernah begitu bermakna.

    @Andri: lupa niat :))

    @suprie: insya allah, kalo nikah…pada diundang deh :p

    @Luthfi: masalahnya, kulkas saya juga gk pernah ada makanan yang bisa dihabisin :p

    @Oecoep: saya sih nggak pernah masang standar Cup, tapi kebetulan aja ketemunya sama yang standar tinggi melulu :))

    @Agus: Iya, tapi jadi penasaran juga…bener gak tuh pada nurunin standar ?? :))

    @iin: Kalo situ sih mimpi yang dilamarnya ya? :p

    @veta: hihi, sengaja :p

    @pacarnya bintang: bukan, beda bintang ini sih ๐Ÿ˜€

    @Praditya: ada afa ya? :p

    @Chatoer: belum tentu kebalikan juga sih, itu kan area ‘abu-abu’…area di mana segala hal bisa terjadi.

    @yoyokkk: hihi, masih ada ortunya…maen embat aja :p

    @Harry: *siul2*

    @mr.bambang: tadinya mau pake nama itu sebagai samaran, tapi ya itu…ntar malah ada kesan negatif :))

    @azka: kalau saya malah inget ‘Dilatasi Memori’ ๐Ÿ™‚

  19. Hihihihi…. Hmmh… btw, situw dah baca blog dakuw belon yak?? Kikikikikk.. geli sendiri jadinya…
    Hmmh.. manusia itu punya ‘keistimewaan’ dari Sang Maha Penciptanya…. Selain 2 mata yang ada di bawahnya alis ada juga yang namanya mata batin… Ghaib?? emberr, tp kita bisa kok ‘melatihnya’.. ๐Ÿ™‚
    Hmmh… buat temen2nya si bapak ini.. kita doakan saja dari jauh yaak.. hmmm.. biarkanlah doi cari jawabannya sendiri, dengan memohon dan meminta sama Yang Maha Memungkinkan saya rasa itu aja cukup..:)
    Prasangka Baik.. KeyWay buat sukses dunia akhirat…
    Xixixixi.. hadoowhhh.. masi lucuu nih rasanya.. wiss lahh baca aja yak blog sayah…
    ^_^

Leave a Reply

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén